
"Tolong! Tolong ak--" Teriak Via. Tiba-tiba seseorang muncul dari atas.
"Syukurlah, apa bisa anda membantu saya?" Kata Via pada orang itu.
"Menolong mu? Justru aku ingin melenyapkan mu Via" Kata Orang itu. Via merasa aneh dengan ucapan pria itu yang ternyata dia adalah Zack.
"Duke? Apa maksudnya? Saya tadi mengikuti anda... dan tiba-tiba terjebak di sini Duke!" Pekik Via yang tak percaya Zack berbicara seperti itu.
"Kamu pasti kaget kan Via? orang yang kamu percayai melakukan ini pada mu? Hahaha...."
Apa... Apa yang terjadi sebenarnya Batin Via.
...****************...
Zack mengibaskan tangannya. Ia langsung berubah wujud menjadi orang lain.
"Blair!? Jadi kau yang menipuku? Apa maksudmu melakukan ini huh!?" Pekik Via yang terkejut melihat Blair berpura-pura menjadi Zack.
"Hahaha... Kau ini bodoh sekali! Sama seperti ayah mu!" Kata Blair.
"Kenapa kamu membawa-bawa ayah ku?" Pekik Via.
"Sudahlah sayang, lenyap kan saja dia! Dia pasti akan merepotkan kita nantinya..." Kata seorang wanita yang muncul dari belakangnya.
"Haha... Baiklah kalau ibu yang minta!" Blair mengeluarkan sihirnya dari tangannya. Via yang saat itu tidak bisa berbuat apa-apa hanya terdiam pasrah.
...****************...
"Huft... Kenapa berkas ini kelihatannya tambah banyak saja..." keluh Zack ketika masih bekerja di ruangan setelah dari kamar Via. Sesekali ia teringat kejadian tadi yang membuatnya malu sendiri.
Entah mengapa tubuhku terasa bergerak sendiri. Dasar kau Zack! Batin Zack.
Setelah menyelesaikan setengah berkasnya, ia bergegas kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
CEKLEK (Suara pintu terbuka)
Ketika hendak keluar, di sisi lain Dion juga melewati ruangan Zack. Entah mengapa dia sangat terkejut melihat pintu terbuka dengan sendirinya.
"As... astaga! Siapa itu?!" Pekik Dion.
Zack jadi ikutan terkejut.
"Hei! Ini aku, kenapa tiba-tiba kau tidak mengenali ku huh!?" kata Zack.
"Loh, Duke? Anda di ruang kerja anda?"
"Iya ada apa, kenapa kamu terkejut seperti itu?"
"Tadi... Tadi saya melihat anda sedang berjalan ke arah luar mansion. Saya pikir itu anda"
"Aku? Dari tadi aku di sini saja, tidak ada keluar apalagi keluar mansion" Zack mulai melangkahkan kaki pergi setelah mendengar ocehan Dion.
"Tapi Duke, nona Via juga mengikuti anda, Jadi saya pikir itu an--"
"Apa!? Itu artinya Via pergi keluar mengikuti orang yang mirip aku itu?" Kata Zack.
"Iya Duke, saya juga mengira itu anda tadi, jadi saya tidak menghalangi nona Via bersama anda"
Zack langsung berlari ke arah kamar Via. Ia membuka kamarnya dan ternyata tidak ada orang di sana. Hanya saja pintu balkon yang masih terbuka. Balkon itu memang mengarah pada pintu luar.
"Bisa saja dia mengira itu aku dan pergi ke arah sana" Gumam Zack. Ia berlari ke luar mansion mencari Via. Ia yakin Via tidak jauh dari sini.
...****************...
"Hei! Siapa itu!?" Ucap seseorang yang mulai dekat ke arah mereka. Sontak mereka berdua menoleh ke suara tersebut.
"Beruntung sekali aku mendapatkan kalian... Hiaa!" Ucap orang itu sambil menyerang mereka dengan sihirnya.
Cahaya dari sihir itu mengarah pada Blair. Sang ibu melompat ke arahnya untuk melindungi anak kesayangannya.
__ADS_1
"AKHH!" pekik Merlin.
"Ibu!? ARGH!! Kurang ajar kau pangeran sialan!" Marah Blair.
Hans mulai penasaran dengan lubang yang berada di dekat Blair. Ketika telah melihat secara keseluruhan, ia terkejut bukan main. Via terduduk di lubang tersebut.
"Hah!? Via!?" Pekik Hans. Buru-buru ia turun dari tunggangan kudanya dan menghampiri Via.
"Pangeran!? Awas di belakang anda!?" Teriak Via. Hans menangkis serangan Blair.
Tanpa ba-bi-bu lagi Hans tak segan-segan menyerang dengan cepat ke arah mereka berdua.
"Apa yang kau lakukan? Lebih baik kita pergi saja dari sini!" Perintah Merlin.
"Tidak ibu, aku tidak akan kalah dari pangeran sialan itu-- Akh!?" Blair terkena serangan dari Hans.
"Tidak usah berlagak kuat jika ternyata kau masih lemah" Kata-kata Hans mulai memancing emosi Blair. Ketika hendak melanjutkan pertarungan itu, ia di tahan oleh Merlin.
"Cepat pergi dari sini!"
Perlahan Blair dan Merlin hilang bagai di telan angin.
Hans segera menghampiri Via. Tubuh Via seakan mengambang karena sihir milik Hans.
"Hosh... Hosh... Via? Kau baik-baik saja?" Tanya Hans. Terlihat sekali wajah Via yang ketakutan itu.
"Bagaimana kalau kita ke istana saja? Kau mau kan? Aku akan menjaga mu, aku janji!" Kata Hans. Via hanya mengangguk kecil. Ia masih terdiam karena kejadian yang menimpa nya barusan.
Hans mengangkat tubuh Via naik ke atas kuda, di susul ia dibelakangnya. Langsung saja Hans mengeluarkan sebuah portal yang akan membawanya menuju istana.
Di saat yang bersamaan dari kejauhan Zack mendengar suara orang berbincang. Ia segera ke arah tersebut. Sekilas ia melihat sosok Via bersama seseorang yang ia kenal juga tak lain adalah Hans pergi ke dalam portal.
"Sial! Apa yang terjadi sekarang!?" Kesal Zack.
...****************...
Zack kembali ke mansion. Terlihat Dion tengah menunggunya di sana.
"Hosh... Hosh... Iya, sekarang siapkan aku kuda, cepat!" Titah Zack.
"A.. Apa? Baik Duke!" Dion bergegas ke kandang kuda yang letaknya berada di belakang mansion. Tak lama kemudian ia kembali dan membawa seekor kuda.
"Jagalah mansion selagi aku tidak ada! HIAAA!" Zack melajukan kudanya.
"Baik Duke, berhati-hatilah!"
Zack bergegas mengeluarkan portal untuk mengulur waktu. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama ia telah sampai tepat di gerbang istana.
Di sisi lain, Hans dan Via telah berada di istana. Raja dan Ratu terkejut kedatangan Via.
"Hans, kenapa Via berada di sini? Bukankah dia bersama Zack?" Tanya Ratu.
Mereka berempat berkumpul di ruangan raja.
"Tadinya saya sedang berpatroli bersama para prajurit. Entah mengapa ada sesuatu gerakan aneh jadi saya mengikutinya. Sampailah saya yang lokasinya dekat dengan mansion Zack. Di sana saya bertemu Blair dan ibunya." Jelas Hans.
"Mereka lagi?! Memang gerak-gerik mereka sangat aneh sejak kedatangannya kemari" Kata Raja.
"Benar sekali Raja, saya melihat Via berada di dalam lubang, bisa jadi itu ulah mereka" lanjutnya.
"Benarkah itu Via? Apa yang mereka lakukan padamu?" Kata Ratu khawatir. Via hanya terdiam. Ia seperti trauma setelah kejadian tadi.
"Hmm... Baiklah, kalau begitu istirahatlah di sini" Ajak Ratu. Mereka berempat pergi keluar dari ruangan itu.
Di sisi lain Zack berlarian di lorong-lorong mencari Via berada. Sampai ia melihat Mereka yang baru saja keluar dari ruangan tersebut.
"Hosh... Hosh... Via! Kau..." Kata Zack dengan nafas yang tak karuan.
Via tidak berani memperlihatkan wajahnya. Ia pergi berlalu begitu saja. Zack merasa sedih ia di abaikan.
__ADS_1
"Yang mulia! Apa... Apa yang terjadi?" Kata Zack.
"Maaf nak, aku juga tidak tau, sepertinya dia agak trauma, tunggu saja sampai ia mengatakannya sendiri." Raja langsung pergi mengikuti Ratu dan Via, dan meninggalkan Hans bersama Zack.
Hans melihat Zack. Ketika ingin pergi, ia di hentikan oleh Zack.
"Kamu... Kamu pasti tau apa yang terjadi pada Via ...." kata Zack.
Hans mengibaskan tangannya dari genggaman Zack.
"Ck! Untuk apa kau tau huh? Kamu saja tidak becus menjaganya! Ini sudah larut malam, lebih baik kau kembali saja. Dia akan aman di sini. Jangan khawatir" Setelah mengatakan itu, Hans pergi meninggalkan Zack sendirian.
Zack hanya tertunduk lesu. Akhirnya ia kembali ke mansion, karena tidak ada gunanya jika ia di istana. Dengan langkah gontai memasuki mansion nya. Pikirannya seakan-akan kosong.
...****************...
CIIP... CIIP... CIIP...
Suara siulan burung membangunkan Lea dan Leo. Mereka berdua melamun sesaat mengumpulkan nyawa masing-masing. Sampai mereka teringat kejadian Via kemarin. Mereka berdua bergegas pergi ke kamar Via.
CEKLEK...
"Tidak ada!"
"Ayo ke kamar papa!"
Mereka berdua kembali berlarian di lorong.
CEKLEK...
"Argh! Kenapa tidak ada? Kemana mereka semua!" Pekik Lea.
"Sudahlah mungkin papa di ruang kerjanya" Kata Leo. Mereka kembali bergegas ke ruangan kerja Zack.
CEKLEK...
"Pa.... Pa-"
"Sstt... Kau tidak lihat papa sedang tidur!" Kata Leo melihat Zack tengah tertidur pulas di atas sofa.
"UPS... aku tidak tau... Ya ampun, kasihan sekali papa... Apa kita bangunkan sekarang?" Ucap Lea.
Leo melihat sekeliling ruang kerja Zack. Ada sesuatu yang merasa aneh baginya.
"Menurut ku jangan bangunkan. Kau tau, kemarin aku kemari melihat ada lima tumpukan kertas di sana, sekarang tumpukan nya jadi berpindah di sini, dan... lihat! Hah!?" Kata Leo yang melihat tumpukan kertas di atas meja.
"Kenapa.... kenapa?"
"Sepertinya papa menyelesaikan ini semalaman"
"Benarkah, huft... Kalau begitu ayo kita--"
"Ukh... Vi...Via... Di... mana" Rintih Zack.
"Sepertinya papa mengigau" Kata Leo.
"Kasian sekali papa, Apa kabar Via sekarang?" Kata Lea.
"Via... Hosh... Hosh... jangan... pergi... VIAA!" Zack terbangun dari tidurnya. Dengan nafasnya yang terengah-engah, ia melihat sekeliling. Tidak ada orang di sana.
Zack memegang kepalanya, sesekali menutup wajahnya dengan tangan. Ternyata Lea dan Leo telah keluar sebelum Zack terbangun.
Cahaya mentari mulai memasuki ruangannya. Zack kembali merebahkan tubuhnya.
"Ukh..."
...****************...
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote ya😉
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋