
Kinara terlelap dengan posisi miring menghadap suaminya. Beraktivitas seharian penuh dan berduel dengan suaminya larut malam membuat Kinara terlelap begitu cepat. Apalagi saat sikap suaminya berubah menjadi hangat kepadanya, membuat hatinya bahagia dan tenang dalam tidurnya.
Sedangkan Arjuna, apakah benar-benar sudah terlelap? Sesungguhnya tidak, entah mengapa setelah mengetahui bahwa istrinya adalah gadis yang selama ini dia cari, keinginan Arjuna untuk menyentuh Kinara begitu kuat.
Sampai pukul tiga dini hari, Arjuna belum juga bisa terlelap. Arjuna menoleh pada istrinya yang sekarang tidur membelakangi dirinya. Perlahan Arjuna mendekat dan menyingkap rambut istrinya ke atas hingga terlihat leher jenjang dan putih mulus milik istrinya.
"Aku benar-benar gila. Kenapa aku memiliki keinginan seperti ini setelah tahu kamu adalah gadis yang aku cari,"gumam Arjuna membuang napas kasar.
Arjuna memeluk tubuh istrinya dari belakang dan meletakkan wajahnya di ceruk leher istrinya. Arjuna mencium aroma harum dari tubuh Kinara, kemudian menciumi leher Kinara. Tidak puas hanya mencium saja, Arjuna menghisap leher Kinara hingga meninggalkan bekas merah keunguan di leher Kinara bagian belakang.
Sedangkan di bagian depan dan samping, Arjuna hanya meninggalkan jejak kemerahan. Sesekali Kinara menggeliat dan melenguh karena ulah Arjuna, tapi tidak terbangun karena kelelahan. Tidak puas hanya dengan memberi tanda di leher Kinara, Arjuna pun melepaskan kancing piyama Kinara dan mulai memberi tanda dimanapun yang dia inginkan dan dia suka.
Setelah merasa puas membuat banyak tanda di tubuh Kinara, Arjuna pun kembali mengancingkan piyama Kinara. Arjuna memejamkan matanya dan tidur dengan memeluk tubuh Kinara.
Pagi menjelang Kinara terbangun dalam dekapan hangat suaminya. Tidurnya semalam terasa sangat nyenyak dan nyaman,"𝘿𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙚𝙡𝙪𝙠 𝙠𝙪? 𝙍𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙮𝙖𝙢𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙪𝙧 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙡𝙪𝙠 𝙈𝙖𝙨 𝙅𝙪𝙣𝙖,"batin Kinara saat menyadari Arjuna memeluknya dari belakang. Kinara pun menoleh ke belakang,"𝙆𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙈𝙖𝙨 𝙅𝙪𝙣𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢, 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙢𝙞𝙢𝙥𝙞 𝙢𝙚𝙨𝙪𝙢,"batin Kinara menghembuskan napas kasar seraya menatap wajah tampan suaminya yang masih terlelap.
Semalam Kinara merasa bermimpi dirinya digerayangi oleh suaminya hingga tubuhnya merasa melayang karena sentuhan suaminya, tanpa menyadari bahwa apa yang terjadi padanya semalam bukanlah mimpi, melainkan nyata.
Setelah beberapa saat terhanyut dalam lamunannya tentang apa yang terjadi semalam, Kinara menyadari sesuatu,"Kenapa diluar seperti sudah terang, ya?"gumam Kinara dan matanya pun langsung membulat,"Astaga!! Aku kesiangan!"ucap Kinara buru-buru melepaskan pelukan Arjuna dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Arjuna nampak masih tidur dengan pulas. Kinara pun membersihkan diri dengan cepat karena sudah kesiangan.
"Mas! Mas! Bangun, Mas! Sudah siang!"ucap Kinara mencoba membangunkan Arjuna dengan mengusap lengan Arjuna beberapa kali.
"Hum,"sahut Arjuna seraya membuka matanya kemudian bangkit dari pembaringannya dan berjalan menuju kamar mandi.
Setelah Arjuna masuk ke kamar mandi, Kinara merias dirinya dengan cepat, kemudian menyiapkan pakaian Arjuna dan membereskan kamarnya. Tak lama kemudian, Arjuna pun keluar dari dalam kamar mandi dan Kinara pun segera membantu Arjuna memakai pakaiannya dan juga dasinya. Setelah selesai mereka pun keluar dari kamar dan menuju ruang makan dimana Abimana dan Agus sudah berada di sana.
"Tumben Nak Kinara kesiangan,"tegur Bik Iyem, namun langsung mengulum senyum saat tidak sengaja melihat leher Kinara yang penuh dengan bercak kemerahan dan keuangan. Dan pemandangan itu semakin jelas karena Kinara menyanggul rambutnya yang panjang itu.
Agus dan Abimana yang melihat Bik Iyem menatap leher Kinara seraya mengulum senyum pun jadi ikut memperhatikan leher Kinara dan ikut mengulum senyum.
"Iya, Bik. Maaf, jadi nggak bantuin bibi nyiapin sarapan,"sahut Kinara menatap Bik Iyem sekilas kemudian mengambil piring Arjuna.
__ADS_1
"Nggak apa-apa, Nak. Lagian ini kan, memang tugas bibi,"sahut Bik Iyem.
"Iya, Ra. Itu sudah kewajiban Iyem,"sahut Abimana mengulas senyum.
"Iya, Mbak. Kita semua maklum, kok! Namanya juga pengantin baru, masih anget-angetnya. Jadi wajar saja jika kesiangan. Iya, kan, kek?"tanya Agus pada Abimana sambil senyum-senyum.
"Iya,"sahut Abimana masih dengan senyum yang menghiasi wajahnya.
Melihat semua orang nampak senyum-senyum, Kinara menjadi bingung, namun saat menatap wajah suaminya, pria itu tetap menampilkan ekspresi datarnya dan mulai menyantap makanannya dengan tenang.
"Mbak, semalam Mas Juna bikin Mbak Kinara nggak bisa tidur, ya?"tanya Agus sambil melirik Arjuna yang seketika menatap tajam pada Agus. Namun Agus malah nyengir.
"Enggak, kok,"sahut Kinara.
"Jun, Ra, seminggu lagi kakek akan menggelar resepsi pernikahan kalian. Jadi kalian harus bersiap-siap,"ucap Abimana yang pagi ini nampak bahagia setelah melihat leher Kinara.
"Iya,"sahut Arjuna singkat.
"Iya, kek,"sahut Kinara.
"Iya, kek, nanti aku catat,"sahut Kinara.
Selesai sarapan, Arjuna pun berangkat ke kantornya, sedangkan Kinara berangkat mengajar. Kinara melajukan motornya agak cepat, karena takut terlambat. Sesampainya di ruang guru, Kinara memberi salam pada semua guru yang ada di ruangan itu dan langsung menuju mejanya. Para guru itu nampak saling berbisik dan mengulum senyum saat melihat Kinara, namun Kinara tidak ambil pusing.
"Tumben, Bu Kinar datang jam segini, biasanya agak pagi,"tegur Bu Cici seraya melangkah menuju mejanya yang berada di sebelah meja Kinara.
"Ach, iya, Bu. Tadi agak kesiangan,"sahut Kinara sambil melempar senyuman pada Bu Cici kemudian menyiapkan buku untuk mengajar.
Bu Cici mengulum senyum saat tanpa sengaja melihat leher Kinara, kemudian mendekati Kinara dan berbisik,"Suami Bu Kinar ganas juga, ya?!"ucap Bu Cici mengulum senyum.
Kinara tersentak saat mendengar kata-kata yang dibisikkan Bu Cici dan langsung menatap Bu Cici,"Maksud Bu Cici?"tanya Kinara yang merasa pertanyaan Bu Cici mengarah ke urusan ranjang.
__ADS_1
"Apa Bu Kinar nggak tahu? Leher Bu Kinar penuh dengan jejak percintaan,"bisik Bu Cici lagi.
"Hah?!"ucap Kinara nampak terkejut hingga membuat Bu Cici merasa gemas dan segera mengambil cermin dari dalam tasnya.
"Ini, coba Bu Kinar lihat leher Bu Kinar!"ucap Bu Cici seraya menyodorkan cerminnya pada Kinara.
Seketika mata Kinara langsung membulat saat melihat begitu banyak bercak merah di lehernya. Dan wajah Kinara pun langsung memerah karena merasa malu. Saat merias dirinya tadi, Kinara memang tidak memperhatikan lehernya. Kinara hanya fokus merias wajahnya agar bisa selesai secepat mungkin.
"𝙋𝙖𝙣𝙩𝙖𝙨 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙜𝙪𝙧𝙪-𝙜𝙪𝙧𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙞 𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙩𝙖𝙥 𝙖𝙠𝙪 𝙖𝙜𝙖𝙠 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖, 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙖𝙬𝙖 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙙𝙞 𝙩𝙖𝙝𝙖𝙣. 𝙎𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙚𝙠𝙨𝙥𝙧𝙚𝙨𝙞 𝘽𝙞𝙠 𝙄𝙮𝙚𝙢, 𝙠𝙖𝙠𝙚𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝘼𝙜𝙪𝙨 𝙙𝙞 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙙𝙞. 𝙈𝙖𝙨 𝙅𝙪𝙣𝙖𝙖𝙖....𝙖𝙬𝙖𝙨 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙙𝙞 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞,"gerutu Kinara dalam hati, merasa kesal dengan suaminya.
"Udah, rambutnya digerai saja, Bu. Untuk menutupi leher Bu Kinar. Nggak enak jika dilihat murid-murid,"bisik Bu Cici seraya melepas sanggul Kinara.
"Terimakasih, Bu!"sahut Kinara menahan malu, dalam hati benar-benar merasa kesal dengan Arjuna.
"𝙅𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙞𝙩𝙪 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙞𝙢𝙥𝙞? 𝙈𝙖𝙨 𝙅𝙪𝙣𝙖 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙜𝙚𝙧𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜𝙞 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝𝙠𝙪? 𝙈𝙖𝙨 𝙅𝙪𝙣𝙖𝙖𝙖... 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙡, 𝙙𝙚𝙘𝙝!"batin Kinara merasa sangat kesal sekaligus malu.
"Ngomong -ngomong, apa ada rencana untuk mengadakan resepsi pernikahan, Bu?"tanya Bu Cici basa-basi agar Kinara tidak terlalu malu.
"Iya, Bu. Rencananya Minggu depan,"sahut Kinara.
"Wahh..jangan lupa mengundang kami ya, Bu?! Kan lumayan, bisa makan Rendang daging gratis, asal nggak salah ambil lengkuas,"ujar Bu Cici kemudian terkekeh.
"Bisa saja Bu Cici. Nanti pasti saya undang, Bu,"sahut Kinara.
"Eh, tapi beneran loh Bu. Banyak yang tertipu, maksud hati ingin mengambil daging, eh..malah dapat lengkuas. Mbok ya, lengkuas nya itu digiling saja, nggak usah di geprek sampai mirip daging. Jadinya, kan bukan makan rendang daging, tapi makan rendang rasa lengkuas,"ujar Bu Cici kemudian tertawa, membuat para guru yang ada di ruangan itu ikut tertawa.
...🌟"Dalam hidup ini, ada beberapa hal yang tidak bisa ditahan, dan salah satunya adalah perasaan."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued