
Hari sudah larut saat Kinara dan Arjuna tiba di rumah. Mereka pun bergantian membersihkan diri. Kinara yang lebih dulu membersihkan diri pun sudah selesai memakai skincare nya.
Kinara terhenyak saat tiba-tiba Arjuna memeluknya dari belakang dan mencium lehernya hingga membuat tubuh Kinara meremang,"Mas!"ucap Kinara berusaha melepaskan pelukan Arjuna namun tak bisa.
"Apa belum selesai juga?"tanya Arjuna bersisik ditelinga Kinara, kemudian menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Kinara.
"Be.. belum, Mas,"sahut Kinara tergagap karena jantungnya berdetak lebih kencang setiap kali Arjuna memperlakukan nya seperti itu.
"Kalau begitu, biarkan aku mencium mu," ucap Arjuna mulai menciumi leher Kinara bahkan menyesapnya.
"Mas, jangan membuat tanda lagi!"pinta Kinara seraya menggerakkan bahunya untuk menghentikan kegiatan Arjuna di ceruk lehernya.
Arjuna membalikkan tubuh Kinara, kemudian memegang dagu kinara. Menatap lekat manik mata istrinya itu, kemudian perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Kinara hingga akhirnya bibir mereka saling menempel dan dengan lembut Arjuna mulai memagut dan menyesap bibir Kinara.
Arjuna memeluk pinggang Kinara, dan menekan tengkuk Kinara untuk memperdalam ciumannya. Kinara meremas kaos oblong yang dikenakan Arjuna terhanyut oleh ciuman Arjuna, hingga Kinara memukul -mukul dada Arjuna saat mulai merasa kesulitan untuk bernapas.
Napas keduanya memburu dan berusaha menghirup udara sebanyak-banyaknya setelah Arjuna melepaskan pagutannya. Arjuna mengusap lembut bibir Kinara yang basah olehnya, kemudian merapikan anak rambut Kinara.
"Kamu pasti lelah,"ucap Arjuna membimbing Kinara untuk berbaring di ranjang. Arjuna membaringkan tubuhnya di samping tubuh Kinara kemudian merengkuh wanita itu dalam pelukannya.
"Ra, apa yang dilakukan Rania padamu, saat kalian di toilet tadi?"tanya Arjuna membuat Kinara mendongakkan kepalanya menatap Arjuna.
"Mas tahu dari mana?"tanya Kinara memicingkan matanya.
Arjuna menundukkan kepalanya menatap Kinara,"Kamu tidak perlu tahu aku tahu dari mana. Katakan pada ku! Apa yang dia lakukan padamu?"
Kinara menghela napas panjang,"Dia menyuruh aku untuk meninggalkan Mas Juna,"
"Perempuan itu benar-benar tidak tahu malu. Dia pikir, dia itu siapa? Naif sekali, dengan harta yang dimiliki kedua orang tuanya, dia merasa bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan,"ucap Arjuna yang terlihat kesal.
"Apakah orang tuanya kaya?"tanya Kinara masih menatap wajah suaminya.
"Hum. Karena itu dia bisa cepat bebas walaupun kalian melaporkan dia dengan bukti yang kuat,"sahut Arjuna.
"Pantas saja,"sahut Kinara.
"Ra!"panggil Arjuna saat mengingat sesuatu.
"Hum,"sahut Kinara yang melingkarkan tangannya di pinggang Arjuna dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Besok aku ada acara makan malam dengan rekan bisnis ku. Kamu ikut bersama ku, ya?!"ujar Arjuna.
__ADS_1
"Hum,"sahut Kinara yang memejamkan matanya menikmati hangatnya pelukan Arjuna.
"Kamu bisa memakai uang yang sudah aku transfer ke rekening kamu. Dan ambil salah satu kartu kredit yang ada di dompet ku,"ujar Arjuna mengelus punggung Kinara dengan lembut.
"Tidak perlu, Mas. Aku tidak butuh kartu kredit, uang yang Mas Juna transfer ke rekening ku juga sudah cukup,"tolak Kinara secara halus.
"Itu adalah nafkah yang aku berikan untuk mu. Kamu menolak nafkah yang diberikan suamimu?"tanya Arjuna menatap Kinara yang berada dalam dekapannya.
"Baiklah, aku akan mengambilnya besok,"sahut Kinara tidak ingin membantah suaminya.
"Ra!"panggil Arjuna lagi, masih mengelus punggung Kinara.
"Hum,"sahut Kinara yang malah gantian dengan Arjuna yang irit bicara.
"Apakah kamu sudah pernah memiliki kekasih?"tanya Arjuna lagi.
"Tidak,"sahut Kinara yang memang belum pernah memiliki kekasih. Selama ini dirinya hanya fokus menuntut ilmu dan bekerja saja, tidak pernah memikirkan untuk menjalin hubungan dengan seorang pria, walaupun banyak pria yang mendekati dirinya.
"Kenapa?"tanya Arjuna penasaran, pasalnya, menurut Arjuna istrinya ini sangat cantik. Tidak mungkin rasanya jika belum pernah memiliki seorang kekasih.
"Selama ini aku hanya fokus dengan pendidikan ku, dan setelah lulus kuliah pun hanya fokus pada pekerjaan ku,"sahut Kinara jujur.
"Aku tidak percaya, kamu itu cantik, mana mungkin tidak ada pria yang mendekati mu? Bahkan aku melihat rekan kerjamu saja banyak yang menyukai kamu,"ujar Arjuna tidak percaya.
"Sudah aku bilang, aku hanya menjaga hati ku untuk mu, kenapa kamu masih menanyakan berapa mantan ku? Aku tidak pernah dekat apalagi menjalin hubungan dengan seorang wanita pun," sahut Arjuna membuang napas kasar.
"Aku tidak percaya,"sahut Kinara seraya menipiskan bibirnya sengaja menggoda Arjuna. Namun diluar dugaan nya, Arjuna tiba-tiba mengungkung nya.
"Bagaimana caranya agar aku bisa membuat mu percaya padaku?"tanya Arjuna menatap lekat manik mata istrinya itu.
"Mas, ja.. jangan seperti ini!"ucap Kinara mulai merasa tidak nyaman dengan posisi mereka saat ini. Jantung Kinara selalu berdetak tidak beraturan jika dalam posisi seperti saat ini.
"Katakan! Bagaimana caranya agar kamu percaya jika hanya kamu dalam hatiku? Hanya kamu yang ingin ku jadikan pendamping hidup ku, menjadi tulang rusuku. Katakan!" titah Arjuna.
"A.. aku tidak tahu. Mas, ja.. jagan seperti ini!"ucap Kinara memalingkan wajahnya, mendorong tubuh Arjuna agar menjauh dari tubuhnya, namun tidak bisa menggeser tubuh Arjuna yang lebih besar darinya.
"Kenapa?"tanya Arjuna seraya memicingkan matanya.
"A.. aku gugup jika Mas Juna seperti ini,"jawab Kinara jujur, masih memalingkan wajahnya yang memerah dari Arjuna.
Arjuna tertawa mendengar jawaban Kinara dan merasa gemas melihat pipi Kinara yang memerah,"Kamu membuat aku menjadi semakin gemas padamu,"ujar Arjuna setelah menghentikan tawanya.
__ADS_1
"A..aku tidak bercanda, Mas!"ucap Kinara yang sekarang mengerucutkan bibirnya, merasa kesal karena ditertawakan oleh Arjuna.
"Aku juga tidak bercanda. Kamu terlihat sangat menggemaskan. Ingin sekali aku menerkam mu,"ucap Arjuna kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Kinara kemudian berbisik,"Saat kamu sudah selesai nanti, aku akan membuat mu tidak bisa bangun dari ranjang ini,"ucap Arjuna dengan suara yang sengaja dibuat menggoda.
Kinara bergidik ngeri mendengar kata-kata Arjuna, apalagi hembusan napas Arjuna yang terasa hangat menyapu lehernya membuat tubuh Kinara terasa meremang.
Arjuna mengecup leher Kinara dengan lembut beberapa kali membuat Kinara menggigit bibirnya sendiri merasakan sensasi ciuman yang diberikan Arjuna. Tangan Kinara mencengkram lengan berotot suaminya itu.
"Mas!"pekik Kinara saat Arjuna menggigit lehernya, tanpa menyadari jika Arjuna telah kembali membuat tanda merah keunguan di lehernya.
"Aku ingin sekali memakan mu,"ucap Arjuna kemudian mengecup bibir Kinara beberapa kali,"Tidurlah!"ucap Arjuna setelah membaringkan tubuhnya disamping Kinara, mengelus punggung Kinara dengan lembut.
Beberapa menit kemudian terdengar dengkuran halus dari Kinara, sedangkan Arjuna belum juga bisa memejamkan matanya. Sungguh, akhir-akhir ini Arjuna sangat sulit mengontrol dirinya saat dekat dengan istrinya itu. Perlahan Arjuna melepaskan pelukannya pada Kinara, kemudian turun dari ranjang dan keluar dari kamarnya.
Arjuna berjalan ke dapur dan mendapati Derry yang tengah minum,"Kamu belum tidur, Der?"tanya Arjuna yang membuat Derry tersentak.
"Kamu membuatku kaget saja, Jun,"ucap Derry seraya mengelus dadanya,"Aku tadi terbangun karena haus. Kamu sendiri, kenapa belum tidur?"tanya Derry balik.
"Aku belum bisa tidur,"sahut Arjuna jujur,"Ngomong -ngomong kamu tidak perlu lagi mencemaskan Rania. Dia sudah bebas, bahkan sudah kembali mencari gara-gara dengan istri ku. Dia kembali mengancam Kinara,"ucap Arjuna mengambil air mineral dari dalam lemari es.
"Apa? Dia melakukan itu lagi?"tanya Derry tidak percaya.
"Hum. Sebaiknya kamu benar-benar melupakan dia, Der! Dia benar-benar bukan wanita yang cocok untuk dijadikan sebagai istri,"ucap Arjuna kembali menasehati Derry.
"Aku akan berusaha, Jun,"sahut Derry lesu.
"Jika kamu tidak keberatan, menginap lah di rumah ku sampai acara resepsi pernikahan ku selesai,"ucap Arjuna mengalihkan pembicaraan.
"Tentu saja, dengan senang hati,"sahut Derry tersenyum tulus pada Arjuna.
...π"Jangan pernah memberikan cintamu pada orang yang tidak menghargai cinta yang kamu beri!...
...Berikan cintamu hanya pada orang yang akan merasa bahagia saat kamu mencintai nya."π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
.
.
__ADS_1
To be continued