Tulang Rusukku

Tulang Rusukku
Pelukan


__ADS_3

Arjuna memesan makanan pada pelayan hotel dan beberapa menit kemudian makanan yang dipesannya pun datang. Arjuna meletakkan mangkok berisi bubur yang ingin dia berikan pada Kinara ke atas nakas saat mendengar dering handphone Kinara.


Arjuna mengambil handphone Kinara dan langsung menggeser ikon berwarna hijau saat melihat siapa yang menghubungi Kinara. Arjuna berjalan menuju balkon kamar itu agar suaranya saat menerima telepon tidak menganggu Kinara.


"Halo, Ra! Ibu tidak mampir ke kamar kamu, ya?! Ibu nggak mau menganggu kalian. Ibu langsung pulang ke rumah. Kamu hati-hati dan jadi istri yang baik, ya! Jangan membuat ibu malu!"cerocos wanita yang menelpon di handphone Kinara yang tidak lain adalah ibu Kinara.


"Ini aku, Bu, Arjuna,"sahut Arjuna membuat ibu Kinara terkejut. Ibu Kinara bahkan kembali melihat layar handphonenya untuk melihat apa dia telah menghubungi nomer yang salah.


"Eh..Juna. Ibu pikir tadi Kinara,"sahut ibu Kinara terdengar canggung.


"Kinara sedang tidak enak badan, Bu,"sahut Arjuna jujur.


"Tidak enak badan?"tanya ibu Kinara mengulangi kata-kata Arjuna, terdengar terkejut.


"Ibu tidak usah khawatir! Aku tadi sudah meminta dokter untuk memeriksanya. Kata dokter, Kinara hanya demam,"sahut Arjuna seraya menatap Kinara yang masih terlelap di atas ranjang.


"Kinara itu kalau sakit agak manja, Jun. Biasanya kalau sakit, Kinara hanya minum obat warung kemudian meminta ibu untuk memeluknya. Setelah itu biasanya Kinara akan sehat lagi. Sakitnya bakalan lama kalau nggak kamu peluk. Dulu ibu gantian sama Ayah buat meluk Kinara, kalau dia sedang sakit,"ujar ibu Kinara dengan suara lirih di akhir kalimat karena mengingat suaminya.


Mendengar kata-kata ibu mertuanya itu, Arjuna jadi teringat saat Kinara mengigau memanggil ibunya tadi pagi dan minta dipeluk.


"Oh, begitu, ya, Bu?"sahut Arjuna yang merasa suara ibu mertuanya agak berbeda di akhir kalimat.


"Iya.Apa.. apa perlu ibu ke sana?"tanya ibu Kinara ragu-ragu,"Eh.. ibu tidak bermaksud mengganggu kalian. Tapi jika kamu membutuhkan bantuan ibu, ibu akan ke sana,"lanjut ibu Kinara terdengar canggung.


"Tidak usah, Bu! Kinara sekarang adalah tanggung jawab aku, aku tidak ingin merepotkan ibu. Jadi aku akan berusaha untuk mengurus Kinara,"sahut Arjuna yang tidak mau merepotkan ibu mertuanya.


"Ya, sudah kalau begitu. Ibu akan pulang. Jika kamu butuh bantuan ibu, telepon saja!"ucap ibu Kinara yang tidak mau menganggu kebersamaan anak dan menantunya.


"Iya, Bu,"sahut Arjuna dan panggilan suara pun diakhiri.


Arjuna kembali masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi ranjang,"Ra, Ra, bangun lah! Makan dulu!"ucap Arjuna sambil menepuk-nepuk pipi Kinara pelan.


Perlahan Kinara membuka matanya, dan Arjuna membantunya untuk duduk. Dengan telaten Arjuna menyuapi Kinara, hingga bubur dalam mangkok pun habis. Arjuna memberikan obat pada Kinara, dan tanpa bertanya obat apa yang diberikan oleh Arjuna, Kinara langsung meminum obat itu.

__ADS_1


"Maaf, aku jadi merepotkan Mas Juna,"ucap Kinara dengan suara lemah, menundukkan kepalanya dengan wajah yang terlihat pucat.


"Istirahatlah, agar kamu cepat sembuh,"ujar Arjuna seraya membantu Kinara berbaring, namun sesaat kemudian Arjuna mengingat kata-kata ibu mertuanya.


"𝙆𝙞𝙣𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩 𝙖𝙜𝙖𝙠 𝙢𝙖𝙣𝙟𝙖, 𝙅𝙪𝙣. 𝘽𝙞𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩, 𝙆𝙞𝙣𝙖𝙧𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙞𝙣𝙪𝙢 𝙤𝙗𝙖𝙩 𝙬𝙖𝙧𝙪𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙙𝙞𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙞𝙗𝙪 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙚𝙡𝙪𝙠𝙣𝙮𝙖. 𝙎𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙞𝙩𝙪 𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙆𝙞𝙣𝙖𝙧𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙝𝙖𝙩 𝙡𝙖𝙜𝙞. 𝙎𝙖𝙠𝙞𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙣𝙜𝙜𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙥𝙚𝙡𝙪𝙠. 𝘿𝙪𝙡𝙪 𝙞𝙗𝙪 𝙜𝙖𝙣𝙩𝙞𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝘼𝙮𝙖𝙝 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙡𝙪𝙠 𝙆𝙞𝙣𝙖𝙧𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙙𝙞𝙖 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩,"


"Apa kamu menginginkan sesuatu?"tanya Arjuna menatap wajah Kinara yang pucat dan bibir yang terlihat kering.


"Aku.. aku.. "Kinara nampak ragu-ragu untuk mengatakan keinginannya.


"Katakanlah! Akan aku turuti keinginan mu,"ucap Arjuna masih menatap lekat wajah istrinya yang menundukkan tatapannya itu.


Kinara menatap Arjuna sekilas kemudian bola matanya nampak bergerak tak tentu arah,"Aku...aku ingin dipeluk,"ucap Kinara dengan suara pelan kemudian memalingkan wajahnya.


Arjuna tersenyum tipis, ternyata apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya memang benar. Arjuna kemudian naik ke atas ranjang, berbaring di samping Kinara kemudian membawa wanita itu ke dalam pelukannya,"Tidurlah!"ucap Arjuna lembut seraya membelai rambut Kinara yang panjang itu.


"Mas Juna jangan marah lagi, ya?! Aku minta maaf!"ucap Kinara seraya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Arjuna dan memeluk tubuh Arjuna dengan erat.


"Aku tidak marah padamu. Tidurlah!"ucap Arjuna masih terus mengelus rambut Kinara.


Selama mereka menikah, Arjuna belum pernah berkunjung sama sekali ke rumah ibu mertuanya itu. Karena itu, ibu Kinara sangat senang saat Arjuna dan Kinara datang dan mengatakan akan menginap di rumah nya.


"Maaf, ya , Jun! Rumah ibu kecil dan sederhana. Nggak sebagus rumah kamu,"ucap Ibu Kinara seraya mengajak mereka berdua masuk ke dalam rumahnya.


"Nggak apa-apa, Bu. Yang penting nyaman,"sahut Arjuna.


"Seharusnya kalian mengabari ibu, jika kalian akan datang dan menginap di sini. Ibu, 'kan bisa memasak makanan yang banyak,"ucap ibu Kinara tidak enak hati. Semenjak Kinara menikah, dia hanya tinggal sendiri dan tentunya hanya memasak sedikit untuk dirinya sendiri. Terkadang saat malas memasak, wanita paruh baya itu pun memilih membeli makanan di luar.


"Bagaimana jika kita pergi ke restoran untuk makan malam bersama?"tanya Arjuna menatap istri dan ibu mertuanya bergantian.


"Ibu nggak suka makan diluar rumah, Mas. Kalau pun beli makanan di luar, pasti juga dibungkus untuk dimakan di rumah,"sahut Kinara.


"Oh, begitu, ya? Kalau begitu, biar aku membeli makanan di luar. Kamu dan ibu ingin makan apa? Katakan saja! Biar nanti aku carikan dan kita bisa makan di rumah bersama-sama,"ujar Arjuna bersungguh-sungguh.

__ADS_1


Akhirnya Kinara dan ibunya pun mengatakan makanan apa yang ingin mereka makan dan Arjuna pun bergegas untuk membelinya.


"Bu, maaf, ya? Ibu jadi tinggal sendirian sejak aku menikah,"ucap Kinara setelah Arjuna pergi.


"Tidak usah mengkhawatirkan ibu! Ibu baik-baik saja. Sudah kodratnya seorang istri harus ikut suaminya. Jadilah istri yang baik dan berbakti pada suamimu. Jika ada masalah harus dibicarakan baik-baik. Jika bersalah jangan enggan untuk meminta maaf. Dan jika bisa, jangan pernah berpikir untuk berpisah kecuali maut yang memisahkan kalian,"ujar ibu Kinara panjang lebar.


"Iya, Bu,"sahut Kinara tersenyum tipis.


"Kamu mencintainya?"tanya Ibu Kinara ingin tahu, mengingat keduanya menikah karena perjodohan.


"Iya,"sahut Kinara dengan seulas senyum di bibirnya membuat ibu Kinara bahagia. Dari wajah putrinya terlihat jika putri semata wayangnya itu bahagia.


"Syukurlah kalau kamu bahagia. Ibu juga ikut bahagia,"ucap Ibu Kinara tersenyum seraya mengelus rambut Kinara penuh kasih sayang.


"Ibu tahu? Teryata Mas Juna adalah orang yang dulu pernah aku tolong, yang pernah memberikan gelang ini kepada ku,"ucap Kinara seraya menunjukkan gelang Yang di pergelangan tangannya.


"Benarkah?"tanya ibu Kinara nampak terkejut,"Ibu tidak menyangka kalau yang memberikan gelang itu padamu adalah Arjuna. Teryata kalian memang berjodoh,"ujar ibu Kinara.


Semenjak Arjuna memberikan gelang itu padanya, Kinara selalu memakai gelang itu. Namun saat Kinara akan menikah dengan Arjuna, ibu Kinara menyuruh Kinara untuk melepaskan gelang itu. Ibu Kinara tidak ingin Kinara memakai gelang yang bukan pemberian suaminya. Tapi siapa sangka jika yang memberikan gelang itu ternyata orang yang sekarang menjadi suami Kinara.


Tok! Tok! Tok!


Suara pintu yang diketuk membuat obrolan ibu dan anak itu terhenti. Keduanya saling pandang seolah sama-sama bertanya siap yang bertandang ke rumah mereka.


...🌟"Dalam beberapa hal, terkadang perhatian dan kasih sayang lebih manjur untuk menyembuhkan rasa sakit."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❤️🌸...


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2