Tulang Rusukku

Tulang Rusukku
Istimewa?


__ADS_3

Kinara masuk ke dalam kamar dan meletakkan dua gelas jus buah yang dibuatnya di atas meja sofa, kemudian duduk di sofa seraya memangku laptopnya. Memasang earphone pada sebelah telinganya. Pandangannya fokus ke layar laptopnya. Arjuna keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya memakai celana pendek seraya menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


Pandangan Arjuna tertuju pada Kinara yang nampak fokus dengan laptopnya bahkan nampak tersenyum-senyum sendiri dengan mata yang tetap fokus pada layar laptopnya. Arjuna yang penasaran pun menghampiri Kinara. Wanita itu nampak tidak menyadari Arjuna yang mendekat ke arahnya. Arjuna berdiri di belakang sofa tempat istrinya duduk dan melihat apa yang sebenarnya sedang ditonton istrinya di laptopnya.


"Aihh..so sweet banget! Ganteng banget!"gumam Kinara masih fokus pada layar laptopnya.


Arjuna membuang napas kasar setelah melihat apa yang ditonton istrinya di laptopnya itu. Adegan romantis, dengan saling menatap dan berciuman di bawah payung ditengah hujan.


"Apa wajahnya tampan?"tanya Arjuna pelan dengan nada kesal.


"Hum, tampan sekali!"sahut Kinara tanpa sadar, dengan seulas senyum di bibirnya membuat Arjuna semakin kesal.


"Kenapa kau tidak menikah dengan dia saja!"ketus Arjuna agak keras, kemudian berjalan menuju lemari pakaiannya.


Suara Arjuna yang yang terdengar begitu ketus dan agak keras itu membuat Kinara terkejut. Matanya langsung menatap Arjuna yang sedang berjalan menuju lemari pakaian dengan wajah datarnya.


"Haiss..aku salah bicara gara-gara fokus menonton,"gumam Kinara lirih. Kinara pun segera menghampiri Arjuna yang sudah berdiri di depan lemari.


"Mas, mau pakai baju apa? Biar aku carikan,"ucap Kinara ikut melihat ke dalam lemari pakaian Arjuna.


Tiba-tiba Arjuna menarik tubuh Kinara dan mengungkungnya di depan pintu lemari yang tertutup dan langsung mencium Kinara agresif membuat Kinara terkejut. Arjuna memagut, menyesap dan melum matt bibir Kinara semakin agresif membuat Kinara tidak berkutik.


Kinara memukul-mukul dada Arjuna saat mulai kesulitan bernapas. Kinara menghirup udara dengan rakus sambil mengatur napasnya. Arjuna kembali mendekatkan wajahnya dan memiringkan kepalanya bermaksud kembali mencium Kinara, namun Kinara langsung menahan dada Arjuna hingga Arjuna berhenti mendekat. Namun sesaat kemudian Kinara menyadari jika Arjuna tidak memakai baju saat tangannya menyentuh dada bidang Arjuna yang berotot.


"A.. aku akan mengambilkan Mas Juna baju,"ucap Kinara gugub, kembali mendorong dada Arjuna agar Kinara lepas dari kungkungan suaminya itu. Tapi tidak bisa membuat tubuh Arjuna menjauh darinya.


"Mas!"panggil Kinara pelan sambil mendongak menatap Arjuna yang masih menatapnya lekat,"Mass!"pekik Kinara saat dengan tiba-tiba Arjuna mengangkat tubuhnya kemudian membaringkan tubuh Kinara di atas ranjang dan langsung menindihnya.


"Ma.. Mas Juna mau apa?"tanya Kinara gugub dengan jantung yang berdetak kencang dan tidak beraturan memalingkan wajahnya, tidak berani menatap wajah Arjuna yang begitu dekat dengan wajahnya.


"Menurut mu?"tanya Arjuna menatap lekat wajah Kinara.


"A.. aku masih haid, Mas,"ucap Kinara masih memalingkan wajahnya yang memerah.


"Apa masih lama?"tanya Arjuna masih belum beranjak dari posisinya.

__ADS_1


"Hum,"sahut Kinara singkat.


"Kalau begitu, cium aku!"titah Arjuna membuat Kinara membulatkan matanya,"Kenapa? Aku adalah suamimu, apa tidak boleh meminta istriku sendiri mencium ku?"tanya Arjuna seraya memicingkan sebelah matanya.


Dengan cepat Kinara mencium bibir Arjuna kemudian kembali memalingkan wajahnya yang semakin memerah. "Sudah,"ucap Kinara masih memalingkan wajahnya.


"Hanya seperti itu?"tanya Arjuna nampak kecewa,"Kamu menonton orang yang sedang berciuman di laptop mu sampai lupa pada suamimu. Tapi hanya seperti itu kamu mencium ku?"tanya Arjuna lagi.


"Iiih.. Mas Juna apaan, sich?!"ucap Kinara semakin malu karena kepergok nonton adegan berciuman sampai melupakan suaminya,"Mas.. Mas Juna pakai baju sana!" Imbuh Kinara yang merasa posisi saat ini membuatnya jantung nya berdetak kencang hingga dirinya menjadi gugub dan juga malu.


Melihat wajah istrinya yang memerah karena malu, Arjuna malah memegang dagu Kinara dan kembali memagut bibir Kinara yang selalu membuatnya tergoda itu. Untuk beberapa saat, Arjuna menikmati manisnya bibir itu, kemudian melepaskan nya walaupun rasanya tidak rela.


Semenjak tahu Kinara adalah gadis yang dicarinya, Arjuna benar-benar sulit untuk tidak menyentuh gadis itu. Setelah Arjuna bangkit dari atas tubuhnya, Kinara segera turun dari ranjang dan mengambilkan pakaian untuk Arjuna.


"I..ini, pakai baju Mas Juna!"ucap Kinara menyerahkan celana panjang dan t-shirt pada Arjuna.


"Mas, teman-teman ku malam ini mengajak aku makan malam bersama. Tidak apa-apa, kan, kalau aku pergi bersama mereka?"tanya Kinara setelah Arjuna mengenakan pakaian nya.


"Teman-teman mu? Laki-laki atau perempuan?"tanya Arjuna menatap Kinara.


"Hum, nanti aku akan mengantar kamu,"sahut Arjuna.


"Nggak usah, Mas! Aku naik taksi online saja,"sahut Kinara.


"Aku akan mengantarmu!"tegas Arjuna tidak mau dibantah.


"A.. iya,"sahut Kinara menurut.


Sebelum pergi makan malam bersama teman-teman sejawatnya, Kinara tetap memasak makan malam untuk keluarganya. Dan sebelum jam makan malam keluarga nya, Arjuna mengantarkan Kinara ke salah satu restoran di kota itu.


Setelah Kinara masuk ke restoran itu, Arjuna tidak langsung pulang, tapi malah memarkirkan mobilnya di parkiran restoran. Diam-diam Arjuna mencari keberadaan istrinya di restoran itu. Setelah mengetahui dimana keberadaan istrinya, Arjuna mencari meja yang bisa dijadikannya tempat untuk mengawasi istrinya tanpa diketahui oleh wanita itu. Arjuna masih ingat dengan rekan kerja Kinara yang terlihat menyukai istrinya itu.


Tak lama kemudian teman-teman Kinara pun berdatangan. Mereka memiliki usia yang berbeda-beda. Ada beberapa orang pria yang terlihat masih muda dan nampak mengagumi Kinara.Setelah makan malam selesai, Kinara pamit ke toilet.


Saat keluar dari dalam salah satu bilik toilet itu, Kinara berdiri di depan cermin yang ada di toilet itu untuk memperbaiki penampilannya.

__ADS_1


"Kamu pikir,.aku akan mendekam di penjara hanya karena masalah kecil seperti kemarin?"tiba-tiba kata-kata itu terdengar dari wanita yang baru saja berdiri di samping Kinara.


Kinara menoleh ke arah sumber suara itu kemudian membuang napas kasar ,"Kamu, teryata,"ucap Kinara santai kemudian melanjutkan kegiatan nya merapikan penampilannya.


"Aku sudah bilang padamu, tinggalkan Arjuna!"ucap perempuan yang tidak lain adalah Rania.


"Apa hak kamu menyuruh aku meninggalkan Mas Juna?"tanya Kinara tetap tenang tapi tegas.


"Karena aku lebih pantas untuk Arjuna dari pada kamu, wanita biasa,"cibir Rania menatap penampilan Kinara dari unjung rambut sampai ujung kaki.


"Bagimu aku adalah wanita biasa, tapi bagi Mas Juna, aku adalah wanita yang istimewa,"balas Kinara tanpa menoleh pada Rania, merapikan penampilannya.


"Istimewa?"tanya Rania dengan tatapan merendahkan Kinara,"Istimewa dari mananya? Kamu hanya perempuan yang dijodohkan kakek Arjuna, jika tidak, Arjuna tidak akan mau menjadikan kamu istrinya,"ucap Rania percaya diri.


"Teryata kamu banyak memiliki informasi tentang kami,"ucap Kinara melirik Rania sekilas,"Walaupun kakek tidak menjodohkan kami, Mas Juna akan tetap menikahi aku,"lanjut Kinara percaya diri.


"Mimpi mu terlalu tinggi!"cibir Rania.


"Mimpi? Bukan mimpiku yang terlalu tinggi, tapi mimpimu. Kamu masih saja mengejar-ngejar pria yang tidak mencintai mu,"cibir Kinara.


"Apa kamu pikir Arjuna akan mencintai mu. Aku sudah lama mengenal Arjuna, selama ini dia tidak tertarik dengan wanita manapun,"ucap Rania percaya diri, merasa lebih mengenal Arjuna dari pada Kinara.


"Kamu benar, selama ini Mas Juna tidak pernah tertarik pada perempuan manapun, karena.."Kinara menjeda kata-katanya menatap Rania dengan wajah serius,"Karena sejak tiga belas tahun yang lalu, dia telah menjaga hatinya hanya untukku,"


...🌟"Tanpa kepercayaan, maka tidak akan merasakan kenyamanan dalam sebuah hubungan."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2