Tulang Rusukku

Tulang Rusukku
Kejujuran


__ADS_3

Malam semakin larut, jam dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Chintania bergegas kekamar mandi saat perutnya terasa sangat mual. Chintania kembali memuntahkan makanan yang baru beberapa jam lalu masuk ke dalam perutnya.


"Kepalaku pusing sekali,"gumam Chintania seraya memejamkan matanya dan berpegangan pada dinding. Tubuhnya terasa lemas, dan kepalanya terasa pusing. Dengan sisa tenaganya Chintania mencoba melangkahkan kakinya hingga...


"Akkhh!"


"Prang"


Chintania terpeleset dan mencoba meraih wastafel untuk berpegangan, namun nahas nya, kepala Chintania malah terbentur cermin yang ada di atas wastafel. Chintania meringis kesakitan, berusaha bersandar di dinding, tubuhnya pun perlahan merosot ke lantai seraya memegang kepalanya yang berdarah. Nia merasa kepalanya sangat sakit hingga akhirnya pingsan karena tidak bisa menahan rasa sakitnya itu.


Arjuna mengendarai mobilnya dari luar kota menuju rumah ibu mertuanya. Saat sampai di rumah ibu mertuanya, Arjuna melirik arloji di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Satpam yang menjaga rumah itu pun langsung membukakan pintu gerbang saat melihat mobil Arjuna.


Arjuna memarkirkan mobilnya dan berjalan ke arah pintu utama. Belum sempat Arjuna mengambil handphonenya untuk menghubungi ibu mertuanya, tiba-tiba pintu utama rumah itu terbuka.


"Mama! Apa mama menunggu ku?" tanya Arjuna saat melihat yang membuka pintu adalah mama Nia.


"Iya, mama sengaja menunggu mu. Ayo, masuk!"ajak mama Nia pada Arjuna.


Arjuna mengikuti mama Nia yang berjalan menuju sebuah ruangan yang nampak seperti ruang kerja. Arjuna mengernyitkan keningnya, dalam hati bertanya-tanya, kenapa mama Nia mengajaknya ke ruang kerjanya.


"Duduklah!"titah mama Nia pada Arjuna menunjuk kursi yang berada di depan meja yang bersebrangan dengan kursi yang di duduki mama Nia.


"Jun, sebelum kamu pergi ke kamar Nia, mama ingin memastikan sesuatu,"ucap mama Nia menjeda kata-katanya dan menatap lekat wajah Arjuna,"Apa kamu benar-benar akan berusaha membahagiakan Nia, dan tidak akan pernah menceraikan Nia?"tanya mama Nia menatap serius pada Arjuna.


"Mama bisa memegang janjiku,"jawab Arjuna tanpa ragu.


"Baik, mama pegang janjimu. Kalau begitu, mama ingin mengatakan suatu kejujuran padamu,"lagi-lagi mama Nia menjeda kata-katanya kemudian menarik nafas panjang, sedangkan Arjuna nampak memasang telinga nya baik-baik,"Sebenarnya, Nia bukanlah putri kandung mama. Sekitar satu setengah tahun yang lalu, mama mencari putri kandung mama yang hilang di laut, namun tim penyelamat malah menemukan dua orang. Satunya putri mama , dan satunya seorang wanita dengan luka bakar di area wajah, leher sampai pundaknya,"

__ADS_1


"Chintania, putri kandung mama ditemukan dalam keadaan meninggal. Waktu itu, mama merasa putus asa dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa putri mama satu-satunya telah meninggal. Dalam perjalanan kembali dari tempat mama memakamkan Chintania, tanpa sengaja mama mendengar pembicaraan beberapa orang tentang wanita berwajah rusak yang ditemukan bersama Chintania. Mereka mengatakan jika wanita itu mengalami amnesia. Mendengar hal itu, tiba-tiba terbersit ide gila di otak mama,"


"Mama merahasiakan meninggalnya putri kandung mama, lalu membawa wanita yang berwajah rusak itu ke negeri ginseng. Mama mengoperasi wajah wanita itu seperti wajah Chintania putri mama. Dan sampai sekarang mama tidak tahu, siapa sebenarnya Chintania yang sekarang menjadi istrimu,"ujar mama Nia panjang lebar.


Arjuna sangat terkejut mendengar pengakuan mama Nia. Dengan jantung berdebar-debar, Arjuna menatap mama Nia dengan tatapan serius,"Apa mama menemukan wanita berwajah rusak itu pada saat terjadi kecelakaan pesawat xx yang meledak di laut xx?"tanya Arjuna terlihat tegang.


Setelah mengetahui wajah wanita yang saat ini menjadi istrinya bukanlah wajah aslinya, Arjuna berfirasat jika Chintania adalah Kinara. Bukan tanpa alasan Arjuna berpikir seperti itu, pasalnya, Chintania terlalu banyak memiliki kemiripan dengan Kinara. Hanya satu yang tidak mirip, yaitu wajahnya, yang ternyata adalah hasil operasi plastik. Hal itu semakin memperkuat dugaan Arjuna, bahwa Chintania yang sekarang menjadi istrinya adalah Kinara nya.


"Iya,"sahut mama Nia singkat namun sukses membuat jantung Arjuna berdetak semakin kencang.


"Saat mama menemukannya, apa.. apa mama menemukan aksesoris di tubuhnya?"tanya Arjuna dengan raut wajah yang terlihat semakin tegang.


"Iya, ada. Tunggu sebentar!"ucap mama Nia bergegas keluar dari ruangan itu.


Dengan hati yang sangat gelisah dan jantung yang berdetak kencang, Arjuna menunggu mama Nia kembali. Tidak lama kemudian, mama Nia pun kembali masuk ke dalam ruangan itu.


"Dulu, mama pernah menunjukkan pada Chintania, aksesoris yang pernah dipakai Chintania saat mama menemuka Chintania,"ucap mama Nia menunjukkan sebuah kotak perhiasan pada Arjuna,"Namun Chintania malah mengalami sakit kepala hebat selama dua minggu karena berusaha mengingat masa lalunya saat melihat aksesoris ini. Karena itu, mama tidak pernah lagi menunjukkannya pada Nia. Lihatlah isinya!"ucap mama Nia kemudian menyerahkan kotak perhiasan di tangannya itu pada Arjuna.


Ada rasa haru dan bahagia dalam hatinya. Melihat cincin dan gelang itu, Arjuna menyadari bahwa dirinya telah menikahi wanita yang sama. Wanita yang sangat dicintainya dan tidak pernah bisa dia lupakan selama ini.


Melihat reaksi Arjuna saat menatap cincin dan gelang tali itu, mama Nia pun jadi penasaran,"Apa kamu mengenali cincin dan gelang tali ini?"tanya mama Nia menatap lekat wajah Arjuna.


Arjuna mengambil gelang tali itu, lalu berkata,"Gelang tali ini aku berikan pada gadis kecil yang pernah menolong aku sewaktu aku diculik. Saat itu, usia ku baru tiga belas tahun. Aku berjanji pada gadis itu, aku akan menikahinya jika aku bertemu dengan dia lagi,"Arjuna menjeda kata-katanya kemudian mengambil cincin bertahtakan berlian dari dalam kotak perhiasan,"Dan cincin ini... ini adalah cincin pernikahan ku dengan gadis yang telah menyelamatkan aku itu,"ucap Arjuna yang tanpa sadar meneteskan air mata.


Arjuna benar-benar tidak menyangka, bahwa kakeknya telah dua kali menjodohkan dirinya dengan orang yang sama, dan orang itu adalah orang yang sangat dicintainya.


"Mak.. maksud kamu.. Chintania yang sekarang adalah..." Mama Nia tidak dapat melanjutkan kata-katanya, lidahnya tiba-tiba terasa kelu. Kenapa ada kebetulan semacam ini?

__ADS_1


"Jika benar gelang dan cincin ini dipakai Chintania yang sekarang, saat mama menemukan dia dulu, berarti dia adalah istriku. Tapi... kenapa dia tidak memiliki tanda merah di pundaknya?"tanya Arjuna menatap mama Nia.


"Tanda merah di pundak? Dia memiliki tanda itu. Namun tanda itu dekat dengan luka bakar yang dialaminya. Jadi, setelah dioperasi, tanda itu hilang,"jelas mama Nia.


"Jadi benar, dia adalah istriku. Terimakasih, ma! Terimakasih karena telah menyelamatkan istriku dan merawatnya seperti putri mama sendiri,"ucap Arjuna tulus.


"Maaf! Mama mengubah wajahnya menjadi wajah putri mama. Saat itu wajahnya tidak bisa dikenali dan mengalami amnesia. Mama memang egois karena tidak pernah mengatakan padanya bahwa dia bukan putri kandung mama. Tapi, mama melakukan itu karena tidak ingin terjadi hal buruk padanya,"


"Mama pernah berniat mengatakan bahwa dia bukan putri kandung mama. Tapi saat mama menunjukkan gelang dan cincin itu, dia malah jatuh sakit karena berusaha mengingat dua benda itu. Akhirnya, mama menyimpan gelang dan cincin itu. Mama mengurungkan niat mama untuk memberitahukan kebenaran itu dan membiarkan dia mengingat masa lalunya secara perlahan-lahan,"ujar mama Nia.


"Tidak apa, ma. Aku bahagia mendapati bahwa dia masih hidup. Terimakasih atas semua yang mama lakukan untuk Kinara,"ucap Arjuna dengan seulas senyum tulus.


"Jadi, namanya adalah Kinara? Jika dia sudah tahu siapa dirinya, masihkah dia mau menganggap aku sebagai mamanya?"tanya mama Nia dengan wajah sendu. Dalam hatinya, ada rasa takut kehilangan wanita yang ternyata bernama Kinara itu. Wanita yang sudah dianggapnya sebagai putrinya sendiri.


"Jika suatu saat Kinara mengingat masa lalunya, aku yakin dia akan tetap menyayangi mama. Apalagi setelah Kinara menghilang selama sepuluh bulan, ibu kandungnya meninggal karena kecelakaan.Kinara sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi selain kita. Dan walaupun sekarang aku tahu tentang kebenaran ini, aku akan tetap menganggap mama seperti ibuku sendiri,"ujar Arjuna membuat mama Nia meneteskan air mata.


"Terimakasih! Mama tidak memiliki siapa-siapa lagi selain kalian. Mama akan merasa sangat bahagia jika kalian masih mau menganggap wanita tua ini sebagai ibu kalian,"ucap mama Nia terharu,"Tapi, mama minta padamu untuk tidak mengatakan kebenaran ini pada Nia. Jika kamu memberitahukan soal ini, mama takut Nia akan memaksa otaknya untuk mengingat. Mama tidak mau terjadi sesuatu yang buruk padanya. Apalagi, saat ini Nia sedang mengandung,"pinta mama Nia.


"Aku mengerti, ma. Aku akan membiarkan ingatannya kembali dengan sendirinya,"jawab Arjuna, membuat mama Nia merasa lega.


...🌟"Jika Tuhan menghendaki, cepat atau lambat, sebuah kebenaran pasti akan terungkap.🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2