Tulang Rusukku

Tulang Rusukku
Meremehkan


__ADS_3

"Ntar kalau bunting tuch, anak orang bagaimana?"ucap Abimana menatap tajam pada Agus.


"Ya nggak gimana-gimana, kek! Suruh yang menghamili bertanggung jawablah! Dan yang pastinya bukan aku yang harus bertanggung jawab. Aku memang playboy, tapi aku tidak akan main celap-celup sana sini, kek. Keris ku hanya akan masuk di sarung nya sendiri. Nggak bakal masuk ke sembarang sarung, nggak cocok, kek!" ujar Agus membuat Abimana membuang napas kasar sambil geleng-geleng kepala.


"Tetap saja, menjadi playboy itu tidak baik,"ketus Abimana.


"Aku bukan playboy, kek! Aku ini hanya pecinta wanita,"sahut Agus santai.


"Sama saja!"sergah Abimana merasa kesal.


Agus hanya menyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sedangkan Bik Iyem dan Kinara hanya bisa menahan tawa mendengarkan perdebatan dua pria beda usia itu


Setelah selesai memasak, Kinara langsung kembali ke kamarnya untuk membersikan diri. Setelah selesai membersihkan diri Kinara menghampiri Arjuna yang masih terlelap,"Mas, bangun, Mas! Sudah siang!"ucap Kinara mengelus pelan lengan Arjuna untuk membangunkan Arjuna.


"Hum,"sahut Arjuna, kemudian bangun dan segera beranjak untuk membersihkan diri.


Setelah selesai membersihkan diri Arjuna tampak keluar dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Tubuh bagian atas Arjuna pun terekspos sempurna. Dada bidang dan perut rata dengan otot-otot yang tercetak sempurna membuat Kinara susah payah menelan ludahnya sendiri.


Selama menikah dengan Arjuna hampir sebulan, baru kali ini Kinara melihat Arjuna bertelanjang dada. Dan sebagai wanita normal, tentu saja Kinara mengagumi pahatan sempurna Sang Maha Kuasa itu. Matanya tak berkedip menatap tubuh suaminya sendiri.


Arjuna yang melihat Kinara diam terpaku menatap tubuhnya pun menarik kedua sudut bibirnya dan berjalan mendekati Kinara yang masih terpaku di tempatnya berdiri. Dengan gerakan cepat, Arjuna mencium bibir Kinara dan agak menariknya saat akan melepaskan ciumannya.


Kinara pun terhenyak dari lamunannya saat merasakan bibirnya dicium dan ditarik sedikit,"Mas Junaaa..!! "pekik Kinara setelah sadar dari lamunannya.


"Kenapa? Ingin lagi, hemm?"tanya Arjuna seraya menaik turunkan sebelah alisnya dengan senyum smirk di bibirnya.


"Nggak!"ketus Kinara merasa kesal.


"Kamu terpesona, kan, melihat tubuhku yang seksi ini?"tanya Arjuna penuh percaya diri, masih dengan senyum smirk nya.

__ADS_1


"Si.. siapa bilang? B aja , tuch!"sahut Kinara gugub, tapi tidak mau mengaku, padahal sudah terlihat jelas di wajah Kinara yang memerah karena malu kepergok menatap tubuh suaminya sendiri tanpa berkedip.


Arjuna kembali mendekatkan wajahnya, tapi kali ini di samping leher Kinara hingga hembusan napas Arjuna yang hangat menerpa leher Kinara, membuat Kinara bergidik,"Kamu bahkan baru tersadar saat aku mencium mu. Apa kamu ingin melihat semuanya? Aku akan melepaskan handuk ku jika kamu mau melihat nya. Kali ini, kamu bisa melihat nya lebih dekat dan lebih jelas,,"ucap Arjuna dengan suara sensual.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Arjuna membuat Kinara membulatkan matanya,"Mas Juna mesum!"pekik Kinara langsung mendorong tubuh Arjuna kemudian berlari meninggalkan kamar itu dengan wajah memerah karena malu.


Arjuna tergelak melihat ekspresi wajah istrinya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan,"Ahh..aku lupa jika aku belum memakai pakaianku. Kali ini aku terpaksa harus memakai pakaian ku sendiri,"gumam Arjuna, yang sudah terbiasa dibantu Kinara saat memakai pakaiannya.


"Dasar mesum! Dia terlihat dingin di luar, tapi ternyata sikapnya benar-benar tengil. Dasar bunglon! Di depan ku dan di depan orang lain sikapnya langsung berubah seratus delapan puluh derajat,"gerutu Kinara sambil berjalan menuju ruangan makan.


Setelah selesai sarapan, Arjuna dan Agus pun pergi ke kantor dan Kinara pergi ke tempatnya mengajar. Jam istirahat pertama pun berbunyi. Para murid pun keluar dari kelas dan para guru pun masuk ke ruang guru. Ada yang duduk di meja mereka masing-masing sambil memeriksa tugas murid mereka, ada pula yang sedang mengobrol.


Tiba-tiba saja seorang satpam yang menjaga gerbang sekolah itu mengetuk pintu ruangan itu,"Maaf, bapak dan ibu guru, saya hanya ingin menyampaikan, ada seorang perempuan yang mencari Bu Kinar,"ucap satpam itu sopan.


Kinara yang mendengar itu pun langsung berkata,"Suruh saja masuk, Pak!"pinta Kinara sopan.


"Naik, Bu,"sahut Pak satpam kemudian berlalu meninggalkan ruangan itu. Tak lama kemudian, satpam itu datang lagi dengan membawa seorang perempuan cantik berambut sebahu berwarna pirang dengan kacamata hitam yang bertengger di atas kepala nya. Wanita itu mengenakan sepatu boots high heels, rok mini Levis yang panjangnya satu jengkal diatas lutut, jaket Levis dengan lengan panjang tiga perempat yang tidak dikancingkan dan tank top di dalamnya yang membuat bentuk dua bukit kembar nya pun terlihat jelas.


"Mana yang namanya Kinara?"tanya perempuan itu dengan angkuh dan arogan menatap satu persatu orang-orang yang ada di dalam ruangan guru itu.


"Saya Kinara,"sahut Kinara bangkit dari duduknya dan berjalan dengan anggun menghampiri perempuan yang mencarinya itu.


"Ohh.. jadi kamu yang mana Kinara,"ucap wanita itu dengan pandangan meremehkan, menatap Kinara dari unjung rambut sampai ujung kaki.


"Iya, saya Kinara. Silahkan duduk!"ucap Kinara dengan sopan memberi isyarat dengan tangannya agar wanita itu duduk di sofa yang ada di ruangan guru itu. Walaupun sebenarnya Kinara ingin sekali menendang wanita itu keluar dari ruangan itu. Jika dia tahu orang yang mencari nya berpenampilan seperti ini, dia tidak akan menyuruh satpam yang menjaga gerbang sekolah untuk mempersilahkan perempuan itu masuk ke lingkungan sekolah.


Wanita itu melirik sofa sederhana yang ditunjukkan Kinara dengan isyarat tangan Kinara lalu memandang remeh sofa itu dengan senyum di sebelah sudut bibirnya.


"Tidak perlu! Aku tidak sudi duduk di sofa jelek seperti itu,"tolak perempuan itu dengan angkuhnya membuat semua orang yang ada di ruangan itu menjadi geram.

__ADS_1


Kinara tersenyum tipis menghela napas berat menghadapi wanita di depannya itu,"Baiklah, ada perlu apa anda mencari saya?"tanya Kinara tetap sopan tapi tegas.


"Aku hanya ingin mengatakan padamu. Tinggalkan Arjuna!"ucap wanita itu penuh arogansi dengan tatapan tajam ke arah Kinara.


Kinara membuang napas kasar menyadari wanita ini akan membahas masalah pribadi. Kemarin dia telah dipermalukan gara-gara Doni datang ke sekolah untuk membahas masalah pribadi. Dan sekarang wanita ini juga akan membuatnya malu lagi dengan membawa masalah pribadi ke lingkungan sekolah. Itu lah yang ada di dalam hati Kinara.


"Maaf! Ini adalah tempat belajar dan mengajar, jangan membahas masalah pribadi di sini! Jika anda ingin membahas masalah pribadi dengan saya, kita bicara nanti setelah jam mengajar saya selesai,"ucap Kinara tenang dan tegas.


"Cih, siapa kamu hingga aku harus menunggu kamu? Artis terkenal? Menteri? Presiden? Bukan, kan? Hanya seorang guru saja,"ucap perempuan itu meremehkan.


"Jika saya boleh bertanya, apa gelar anda?"tanya Kinara masih dengan suara yang terdengar tenang.


"Magister Manajemen,"sahut perempuan itu dengan angkuh.


"Saya memang bukan artis terkenal, bukan menteri, bukan pula presiden. Saya hanya seorang pengajar, seorang guru. Tapi jangan pernah meremehkan profesi saya sebagai seorang guru. Tidak akan ada artis terkenal, tidak akan ada menteri, tidak akan ada presiden, dan anda juga tidak akan bisa meraih gelar Magister Manajemen itu jika tidak ada guru. Jadi, jangan pernah merendahkan profesi seorang guru,"ujar Kinara yang tersinggung profesinya sebagai seorang guru nampak diremehkan.


"Cih, pintar sekali kamu bicara. Aku tidak punya waktu untuk menunggu orang seperti..."


"Seperti apa?"


... 🌟"Guru mungkin tidak kaya harta, tapi guru adalah orang yang kaya ilmu....


...Hormatilah guru, karena merekalah para pejuang yang mencerdaskan bangsa dengan ilmu,"🌟...


..."Mana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2