Tulang Rusukku

Tulang Rusukku
Tulang Rusukku


__ADS_3

Chintania tersadar dari pingsannya, perlahan bangkit dan terkejut saat melihat bayangannya pada kaca yang retak olehnya tadi. Kepalanya nampak berdarah dan sudah agak mengering. Entah berapa lama dirinya pingsan, hingga darah di kepala sudah agak mengering.


Chintania membersihkan dirinya kemudian mengganti pakaiannya karena terkena darah dan sedikit basah. Chintania memakai gaun tidur yang panjangnya selutut dengan tali kecil di kedua bahunya. Perlahan Chintania membaringkan tubuhnya dengan posisi miring membelakangi pintu kamarnya.


Saat Chintania hampir saja terlelap, tiba-tiba terdengar suara pintu kamarnya dibuka. Hampir saja Chintania bangun dari tidurnya jika tidak teringat kata-kata mamanya tadi.


"𝙈𝙖𝙢𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙠𝙨𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙗𝙖𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝘼𝙧𝙟𝙪𝙣𝙖, 𝙩𝙖𝙥𝙞, 𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙮𝙞 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙠𝙖𝙣𝙙𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪. 𝙅𝙖𝙣𝙞𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙖𝙣𝙙𝙪𝙣𝙜 𝙞𝙩𝙪 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙧𝙚𝙬𝙚𝙡 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙟𝙖𝙪𝙝 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙖𝙮𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖. 𝘽𝙚𝙜𝙞𝙣𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙞𝙣𝙞 𝘼𝙧𝙟𝙪𝙣𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙣𝙖𝙥 𝙙𝙞 𝙨𝙞𝙣𝙞. 𝙆𝙖𝙢𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙥𝙪𝙧𝙖-𝙥𝙪𝙧𝙖 𝙡𝙖𝙝 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙩𝙖𝙝𝙪 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝘼𝙧𝙟𝙪𝙣𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙣𝙖𝙥 𝙙𝙞 𝙨𝙞𝙣𝙞. 𝘿𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙨𝙤𝙠 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩, 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙪𝙖𝙡 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙪𝙣𝙩𝙖𝙝 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙞𝙣𝙞 𝘼𝙧𝙟𝙪𝙣𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖𝙢𝙪,"


Kata-kata mamanya itu membuat Chintania diam di posisinya dan pura-pura tidur. Dengan mata yang terpejam, Chintania menajamkan pendengarannya. Setelah pintu itu terbuka, tak lama kemudian terdengar tertutup lagi. Samar terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah ranjang.


Sedangkan orang yang masuk ke dalam kamar itu, tidak lain adalah Arjuna. Dia berusaha berjalan tanpa menimbulkan suara, agar istrinya tidak terbangun dari tidurnya.


Beberapa saat kemudian, Chintania merasa ranjang tempatnya berbaring terasa bergerak. Chintania terhenyak saat tiba-tiba perutnya diusap dengan lembut.


Setelah beberapa saat mengusap perut Chintania yang tidak lain adalah Kinara, Arjuna menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya itu. Gaun tidur yang sepanjang lutut itu tersingkap, hingga menampilkan paha mulus istrinya. Bahkan gaun tidur yang berbahan kain lembut itu membuat lekuk tubuh istrinya terlihat semakin menggoda.


Apalagi dalam posisi miring seperti saat ini. Belum lagi, gaun yang atasnya mirip tank top itu hanya mempunyai tali kecil yang diikat di atas pundak istrinya. Pundak mulus istrinya yang putih mulus pun terekspos sempurna. Belum lagi dua buah benda favorit Arjuna yang terlihat ingin keluar dari wadahnya, benar-benar menggoda iman.


Karena itulah Arjuna tidak berani terlalu lama menatap pemandangan indah itu. Arjuna takut khilaf, hingga memilih menutupi tubuh istrinya dengan selimut hingga sebatas leher.


Arjuna memeluk Kinara dari belakang, mencium aroma tubuh istrinya yang selalu dirindukannya,"Maafkan aku! Aku mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpamu. Karena kamu adalah tulang rusukku,"ucap Arjuna lirih, mengecup puncak kepala Chintania, tapi suara Arjuna itu masih bisa didengar oleh Chintania.


"Benarkah?"tanya Kinara tiba-tiba seraya beranjak untuk duduk, membuat Arjuna terkejut.


Arjuna pun ikut beranjak dan duduk berhadapan dengan Nia,"Nia, aku minta maaf! Aku salah! Aku tidak menyadari jika selama ini aku sudah jatuh cinta padamu. Aku berjanji akan melupakan istri pertamaku dan mencurahkan cintaku hanya untukmu. Aku yakin dan percaya, kamu adalah pendampingan hidup yang diberikan Tuhan untuk ku, tulang rusukku,"ucap Arjuna bersungguh-sungguh.


"Jika hatimu benar-benar mencintai dengan tulus, kamu pasti bisa mengenali tulang rusukmu. Karena tulang rusuk tak 'kan pernah tertukar," ucap Kinara dengan mata yang berkaca-kaca, memalingkan wajahnya.


"Iya, tulang rusuk tak 'kan pernah tertukar. Dan kamulah tulang rusukku," ucap Arjuna menatap Kinara dengan penuh cinta.

__ADS_1


Kinara tersenyum kecut,"Ternyata hanya sebatas ini cintamu padaku, Mas. Hanya selama enam bulan bersama wanita lain, kamu sudah melupakan aku. Benar kata orang, laki-laki pikirannya tidak jauh dari perut ke bawah,"ucap Kinara tersenyum sinis, namun tersirat kekecewaan di wajahnya.


Arjuna tertegun mendengar kata-kata Kinara, mencoba mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh Kinara.


Setelah kepalanya terbentur kaca tadi, ingatan Kinara berangsur kembali. Hal itu membuat kepala Kinara sangat sakit hingga akhirnya Kinara pingsan. Kinara sangat kecewa saat Arjuna mengatakan bahwa Arjuna tidak menyadari jika selama ini sudah jatuh cinta pada Kinara yang sekarang beridentitas sebagai Chintania.


Arjuna berjanji akan melupakan Kinara dan mencurahkan cintanya hanya untuk dirinya yang sekarang berintensitas sebagai Chintania. Bahkan Arjuna yakin dan percaya, bahwa dirinya yang sekarang berintensitas sebagai Chintania adalah tulang rusuknya.


Hal itu menunjukkan Arjuna telah melupakannya, dan Kinara merasa sangat kecewa. Karena Arjuna telah mencintai dirinya dalam wajah dan identitas yang berbeda. Yang artinya, Arjuna sudah melupakan wajah dan identitasnya yang lama.


"Ra, apakah.. apakah ingatanmu sudah pulih?"tanya Arjuna ragu-ragu membuat Kinara terkejut sekaligus nampak bahagia.


"Mas Juna sudah tahu kalau sebenarnya aku adalah..."kata-kata Kinara langsung dipotong Arjuna.


"Jadi ingatan mu benar-benar sudah kembali?"tanya Arjuna menatap lekat wajah Kinara seraya memegang kedua pundak Kinara.


"Hum. Jadi Mas Juna benar-benar sudah tahu kalau aku adalah Kinara?"tanya Kinara memastikan.


Kinara meneteskan air mata, membalas pelukan Arjuna, pelukan hangat yang selama ini selalu dirindukan nya. Setelah banyak hal yang terjadi, sekarang Kinara menjadi tahu, betapa besarnya cinta Arjuna untuknya dan betapa berartinya dirinya bagi Arjuna.


Perlahan Arjuna melerai pelukannya, menghapus air mata Kinara dan menatap manik mata Kinara lekat. Ada rasa haru dan bahagia dalam hati mereka. Arjuna mengulurkan tangannya untuk menyibak rambut Kinara yang menutupi sebagian wajah cantiknya.


"Ini.. kamu terluka?"tanya Arjuna dengan wajah khawatir. Baru menyadari ada perban di kepala Kinara, tepatnya di dahi sebelah kanannya yang tadi tertutup rambut.


"Hanya luka kecil,"ucap Kinara tersenyum tipis.


Arjuna menangkup kedua pipi Kinara, menatap lekat manik mata Kinara dengan tatapan lembut dan penuh cinta. Tatapan yang tidak pernah dilihat Kinara saat Arjuna belum mengetahui jika dirinya adalah Kinara.


"Aku sangat merindukan mu,"ucap Arjuna, perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Kinara, semakin lama semakin dekat. Keduanya sama-sama memejamkan mata saat bibir mereka bertemu, dengan lembut saling menyesap, mengulum dan melum matt. Berperang lidah hingga akhirnya mereka melepaskan tautan bibir mereka saat merasa sudah mulai kehabisan oksigen.

__ADS_1


Dengan jarak wajah yang hanya beberapa senti, keduanya saling bertatapan,"Aku sangat merindukan mu," ucap Arjuna mengulangi kata-kata nya tadi dengan suara berat dan tatapan sayu.


Kinara yang tahu apa yang diinginkan suaminya pun langsung menutup bibir Arjuna dengan jemari tangan nya saat pria itu hendak kembali mencium nya.


"Mas, aku belum bisa melayani mu," ucap Kinara merasa bersalah pada suaminya, namun tubuhnya benar-benar masih terasa lemas dan tidak sanggup rasanya jika harus melayani suaminya di atas ranjang.


Arjuna kembali merengkuh Kinara dalam pelukannya, meredakan hasraatnya yang sudah naik,"Maaf! Aku selalu lepas kontrol jika bersamamu. Aku lupa jika kamu sedang sakit,"ucap Arjuna merasa bersalah.


Malam itu mereka berbincang agak lama, membicarakan banyak hal. Arjuna juga memberitahu Kinara tentang ibunya yang sudah meninggal. Walaupun merasa sedih mendengar kabar itu, namun Kinara mencoba tegar menghadapi nya. Arjuna pun berusaha menghibur Kinara.


Arjuna berbaring terlentang, memeluk tubuh Kinara dan mengelus kepala Kinara yang direbahkan di dada bidangnya,"Tidurlah!" ucap Arjuna, dan Kinara pun memejamkan matanya seraya memeluk Arjuna. Akhirnya keduanya pun terlelap hingga pagi menjelang.


Pagi harinya, mama Nia mengetuk pintu kamar Chintania beberapa kali,"Sayang, apa kamu sudah bangun?"seru mama Nia dari balik pintu.


Arjuna terbangun saat mendengar suara ketukan pintu dan suara mama Nia. Dengan perlahan Arjuna melepaskan pelukannya pada istrinya. Baru saja Arjuna ingin membuka pintu, tapi pintu itu sudah terbuka lebih dulu.


"Jun? Kamu masih di sini?"tanya mama Nia nampak terkejut melihat Arjuna yang masih berada di dalam kamar itu dengan rambut yang terlihat acak-acakan karena baru bangun.


"Kinara sudah mengingat siapa dirinya, ma,"ucap Arjuna membuat mama Nia terkejut.


...🌟"Jika memang dia adalah tulang rusukmu, sejauh dan selama apapun dia pergi, suatu saat dia pasti akan kembali."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❤️🌸...


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2