
Bagi yang jomblo, dan belum memiliki pasangan halal harap menepi, dari pada nanti meriang. Mungkin adegannya sedikit πππππ.
Waktu terus berputar dan hari resepsi pernikahan Arjuna dan Kinara pun sudah dekat. Besok malam adalah hari diadakannya resepsi pernikahan mereka.
Arjuna dan Kinara pulang lumayan larut malam setelah makan malam bersama rekan bisnis Arjuna dan langsung masuk ke kamar mereka. Kinara langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Arjuna memeriksa email yang masuk ke handphone nya. Setelah Kinara keluar dari kamar mandi, Arjuna pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Kinara duduk di depan meja riasnya sambil mendengarkan lagu melalui earphone bluetooth, mengaplikasikan skincare di wajahnya, kemudian mengoleskan losion di tubuhnya. Arjuna yang baru saja keluar dari kamar mandi pun menelan salivanya susah payah saat melihat Kinara mengoleskan losion di pahanya yang putih mulus.
Tidur dalam satu kamar dan di satu ranjang yang sama tidaklah mudah bagi seorang pria dewasa normal, apalagi jika yang tidur seranjang dengan nya adalah wanita yang disukainya. Perlahan Arjuna mendekati Kinara, paha yang putih mulus dan leher jenjang itu terlihat nyata di depan matanya.
Greb
Tanpa diduga Arjuna membungkuk, memeluk Kinara dari belakang dan mengecup leher Kinara. Kinara pun terhenyak dengan pelukan Arjuna yang tiba-tiba itu, bahkan Arjuna sengaja menempelkan bibir dan hidungnya di leher Kinara setelah tadi mencium leher Kinara. Kinara pun menghentikan aktivitasnya mengoleskan losion di tubuhnya dan melepaskan earphone yang dipakainya.
"Ma.. mass..geli!"ucap Kinara gugub, menggoyangkan bahunya, mencoba menetralkan detak jantung nya yang berdetak kencang tidak beraturan. Tubuhnya pun terasa meremang karena perlakuan Arjuna itu.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Arjuna menggendong Kinara, kemudian mendudukkan Kinara di tepi ranjang. Merapikan anak rambut Kinara dan mengelus rambut Kinara yang panjang sepinggang itu dengan lembut. Sedangkan matanya menatap lekat manik mata Kinara.
Perlahan Arjuna mendekatkan wajahnya ke wajah Kinara membuat jantung Kinara semakin berdetak kencang. Hembusan napas Arjuna terasa hangat menerpa wajahnya. Kinara pun memejamkan matanya saat wajah Arjuna semakin dekat hingga akhirnya bibir mereka saling menempel.
Dengan lembut Arjuna mulai memagut, dan menyesap bibir Kinara dan menggigit kecil bibir istrinya itu hingga Kinara membuka mulutnya. Arjuna pun mulai memainkan lidahnya di dalam mulut Kinara sedangkan tangan kanannya menekan tengkuk Kinara untuk memperdalam ciumannya. Tangan kirinya pun mulai bergerilya kemana-mana.
Ciuman Arjuna pun turun ke leher Kinara memberikan kecupan, sesapan dan juga gigitan-gigitan kecil, sedangkan jemari tangannya semakin aktif bergerak membuat sentuhan -sentuhan yang membuat Kinara melupakan segalanya. Bahkan Kinara tidak menyadari jika tubuh bagian atas nya sekarang telah polos karena ulah Arjuna.
Kedua tangan Kinara mencengkram kuat kaos oblong yang dipakai Arjuna. Tubuhnya terasa melayang merasakan setiap sentuhan bibir dan jemari tangan Arjuna. Arjuna kembali memagut bibir Kinara dan dengan perlahan Arjuna membaringkan tubuh Kinara tanpa melepaskan pagutannya.
__ADS_1
Kinara melenguh dan tubuhnya menggelinjang saat bibir dan tangan Arjuna bermain di area dadanya. Helai demi helai kain yang menempel di tubuh mereka pun terlepas begitu saja hingga menampilkan tubuh mereka yang polos.
"Aku ingin,"ucap Arjuna menatap sayu pada Kinara dengan mata yang sudah berkabut hassrat.
Kinara tidak mengeluarkan sepatah katapun hingga Arjuna kembali mencummbui Kinara. Karena sudah tidak sanggup lagi menahan gejolak dari dalam tubuhnya, Arjuna pun memposisikan dirinya untuk memulai penyatuan mereka.
Kinara memekik, mencengkram erat punggung Arjuna hingga kuku-kukunya menancap di kulit Arjuna, menahan sakit di bagian inti tubuhnya saat Arjuna berhasil memasukkan miliknya kedalam inti tubuh Kinara sepenuhnya. Namun perlahan rasa sakit itu berganti dengan rasa nikmat yang belum pernah dirasakan oleh Kinara.
Akhirnya malam itu, sepasang anak manusia itupun telah menyatu sepenuhnya. Berbagi peluh, berbagi saliva dalam mencapai kenikmatan yang baru pertama kali mereka rasakan. Beberapa kali Arjuna mengulangi kegiatan panas mereka diatas ranjang hingga mereka kelelahan dan tertidur di bawah selimut dengan tubuh yang polos dalam posisi saling berpelukan.
Kinara terbangun dari tidurnya saat cahaya mentari pagi menerpa wajahnya. Perlahan Kinara membuka dan menutup matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya. Tubuhnya terasa remuk redam karena ulah Arjuna semalam.
Wajah Kinara memerah saat ingatannya berputar pada adegan panas yang di lakukan semalam bersama suaminya. Sesaat kemudian Kinara menyadari jika dirinya sedang berbantalkan lengan suaminya dan tangan suaminya yang sebelahnya sedang memeluk erat perutnya.
Namun Kinara merasa ada yang salah saat ini, hingga Kinara membulatkan matanya saat kembali menatap jendela kamar mereka yang memancarkan cahaya sinar matahari dari celah-celah gorden, pertanda hari sudah siang.
"Mas, ini sudah siang. Kita harus segera bangun, Mas,"ucap Kinara seraya berusaha membalikkan tubuhnya menghadap Arjuna yang memeluknya dari belakang.
Arjuna nampak mengedip-ngedip kan matanya kemudian menatap Kinara,"Aku masih ingin memelukmu,"ucap Arjuna menatap lekat wajah Kinara. Wajah yang polos tanpa makeup, namun tetap terlihat cantik di mata Arjuna.
"Ini sudah siang, Mas,"ucap Kinara terlihat gelisah seraya berusaha melepaskan pelukan Arjuna.
"Ra..."panggil Arjuna yang malah mendekatkan wajahnya pada Kinara. Arjuna masih ingin menikmati bibir mungil dan bervolume milik istrinya itu.
"Mas.. emp.."Kinara tidak bisa lagi melanjutkan kata-katanya saat Arjuna telah membungkam bibirnya dengan bibir Arjuna.
__ADS_1
Ciuman yang awalnya lembut namun lama kelamaan menjadi agresif dan semakin menuntut hingga suhu tubuh mereka pun menjadi semakin naik dan panas. Tangan Arjuna pun kembali bergerilya menjelajahi setiap inci tubuh Kinara, membuat tubuh Kinara merasakan desiran -desiran yang membuat tubuhnya gelisah.
Arjuna melepaskan pagutan nya pada bibir Kinara, menatap lekat manik mata Kinara dengan tatapan sayu yang sudah berkabut hassrat,"Aku ingin lagi,"ucap Arjuna yang dengan gerakan cepat mengungkung tubuh Kinara.
Kinara pun tidak kuasa menolak keinginan Arjuna, karena setelah Arjuna mencumbuinya, dia sendiri juga menginginkan nya. Arjuna benar-benar berhasil memancing dan membangkitkan hassrat nya. Akhirnya mereka pun mengulangi pergulatan panas mereka semalam di pagi itu.
Suara -suara aneh yang memenuhi kamar itu semalam terulang kembali. Sepasang anak manusia kembali menyatukan tubuh mereka untuk mereguk nikmatnya surga dunia.
Rasa yang baru pertama kali dirasakan Arjuna itu membuat pria itu begitu sulit untuk mengontrol dirinya. Tidak mampu membendung keinginan tubuhnya sendiri. Menikmati setiap gerakan yang dilakukan nya di atas tubuh istrinya. Membuat Kinara tidak bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara yang malah membuat Arjuna semakin bergerak cepat di atas tubuhnya.
Arjuna menciumi setiap inchi wajah istrinya dengan perasaan bahagia yang terlihat jelas di wajahnya,"Terimakasih! Aku mencintaimu!"ucap Arjuna seraya mendekap erat tubuh Kinara, hingga tanpa terasa mereka kembali terlelap.
...π"Ada yang lebih memabukkan dari minuman keras.Ada yang lebih bisa membuat kecanduan dari pada narkoba....
...Ada yang lebih pahit dari sambiloto, dan lebih manis dari madu....
...Ada yang lebih mematikan dari bisa king kobra....
...Dan itu adalah CINTA."π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
.
__ADS_1
.
To be continued