Tulang Rusukku

Tulang Rusukku
Rumput Tetangga Lebih Hijau


__ADS_3

Setelah keluar dari kantor polisi, Kinara melajukan motor matic nya yang berwarna merah itu dengan kepala yang dipenuhi oleh pertanyaan,"Siapa perempuan itu? Dia menyuruh aku meninggalkan Mas Juna. Apakah perempuan itu mantan kekasih Mas Juna? Tapi Mas Juna bilang tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun. Apa Mas Juna berbohong pada ku?"gumam Kinara kemudian mengingat kata-kata Arjuna beberapa waktu yang lalu.


"𝙏𝙞𝙜𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙟𝙖𝙙𝙞𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪, 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙖𝙧𝙞 𝙢𝙪 𝙙𝙞 𝙙𝙚𝙨𝙖 𝙞𝙩𝙪. 𝙏𝙖𝙥𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙙𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙝𝙪 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙢𝙪. 𝘼𝙠𝙪 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙖𝙧𝙞 𝙢𝙪, 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙡𝙞𝙣 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙣𝙖𝙥𝙪𝙣. 𝘼𝙠𝙪 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙥𝙖𝙩𝙞 𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞𝙠𝙪 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙢𝙪. 𝙃𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙞𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙠𝙚𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣𝙘𝙖𝙢 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙖𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙤𝙗𝙖𝙩 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙖𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪,"ucap Arjuna waktu itu.


Kinara mengernyitkan keningnya,"Setiap berbicara dengan kakek, Agus dan juga Bik Iyem, mereka juga mengatakan jika Mas Juna tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Lalu siapa wanita tadi? Dan dari kata-kata nya yang menyuruh aku meninggalkan Mas Juna, berarti dia tahu hubungan ku dengan Mas Juna,"


"Padahal belum banyak orang yang tahu tentang pernikahan kami ini. Huff... pikiranku buntu! Lebih baik nanti aku tanya langsung sama Mas Juna."gumam Kinara yang sangat penasaran pada wanita yang mendatangi dirinya di sekolah dan membuat keributan tadi.


Setelah sampai di rumah, Kinara memilih berendam di bathtub untuk menyegarkan diri sekaligus untuk mendinginkan otaknya yang terasa panas karena kejadian di sekolah tadi. Sungguh, Kinara benar-benar menahan diri agar tidak menghajar perempuan yang bernama Rania itu.


Ingin sekali Kinara menampar mulut wanita yang arogan itu, yang lidahnya begitu lihai menghina orang lain. Kinara benar-benar jengkel dan muak saat melihat wanita itu nampak memandang rendah orang lain seperti sedang melihat sampah, seolah-olah dirinya lah yang paling mulia.


Seperti hari-hari sebelumnya, Kinara menyambut suaminya pulang dan menyiapkan pakaian Arjuna saat pria itu membersihkan diri. Kinara masih menahan diri untuk menanyakan perempuan yang bernama Rania itu pada Arjuna.


Mereka juga makan malam bersama seperti biasanya. Setelah makan malam bersama, mereka pun berkumpul di ruang keluarga. Tiba-tiba mereka fokus pada televisi saat melihat berita yang ditayangkan di televisi itu.


"Pemirsa, siang tadi telah terjadi keributan di SMU Anak Bangsa karena seorang perempuan berpakaian seksi mendatangi ruangan guru SMU tersebut. Perempuan yang berinisial R itu mendatangi salah seorang guru pengajar di SMU itu karena ada masalah pribadi,"


"Namun perempuan berinisial R itu malah membuat keributan dan melakukan perbuatan body shaming pada dua orang pengajar di SMU tersebut, bahkan mengancam salah seorang guru dan berkata-kata yang seolah-olah meremehkan profesi sebagai pengajar. Berikut cuplikan rekaman cctv di tempat kejadian,"itulah berita yang keluarga Abimana saksikan di televisi.


Tak lama kemudian ditayangkan rekaman cctv yang merekam kejadian di sebuah ruangan dengan wajah beberapa orang yang nampak di blur. Setelah menyaksikan berita itu, Abimana, Arjuna dan Agus pun kompak menatap Kinara. Mengerti dengan arti tatapan ke-tiga pria beda usia itu padanya, Kinara pun membuka suara.


"Tadi siang, seorang wanita yang bernama Rania mendatangi aku di tempat ku mengajar. Dia memintaku untuk meninggalkan Mas Juna dan membuat keributan di ruangan guru. Aku tidak tahu apa hubungan wanita itu dengan Mas Juna, hingga dia mendatangi aku di tempat kerjaku,"


"Aku juga tidak tahu, dari mana perempuan itu tahu jika aku punya hubungan dengan Mas Juna. Padahal belum banyak orang yang tahu mengenai pernikahan kami,"jelas Kinara panjang lebar membuat Abimana, Arjuna dan Agus terkejut.


Mereka tidak menyangka jika wanita dalam rekaman cctv itu adalah Rania dan sengaja mendatangi Kinara untuk menyuruh Kinara menjauhi Arjuna.


Kinara kemudian menatap Arjuna seolah menginginkan jawaban dari Arjuna. Begitu pula dengan Abimana dan Agus yang berpindah menatap ke arah Arjuna.


Mengerti arti tatapan keluarganya itu, Arjuna pun bersuara,"Aku tidak tahu," sahut Arjuna singkat dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Rania itu cewek yang ngejar-ngejar Mas Juna dari SMU itu, kan?"tanya Agus memastikan dugaannya benar.


"Hum,"sahut Arjuna masih bertahan dengan jawaban singkatnya.


"Dari mana perempuan itu tahu jika kamu mempunyai hubungan dengan Kinara? Dari sikapnya saja kakek sudah tidak suka dengan perempuan itu,"ujar Abimana kemudian menatap Arjuna dengan wajah serius,"Kamu jaga istri kamu baik-baik, Jun! Kakek tidak mau Kinara sampai disakiti oleh perempuan- perempuan yang menyukai kamu,"


"Iya, kek,"sahut Arjuna.


"Mbak Kinara harus sabar ya?! Memang banyak yang suka sama Mas Juna, tapi yang paling berbahaya dan paling tidak tahu malu ya, si Rania itu. Dia melabrak semua perempuan yang mendekati Mas Juna, seolah-olah dia itu istri Mas Juna. Dia mengklaim bahwa Mas Juna adalah miliknya,"ujar Agus yang sudah tahu siapa Rania.


"Kakek heran, kenapa ada orang yang suka sama milik orang lain? Kenapa nggak cari yang singel saja?"gerutu Abimana.


"Yang sudah menjadi milik orang itu lebih menantang, kek! Rumput di halaman orang terlihat lebih hijau dan indah dari pada rumput di halaman rumah sendiri,"sahut Agus santai.


"Apa kamu juga suka milik orang lain?"tanya Abimana menyelidik.


"Ehh.. nggak gitu juga konsepnya, kek. Setiap orang kan punya pendapat dan selera yang berbeda-beda. Aku lebih suka yang singel, aku nggak minat jadi pebinor. Yang singel aja banyak, kenapa harus cari yang dobel? Hilang martabat ku sebagai seorang playboy, jika aku sampai nyari yang sudah dobel," balas Agus penuh percaya diri.


"Auw, sakit, kek! Main pukul aja, KDRT ini namanya,"gerutu Agus seraya mengelus kepalanya yang dipukul Abimana.


"Jadi playboy saja bangga. Mana ada seorang playboy bermartabat," sergah Abimana.


"Ada lah, kek! Aku contohnya," ujar Agus bangga.


"Sudah, sudah! Ngomong sama kamu itu cuma bikin kakek sakit kepala. Kalian istirahat sana! Kakek juga mau istirahat,"ujar Abimana yang ingin memberikan waktu bagi Arjuna dan Kinara agar bisa berdua lebih lama.


Sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, membuat Kinara dan Arjuna tidak memiliki banyak waktu untuk bersama. Karena itu, Abimana menyuruh mereka masuk ke dalam kamar agar bisa berduaan.


Arjuna dan Kinara pun beranjak dari ruangan itu dan masuk ke kamar mereka. Sedangkan Agus lebih memilih duduk di teras samping rumah sambil menghubungi pacar-pacarnya.


Didalam kamar, Kinara merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan Arjuna pun langsung menyusulnya. Sebegitu naik ke atas ranjang, Arjuna langsung memeluk Kinara yang tidur terlentang itu.

__ADS_1


"Aku merindukan mu,"ucap Arjuna seraya menciumi leher Kinara.


"Mas! Hentikan!"ucap Kinara mencoba menghindari ciuman Arjuna dengan menjauhkan wajah Arjuna dari lehernya. Namun tiba-tiba Arjuna malah mengungkungnya, membuat Kinara gugub dan jantungnya mulai berdetak kencang tidak beraturan. Posisi Arjuna yang berada di atas tubuhnya dengan wajah yang begitu dekat dengan wajahnya membuat Kinara semakin gugub, dan salah tingkah. Matanya bergerak liar tak tentu arah, tidak berani menatap wajah apalagi mata suaminya yang tajam itu.


Arjuna memegang pipi Kinara dengan tangan kanannya hingga terpaksa Kinara juga menatap Arjuna yang sekarang sedang menatapnya,"Kamu percaya padaku, kan? Aku tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun selain dengan mu. Kamu adalah yang perta bagiku. Hanya kamu satu-satunya wanita yang pernah aku sentuh dan aku cium,"ucap Arjuna menatap inten pada Kinara.


"Ma.. mana aku tahu Mas Juna bohong atau tidak,"cetus Kinara seraya memalingkan wajahnya.


"Harus bagaimana aku membuktikan nya agar kamu percaya?"tanya Arjuna menatap Kinara lekat.


"A.. aku tidak tahu,"ucap Kinara yang semakin gugub dengan posisi mereka saat ini. Kinara mencoba mendorong dada Arjuna agar tidak menempel pada tubuhnya. Namun sama sekali tidak bisa membuat Arjuna menjauh dari tubuhnya.


Entah kenapa, jika terlalu dekat dengan Arjuna, jantung Kinara masih saja berdetak kencang tidak beraturan. Membuat Kinara menjadi gugup dan salah tingkah.


"Aku akan membuktikannya dengan selalu setia padamu,"ucap Arjuna serius.


"Setia? Setiap tikungan ada?"celetuk Kinara membuat mata Arjuna melotot namun langsung memberikan ciuman bertubi-tubi di wajah Kinara, hingga membuat Kinara kalang kabut.


...🌟"Orang yang berpikir bahwa rumput tetangga lebih hijau dan lebih indah dari rumput di halaman sendiri adalah orang yang tidak bersyukur dan tidak perduli dengan apa yang dia miliki....


...Sesungguhnya apa yang kita miliki akan semakin indah jika kita selalu merawat dan menjaganya."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❤️🌸...


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2