Tulang Rusukku

Tulang Rusukku
Jangan Iri!


__ADS_3

Kinara terbangun dari tidurnya, tubuhnya masih dalam dekapan suaminya. Perlahan melepaskan pelukan Arjuna, namun malah membuat Arjuna terbangun.


"Kamu ingin kemana?"tanya Arjuna seraya merenggangkan pelukannya.


"Aku ingin membersihkan diri, Mas,"sahut Kinara mulai bangkit dari pembaringan.


"Apa perlu aku gendong?"tanya Arjuna ikut beranjak dari posisinya berbaring.


"Nggak usah, Mas,"sahut Kinara menutupi tubuhnya dengan selimut, kemudian turun dari ranjang. Bagian inti tubuhnya terasa nyeri dan perih saat dia mulai bergerak, namun ditahannya.


"Yakin tidak ingin dibantu?"tanya Arjuna masih terus menatap Kinara yang sudah mulai berdiri.


"Ti.. auwh"pekik Kinara tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena baru satu langkah dia bergerak, bagian inti tubuhnya terasa begitu sakit dan hampir saja Kinara terjatuh jika Arjuna tidak segera menangkap tubuhnya.


"Apa sakit sekali?"tanya Arjuna yang melihat Kinara meringis menahan sakit.


"Hum,"sahut Kinara singkat.


Arjuna menggendong Kinara menuju kamar mandi dan mendudukkan Kinara di tepi bathtub. Namun beberapa detik kemudian mata Kinara membulat saat melihat sesuatu yang menggantung tapi bukan gantungan baju.


"Akkhh! Mas Juna, kenapa tidak memakai pakaian?"pekik Kinara langsung menutup matanya dengan kedua tangannya hingga tanpa disadarinya selimut yang dipakainya malah melorot hingga tubuh bagian atasnya yang polos pun terekspos.


Arjuna tersenyum miring menatap tubuh bagian atas Kinara yang terpampang jelas di depan matanya. Arjuna duduk di samping Kinara yang masih menutup matanya. Tangan kiri Arjuna memeluk pinggang Kinara dari samping, sedangkan tangan kanannya dengan nakal meremas salah satu bukit kembar Kinara.


"Mas Juna!"pekik Kinara saat merasakan dadanya diremas, namun Arjuna langsung memeluk tubuh Kinara dan menciumi wajah Kinara hingga membuat Kinara gelagapan.


"Aku telah melihat seluruh tubuh mu semalaman dan juga pagi ini. Kamu juga sudah melihat seluruh tubuh ku, kenapa harus malu, hemm?"tanya Arjuna setelah menghujani Kinara dengan ciuman di wajah Kinara.


Kinara memalingkan wajahnya yang memerah, sedangkan Arjuna beranjak untuk mengisi bathtub kemudian menarik selimut yang dipakai Kinara.


"Mas!"ucap Kinara mempertahankan selimut yang dipakainya.


"Apa kamu akan mandi dengan memakai selimut?"tanya Arjuna seraya mengernyitkan keningnya.


"Mas Juna keluar sana! Aku ingin mandi,"ucap Kinara tanpa mau menatap Arjuna yang polos tanpa sehelai benang.


"Tidak mau! Aku akan mandi bersamamu,"ujar Arjuna yang malah masuk ke dalam bathtub.


"Ya sudah, aku akan keluar. Mas Juna mandi saja duluan,"ucap Kinara dengan wajah kesalnya, dengan cepat bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Auwh!"pekik Kinara merasakan bagian intinya kembali sakit, hingga menghentikan pergerakannya.


"Dasar keras kepala!"dengus Arjuna langsung menarik tangan Kinara.


"Mas!"pekik Kinara yang langsung jatuh ke dalam pangkuan Arjuna.


Akhirnya Kinara pun tidak punya pilihan selain mandi bersama Arjuna. Kinara bahkan harus menahan malu saat Arjuna mengeringkan tubuhnya yang polos dengan handuk, kemudian membungkus tubuh Kinara dengan bathrobe. Kinara benar-benar merasa sakit saat mencoba berjalan. Dengan telaten Arjuna memakaikan pakaian di tubuh Kinara.


"Biar aku lihat, kenapa kamu sampai tidak bisa berjalan,"ucap Arjuna seraya berjongkok di depan Kinara, mencoba membuka kedua paha Kinara.


"Tidak!"pekik Kinara merapatkan kedua pahanya dan menyilang kan kedua tangannya di atas pahanya.


Arjuna menghela napas panjang, kemudian menatap Kinara,"Malam ini adalah acara resepsi pernikahan kita. Bagaimana jika kamu tetap tidak bisa berjalan?"tanya Arjuna membuat Kinara terkejut. Kinara lupa jika malam ini adalah malam resepsi pernikahan mereka.


"Ini semua salah Mas Juna!"ketus Kinara seraya mengerucutkan bibirnya karena merasa kesal.


"Iya, iya, aku yang salah, tapi kamu juga mau,"ucap Arjuna yang sekarang sudah duduk di sebelah Kinara.


"Mas Juna nyebelin! Nyebelin! Nyebelin!"pekik Kinara memukuli dada bidang Arjuna, merasa sangat kesal dengan Arjuna yang membuatnya.tidak bisa berjalan.


Arjuna menangkap kedua tangan Kinara yang terus saja memukuli dadanya,"Sekarang kamu pilih, mau aku lihat dan aku carikan obatnya atau kita batalkan acara resepsi pernikahan kita nanti malam?"tanya Arjuna dengan tatapan serius kepada Kinara.


Kinara terdiam, tidak mungkin dirinya membatalkan acara resepsi pernikahan mereka. Tapi bagaimana dia bisa melaksanakan resepsi pernikahan jika bejalan saja dia merasa sakit.


Kinara terdiam karena tidak memiliki pilihan lain. Arjuna yang melihat Kinara terdiam pun kembali berjongkok di depan Kinara dan dengan perlahan membuka kedua paha Kinara. Sedangkan Kinara mati-matian menahan rasa malunya. Arjuna terkejut saat melihat bagian inti tubuh istrinya membengkak, karena pergulatan panas mereka semalam dan tadi pagi.


"Maaf!"ucap Arjuna kemudian bangkit dan memeluk tubuh istrinya,"Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini. Aku tidak menyangka akan seperti ini,"ucap Arjuna masih memeluk Kinara, sedangkan Kinara hanya diam tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun.


"Aku akan membawa sarapan untuk kita ke sini. Setelah itu aku akan membeli obat untuk meredakan bengkaknya,"ucap Arjuna mengelus kepala Kinara kemudian mengecup lembut kening Kinara.


"Tunggu disini! Aku akan mengambil makanan di bawah,"ucap Arjuna, kemudian melangkah keluar dari kamar itu.


Kinara membuang napas kasar,"Ya Tuhan... memalukan sekali! Mas Juna benar-benar membuatku tidak bisa bangun dari ranjang ini,"gerutu Kinara merasa kesal dan malu.


Sedangkan dibawah, saat akan ke dapur, Arjuna berpapasan dengan Agus,"Wahh.. mentang-mentang libur, bangunnya siang banget. Apa Mas Juna semalam lembur sama Mbak Kinara?"goda Agus tersenyum seraya mengedipkan sebelah matanya pada Arjuna.


"Berisik!"ketus Arjuna.


"Mana Mbak Kinara? Kok, Mas Juna turun sendirian?"tanya Agus yang tidak melihat Kinara turun bersama Arjuna.

__ADS_1


Arjuna tidak merespon pertanyaan Agus dan setelah sampai di dapur langsung mengambil makanan yang diletakkannya diatas nampan untuk dirinya dan juga Kinara.


"Eh.. eh... Mas Juna mau makan di dalam kamar? Wah.. jangan-jangan semalaman Mas Juna sudah menerkam Mbak Kinara sampai nggak bisa berjalan,"ucap Agus yang masih terus mengekor di belakang Arjuna, menatap Arjuna dengan tatapan curiga.


'Ada apa ini?"tanya Derry yang tiba-tiba sudah muncul di dapur dan melihat Arjuna yang baru saja mengangkat nampan yang berisi makanan," Kamu mau makan di kamar, Jun? Istri kamu sakit?"tanya Derry seraya mengernyitkan keningnya.


"Kenapa kalian jadi seperti wartawan, sich?"ketus Arjuna berjalan meninggalkan dapur diikuti Agus dan Derry yang nampak masih penasaran.


"Wah.. Jangan-jangan bener nich! Mbak Kinara sampai nggak bisa jalan gara-gara Mas Juna hajar di atas ranjang semalaman,"celetuk Agus yang tidak ditanggapi oleh Arjuna yang terus berjalan menuju kamarnya.


"Maksud kamu apa, Gus?"tanya Derry polos.


"Google dilarang bertanya dan berpikir tentang hal-hal yang berbau ranjang,"ujar Agus masih mengekor dibelakang Arjuna, begitupun dengan Derry.


"Bukan google yang bertanya, tapi aku,"tukas Derry.


"Ya, Mas Derry kan memang Google: Golongan orang singel,"sahut Agus.


"Issh.. ada-ada saja kamu, Gus,"sahut Derry menggeleng pelan.


"Ngapain kalian mengikuti aku?"tanya Arjuna ketus memelototi dua orang yang dari tadi mengekor di belakangnya.


"Mau melihat keadaan Mbak Kinara,"sahut Agus, saat ini mereka sudah tiba di depan pintu kamar Arjuna.


"Aku tidak mengijinkan kalian melihat istriku. Pergi sana kalian!"usir Arjuna nampak kesal kemudian membuka pintu kamarnya dan langsung menutup dan menguncinya.


"Wahh.. benar-benar mencurigakan, nich, Mas Juna,"gumam Agus yang semakin penasaran.


"Sudah! Jangan iri! Kalau pengen, sebaiknya menikah,"ujar Derry kemudian melangkah meninggalkan tempat itu diikuti oleh Agus.


Didalam kamar, Arjuna meletakkan makanan yang dibawanya di atas meja sofa, kemudian menghampiri Kinara yang duduk di tepi ranjang dengan wajah cemberut.


"Udah, itu bibir jangan di manyunin! Apa masih pengen dicium lagi?"goda Arjuna seraya mengangkat tubuh Kinara dan menggendongnya menuju sofa.


"Ini semua gara-gara Mas Juna,"ketus Kinara dengan wajah yang ditekuk.


.


...🌸❤️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2