Tulang Rusukku

Tulang Rusukku
Kamu Menikmatinya?


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam saat Arjuna dan Agus tiba di rumah. Kinara langsung mengekor di belakang suaminya masuk kedalam kamar dan menyiapkan pakaian Arjuna. Walaupun saat ini Kinara sangat kesal pada Arjuna, tapi Kinara berusaha mati-matian untuk menahannya.


Tidak baik kiranya menyambut suami yang pulang larut malam membanting tulang untuk keluarga dengan perdebatan. Karena itu, Kinara melayani Arjuna seperti biasanya dengan menyembunyikan kekesalan nya. Memberi waktu untuk suaminya membersihkan diri, makan dan istirahat beberapa lama. Setelah itu, Kinara baru akan menumpahkan kekesalannya pada suaminya itu.


"Kenapa kalian sampai pulang malam?"tanya Abimana setelah mereka selesai makan malam. Menatap Arjuna dan Agus secara bergantian, mengharapkan jawaban dari mereka.


"Hari ini kami harus memeriksa barang yang akan di kirim ke konsumen yang ada di luar negeri, kek. Dan pesanan nya lumayan banyak, karena itu kami jadi pulang agak malam,"sahut Agus.


"Pantesan kalian pulang sampai malam. Ya sudah, kalian istirahat sana! Biar bisa bugar lagi untuk menjalani aktivitas kalian esok hari,"titah Abimana yang memang sangat perhatian kepada kedua cucunya itu.


Akhirnya mereka pun masuk ke kamar mereka masing-masing. Arjuna membuka laptop nya seraya melirik Kinara yang nampak sibuk memeriksa tugas para muridnya. Semenjak dirinya pulang, istrinya itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun, membuat Arjuna merasa agak aneh. Namun Arjuna tampak tidak mau ambil pusing dan melanjutkan niatnya untuk memeriksa beberapa data pengiriman barang di laptop nya.


Setelah satu jam keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing, akhirnya Kinara pun selesai memeriksa tugas para muridnya.Sedangkan Arjuna nampak masih sibuk dengan laptopnya. Setelah memakai skin care, Kinara pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi miring membelakangi tempat dimana Arjuna biasa berbaring.


Tak lama kemudian Arjuna juga sudah menyelesaikan pekerjaannya dan menyusul Kinara berbaring di atas ranjang. Arjuna langsung melingkarkan tangannya yang besar di perut Kinara. Namun Arjuna tampak terkejut saat Kinara melepaskan pelukan Arjuna di perut nya. Arjuna kembali memeluk Kinara, tapi Kinara kembali melepaskan tangan Arjuna yang memeluk perutnya.


Arjuna menghela napas panjang seraya menatap istrinya yang berbaring membelakanginya itu,"Kamu kenapa?" tanya Arjuna dengan suara bariton nya.


"Aku marah sama Mas Juna,"jawab Kinara ketus.


Arjuna mengernyitkan keningnya setelah mendengar jawaban dari Kinara,"Marah kenapa?"tanya Arjuna lagi.


Dengan cepat Kinara membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Arjuna. Wanita yang bermata bulat dan bibir mungil yang berwarna pink itu menatap tajam pada Arjuna. Wajahnya terlihat menggelap dan dimatanya terlihat kilatan kemarahan.


"Masih berani bertanya aku marah karena apa? Hari ini Mas Juna benar-benar membuatku kesal. Mas Juna sudah mempermalukan aku di depan orang banyak!"sambar Kinara masih menatap tajam pada Arjuna.


"Memangnya apa yang aku lakukan, hingga aku mempermalukan kamu?"tanya Arjuna mengernyitkan keningnya mencoba berpikir. Apa yang telah dilakukan oleh dirinya hingga mempermalukan istrinya?


"Jangan sok amnesia! Mas Juna sudah membuat banyak tanda di tubuh ku, membuat aku malu di depan umum!"sambar Kinara dengan kilatan mata yang berapi-api.

__ADS_1


"Ohh..itu. Kenapa harus malu?"tanya Arjuna santai sambil mengubah posisi berbaring nya dari miring menjadi terlentang dan menjadikan kedua lengannya sebagai bantal nya.


"Tentu saja aku malu. Banyak orang yang melihat tanda yang Mas Juna buat,"ucap Kinara dengan wajah cemberut.


"Kamu kan, sudah menikah, wajar saja jika mempunyai tanda seperti itu. Kenapa harus malu?"tanya Arjuna masih dengan gaya yang santai menatap langit-langit kamarnya membuat Kinara semakin kesal.


"Mas Junaaaa..!!"pekik Kinara bangkit dari posisi berbaring nya kemudian duduk dan memukuli dada Arjuna untuk melupakan amarah dan kekesalan nya yang sudah ditahannya dari tadi pagi,"Ngeselin! Ngeselin! Ngeselin!"pekik Kinara sambil terus memukuli dada Arjuna. Namun tiba-tiba Arjuna menangkap kedua tangan Kinara dan memegangnya dengan kuat sehingga Kinara tidak bisa melepaskan pegangan tangan Arjuna.


Kamu ingin aku membuat tanda di mana lagi?"tanya Arjuna tersenyum smirk seraya menaik turunkan sebelah alisnya.


"Jangan macam-macam!"sergah Kinara dengan tatapan garang pada Arjuna.


Tanpa aba-aba Arjuna langsung mendorong Kinara hingga terlentang dan langsung mengungkung Kinara, memegangi kedua tangan Kinara untuk mengunci pergerakan Kinara.


"Mas Juna! Lepaskan!"sergah Kinara mencoba memberontak walaupun pergerakan nya telah dikunci oleh Arjuna.


Untuk sekian detik mata mereka saling bersiborok, hingga membuat jantung Kinara kembali berdetak kencang tidak beraturan. Tatapan tajam Arjuna dan senyum smirk yang terpatri di bibir pria itu membuat nyali Kinara menciut.


Perlahan Arjuna memagut bibir Kinara, menyesap, melum matt bahkan menggigit kecil bibir Kinara hingga wanita itu membuka mulutnya dan dengan cepat lidah Arjuna masuk dan membelit lidah Kinara. Jemari tangan Arjuna pun tidak tinggal diam, membuka satu persatu kancing baju piyama yang dikenakan Kinara dan membuka pengait bra yang dikenakan oleh Kinara.


Kinara yang terbuai dengan ciuman Arjuna hanya bisa melenguh saat ciuman Arjuna berpindah ke lehernya sedangkan tangan Arjuna sibuk bermain dengan kedua bukit kembar milik Kinara. Beberapa tanda merah kembali di buat Arjuna di leher Kinara, dan kali terlihat lebih jelas karena banyak yang berwarna merah keunguan.


Kinara meremas dan menjambak rambut tebal Arjuna saat lidah Arjuna sudah bermain di dua bukit kembarnya, membuat Kinara seperti cacing kepanasan,"Mass... ach.!"kata itu lolos begitu saja dari bibir Kinara yang mungil dan Arjuna pun menghentikan aksinya.


Arjuna menatap lekat manik mata Kinara yang terlihat sayu dengan napas yang tidak beraturan. Arjuna tersenyum tipis, mengusap lembut bibir Kinara.


"Kamu menikmatinya? Kamu menyukai nya, hemm?"tanya Arjuna dengan senyuman penuh arti menatap lekat manik mata Kinara, membuat Kinara memalingkan wajahnya yang memerah karena merasa malu.


Bagaimana tidak malu, seharian tadi dia sangat marah dan kesal karena Arjuna telah membuat banyak tanda di tubuhnya. Dan tanda yang dibuat Arjuna di lehernya, sukses membuat dirinya malu karena banyak orang yang sudah melihat tanda itu.

__ADS_1


Lalu bagaimana Kinara bisa marah pada suaminya ini? Dirinya malah pasrah, bahkan sangat menikmati saat Arjuna kembali melakukannya. Sekarang Kinara hanya bisa merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa menahan godaan dari Arjuna.


Arjuna kembali merapikan pakaian Kinara kemudian membawa Kinara dalam pelukannya. Mencium mesra kening Kinara kemudian mendekap erat tubuh Kinara. Menekan hassrat nya yang sudah naik karena ulahnya sendiri.


"Jika saja kamu tidak sedang datang bulan, aku akan menghabisi mu malam ini,"bisik Arjuna di telinga Kinara, membuat Kinara bergidik ngeri.


Untuk beberapa saat, Kinara tidak bisa berkata apa-apa. Namun tiba-tiba Kinara teringat dengan Doni,"Mas.!"panggil Kinara dalam dekapan Arjuna.


'Hum,"sahut Arjuna yang sudah memejamkan matanya.


"Tadi Doni mendatangi aku di tempat aku mengajar,"ucap Kinara memberitahu Arjuna, tidak ingin suaminya mengetahui kejadian tadi dari orang lain terlebih dahulu karena takut menyebabkan kesalah pahaman diantara mereka.


Arjuna menghela napas panjang masih mendekap Kinara,"Apa yang dia inginkan?"tanya Arjuna dengan perasaan tidak suka.


"Sama seperti sebelumnya, dia ingin aku ikut bersamanya dan kem..."Kinara menghentikan kata-katanya saat Arjuna tiba-tiba memotong kata-kata nya itu.


"Diam! Jangan bahas lagi tentang dia! Tidurlah! Atau aku akan membuat lebih banyak tanda di tubuh mu!"ancam Arjuna membuat Kinara tidak berani berkata apapun lagi. Menikmati pelukan suaminya yang terasa begitu hangat.


Sungguh Arjuna merasa kesal pada pria yang bernama Doni itu. Pria yang begitu gigih mengejar-ngejar istrinya. Entah apa yang harus dilakukan nya agar pria bernama Doni itu berhenti mengejar-ngejar istrinya.


...🌟"Saat kamu mencintai seseorang, maka akan sulit bagi mu untuk marah kepadanya....


...Nyatanya, cintamu mengalahkan segalanya, dan membuat mu mudah untuk memaafkan nya."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2