
"Apa kamu baik-baik saja?"tanya Arjuna saat polisi sedang meringkus segerombolan pria yang menyerang Kinara itu. Nampak kekhawatiran di wajah Arjuna dengan tatapan yang lembut dan penuh cinta pada Kinara.
"Iya, Mas. Aku baik-baik saja,"sahut Kinara dengan seulas senyum tipis diwajahnya.
Arjuna memperhatikan istrinya dari ujung rambut hingga ujung kaki, memastikan istrinya baik-baik saja, demikian pula dengan Agus yang mengkhawatirkan Kinara. Sedangkan Derry nampak kagum dengan wanita cantik yang tingginya hanya sebatas bahu Arjuna itu. Wanita yang pemberani, menghadapi tujuh orang pria sendirian.
"Syukurlah!"ucap Arjuna kemudian menarik Kinara dalam pelukannya, memeluk erat tubuh Kinara seolah takut kehilangan, dan sesekali mengecup puncak kepala Kinara. Kinara pun membalas pelukan suaminya dengan perasaan lega bercampur bahagia berhasil selamat dari segerombolan pria tadi.
Agus menghela napas lega melihat kakak iparnya baik-baik saja. Tersenyum tipis melihat sepasang suami-isteri itu sedang saling berpelukan. Seumur hidup, Agus baru kali ini melihat Arjuna memeluk seorang wanita.
Agus melihat betapa marahnya Arjuna tadi saat melihat Kinara dikeroyok oleh segerombolan pria tadi, sama seperti dirinya yang tidak terima Kinara dikeroyok oleh para pria tadi. Dan saat ini, Agus benar-benar percaya jika Arjuna sangat mencintai dan menyayangi Kinara. Tatapan mata yang penuh kekhawatiran bercampur cinta begitu terlihat jelas di mata Arjuna.saat ini.
Derry nampak terkejut melihat reaksi Arjuna yang seperti itu. Selama bersahabat dengan Arjuna, Derry juga belum pernah melihat Arjuna menatap wanita dengan tatapan penuh cinta, dan juga baru kali ini melihat Arjuna memeluk seorang wanita.
"Kita ke kantor polisi dulu, Mas,"ucap Agus membuat sepasang suami istri itu mengurai pelukan mereka.
"Dia siapa, Mas?"tanya Kinara saat melihat Derry.
"Oh, dia adalah temanku,"sahut Arjuna
"Derry,"ucap Derry seraya mengulurkan tangannya pada Kinara yang langsung disambut Kinara dengan seulas senyum.
"Kinara,"sahut Kinara ramah.
"Ini adalah istriku, Der,"ucap Arjuna pada Derry seraya memegang kedua lengan Kinara dari samping.
Setelah polisi meringkus para pria itu, Kinara, Arjuna , Agus dan Derry pun ikut ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian sekaligus membuat laporan secara tertulis tentang penyerangan terhadap Kinara.
Derry duduk di sebelah Agus yang sedang mengemudi, sedangkan Arjuna duduk di kursi belakang bagian penumpang bersama Kinara. Nampak Arjuna menggenggam tangan kanan istrinya di atas pahanya sendiri.
Setelah membuat laporan di kantor polisi keempatnya pun pulang ke rumah.Di dalam mobil, Arjuna tetap menggenggam tangan Kinara dengan hangat.
"Ternyata ilmu beladiri Mbak Kinara tidak bisa dianggap sepele, ya? Mbak Kinara mampu melawan tujuh orang pria sendirian,"puji Agus seraya melirik sekilas Kinara dari kaca spion yang ada di dalam mobil.
"Jangan terlalu memujiku, Gus! Jika kalian tidak segera datang, aku pasti sudah tidak berkutik melawan mereka,"ucap Kinara tersenyum tipis.
"Mbak Kinara terlalu merendah. Aku tadi melihat gerakan Mbak Kinara begitu lincah melawan mereka dan sama sekali tidak terlihat kewalahan,"puji Agus lagi yang tadi memang melihat Kinara belum terlihat kewalahan.
__ADS_1
"Olehnya baru, Gus,"sahut Kinara. Sedangkan Derry hanya tersenyum tipis mendengar pembicaraan Agus dan Kinara.
"Oh ya, Mas Juna nggak balik ke kantor?"tanya Kinara mendongakkan kepalanya menatap wajah Arjuna.
"Tidak,"sahut Arjuna tersenyum tipis menatap Kinara seraya mengelus kepala Kinara dengan lembut.
"Ternyata balok es itu bisa bersikap lembut dan mesra juga,"gumam Derry tersenyum tipis saat melihat perlakuan Arjuna pada Kinara melalui kaca spion dalam mobil.
"Mas Derry bilang apa?"tanya Agus melirik Derry sekilas karena mendengar Derry bergumam.
"Tidak apa-apa,"sahut Derry dengan seulas senyum di bibirnya.
Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya keempat orang itu pun tiba di rumah. Arjuna meminta Bik Iyem untuk mengantar Derry ke kamar tamu. Agus pun langsung menuju ke kamarnya, begitu pula dengan Kinara dan Arjuna.
"Bersihkan diri mu!"ucap Arjuna mengelus kepala Kinara, setelah mereka berada di dalam kamar.
"Hum,"sahut Kinara bergegas menuju kamar mandi setelah mengambil pakaian ganti.
Arjuna melepaskan kemejanya hingga hanya menyisakan singlet ketat yang melekat di tubuhnya, menampilkan bentuk tubuhnya yang proposional. Arjuna membuka pintu balkon kamarnya dan berdiri di dekat pagar pembatas balkon.
"Aku yakin perempuan yang membayar para bajingan itu adalah Rania. Aku tahu setelah membuat keributan di tempat kerja Kinara, Rania menyewa pengacara handal. Dan dia pasti bisa bebas hanya dengan membayar uang denda saja. Aku tidak akan tinggal diam jika dia berusaha menyakiti Kinara lagi,"gumam Arjuna memegang erat pagar pembatas balkon itu seolah ingin meremukkan pagar itu.
'Mas, aku sudah selesai,"ucap Kinara berdiri di depan Arjuna.
Arjuna mengernyitkan keningnya mengalihkan pandangannya dari layar handphonenya ke wajah Kinara,"Sudah selesai apa?"tanya Arjuna menatap lekat Kinara yang polos tanpa makeup, tapi tetap terlihat cantik, apalagi dengan rambut setengah kering yang nampak acak-acakan tapi malah terlihat cantik di mata Arjuna.
"Sudah selesai mandi, Mas nggak ingin mandi?"tanya Kinara mendongakkan kepalanya menatap wajah Arjuna.
"Mau,"sahut Arjuna kemudian berlalu menuju kamar mandi.
"Memangnya dia pikir aku selesai apa?" gumam Kinara setelah Arjuna masuk ke kamar mandi, mengingat pertanyaan Arjuna tadi. Sesaat kemudian Kinara membulatkan matanya,"Apa yang dia pikirkan adalah.. aku selesai datang bulan?"gumam Kinara langsung menutup mulutnya dengan wajah memerah.
Dengan rambut yang hampir kering dan pakaian santai berupa kaos oblong yang dipadukan celana pendek dibawah lutut, Kinara berjalan ke arah dapur.
"Eh, pada ngumpul di sini,"ucap Kinara saat melihat Agus dan Derry sedang duduk di ruang makan sambil memakan anggur ditemani air putih.
"Iya, nich, Mbak,"sahut Agus menatap Kinara yang berjalan menuju lemari es.
__ADS_1
Derry nampak kagum melihat Kinara dengan wajah polos tanpa makeup dan rambut yang tergerai indah. Rambut Kinara yang panjangnya mencapai pinggang itu terlihat tebal. Saat berpakaian dinas tadi, Kinara menyanggul rambutnya, jadi Derry baru tahu saat ini jika rambut Kinara panjangnya mencapai pinggang.
"Mbak mau ngapain?"tanya Agus yang melihat Kinara mengeluarkan buah-buahan dari dalam lemari es.
"Mau bikin jus buah buat Mas Juna,"sahut Kinara tanpa menatap Agus.
"Mau juga dong, Mbak!"ucap Agus antusias.
"Oke, aku buatkan sekalian,"sahut Kinara yang mulai membuat jus buah.
"Mbak, Mbak Kinara belajar ilmu beladiri di mana?"tanya Agus menatap Kinara yang sedang membuat jus buah.
"Dari almarhum ayahku,"sahut Kinara.
"Ayah Mbak Kinara pasti jago beladiri,"ucap Agus.
"Lumayan,"sahut Kinara tersenyum tipis.
Setelah selesai membuat empat gelas jus buah, Kinara memberikan dua gelas untuk Agus dan Derry, kemudian membawa dua gelas yang lain ke kamarnya.
"Pantas Arjuna yang sedingin es balok itu mencair. Dia punya istri yang cantik seperti boneka Barbie,"ujar Derry setelah Kinara jauh dari mereka.
"Walaupun Mbak Kinara cantik, Mas Juna juga nggak akan meliriknya jika Mbak Kinara bukan gadis yang sudah menolong Mas Juna. Awal mereka menikah , Mas Juna bersikap sangat dingin pada Mbak Kinara,"sahut Agus kemudian meminum jus buah yang dibuatkan Kinara.
"Iya, Arjuna memang dingin pada semua wanita, dan baru hari ini aku melihat Arjuna bersikap hangat pada seorang wanita,"sahut Derry.
...π"Jangan tanyakan mengapa hati mencintai, ...
...karena cinta datang dan pergi tanpa disadari."π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
.
.
__ADS_1
To be continued