Tulang Rusukku

Tulang Rusukku
Babak Belur


__ADS_3

Tujuh orang pria yang baru turun dari mobil itu semakin mendekat pada Kinara. Kinara tetap berusaha bersikap tenang, walaupun dirinya memiliki ilmu beladiri diri yang lumayan tinggi, tapi tujuh orang pria tidak bisa diremehkan. Apalagi Kinara tidak tahu kemampuan ilmu beladiri mereka.


"Hai, cantik! Kok panas-panasan? Banyak debu begini malah berdiri di tepi jalan. Masuk ke mobil Abang, yuk! Di dalam sana adem, loh!"ujar seorang pria berkumis menatap Kinara dari unjung rambut sampai ujung kaki dengan senyum dan tatapan liar.


"Iya, cantik. Mending ikut kami! Nanti kita bisa bersenang-senang,"ucap pria yang rambutnya seperti kemoceng karena di cat dengan beberapa macam warna.


"Kami jamin kamu bakalan senang dan puas jika ikut bersama kami,"ucap pria bertato.


"Ah, aku benar-benar sudah tidak sabar untuk menyentuh kulitnya yang putih mulus itu,"


Dia lebih cantik dari yang kita bayangkan, bro,"


"Udah, sikat aja! Dapat bayaran, dapat bonus enak-enak juga,"


Itulah kata-kata yang keluar dari mulut para pria itu. Tujuh pria itu menatap Kinara dengan tatapan mesum, membuat Kinara merasa jijik. Kinara nampak tenang, namun tatapan matanya begitu tajam, dan wajahnya memancarkan aura dingin. Mereka semakin dekat dengan Kinara, saat pria bertato mengulurkan tangannya ke wajah Kinara, Kinara langsung menepis tangan pria itu.


"Jangan jual mahal, cantik!"ucap pria itu kembali mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Kinara.


"Plak! Bugh!"Kinara menepis tangan pria itu dan langsung menendang pria itu hingga pria itu terhuyung ke belakang.


"Wow! Ternyata kelinci kecil ini bisa menendang juga,"sahut si pria yang rambutnya seperti kemoceng.


"Wahh.. seru ini,"ucap pria berkumis tersenyum penuh makna. Sedangkan pria bertato nampak meringis setelah di tendang Kinara tadi.


"Aku suka perempuan yang tidak lemah,"ujar pria berkumis, menatap Kinara dengan senyum smirk.


Pria berkumis itupun berusaha menyentuh dada Kinara, tapi Kinara langsung menepis tangan pria itu. Kinara menendang pria itu, namun pria berkumis itu dapat menghindarinya. Akhirnya terjadi perkelahian antara pria berkumis dan Kinara.


Melihat pria berkumis tidak kunjung bisa melumpuhkan Kinara, pria berambut kemoceng pun ikut menyerang namun nampaknya Kinara masih bisa mengatasi kedua pria itu. Akhirnya pria bertato pun ikut menyerang Kinara, sedang empat pria lainnya masih belum bertindak.

__ADS_1


Kinara menendang ulu hati pria berkumis hingga pria itu membungkuk, kemudian menendang pria berambut kemoceng di samping pria berkumis. Kinara melompat di atas punggung pria berkumis yang masih membungkuk menahan sakit, saat pria bertato menyerangnya, Kinara menendang pria bertato itu dari atas punggung pria berkumis.


Melihat ketiga temannya kewalahan menghadapi Kinara, keempat temannya pun bersiap-siap ikut maju. Kinara mengatur napasnya dan bersiap-siap menghadapi ke tujuh pria itu. Terjadilah pengeroyokan pada Kinara oleh ketujuh pria itu. Walau demikian, Kinara masih bisa menyerang dan menghindari serangan tujuh pria itu.


Dari kejauhan, sebuah mobil nampak semakin dekat dengan para pria yang yang sedang mengeroyok seorang Kinara itu,"Mas Juna, di depan itu ada perkelahian. Sepertinya itu..."kata-kata Agus menggantung dan matanya membulat saat mereka semakin dekat dengan orang-orang yang mengeroyok seseorang itu. Agus bisa melihat siapa yang sedang berkelahi. Arjuna yang melihat ke depan pun ikut membulatkan matanya saat melihat siapa yang sedang berkelahi.


"Shitt!"umpat Agus dan Arjuna bersamaan, membuat Derry bingung. Belum sempat Derry bertanya, tiba-tiba Agus menginjak pedal gas mobil nya dan mengerem mendadak di depan orang-orang yang sedang berkelahi itu. Tepatnya segerombolan orang yang sedang mengeroyok wanita yang tidak lain adalah Kinara.


Arjuna dan Agus langsung keluar dari dalam mobil dengan rahang yang mengeras dan mata yang penuh dengan amarah. Mereka langsung menyerang segerombolan pria yang sedang mengeroyok Kinara itu. Derry yang melihat itu pun akhirnya ikut turun dari mobil dan ikut menyerang segerombolan pria itu.


Sesaat perkelahian itu terhenti karena kemunculan Arjuna, Agus dan Derry. Mereka akhirnya berbaris menjadi dua kubu. Kubu tujuh pria itu dan kubu Arjuna dengan Kinara yang berdiri di antara Agus dan Arjuna, sedangkan Derry berdiri di samping Arjuna.


"Mas Juna,"gumam Kinara menatap suaminya, namun Arjuna menatap ke arah para pria yang baru saja menyerang Kinara dengan aura dingin dan tatapan membunuh.


"Setan alas! Siapa kalian? Jangan ikut campur urusan kami! Atau kami akan membuat kalian babak belur,"sergah pria berkepala plontos.


"Siapa kalian berani mengusik wanitaku?"sahut Arjuna dengan suara menggelegar, tatapannya tajam berkilat penuh amarah, dan tangannya mengepal erat hingga urat-urat di lengannya menonjol.


Arjuna dan Agus nampak seperti orang kesetanan, keduanya menghajar siapa saja yang menjadi musuh tanpa ampun. Setelah beberapa saat bertarung, pihak pria berkepala plontos pun nampak kewalahan menghadapi pihak Arjuna hingga akhirnya mereka pun tumbang..


Agus dan Arjuna langsung mengejar beberapa orang pria yang berusaha kabur dan menghajar mereka secara membabi-buta. Akhirnya ketujuh pria itu pun terkapar di pinggir aspal dengan wajah dan tubuh yang babak belur. Ada yang tangannya patah, ada pula yang kakinya patah, bahkan ada yang giginya lepas karena dipukul oleh Arjuna dan Agus.


"Berani sekali kalian menyerang wanitaku! Apa kalian sudah bosan hidup, hah?!"bentak Arjuna seraya menginjak kepala pria plontos, sedangkan Agus menendang dan menginjak siapa saja yang berani beranjak dari tempatnya.


"Ka.. kami hanya di suruh orang,"ucap pria berkepala plontos seraya menahan sakit karena diinjak oleh Arjuna.


"Siapa yang menyuruh kalian? Katakan!" bentak Arjuna penuh emosi.


"Kami tidak tahu. Seorang perempuan mendatangi kami, memberikan sejumlah uang untuk mencelakai guru itu,"jawab pria berkepala plontos.

__ADS_1


"Bagaimana ciri-ciri perempuan itu?"tanya Arjuna lagi, masih menginjak kepala pria plontos itu.


"Saya tidak tahu, dia memakai topi dan masker yang menutupi wajahnya,"sahut pria plontos.


"Menyuruh kalian mencelakai bagaimana maksudnya?"tanya Agus yang juga masih emosi.


"Kami di suruh memperkossa guru itu,"jawab pria plontos itu membuat Arjuna semakin murka.


"Dasar brengseek!!"umpat Arjuna kembali menghajar tujuh pria yang sudah tidak berdaya itu bergantian, begitu pun Agus yang juga kembali menendang para pria itu.


"Mas, sudah, Mas!"ucap Kinara memegang lengan Arjuna, kemudian memeluk pria yang sedang emosi itu.


"Berdiri kalian semua!"bentak Agus,"Jika tidak.. Aku akan menghajar kalian sampai mati,"ancam Agus.


Dengan susah payah ketujuh pria itu pun berdiri dan tanpa di duga, Agus menendang pangkal paha para pria itu satu persatu hingga mereka menjerit menahan sakit. Belum puas dengan itu, Agus kembali menendang mereka hingga terguling.


"Ampun!"


"Ampuni kami!"


Teriak para pria itu, sedangkan Derry bergidik ngeri saat melihat bagaimana segerombolan pria itu babak belur dihajar Agus dan Arjuna. Kedua saudara sepupu itu benar-benar membuat wajah ke tujuh pria itu bengkak, lebam dan penuh darah.


Tak lama dua orang dari bengkel yang ditelpon Kinara pun datang. Mereka bergidik ngeri saat melihat tujuh pria yang nampak babak belur. Mereka pun cepat-cepat pergi dari tempat itu membawa motor Kinara. Dan polisi yang ditelpon Kinara pun sampai sesaat setelah dua orang pria dari bengkel tadi pergi.


...🌸❤️🌸...


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2