Tulang Rusukku

Tulang Rusukku
Tidak Bisa Tidur


__ADS_3

❤️ Yang belum dewasa, jomblo, dan belum memiliki pasangan halal, harap menepi dengan ikhlas hati dan sadar diri. Adegannya agak-agak 🍍🍍🍍🍍🍍. Happy reading!! ❤️


Kinara terlelap dalam dekapan Arjuna. Wajahnya terlihat sangat lelah, dan semua itu karena ulah Arjuna. Pria itu memanfaatkan situasi dengan baik dan membuat kesepakatan dengan istrinya sendiri, hingga Kinara tidak bisa berkutik, tidak bisa menolak, apalagi protes dengan apa yang diperintahkan oleh Arjuna.


Beberapa jam yang lalu.....


Setelah Kinara setuju akan melakukan apa yang diinginkan nya, Arjuna pun beranjak untuk duduk,"Oke, kamu sudah siap melakukan apa yang aku perintahkan?"tanya Arjuna menatap lekat pada Kinara.


"Iya, aku siap,"jawab Kinara tegas ikut beranjak dari posisinya berbaring kemudian duduk, menatap suaminya dengan wajah serius, menunggu apa yang akan diperintahkan oleh suaminya.


Arjuna menatap lekat manik mata Kinara, kemudian berkata,"Puaskan aku!"


Dua kata yang terlontar dari mulut Arjuna itupun sukses membuat Kinara membulatkan matanya. Dan dengan susah payah Kinara menelan salivanya sendiri. Kinara ingin lebih memastikan apa yang di maksud dari dua kata yang dilontarkan oleh Arjuna itu,"Ma.. maksud Mas Juna?"tanya Kinara terbata-bata.


Arjuna bersandar di headboard ranjang dengan melipat kedua lengannya di depan dada, kemudian berkata,"Untuk menghilangkan kekesalan ku, kamu harus membuat aku puas. Kali ini aku hanya akan diam dan melihat bagaimana cara kamu membuat aku mendapatkan pelepasan,"ucap Arjuna membuat Kinara menunduk, tidak bisa mengucapkan sepatah katapun lagi.


Selama mereka menikah, Arjuna lah yang selalu memimpin pergulatan panas mereka di atas ranjang. Tapi kali ini Arjuna meminta dirinya agar memimpin pergulatan panas mereka dan membuat Arjuna mendapatkan pelepasan. Membayangkan nya saja sudah membuat Kinara malu, apalagi melakukannya.


"Kenapa? Kamu menyerah sebelum berperang? Dugaan ku memang benar, 'kan? Kamu tidak sanggup melakukan nya?"cecar Arjuna membuat Kinara semakin menunduk dan meremas ujung bajunya.


"Sudahlah! Kamu tidak akan mampu melakukannya. Tidurlah! Dan jangan pernah pulang jika aku tidak menjemput kamu,"ujar Arjuna bersiap untuk membaringkan tubuhnya.


Namun tanpa diduga Arjuna, Kinara menarik kaos oblong yang dipakai Arjuna, kemudian menarik tengkuk Arjuna dan langsung mencium bibir Arjuna dengan agresif. Arjuna sempat terkejut dengan aksi Kinara, namun sesaat kemudian langsung memejamkan matanya dan membalas ciuman Kinara.


Mengesampingkan rasa malunya, Kinara menyesap, melum Matt , bahkan menggigit bibir Arjuna dan perang lidah pun terjadi diantara mereka. Kinara bahkan naik ke atas paha Arjuna dan duduk berhadapan dengan Arjuna tanpa melepaskan tautan bibir mereka.


Untuk sesaat Kinara melepaskan pagutannya untuk mengirup udara kemudian kembali memagut bibir Arjuna. Tangan Kinara pun menyelusup kedalam kaos oblong yang dikenakan oleh Arjuna. Bibir Kinara turun ke area leher Arjuna, menyesap dan menggigit leher Arjuna. Sedangkan tangan Kinara meraba perut dan dada Arjuna yang berotot.

__ADS_1


Setelah puas meraba dada dan perut Arjuna, jemari tangan Kinara pun turun ke bawah perut Arjuna dan mengelus sesuatu yang sudah sangat keras di bawah sana dengan bibir yang terus bermain di leher Arjuna. Sedangkan Arjuna pun tidak tinggal diam, jemarinya juga sibuk bergerilya lalu berlabuh pada dua bukit kembar Kinara dan bermain-main disana.


"Ughh...! Ra..!"suara yang terdengar berat dan penuh hasraat itu pun lolos dari mulut Arjuna saat dengan nakalnya jemari tangan Kinara menyusup. masuk kedalam celana pendek Arjuna, mengeluarkan benda yang sudah mengeras sempurna itu dari dalam penutupnya dan mengelusnya.


Satu persatu kain yang melekat di tubuh sepasang suami-istri itu pun terlepas dan Kinara masih dalam posisi yang sama yaitu duduk diatas paha Arjuna dan menghadap ke arah pria itu.


"Ra, lakukan, Ra! Aku sudah tidak tahan lagi,"pinta Arjuna dengan wajah yang memerah, suhu tubuh yang semakin panas dan mata yang berkabut hassrat.


Mengerti dengan apa yang diinginkan oleh suaminya, Kinara pun bersiap untuk memulai penyatuan mereka. Saat tubuh mereka menyatu sempurna, mereka pun merasakan sensasi yang berbeda dari sebelumnya. Kinara pun mulai bergerak untuk mencari kenikmatan membuat Arjuna mende sah dan melenguh merasakan setiap pergerakan yang dilakukan oleh Kinara.


Malam itu Kinara yang memimpin pergulatan mereka, hingga Arjuna mendapatkan pelepasan. Namun setelah Kinara berhasil membuat nya mendapatkan pelepasan, Arjuna malah membalikkan posisi mereka dan mengungkung Kinara. Arjuna kembali mengulangi kegiatan panas mereka dan kali ini Arjuna lah yang memimpin hingga keduanya kembali mendapatkan pelepasan.


Arjuna mengusap peluh yang membasahi wajah cantik istri nya. Senyuman pun tersungging di bibirnya,"Malam ini kamu benar-benar hebat. Terimakasih!"ucap Arjuna menciumi wajah Kinara kemudian mengecup bibir Kinara beberapa kali. Kinara hanya menyunggingkan senyum tipis seraya menutup matanya sebentar sebagai isyarat jawaban iya pada Arjuna.


Arjuna membaringkan tubuhnya di samping Kinara, kemudian membawa Kinara dalam dekapannya. Kinara benar-benar merasa sangat lelah setelah kegiatan panas mereka hingga akhirnya terlelap dalam dekapan Arjuna.


Beberapa waktu yang lalu, ibu Kinara mendengar suara-suara yang mengusik telinga, dan suara itu berasal dari kamar anak dan menantunya. Sudah dapat dipastikan bahwa suara-suara itu adalah suara dua insan yang sedang memadu kasih, mencari kenikmatan surga dunia.


Suara-suara dua insan yang sedang melakukan penyatuan itu sukses membuat tubuh wanita yang sudah menjanda puluhan tahun itu meremang dan otaknya menjadi traveling kemana-mana tanpa bisa dikendalikan nya. Kamar yang tidak kedap suara, membuat suara orang didalamnya pun dapat terdengar dari luar kamar.


Walaupun sudah berusaha menyembunyikan seluruh tubuhnya di dalam selimut, menutup telinganya dengan jari tangannya, bahkan menutup wajahnya dengan bantal, suara anak dan menantunya yang sedang melakukan penyatuan itu masih saja terdengar, membuat ibu Kinara tidak bisa tidur.


Karena itulah, wanita paruh baya itu merasa lega saat suara-suara itu sudah tidak terdengar lagi. Dan akhirnya wanita paruh baya itu pun bisa memejamkan matanya dan tak lama kemudian terlelap.


Sementara itu ditempat lain, nampak sebuah kamar yang berantakan bagaikan kapal pecah. Seprei berantakan, bantal, guling, lampu tidur, alat make-up dan masih banyak barang yang lain nampak berserakan di atas lantai. Seorang wanita nampak menangis di samping ranjang.


"Aku tidak rela kamu menikah dengan orang lain! Aku ingin kamu menjadi milikku! Hanya milikku!"teriak wanita yang tak lain adalah Rania.

__ADS_1


Beberapa jam yang lalu, Rania yang sedang berada di sebuah restoran, tanpa sengaja mendengar pembicaraan para wanita yang merupakan teman-teman sekolah nya dulu.


"Istri Arjuna benar-benar cantik,"


"Bahkan kecantikan Rania tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan istri Arjuna,"


"Pantas saja, dia menolak semua wanita yang mendekatinya,"


"Aku dengar Arjuna sudah berjanji menikahi wanita itu sejak tiga belas tahun yang lalu,"


"Jadi ceritanya cinta masa kecil?"


"So sweet banget, ya? Selama itu Arjuna selalu setia pada wanita itu,"


"Iya. Dan Rania dengan tidak tahu malunya bersikap seolah-olah dia adalah wanita yang dicintai oleh Arjuna dan mengancam serta melabrak semua wanita yang mendekati Arjuna,"


"Iya. Padahal Arjuna juga tidak pernah menggubris dia,"


Itulah kata-kata teman-teman nya dulu, dan hal itu benar-benar membuat Rania merasa marah, benci dan juga tidak terima akan kekalahan nya yang tidak bisa memiliki Arjuna. Karena itu lah Rania melampiaskan kekesalannya pada semua perabot yang ada di dalam kamarnya.


...🌟"Apa yang tidak ditakdirkan untukmu, maka itu tidak akan pernah bisa menjadi milikmu."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2