Tulang Rusukku

Tulang Rusukku
bab 5


__ADS_3

zahra dan azmi pun sampai di depan tumah dara,azmi bergegas membuka pintu mobil dan berlari menemui dara,di ikuti zahra di belakangnya dengan langkah yg begitu cepat.


azmi melihat dara yg sedang terbaring di sofa panjang yg berada di ruangan tengah rumah dara,azmi langsung duduk berlutut di sebelah kepala dara tepat di bawah sofa yg di tiduri dara.


"dar...bangun dar?"azmi mengelus lembut pipi dara


"mi boleh aku lihat kondisi dara" zahra meminta ijin pada azmi diapun duduk di sebelah dara yg sedang terbaring,dengan pengetahuan medis yg zahra miliki zahrapun mulai memeriksa dara walau tanpa alat medis


"bagai mana dar?"tanya azmi dengan nada cemas


"lebih baik kita bawa dara kerumah sakit mi" ucap zahra sambil memegang tangan dara


"ya sebaiknya seperti itu,saya hawatir karna tafi saya menemukan neng dara dengan darah yg banyak di sekitar mulut dan hidungnya,neng dara tergeletak di pinggir rumahnya,lalu saya berlari meminta bantuan setelah melihat keadaan neng dara"ucap ibu yg menolong dara


"kira2 sudah berapa lama bu dara pingsan"tanya zahra


"saya kurang tau dia terjatuh dari kapan cuma saya mau pinjam tangga pas lihat neng dara disamping rumah sudah berlumuran darah,saya kaget saya minta tolong lalu mencari hp neng dara untuk menelpon a azmi"


jelas ibu yg tinggal di pinghir rumah dara dan dia pun tau kedekatan dara dan azmi,makanya dia mengambil hp milik dara dan mencari no azmi karna tidak mungkin jika menghubingi ayah dara sebab ayah dara berada di luar kota.


dan tidak sulit unyuk ibu itu mencari no azmi karna memang dara menyimpan nomornya dengan nama Kekasih ku.


terlihat mata azmi yg berkaca2 melihat kondisi dara,dia merasa bersalah karna dia malah bersenang senang menghabiskan waktu bersama zahra sedangkan dara kekasihnya tida ia hiraukan atau tanyakan kabarnya dari semalam .


"mi sebaiknya kamu cari jaket untuk dara,kita bawa dia ke rumah sakit"ucap zahra menyuruh azmi


azmi pun bangun dari dudiknya dan segera masuk kedalam kamar dara dan mencari jaket untuk dara ya karna saat itu dara hanya mengenakan dres tidur selutut tanpa lengan.


tabutuh waktu lama azmi memberikan jaket pada zahra dan memakaikannya pada dara,azmi pun menggendong dara membawanya masuk kedalam mobil zahra,.


"biar aku yg bawa mobil mi,kamu temani dara di belakang"


perintah zahra pada azmi dan azmi pun menurutinya tanpa banyak bicara karna dia begitu panik melihat keadaan dara


ta butuh waktu lama merekapun sampai di rumah sakit karna memang rumah dara berada dipusat kota dan dekat dengan rumah sakit,mereka segera membawa dara kedalam ruangan UGD


###


azmi terlihat begitu sangat cemas menunggu dara di depan pintu UGD.


"mi sebaiknya kamu hubungi orang tua dara"


zahra mengelus pundak azmi yg sedari tadi terduduk sambil menundukan kepalanya

__ADS_1


azmipun bergegas mengambil hp dara di dalam saku celananya dan mencari kontak yg bernama papah.


"mi aku solat dulu ya ,soalnya sudah masuk dzuhur"


pamit dara pada azmi,dan azmi hanya menganggukan kepalanya


zahrapun berjalan menuju mushola


"baru kali ini azmi mangacuhkanku tidak menjawab pertanyaanku mengabaikan perkataanku,sebegitu paniknya dia pada dara"batin zahra memikirkan azmi


"ah apa sih dara kan memang kekasih azmi jadi pantas jika azmi khawatir padanya"bisik zahra pelan sambil membuka jam mungil ditangannya.


#####


dokterpun keluar dari ruangan UGD tanpa menjelaslan apapun kondisi dara dan keadaan dara.dia hanya mengijinkan azmi untuk menemui dara didalam rumahnya.karna memang saat dara sadar dia tidak memperbolehkan dokter menjelaskan kondisinya pada siapapun selain pada orangtuanya.


azmi pun masuk kedalam ruangna dengan langkah yg cepat dan menghampiri dara yg sesang terbaringg lemas


"kamu itu kenapa sih sayang"tanya azmi hawatir pada dara sambil mengecup kening dara da mengelus lembut pipinya


"aku baik2 saja sayang..."dara menjawab disertai senyuman manis di bibirnya


"aku sudah menelpon papahmu,dan dia bilang akan sampai d bandung mungkin malam karna dia bawa mobil sendiri"


" kamu itu sebenarnya kenapa sih dar"tanya azmi yg masih penasaran dengan kondisi dara


"aku baik2 saja,cuman tadi kecapean dan sedikit kurang enak badan,jadi kamu tidak usah hawatir berlebihan"jelas dara dengan suara pelan karna memang kondisinya masih lemah


"maaf pa budara akan di pindahkan keruangan rawat inap"ijin suster yg akan memindahkan dara keruangan rawat inap


azmi pun keluar dari ruangn ugd dan pikirannya terlintas pada zahra yg tadi menemaninya


"zahra...."batinyya menyebut nama zahra,azmi pun seketika mencari zahra di setiap sudut lorong rumah sakit.


"azmi..."


suara yg ta asing terdengar di telinganya azmi seketika melihat kearah suara itu


"zar kamu dari mana"azmi berlari kecil menghampiri zahra


"kamu ngapain cari aku bukannya kamu sedang menemani dara"zahra terheran dengan sikap azmi yg tadi tidak menghiraukan adanya zahra dan sekarang panik mencari zahra.


"zahra barusan dipindahkan ke ruangan raeat inap,lalu aku ingat bu bidan cantik yg sedari tadi nemeninku ga ada"azmi masih saja bisa membuat zahra tersenyum

__ADS_1


"aku kan tadi pamit solat dzuhur"


zahra mengambil kunci mobil dari tasnya dan memberikannya pada azmi


"apa ini za?aku masih mau menemani sara sampai ayahnya datang,jika kamu mau pulang,pulang lah maaf aku tidak bisa mengantar mu."


azmi mengembalikan kunci pada tangan zahra


"bukan mi,aku bukan mengajak mu pulang,peganglah dan pakai lah,untukmu nanti pulang"


jelas dara pada azmi dengan senyim manisnya


"aku bisa naik ojeg za dan..."


"zahra..."


panggil seseorang berbadan tegap di lorong rumah sakit dan melambaikan tangannya pada zahra


"tuh mas dani sudah menjemputku,jadi kamu bawa saja mobilku ya.tadi mas dani menelponku dan aku menjelaskan semuanya.aku pulang dulu ya mi"


pamit zahra pada azmi dan membalas lambaian tangan mas daninya itu.


zahrapun melangkah meninggalkan azmi dan menghampiri pria berbadan tinggi tegap itu,lalu dani mun menggandeng tangan zahra merekapun pulang meninggalkan rumasakit.


"muak rasanya aku melihat mereka bergandengan tangan,andai dari dulu aku menyatakan perasaanku pada zahra.." batin azmi berkata


lalu kembali menemui dara di dalam ruangannya.


"neng apa kamu tida bisa diam rumah,?besokkan hari lamaran mu"


"iya mas maaf tadi azmi kerumahku dan ta lama ada tlfon dari dara bahwa ternyata dia tidak sadatkan diri,dan ternyata yg menelpon bukan dara melainkan tetangga rumahnya"


jelas zahra dengan sedikit perasaan tegang karna dani pasti memarahinya


"mas marah?"tanya zahra ragu


dani hanya menggelengkan kepala


"mas tidak mau merusak momen bahagia kita neng besok,makanya mas tidak mau berdebat dengan mu.dan mas peringati ini terakhirkali kamu jalan dwngan azmi" dani mengingatkan zahra tanpa melihat kearahnya


zahra hanya menganggukan kepalanya...


"benar dugaan azmi" ucap batin dara mengingat perkataan azmi bahwa dia tidak akan bisa mengajak zahra jalan setelah dilamar mas dani.

__ADS_1


__ADS_2