
"Aku datang ke kota ini karena ingin membantu Rania bebas dari hukuman,"sahut Derry serius.
"Jika begitu, kamu harus bersiap-siap berhadapan dengan ku,"ucap Arjuna menatap tajam pada Derry.
"Maksud mu?"tanya Derry mengernyitkan" keningnya.
"Rania membuat keributan di sekolah itu karena mendatangi istri ku,"ucap Arjuna masih menatap tajam Derry.
"Apa? Ja.. jadi wanita yang diusik Rania itu adalah istri kamu?"tanya Derry nampak terkejut.
Derry tidak menyangka setelah Rania kembali dari luar negeri, Rania akan langsung melabrak istri Arjuna. Derry berpikir jika Rania belum tahu kabar tentang Arjuna yang sudah menikah, karena Rania sedang berada di luar negeri. Apalagi, hanya beberapa orang saja yang mengetahui jika Arjuna sudah menikah, dan salah satunya adalah dirinya.
"Jika kamu berusaha menolongnya, kamu harus berhadapan dengan ku,"ucap Arjuna mengulangi kata-kata nya tadi,"Jika kamu membantu Rania demi cinta, aku pun akan melindungi Kinara demi cinta,"ucap Arjuna tegas tanpa keraguan.
Derry tertunduk, dia memang mencintai Rania, tapi tidak mungkin melawan Arjuna yang notabene adalah sahabatnya sendiri. Apalagi Arjuna sudah sangat berjasa padanya karena sudah banyak membantunya.
Derry perlahan mengangkat kepalanya menatap Arjuna,"Memang benar katamu, aku mencintai Rania, tapi aku tidak akan melawan sahabat ku sendiri. Kamu yang selalu ada saat aku dalam kesulitan, jadi aku tidak akan melakukan hal yang tidak kamu sukai,"ucap Derry serius.
"Kamu boleh mencintai seseorang, tapi jangan sampai rasa cintamu membutakan hati mu. Jangan pernah membenarkan tindakan yang salah, dan menyalahkan tindakan yang benar hanya demi cinta,"ujar Arjuna seraya menghela napas kasar.
"Maafkan aku, Jun! Aku sempat berpikir akan membujuk orang yang telah melaporkan Rania agar orang itu mau mencabut laporannya,"ujar Derry jujur.
Arjuna menghela napas panjang,"Sayang sekali, orang seperti mu jatuh cinta pada wanita seperti Rania. Kamu seharusnya mendapat wanita yang lebih baik dari Rania,"ucap Arjuna tak berdaya.
"Bukan pinang dibelah dua, kalau sudah cinta, mau bilang apa?"ucap Agus membuang napas kasar.
"Kamu mencintai dia dalam diam, apakah selamanya akan seperti ini?"tanya Juna nampak prihatin.
"Aku merasa tidak pantas menyatakan cintaku padanya, Jun. Aku tidak sederajat dengannya,"ujar Derry menghela napas berat.
"Ohh, jadi ceritanya Cilacap, to,"sahut Agus membuat Arjuna dan Derry menoleh pada Agus.
"Cilacap?"tanya Derry seraya mengernyitkan keningnya.
"Iya, Mas. Cilacap : Cinta lama gagal terucap,"jawab Agus sambil nyengir, membuat Arjuna membuang napas kasar.
"Bisa saja kamu, Gus. Tapi benar,"ucap Derry tersenyum masam seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Jika kamu merasa tidak pantas bersanding dengan dia, lebih baik kamu lupakan dia, Der. Aku sebenarnya tidak rela jika kamu berhubungan dengan Rania. Dari sifat dan tingkah lakunya, menurut ku, Rania bukan tipe wanita yang bisa dijadikan istri yang baik,"ujar Arjuna mengemukakan pendapatnya.
"Aku sudah berusaha, Jun, tapi belum bisa. Aku juga tidak tahu, kenapa aku mencintai dia,"sahut Derry tersenyum, tapi terlihat tidak bahagia.
"Cinta memang buta,"sahut Agus dengan ekspresi tidak berdaya.
"Mumpung kamu sedang di kota ini, ayo kita makan siang bersama! Kita makan di restoran favorit kita dulu,"ajak Arjuna mengalihkan pembicaraan.
"Oke. Kapan lagi bisa ditraktir sama bos pengusaha furniture,"sahut Derry yang sejenak melupakan masalah Rania.
"Kebetulan aku juga sudah lapar, Mas Juna,"sahut Agus antusias.
Akhirnya ketiga pria itu pun pergi ke sebuah restoran untuk makan siang. Karena Derry tidak membawa kendaraan, dia pun menumpang di mobil Arjuna yang dikendarai oleh Agus.
"Jadi istri kamu seorang guru, Jun?"tanya Derry saat dalam perjalanan ke restoran.
"Hum,"sahut Arjuna singkat.
"SMU yang didatangi Rania itu adalah SMU terbaik di kota ini. Istri mu mengajar mata pelajaran apa?"tanya Derry lagi.
Sungguh, Derry sangat pemasaran dengan wanita yang sudah membuat sahabatnya itu jatuh cinta. Pasalnya, selama dia mengenal Arjuna, sahabatnya itu tampak tidak tertarik sama sekali dengan yang namanya wanita. Meskipun banyak wanita yang mengejar-ngejar Arjuna , pria itu tidak menunjukkan ketertarikannya sama sekali pada para wanita yang mengejarnya.
"Wah, mengajar dua mata pelajaran? Memangnya berapa usia istri mu?"tanya Derry semakin penasaran.
"Dua puluh tiga tahun,"sahut Arjuna.
"Wah, masih muda, ya? Apa dia kuliah dengan program Double Degree?"tanya Derry semakin tertarik dengan perbincangan mengenai istri Arjuna.
"Hum,"sahut Arjuna.
"Hebat, ya, istri kamu. Masih muda sudah dapat dua gelar sekaligus,"puji Derry.
"Bukan cuma itu, Mas. Mbak Kinara juga mengajar di dua sekolah sekaligus,"sahut Agus yang bangga dengan kakak ipar nya.
"Wahhh.. benar-benar menarik istri kamu, Jun,"ujar Derry.
"Tunggu! Dari tadi Mas Derry nampak penasaran sekali dengan kakak ipar ku, Mas Derry tidak berniat menjadi pebinor, kan?"sela Agus memicingkan matanya menatap Derry dari kaca spion dalam mobil.
__ADS_1
"Eh, mana ada yang seperti itu?"sangkal Derry yang memang hanya penasaran dengan wanita yang sudah menjadi istri Arjuna itu.
Setelah sampai di restoran, ketiganya pun memesan makanan yang mereka inginkan. Mereka mengobrol ringan di sela-sela makan siang mereka.
"Der, kamu menginap di rumah kami saja. Dari pada menginap di hotel,"ucap Arjuna saat mereka sudah selesai makan siang.
"Boleh. Lumayan mengirit pengeluaran ku,"ujar Derry menyengir.
"Ya sudah, kita langsung pulang saja. Pekerjaan di kantor juga tidak terlalu banyak lagi,"sahut Arjuna.
Agus melirik arloji di pergelangan tangannya,"Halah.. ngomong aja kalau Mas Juna sudah kangen sama Mbak Kinara. Sebentar lagi Mbak Kinara kan, pulang,"cibir Agus.
"Berisik!"bentak Arjuna, tapi Agus malah tertawa.
"Aku jadi semakin penasaran dengan istri kakak sepupu kamu ini, Gus,"sahut Derry jujur.
"Orangnya cantik dan asyik diajak ngobrol, Mas. Pinter masak, lagi,"sahut Agus nampak bangga.
"Wahh.. tambah penasaran aku,"sahut Derry.
Akhirnya ketiganya pun meninggalkan restoran itu. Dengan mobil yang dikendarai oleh Agus, mereka pulang ke rumah Abimana.
Disisi lain, saat ini Kinara sudah selesai mengajar di SMU Setya Budi. Seperti biasanya, Kinara mengendarai motor maticnya untuk pulang ke rumah dengan santai, namun saat tiba di jalanan sepi, ban motor Kinara tiba-tiba saja kempes hingga membuat Kinara menepikan motornya.
"Hais! Kenapa juga kempes disaat yang tidak tepat seperti ini, sich?!"gerutu Kinara yang merasa kesal. Kinara pun melepas helm nya dan merogoh handphone nya dari dalam tasnya. Kinara menelpon bengkel untuk mengambil motornya. Namun usai menelpon bengkel, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti didekat Kinara memarkirkan motor maticnya.
Tujuh orang pria keluar dari dalam mobil itu dan mendekati Kinara. Suasana jalan yang dilewati Kinara tampak sepi dari lalu lalang kendaraan karena Kinara mengambil jalan itu untuk menghindari kemacetan lalu lintas.
"Sial! Sepertinya orang-orang itu memiliki niat yang tidak baik,"gumam Kinara saat melihat gelagat tujuh orang yang keluar dari dalam mobil itu. Melihat wajah dan penampilan mereka yang seperti preman, sudah membuat Kinara waspada, apalagi saat ini jalanan itu sedang sepi.
...π"Cinta bisa merubah segalanya. Dari hitam menjadi putih, bahkan dari putih menjadi hitam."π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
.
__ADS_1
.
To be continued