
Di kantor Arjuna. Arjuna nampak sedang berbincang dengan rekan bisnisnya. Setelah tiga puluh menit berbincang, akhirnya rekan bisnis Arjuna pun pamit untuk undur diri.
"Mas Juna, ada Mas Derry di depan,"ucap Agus yang baru saja masuk ke ruangan Arjuna, sesaat setelah rekan bisnis Arjuna pergi.
"Derry?"gumam Arjuna seraya mengernyitkan keningnya,"Suruh dia masuk!"titah Arjuna kemudian menghela napas panjang. Arjuna sudah tahu kenapa Derry datang ke kota ini.
"Baik, Mas!"sahut Agus bergegas keluar dari ruangan itu untuk menghampiri Derry.
Tak lama kemudian, Agus kembali masuk ke ruangan itu bersama Derry. Agus lalu duduk di kursi yang terletak di sudut ruangan itu setelah meletakkan tiga botol minum dingin di atas meja. Derry yang berambut gondrong itu menghampiri Arjuna dan mereka pun mengadu kepalan tangan mereka lalu saling menggenggam tangan sebagai salam persahabatan mereka.
"Apa kabar Jun?"tanya Derry.
"Baik,"sahut Arjuna singkat, kemudian mereka berdua pun menyusul Agus yang sudah lebih dulu duduk di kursi sudut yang berbentuk L itu. Kursi itu dibuat dari kayu jati dengan ukiran unik yang berkesan sederhana tapi elegan.
"Bisnis kalian makin lancar saja,"ucap Derry seraya memperhatikan seluruh ruangan Arjuna yang semua furniture nya adalah hasil produksi industri yang dikelola oleh Arjuna sendiri.
"Kami bekerja keras setiap hari, Mas. Kalau tidak, mana mungkin bisnis kami maju seperti ini,"sahut Agus merasa bangga.
"Apa karena perempuan itu kamu datang kemari?"tanya Arjuna to the point seraya meraih satu botol minuman dingin dari atas meja.
"Maksud kamu?"tanya Derry menatap serius pada Arjuna, terlihat agak terkejut dengan pertanyaan Arjuna.
"Aku tahu, sudah sejak lama kamu mencintai Rania. Dan kamu selalu tahu apapun yang Rania lakukan. Aku yakin, kedatangan kamu kemari karena Rania terkena kasus, kan?"tanya Arjuna tersenyum tipis kemudian meneguk minuman dalam kemasan botol yang sudah dibukanya.
"Kamu tahu aku menyukai Rania?"tanya Derry nampak terkejut, demikian pula dengan Agus yang juga nampak terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Arjuna barusan. Belum lagi pertanyaan Derry yang secara tidak langsung mengakui bahwa Derry menyukai Rania.
"Hum. Walaupun kamu mencoba menutupi nya, dari gerak gerik mu, siapapun akan tahu jika kamu menyukai wanita itu. Apalagi sekarang kamu datang kemari setelah dia terkena kasus,"ucap Arjuna santai.
"Apa kamu selalu menolak Rania karena kamu tahu jika aku menyukai Rania? Kamu sengaja mengalah dari ku?"tanya Derry tersenyum masam. Derry tahu benar, Arjuna adalah orang yang selalu memperhatikan dan menjaga perasaan teman-temannya.
"Bukan. Aku memang tidak punya perasaan apapun pada Rania. Dan aku juga sudah berjanji akan menikahi seseorang, jauh sebelum aku bertemu dengan Rania. Aku berjanji menikahi gadis yang aku temui tiga belas tahun yang lalu. Aku tidak menjalin hubungan dengan wanita manapun karena aku menjaga hati ku untuk nya,"ujar Arjuna masih dengan gayanya yang santai tapi tetap terlihat tegas, berwibawa dan berkarisma.
__ADS_1
"Maksud mu? Kamu sudah menyukai seseorang gadis sejak usiamu tiga belas tahun?"tanya Derry dengan tatapan tidak percaya.
"Hum,"sahut Arjuna singkat.
"Mas Juna masih saja membahas gadis pilihan Mas Juna. Ingat! Sekarang Mas Juna sudah menikah! Apa Mas Juna berniat berselingkuh?"tanya Agus dengan tatapan tidak suka.
"Bubur labu buat sarapan, kubur masa lalu, fokus ke masa depan,"lanjut Agus dengan nada ketus.
"Aku bukan tipe pria kayak kamu yang Setia : Setiap tikungan ada! Aku tipe pria yang tidak akan pernah menduakan cinta,"sahut Arjuna menatap sinis pada Agus.
"Lalu, mau Mas Juna anggap apa Mbak Kinara?"sambar Agus nampak emosi, sedangkan Derry hanya diam mendengarkan dan melihat keduanya mulai berdebat.
"Tentu saja aku anggap istri,"sahut Arjuna datar kembali meneguk minumannya.
"Tak!"Agus meletakkan botol minuman yang dipegang nya ke atas meja dengan kasar.
"Kalau Mas Juna menganggap Mbak Kinara istri Mas Juna, kenapa menjaga hati Mas Juna untuk orang lain?"tanya Agus yang sudah tersulut emosi. Agus tidak terima jika Kinara yang sudah dianggap nya sebagai kakaknya sendiri itu dipermainkan hatinya oleh Arjuna.
"Siapa bilang aku menjaga hatiku untuk orang lain?"ucap Arjuna santai.
"Dengar baik-baik! Biar aku jelaskan! Tiga belas tahun yang lalu, saat aku diculik, ada seorang gadis yang membantu aku melarikan diri. Aku berhutang budi pada nya. Aku juga sangat terkesan dengan keberaniannya. Usianya lebih muda dari ku, tapi dia sudah memiliki ilmu beladiri. Aku belajar ilmu beladiri diri juga karena dia,"
"Waktu itu dia mengatakan jika aku harus bisa ilmu beladiri agar aku bisa melindungi diriku sendiri dan orang yang aku sayangi. Karena aku merasa berhutang budi dan juga terkesan pada gadis itu, aku berjanji padanya bahwa jika kami bertemu lagi, aku akan menikahinya. Selama tiga belas tahun aku mencari nya, dan aku baru menemukan nya,"
"Aku senang karena aku bisa menepati janji ku padanya. Bahkan sebelum aku bertemu langsung dengan dia, aku sudah menikahinya. Kamu tahu apa maksud ku, kan, Gus?"tanya Arjuna menatap Agus yang terdiam, nampak masih mencoba memahami cerita Arjuna.
"Gadis yang menolongku tiga belas tahun yang lalu adalah Kinara,"lanjut Arjuna dengan senyum yang terbingkai di wajah tampannya.
Derry masih belum mengerti dengan cerita Arjuna, tapi Agus nampak membulatkan matanya menatap Arjuna dengan tatapan tidak percaya.
"Jadi, gadis pilihan Mas Juna itu adalah Mbak Kinara? Tanpa sengaja kakek telah menjodohkan Mas Juna dengan gadis yang menolong Mas Juna?"tanya Agus dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan. Terkejut, tidak percaya, dan juga senang menjadi satu.
__ADS_1
"Hum,"sahut Arjuna masih dengan senyuman di wajahnya yang tampan.
"Sejak kapan Mas Juna tahu jika Mbak Kinara adalah gadis yang menolong Mas Juna?"tanya Agus antusias.
"Beberapa hari yang lalu,"sahut Arjuna jujur.
"Beberapa hari yang lalu?"gumam Agus kemudian tersenyum penuh arti pada Arjuna,"Jangan-jangan beberapa hari yang lalu saat kami melihat banyak tanda merah di leher Mbak Kinara, ya?" tanya Agus penasaran,"Wahh.. pantesan baru digarap, ternyata Mas Juna baru tahu kalau Mbak Kinara gadis yang Mas Juna cari?!"ujar Agus kemudian tertawa.
"Plak"Arjuna memukul kepala Agus membuat Agus berhenti tertawa.
'Auwh! Sakit, Mas!"pekik Agus seraya mengelus kepalanya yang dipukul Arjuna.
"Digarap? Kamu pikir istri ku ladang apa? "sergah Arjuna dengan tatapan tajam nya.
"Ya memang! Mbak Kinara kan, ladang pahalanya Mas Juna,"sahut Agus membuat Arjuna terdiam, karena apa yang dikatakan oleh Agus memang benar. Seorang istri adalah ladang pahala bagi seseorang suami.
"Selamat, ya, Jun! Ternyata kamu memang menikah dengan orang yang kamu inginkan, walaupun bermula dari dijodohkan,"sahut Derry yang sudah mengerti dengan cerita Arjuna.
"Terimakasih.By the way, kembali pada pembicaraan kita tadi, apa yang ingin kamu lakukan hingga kamu datang ke kota ini untuk Rania?"tanya Arjuna serius.
...π"Jodoh mu adalah orang yang terbaik yang diberikan Tuhan untuk mu....
...Jodoh bisa menjadi sumber kebahagiaan, tapi juga bisa menjadi sumber ujian....
...Jodoh yang manakah yang kau dapatkan? Jodoh sebagai sumber kebahagiaan mu, ataukah jodoh sebagai sumber ujian mu?π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
.
__ADS_1
.
To be continued