Tulang Rusukku

Tulang Rusukku
Masih Berharap


__ADS_3

Siang itu, Chintania menutup laptopnya bersiap pergi ke kantin, namun seperti biasa, Noah selalu masuk tanpa permisi dan tanpa mengetuk pintu ke ruangan Chintania.


"Noah! Bisa tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk!"sergah Chintania tanpa menoleh ke pintu. Sudah bisa dipastikan jika yang masuk tanpa mengetuk pintu pastilah Noah.


"Sudah ribuan kali aku mengetuk pintu hatimu, tapi tidak juga kamu buka. Karena itu, aku selalu masuk tanpa permisi agar kamu tidak bisa menolak ku,"sahut Noah tanpa rasa bersalah.


"Bagaimana jika saat kamu masuk, aku dalam keadaan yang tidak seharusnya kamu lihat?"ketus Kinara.


"Ya... berarti itu rezeki ku. Dapat pemandangan gratis,"sahut Noah yang malah terkekeh, kemudian diam sesaat,"Ngomong -ngomong, aku mengharapkan hal itu benar-benar terjadi, loh!"sambung Noah yang membuat Chintania membulatkan matanya.


Plak!


"Auwh! Sakit tahu!"pekik Noah yang dipukul kepalanya oleh Chintania.


"Dasar mesum! Jangan-jangan kamu juga berbuat mesum sama pasien-pasien kamu? Alasan meriksa, tapi hanya modus buat pegang-pegang,"tuduh Chintania.


"Jangan painah, eh fitnah. Fitnah itu lebih kejam dari membunuh, loh,"sahut Noah.


"Sudah ku bilang, carilah wanita yang mencintaimu jangan mengejar-ngejar aku yang jelas-jelas tidak mencintai mu. Kamu hanya akan membuang waktumu yang berharga dalam kesia-siaan,"ujar Chintania sambil melangkah keluar dari ruangannya.


"Pengennya sih, begitu. Tapi hatiku sangat bandel untuk di nasehati. Itu semua karena Demak : Dengan mu aku bahagia, Mbak,"ujar Noah mengikuti Chintania ke sebuah Vending machine.


"Buat apa Mencintai tanpa dicintai? Mending cintai ususmu! Minum Yakult setiap hari,"ujar Chintania seraya mengambil dua botol Yakult dari Vending machine, kemudian memberikan sebotol Yakult pada Noah dan satu lagi untuk dirinya sendiri.


"Aku di matamu seperti butiran rinso anti noda, ya? Sekali kucek langsung hilang,"ujar Noah dengan wajah lesu, masih mensejajarkan langkahnya dengan Kinara yang sekarang sudah memasuki kantin.


"Aku tidak ingin membuatmu terus berharap,"sahut Chintania duduk di tempat biasa jika dia makan di kantin itu, tanpa memesan makanan lagi. Chintania akan makan apa saja yang disediakan oleh pelayan di kantin itu, asal menunya sehat, begitu pula dengan Noah.


"Aku masih berharap dan terus berharap, lama-lama aku bisa menjadi juara harapan,"sahut Noah tertawa hambar, menertawakan dirinya sendiri.


Chintania hanya bisa menggeleng- gelengkan kepalanya menanggapi kata-kata Noah. Pria berusia tiga puluh tahun itu masih saja mengejar-ngejar Chintania walaupun sudah ditolak berkali-kali.


"Memangnya apa yang kurang dari ku, hingga kamu tidak bisa mencintai ku? Dari dulu sampai kamu amnesia, kamu masih saja tidak bisa mencintai aku. Padahal saat tahu kamu amnesia aku berharap kamu bisa mencintai aku,"ujar Noah.


"Iya, dengan membohongi aku jika kamu adalah pacarku,"sindir Chintania.

__ADS_1


Beberapa bulan yang lalu, Chintania datang ke rumah sakit itu, karena mamanya ingin memperlihatkan rumah sakit yang nantinya akan diwariskan kepada Chintania. Dan baru saja menginjakkan kakinya dirumah sakit itu, Noah langsung menyambutnya dengan senyuman lebar.


"Nia, kemana saja kamu? Kenapa nomor kamu tidak aktif?"tanya Noah begitu melihat Chintania.


"Maaf, anda siapa, ya?"tanya Chintania menelisik pria didepannya, mencoba mengingat siapa pria itu, tapi tidak kunjung bisa mengingatnya.


"Bercanda mu tidak lucu,"ujar Noah bersungut-sungut.


"Chintania tidak bercanda, dok. Anak saya mengalami amnesia karena kecelakaan,"sahut mama Nia yang muncul dari belakang Chintania.


"Apa? Amnesia?"tanya Noah dengan ekspresi wajah terkejut.


"Iya, saya mengalami amnesia. Apa anda adalah teman saya?"tanya Chintania masih dengan bahasa formal, walaupun dari tadi Noah tidak berbicara dengan bahasa formal dengannya.


"Aku adalah pacar kamu, kamu tidak ingat aku?"tanya Noah menatap lekat wajah manik mata Chintania. Noah menggunakan otaknya yang encer untuk memanfaatkan Chintania yang amnesia untuk mendapatkan hati Chintania dengan mengaku sebagai pacar Chintania.


"Benarkah? Kok saya tidak tahu kalau kalian pacaran?"tanya mama Nia yang nampak terkejut dengan pengakuan dokter Noah.


Kami baru jadian sebelum Chintania menghilang tanpa kabar, Bu,"sahut Noah berbohong.


"Oh, begitu, ya?!"sahut mama Nia sambil mengangguk-angguk kecil.


"Kenapa?"tanya Noah dan mama Nia bersamaan.


"Karena aku tidak mengingat kamu. Mungkin jika nanti aku sudah mengingat kamu, aku akan pertimbangkan lagi untuk menjadi pacarmu,"ucap Chintania membuat Noah lesu. Baru juga berbohong menjadi pacar, tapi langsung diputuskan.


"Sabar, ya, dok!"ucap mama Nia seraya menepuk pundak Noah pelan dengan tatapan prihatin.


"Iya, Bu. Tidak apa-apa.Jangankan pacaran, nyambung ke hotspot temen aja sering diputusin,"ujar Noah tertawa bodoh.


Kembali ke masa sekarang.


Seorang pelayan kantin meletakan makanan dan juga minuman di meja dua orang itu. Dan mereka berdua pun segera menyantap makan siang mereka setelah pelayan itu pergi.


"Walaupun waktu itu aku membohongi mu, tapi ada satu hal yang aku tidak pernah berbohong, Jepara : Jelas cinta ku padamu tidak pura-pura,"ujar Noah membuat Kinara geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Susah memang kalau ngomong sama kamu,"ujar Chintania kemudian menguap makanan ke dalam mulutnya.


"Nggak susah kok, kalau ngomong sama aku. Apalagi kalau pakai bahasa cinta,"sahut Noah seraya menaik turunkan sebelah alisnya membuat Chintania menghela nafas panjang,"Oh, ya, nanti malam kita diner berdua, yuk!"ajak Noah masih saja belum menyerah.


"Malam ini aku udah ada janji diner sama calon suamiku,"ucap Chintania santai kembali melanjutkan makan siangnya.


"Uhuk..uhuk..uhuk...."


Noah terbatuk-batuk mendengar apa yang baru dikatakan oleh Chintania, dan langsung meminum air mineral dalam kemasan botol.


"Bercanda mu nggak lucu,"ucap Noah seraya bersungut-sungut menepuk-nepuk pelan dadanya.


"Aku nggak bercanda,"ucap Kinara dengan tatapan mata serius.


"Huff.. apakah aku harus patah hati untuk yang kesekian kalinya?"sahut Noah memasang wajah lesu, melihat tatapan serius Chintania yang menandakan bahwa wanita itu benar-benar serius dengan kata-kata yang diucapkannya.


Semenjak mengetahui Chintania mengalami amnesia, Noah merasa ada banyak perubahan pada wanita yang dicintainya itu. Dari suara yang berbeda dan caranya bicara yang terdengar lembut tapi tegas sedangkan dulu hanya terkesan tegas saja. Body Chintania juga terlihat lebih berisi di bagian-bagian yang tepat dan terlihat lebih aduhai. Sikapnya lebih ramah dan supel, bahkan juga sangat pengertian pada orang lain.


Sedangkan Chintania yang dulu bodynya standar aja, terkesan cuek dan tidak banyak bicara, tapi sebenarnya selalu peduli pada orang-orang disekitarnya. Walaupun merasakan banyak perubahan yang terjadi pada Chintania, tapi entah kenapa, Noah malah semakin tergila-gila pada Chintania.


Setiap penolakan Chintania atas ungkapan cintanya malah membuat Noah semakin getol untuk mengejar Chintania. Seolah-olah penolakan Chintania adalah sebuah cambuk yang membuatnya semakin gigih untuk mengejar Chintania.


...🌟"Cinta itu... seperti udara... tidak berwujud, tidak terlihat, tidak berbau, tapi berasa. Apalagi pas putus cinta, sakitnya benar-benar terasa." 🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.


Notebook : Vending machine merupakan suatu alat atau mesin seperti atm dan berbentuk seperti kulkas kaca yang berfungsi untuk menjual makanan atau minuman ringan secara otomatis tanpa adanya kasir atau operator, sehingga apabila hendak membeli produk yang berada pada vending machine cukup dengan memasukkan uang koin atau uang kertas.


Tapi ada yang perlu diketahui, mesin jual otomatis, otomat pengecer (Inggris:Vending machine) adalah mesin yang tidak hanya dapat mengeluarkan barang-barang seperti makanan ringan, minuman ringan seperti minuman soda, alkohol, rokok, tiket lotre, dan produk konsumen saja. Vending machine bahkan bisa mengeluarkan emas dan permata untuk pelanggan secara otomatis. Layaknya penjual asli, mesin ini akan mengeluarkan barang yang kita inginkan setelah kita membayarnya dengan cara memasukkan sejumlah koin maupun uang kertas.


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2