Tulang Rusukku

Tulang Rusukku
Nona Miskin


__ADS_3

"Karena sejak tiga belas tahun yang lalu, dia telah menjaga hatinya hanya untukku,"ucap Kinara dengan bangga dan tersenyum penuh percaya diri.


"Hahaha.."Rania tertawa mendengar kata-kata Kinara, kemudian menghentikan tawanya dan menatap Kinara dengan tersenyum miring,"Kamu pikir aku percaya dengan kata-kata mu? Dasar pembual! Aku memperingati mu sekali lagi! Tinggalkan Arjuna atau.."


"Atau apa?"tanya Kinara langsung memotong kata-kata Rania,"Dengar baik-baik Nona miskin! Aku tidak akan pernah meninggalkan Arjuna Setya Abimana, terkecuali jika dia sudah tidak menginginkan aku lagi!"ucap Kinara menatap tajam pada Rania.


Rania menggertak kan giginya mendengar kata-kata Kinara,"Apa kamu bilang? Nona miskin?"tanya Rania penuh amarah.


"Iya. Kamu tidak salah dengar. Lihatlah penampilan mu! Bahkan untuk membeli kain pun kamu tidak mampu. Karena itu, kan, kamu memakai pakaian yang kurang bahan seperti itu,"ejek Kinara seraya menatap penampilan Rania dari ujung rambut hingga ujung kepala.


Saat ini Kinara memakai gaun dengan kerah tinggi dengan panjang gaun mencapai mata kaki dan lengan yang panjang nya tiga per empat. Sedangkan Rania memakai gaun yang ketat tanpa lengan, dengan panjang gaun sejengkal diatas lutut. Menampilkan setiap lekuk bentuk tubuh Rania dan paha mulus wanita itu. Bahkan kedua bukit kembarnya seolah-olah ingin berlomba-lomba untuk keluar dari tempatnya.


"Cih, bilang saja kamu iri dengan penampilan ku ini,"sambar Rania tersenyum mengejek pada Kinara.


"Apa? Iri kamu bilang? Aku iri dengan penampilan kamu ini? Sorry Yau! Aku nggak berminat berpenampilan seperti kamu yang sebelas dua belas dengan wanita penghibur,"cibir Kinara membuat amarah Rania memuncak.


"Kau!"geram Rania spontan mengangkat tangan nya dan melayangkan ke wajah Kinara.


"Plak"Rania mencoba menampar Kinara, tapi tangan Rania langsung dicekal oleh Kinara.


"Aku tidak punya waktu melayani wanita setengah telanjang seperti mu!"ucap Kinara penuh penekanan dengan tatapan tajam mencengkram kuat tangan Rania kemudian dengan kasar menghempaskan tangan Rania hingga membuat Rania terhuyung dan meringis menahan sakit. Kinara kemudian pergi begitu saja dari dalam toilet itu tanpa menoleh lagi pada Rania.


"Sial! Sial! Sial! Berani sekali dia melawanku!"pekik Rania yang merasa kesal karena kali ini wanita yang ingin disingkirkan nya dari Arjuna mempunyai keberanian yang tinggi dan sama sekali tidak mempan dengan gertakan nya.


Dengan wajah kesal, Rania keluar dari toilet itu. Namun baru beberapa langkah keluar dari toilet, tiba-tiba Rania melihat sesosok pria yang sangat dikenalnya. Dengan perasaan penasaran, Rania mengikuti sosok itu yang berjalan ketempat yang sepi.


"Arjuna!"panggil Rania saat sudah dekat dengan sodok yang dia yakini adalah Arjuna. Pria itu membalikkan tubuhnya dan menatap datar ke arah Rania.


"Arjuna, sudah lama sekali kita tidak bertemu,"ucap Rania dengan mata yang berbinar dan senyum yang mengembang menghampiri Arjuna.


"Apa yang kamu lakukan pada istriku?"tanya Arjuna dengan wajah yang berubah menjadi dingin dan tatapan yang begitu tajam.


"Apa maksudmu? Dan istri? Sejak kapan kamu menikah?"tanya Rania pura-pura tidak tahu, namun sebenarnya terkejut dengan pertanyaan Arjuna itu dan berusaha menutupi keterkejutannya itu.

__ADS_1


"Jangan pura-pura tidak tahu! Kamu menyusul istri ku ke toilet dan kalian begitu lama di dalam toilet itu. Kamu pasti ingin menindas istriku, kan?"tuduh Arjuna masih dengan tatapan tajam nya.


"Jangan menuduh ku sembarangan, Jun! Siapa yang aku tindas?"balas Rania masih berpura-pura tidak tahu apa-apa.


"Jangan pikir aku tidak tahu jika kamu menindas semua wanita yang ingin mendekati aku! Aku tahu semuanya, bahkan aku meminta maaf pada mereka semua karena perbuatan mu itu,"ucap Arjuna membuat Rania terkejut.


Ya, setiap mendengar ada wanita yang ditindas Rania karena mencoba mendekati dirinya, Arjuna diam-diam meminta maaf pada mereka tanpa diketahui oleh siapapun termasuk Rania.


"Jun...."


"Cukup! Aku peringatkan sekali lagi! Jangan pernah kau ganggu istriku lagi! Aku tidak akan tinggal diam jika kamu menganggu dia lagi!"sergah Arjuna memotong kata-kata Rania.


"Aku lebih segalanya dari dia, Jun! Kenapa kamu tidak bisa menerima ku dan lebih memilih dia?"tanya Rania nampak tidak terima.


"Karena hanya dia wanita yang aku inginkan untuk mendampingi ku. Dia adalah tulang rusukku. Aku sudah menunggu selama tiga belas tahun untuk bisa hidup bersamanya.Dan aku tidak akan pernah mencintai wanita manapun selain dia,"ucap Arjuna tegas.


"Jun, dia itu tidak sepadan dengan mu. Dia han..."


"Apa kelebihan perempuan itu, hingga Arjuna menyukai nya?"gumam Rania dengan sejuta rasa kesal yang bersarang di hatinya.


Beberapa waktu yang lalu saat melihat Kinara meninggalkan teman-temannya, Arjuna membututi Kinara karena melihat Rania ada di restoran itu dan nampak mengikuti Kinara ke toilet. Arjuna takut jika Rania melakukan sesuatu pada Kinara. Walaupun Arjuna tahu jika Kinara memiliki ilmu beladiri, namun Arjuna tetap khawatir pada Kinara.


Arjuna baru merasa lega setelah melihat Kinara keluar dari toilet itu dalam keadaan baik-baik saja, kemudian dengan sengaja memancing Rania ke tempat yang sepi untuk memperingati Rania.


Arjuna kembali ke meja tempat dia mengawasi Kinara dan melihat Kinara mengobrol dengan rekan sejawatnya. Beberapa guru pria nampak mencuri-curi pandang pada Kinara, sedangkan Arjuna hanya bisa menatap kesal pada para pria itu.


"Bu Kinara pulang dengan siapa? Banyak loh, disini yang siap mengantar Bu Kinar pulang,"canda seorang pria paruh baya.


"Iya, Bu Kinar, saya siap mengantar pulang Bu Kinar,"sahut pria yang berambut cepak tersenyum manis. Sedangkan Pak Rudi menyembunyikan kekesalan nya pada pria berambut cepak itu.


"Terimakasih, tapi saya dijemput suami saya, Pak,"sahut Kinara tersenyum tipis.


"Kami belum percaya jika Bu Kinar sudah menikah,

__ADS_1


"Iya, saya juga belum percaya jika Bu Kinar sudah menikah,"


"Saya juga,"


Itulah ucap para rekan seprofesi Kinara. Mereka tidak percaya jika Kinara sudah menikah. Apalagi selama ini mereka belum pernah melihat Kinara dijemput oleh seorang pria.


"Saya benar-benar sudah menikah,"sahut Kinara.


"Kita tunggu saja undangan resepsi pernikahan nya, bapak, ibu guru sekalian,"ucap Bu Cici ikut bicara.


"Beneran sudah menikah, Bu? Wah..patah hati saya,"ucap pria berambut cepak.


Setelah puas mengobrol hingga malam semakin larut, akhirnya mereka pun bersiap-siap untuk pulang. Arjuna yang melihat mereka bersiap pulang pun langsung keluar dari restoran menuju tempat parkiran. Saat baru beberapa langkah keluar dari restoran, handphone Arjuna bergetar. Arjuna melihat ada pesan masuk dan langsung dan membaca nya.


"Mas, aku sudah mau pulang. Aku pesan taksi online saja, ya?'"pesan Kinara pada Arjuna.


"Tidak perlu. Aku sebentar lagi sampai,"balas Arjuna melalui pesan singkat.


Membaca pesan balasan Arjuna, Kinara pun ikut keluar bersama rekan-rekannya yang lain.


"Bu Kinar, lihat dulu! Pria itu tampan sekali,"ucap Bu Cici saat melihat seorang pria tampan sedang bersandar di sebuah mobil, yang sekarang menjadi pusat perhatian para rekan kerja mereka. Kinara yang sedang berjalan sambil mengobrol dengan rekan lainnya pun langsung menoleh ke arah yang ditunjukkan Bu Cici.


...🌟"Mengejar orang yang tidak pernah mencintai mu, hanya akan membuat luka hati mu."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2