Tulang Rusukku

Tulang Rusukku
Barang-barang Kinara


__ADS_3

Arjuna pulang dengan wajah lesu, pekerjaannya hari ini lumayan banyak karena banyak pesanan furniture. Arjuna turun sendiri mengawasi pengepakan barang agar tidak rusak sampai tujuan.


Dengan langkah gontai, Arjuna menaiki anak tangga menuju kamarnya. Arjuna sangat terkejut ketika mendapati kakeknya ada di dalam kamarnya dan terlihat baru saja menutup pintu lemari pakaian nya.


"Sedang apa kakek di kamarku?"tanya Arjuna ketika melihat kakeknya berada di dalam kamarnya di waktu yang sudah larut malam seperti ini. Apalagi sebelumnya, kakeknya tidak pernah masuk ke dalam kamarnya.


"Mulai besok kamu harus menyingkirkan barang-barang Kinara dari dalam kamarmu. Mulailah hidup yang baru! Tidak baik menyimpan barang-barang Kinara saat kamu sudah menikah nanti,"ucapkan kakek menatap Arjuna lekat.


"Aku akan membereskannya besok,"ucap Arjuna yang sebenarnya tidak rela barang-barang Kinara disingkirkan dari dalam kamarnya.


"Bagus. Dan ingat, besok kamu harus pergi bersama Chintania untuk memilih baju pengantin kalian,"ujar kakek.


"Iya,"sahut Arjuna singkat.


"Jalani pernikahan kalian dengan baik. Jangan sampai dia minta cerai dari mu, jika itu sampai terjadi, kakek tidak akan memaafkan mu,"ucap Abimana serius.


"Iya,"sahut Arjuna singkat.


"Satu lagi, lepas cincin pernikahan kamu dengan Kinara. Besok setelah kalian memilih baju pengantin, kalian harus membeli cincin pernikahan kalian,"ujar Abimana yang masih melihat Arjuna memakai cincin pernikahan nya dengan Kinara.


"Iya,"sahut Arjuna lesu.


"Istirahatlah!"ucap kakek kemudian meninggalkan kamar Arjuna.


Arjuna membuang napas kasar, mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamarnya. Kamar ini menyimpan banyak kenangan bersama Kinara, wanita yang dianggapnya sebagai tulang rusuknya, wanita yang paling dicintainya. Tidak rela rasanya menyingkirkan barang-barang Kinara dari dalam kamarnya. Bahkan sampai saat ini pakaian Kinara di dalam lemari masih tersusun dengan rapi. Namun besok dia terpaksa harus menyingkirkan semua barang-barang Kinara itu.


Arjuna menatap cincin pernikahan di jari manisnya, kemudian mengambil foto pernikahannya bersama Kinara dari atas nakas. Arjuna duduk di tepi ranjang, ditatapnya foto pernikahan itu. Gambar dirinya dan Kinara yang tampak tersenyum bahagia.


"Maaf, aku harus menikah dengan orang lain. Maaf, aku tidak bisa menepati janjiku untuk menunggumu. Aku tidak bisa menolak permintaan kakek. Maaf!" ucap Arjuna menatap sendu foto pernikahannya bersama Kinara.


Setelah membersihkan diri, Arjuna membaringkan tubuhnya di atas ranjang, memejamkan matanya mendengarkan lagu yang dilantunkan oleh Last Child yang berjudul 'Seluruh nafas ini'.


..."Seluruh Nafas Ini"...

__ADS_1


Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi. Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu Aku tak akan lupa, tak akan pernah bisa Tentang apa yang harus memisahkan kita


Di saat ku tertatih, tanpa kau disini Kau tetap ku nanti, demi keyakinan ini


Jika memang dirimu lah tulang rusukku Kau akan kembali, pada tubuh ini Ku akan tua dan mati dalam pelukmu Untukmu seluruh nafas ini


Kita telah lewati, rasa yang pernah mati Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku Tanpa kita mencari, jalan untuk kembali Takdir cinta yang menuntun mu kembali padaku


Di saat ku tertatih (saat ku tertatih) Tanpa kau disini (tanpa kau di sini) Kau tetap ku nanti, demi keyakinan ini


Jika memang kau terlahir hanya untukku Bawalah hatiku dan lekas kembali Ku nikmati rindu yang datang membunuhku. Untukmu seluruh nafas ini


Dan ini yang terakhir (aku menyakitimu) Ini yang terakhir (aku meninggalkanmu) Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi Ini yang terakhir, dan ini yang terakhir. Tak kan ku sia siakan hidupmu lagi


Jika memang dirimu lah tulang rusukku Kau akan kembali pada tubuh ini Ku akan tua dan mati dalam pelukmu Untukmu seluruh nafas ini


Jika memang kau terlahir, hanya untukku. Bawalah hatiku dan lekas kembali Ku nikmati rindu yang datang membunuhku. Untukmu seluruh nafas ini


^^^By. Last Child^^^


Semenjak dirinya menerima keputusan kakeknya untuk menikah lagi, Arjuna semakin sulit untuk memejamkan mata. Ada perasaan bersalah dalam hatinya kepada Kinara. Namun apalah daya, tidak mungkin dirinya membiarkan kakeknya berlutut dan bersujud kepadanya.


...----------------...


Pagi itu Arjuna membereskan kamarnya, dengan tidak rela Arjuna menyingkirkan semua barang-barang Kinara, mengepaknya dan memasukkannya ke dalam gudang. Sungguh, Arjuna tidak ingin membuang barang-barang Kinara, karena itu, Arjuna memilih mengemasi barang-barang Kirana sendiri dan meletakkannya di dalam gudang. Hanya buku diary Kinara yang tetap dia biarkan di dalam kamarnya, disimpannya di dalam lemari pakaiannya.


Di rumah sakit.


Seperti biasa, Chintania disibukan dengan dokumen-dokumen yang harus diperiksa nya. Chintania mengambil kuliah jurusan manajemen pelayanan rumah sakit. Selain di tempat kuliah, hari-hari Chintania dihabiskan di rumah sakit milik mamanya untuk membantu pekerjaan mamanya. Mempelajari banyak hal di sana yang berkaitan dengan kuliah yang dijalaninya. Dan juga mengerjakan tugas kuliahnya di rumah sakit itu.


Mamanya menjabat sebagai direktur utama rumah sakit itu, sekaligus pemilik rumah sakit itu. Dengan kehadiran Chintania, mama Nia pun merasa sangat terbantu.


Sifat Chintania yang ramah dan supel memudahkan Chintania mudah bergaul dengan siapa saja. Semua orang yang ada di rumah sakit itupun sangat menghormatinya karena identitas nya sebagai anak pemilik rumah sakit itu.

__ADS_1


Chintania sedang berada di ruangan khusus yang disediakan untuknya, hingga terdengar suatu dering handphone nya. Masih lagu yang sama, 'Seluruh Nafas Ini 'yang dilantunkan oleh Last Child.


Chintania mengernyitkan keningnya saat melihat nomor panggilan masuk yang tidak tersimpan di kontaknya. Chintania menggeser icon berwarna hijau kemudian menempelkan handphone itu ke telinganya.


"Halo!"sahut Chintania menerima panggilan itu.


"Halo! Aku menunggumu di depan rumah sakit. Kita akan pergi untuk memilih baju pengantin dan membeli cincin pernikahan,"suara pria yang terdengar di ujung telepon, yang tak lain adalah suara Arjuna.


"Ah iya, aku akan segera ke sana,"sahut Chintania yang langsung mengetahui siapa yang sekarang sedang menelponnya dan tanpa basa-basi panggilan itu langsung diputuskan oleh Arjuna.


"Hah? Cuma gitu aja? Nggak ada basa-basi apa gitu sama calon istri? Benar-benar irit bicara. Tapi menarik,"gumam Chintania dengan sudut bibir yang melengkung ke atas.


"Nia!"panggil Noah saat melihat Chintania keluar dari ruangannya.


Chintania menolehkan sebentar pada Noah tanpa menghentikan langkah kakinya,"Aku pergi dulu! Bye!"ucap Chintania sambil terus berjalan.


"Kamu mau kemana?"tanya Noah berusaha mengejar Chintania.


"Mau pergi dengan calon suami,"sahut Chintania masih terus berjalan.


Noah memperlambat langkah kakinya saat mendengar jawaban dari Chintania. Sungguh, saat Chintania menyebut tentang calon suami, Noah merasa tidak suka. Walaupun sudah jelas Chintania tidak mencintai nya, namun entah mengapa Noah masih saja mencintai dan berusaha untuk mendapatkan hati Chintania.


"Dok, ada panggilan darurat,"ucap seorang perawat yang terburu-buru menghampiri Noah.


"Baiklah. Ayo kita ke sana,"ucap Noah yang untuk sementara waktu mengesampingkan masalah perasaannya pada Chintania demi menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter.


...🌟Jika saatnya tiba, sedih akan menjadi tawa, perih akan menjadi cerita, kenangan akan menjadi guru, rindu akan menjadi temu, kau dan aku akan menjadi kita."🌟...


..."Fiersa Besari"...


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2