
Habibi pun langsung menuju ke rumah mewahnya Zahra dan ternyata dirumahnya adanya ada pembantu aja karena orangtuanya Zahra udah berangkat sama Zahra juga udah berangkat kata pembantunya.
Habibi pun langsung menuju ke kampus untuk ketemu Zahra yang ingin menjelaskan tentang kejadian malam tetapi Zahra tidak ada dikampusnya terus juga Jannah tidak tau keberadaan Zahra karena Zahra belum sampai dikelasnya kata Jannah.
"Zahra, kamu ada dimana sih...." Habibi pun khawatir tentang Zahra karena Zahra gak pergi ke kampus.
"Aku harus cari kemana, tempat biasa kamu tidak ada terus aku harus cari kamu kemana lagi, apa aku ke tempat biasa aku aja kali yah, kali aja Zahra ada disana..." Habibi pun langsung ingat tempat biasanya, kali aja Zahra ada disana.
Ternyata bener, Zahra ada disana bersama murid-murid nya tersebut tetapi pas Habibi mau hampiri Zahra, tiba-tiba Zahra langsung pergi dari tempat tersebut dan langsung masuk ke dalam mobilnya tersebut, Habibi pun langsung masuk lagi ke dalam mobilnya untuk kejar mobilnya Zahra tersebut.
"Zahra, aku mohon kamu angkat telepon aku..." Habibi yang terus-menerus telepon Zahra tetapi tidak diangkat sama Zahra, ternyata Zahra pulang ke rumahnya jadi hari ini Zahra memutuskan kuliah online aja dirumah karena gak mau ketemu Habibi lagi.
"Assalamualaikum bibi, maaf bibi... apakah saya bisa ketemu Zahra..." Tanya Habibi kepada bibi Irma untuk menanyakan apa dirinya bisa ketemu Zahra.
"Walaikumsalam tuan Habibi, maaf tuan... nona Zahra gak mau ketemu tuan Habibi katanya jadi tuan Habibi disilahkan pergi, sekali lagi maaf yah tuan Habibi..." Bibi Irma yang minta Habibi untuk pergi ke rumah Zahra tersebut karena Zahra gak mau ketemu Habibi lagi dan Zahra juga gak mau merusak hubungan orang lain jadi biarkan dirinya yang tersakiti.
*Maaf kak Habibi, aku harus menghindari kak Habibi karena aku gak mau merusak hubungan kak Habibi dengan perempuan tersebut, batin Zahra yang melihat dijendela kamarnya tersebut yang juga sambil menatap kearah Habibi yang pergi dari rumahnya.
Habibi pun binggung harus bagaimana lagi caranya untuk ketemu Zahra karena Zahra gak mau ketemu dirinya lagi dan Habibi pun membiarkan Zahra untuk diamkan dirinya selama seminggu kalau Zahra tidak mau ketemu dirinya, maka Habibi harus cari ide buat ketemu Zahra dengan cara apapun itu.
Ternyata Habibi terus memantau Zahra dari jauh setelah habis ngajar dikampusnya tersebut jadi sebelum pulang ke apartemen, Habibi mampir ke rumah Zahra untuk melihat keadaan Zahra walaupun hanya diluar.
Tiba-tiba ada ojek online dirumah Zahra dan Habibi pun titip sesuatu didalam makanan Zahra jadi Habibi juga kasih uang untuk tanda terimakasih udah mau bantuin dirinya tersebut.
"Pak, nanti kasih suratnya ke orang yang pesan makan ini yah dan ini uang buat pak beli makanan..." Habibi yang titip surat untuk Zahra kepada ojek online tersebut dan Alhamdulillahnya ojek online tersebut mau bantuin dirinya, Habibi pun langsung bilang terimakasih kepada ojek online tersebut.
Ojek online pun langsung teriak-teriak menyebut namanya Zahra karena pesannya udah datang dan satpamnya pun langsung dibuka pagarnya untuk ambil pesanan Zahra terus tadi ojek online tersebut udah taruh suratnya ke dalam plastik tersebut.
__ADS_1
"Maaf yah pak, nih pesannya..." Pak ojek online yang langsung kasih ke satpamnya Zahra.
"terima kasih pak, oiya ini ada makanan sama uang dari nona Zahra untuk pak, jadi diterima yah..." Satpamnya yang langsung kasih makanan sama sedikit uang untuk ojek online tersebut titipan dari Zahra dan ojek online pun mengucapkan terima kasih, kemudian pergi dari rumah Zahra.
Jadi Zahra walaupun nakal, dia juga orangnya suka bangat membantu dengan cara pesan makanan terus nanti dikasih makanan bikinan bibi Irma sama sedikit uang jadi itulah cara bagi-bagi Zahra untuk masyarakat sekitar.
"Masya Allah Zahra, ternyata kamu bisa berbagi-bagi ke lingkungan sekitar dengan caramu sendiri, aku tidak nyangka sebandel kamu bisa punya hati yang lembut...." Habibi yang kagum terhadap sikap Zahra kepada ojek online tersebut walaupun Zahra tidak kasih langsung ke ojek onlinenya tetapi itu udah ada niat baik dari Zahra.
"Nona Zahra, nih pesannya dan titipannya pun udah saya kasih ke ojek online, nona Zahra..." Satpamnya yang langsung kasih pesannya ke Zahra dan Zahra pun langsung kasih makanan ke satpamnya karena Zahra pesannya banyak.
"Nih pak, ambil satu soalnya saya sengaja pesan makanan banyak biar dirumah juga makan sama dengan saya..." Zahra memang begitulah bersama pembantunya maupun satpamnya karena merekalah menemani dirinya pas orangtuanya sibuk.
"Makasih nona Zahra, yaudah saya permisi...." Pamit satpam tersebut kepada Zahra.
tiba-tiba ada surat pas Zahra ambil semua makanannya dari plastik tersebut dan Zahra pu langsung buka surat tersebut untuk dibaca.
Dari Habibi :
Kalau kamu maafin aku, aku mohon ketemu sama aku malam ini di restoran ****** dan aku akan tunggu kamu sampai datang atau sampai restoran tutup, jadi aku mohon sama kamu untuk datang ke restoran malam ini.
^^^^^^Salam ^^^^^^
^^^ Habibi^^^
Zahra pun langsung terharu dengan penjelasan dari habibi tentang kejadian kemarin malam terus juga yang Zahra kagum atau terharu karena Habibi bener-bener tidak ada putus asa nya untuk bisa jelaskan kejadian kemarin malam.
"Masya Allah kak Habibi, aku bener-bener tidak nyangka kamu itu bener-bener berjuang bangat untuk jelasin salah paham kemarin malam, aku bener-bener tidak nyangka dengan semua ini..." gumam Zahra yang tidak menyangka kalau Habibi terus berusaha menjelaskan itu semuanya.
__ADS_1
Makam hari pun telah tiba yaitu dimana Zahra yang minta ketemuan sama Habibi disebuah restoran dan Zahra pun langsung pergi ke restoran karena dirinya sudah memaafkan Habibi untuk kejadian kemarin malam.
Tibalah Zahra yang melihat Habibi yang sudah nungguin dirinya yang begitu lama sekali, jadi sengaja Zahra berangkatnya agak terlambat karena Zahra mau lihat seberapa bertahannya Habibi menunggu kehadiran dirinya tersebut, ternyata Habibi bener-bener bertahan untuk menunggu kehadirannya.
"Assalamualaikum kak Habibi...." Sapa Zahra yang sudah lama tidak bicara ke Habibi dan Habibi pun langsung kaget dengan kehadiran Zahra yang menandakan kalau Zahra sudah maafkan dirinya.
"Walaikumsalam Zahra, kamu udah maafin saya.. terima kasih Zahra udah mau maafin saya, silahkan duduk... saya udah pesan makanan kesukaan kamu soalnya tadi saya telepon kakek kamu, nanya soal makanan kesukaan kamu apa...." Habibi yang merasakan senang bangat hari ini karena Zahra udah maafin dirinya dan Habibi pun memesan makanan kesukaan Zahra, apalagi Zahra juga senang dengan perilaku Habibi kepadanya tapi yang buat dia sedih adalah Zahra sama Habibi belum ada kepastian dari Habibinya tersebut.
Jadi Zahra tidak mau terlalu senang kepada Habibi karena dirinya gak mau sakit hati lagi jadi cukup anggap hari ini adalah hari baikan mereka berdua tanpa ada hari-hari yang spesial dalam hidupnya.
Zahra juga lelah dengan terus merasakan sakit hati makanya Zahra gak mau terlalu banyak berharap kepada Habibi jadi Zahra akan memperlakukan Habibi sebagai dosennya bukan lebih dari dosennya, maka Zahra akan kembali normal seperti pertama kali Zahra mengenal habibi dengan cara itu Zahra tidak akan sakit hati lagi.
*aku akan menjadi Zahra yang dulu lagi karena aku gak mau terlalu banyak berharap kepadamu, kak Habibi.. batin Zahra yang sambil makan dan mengeluarkan air mata yang dari tadi dia tahan pas menatap Habibi, kemudian Zahra pun pamit ke kamar mandi untuk hapus air matanya tersebut sedangkan Habibi sedang menikmati makanannya tanpa melihat Zahra yang sedang nangis.
Setelah selesai makan, Habibi tadi mau ngaterin Zahra pulang terus suruh sopirnya pulang duluan tetapi Zahra menolaknya tawaran pulang bareng bersamanya jadi kaya Zahra yang dulu bukan Zahra waktu itu lagi.
Zahra pun langsung pamit ke Habibi dan Zahra langsung masuk ke dalam mobilnya, kemudian melambaikan tangannya kepada Habibi terus tiba-tiba Zahra pun nangis lagi karena Zahra sebenernya udah mulai jatuh cinta sama Habibi tetapi dia gak mau terlalu berharap kepada Habibi dan Zahra juga tidak mau nantinya sakit hati lagi kalau Habibi tau dirinya jatuh cinta kepadanya apalagi nanti ditolak sama Habibi itu yang Zahra takutkan ketika bersama Habibi yang akan membuatnya bertambah jatuh cinta.
*Semoga aku bisa lewatkan ini semuanya, batin Zahra yang menatap kearah jendela mobilnya.
ini rumah Zahra
Sampai jumpa di episode selanjutnya....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
__ADS_1
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌
Oiya share juga ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌