
Beberapa hari lagi Habibi akan balik ke pesantren, jadi orangtuanya Zahra memutuskan untuk mengadakan pesta perpisahan untuk menantunya tersebut.
Jadi ibu Maryam sibuk membeli perlengkapan bahan-bahan makanan Kesukaan menantunya tersebut yang dibantu oleh Zahra dan diva untuk menemani dirinya ke pasar.
" kalian berdua tuh gak usah bantuin ibu ... Tante, nanti kan ibu minta tolong sama bibi aja..." ibu Maryam yang tidak ingin merepotkan anaknya dan sepupunya Habibi untuk menemani dirinya ke pasar.
" Gak apa-apa Bu, mumpu Zahra tidak ada jadwal kampus..." Zahra yang tidak merasa direpotkan, malah Zahra sangat senang bisa bantuin ibu beli perlengkapan bahan-bahan makanan Kesukaannya Habibi.
" iya Tante, diva juga gak merasa direpotkan kok, malah diva ingin bangat bantuin Tante ke pasar daripada Dirumah... hehe..." diva juga tidak merasakan kerepotan menemani ibu Maryam, malahan diva merasakan senang kalau ada kegiatan.
" yaudahlah, seterah kalian berdua aja... yaudah, Kita langsung beli bahan-bahannya..." ibu Maryam pun akhirnya pasrah kepada mereka berdua dan ibu Maryam langsung ajak mereka berdua ke pasar untuk beli bahan-bahan makanan untuk acara perpisahan Habibi.
Mereka pun sibuk beli bahan-bahan makanan kesukaannya Habibi, akhirnya bahan-bahan makanan pun sudah lengkap dan kemudian mereka berdua langsung menuju ke kasir untuk bayar semua belanjaannya tersebut dan mereka juga beli bahan-bahannya segar Semuanya tidak ada yang layu, ternyata ibu Maryam sangat jago memilih bahan-bahan masakan yang bagus-bagus.
" Ternyata Tante pinter yah, bisa milih bahan-bahan masakan yang bagus-bagus..." diva yang kagum kepada ibu Maryam yang sangat pinter, pilih bahan-bahan masakan yang bagus-bagus atau segar-segar.
" kamu bisa aja.... tapi makasih yah udah muji Tante..." ibu Maryam yang senang dipuji oleh diva tentang bakatnya milih bahan-bahan masakan yang bagus-bagus.
" sama-sama Tante..." diva yang tersenyum kepada ibu Maryam dan mereka pun sudah sampai dikantin, kemudian mereka langsung bayar belanjakan tersebut.
Mereka pun sudah selesai belanja, kemudian ibu Maryam minta berhenti direstoran langganannya tersebut, karena ingin diisi perutnya, sebelum pulang kerumah.
" kita makan dulu yah, kalian pasti pada lapar..." ibu Maryam yang minta mampir direstoran langganannya tersebut.
" iya ibu, Zahra udah lapar bangat, hehehe..." Zahra pun mengiyakan ajakan ibu Maryam untuk makan dulu sebelum pulang dan diva pun mengikuti mereka aja maunya kemana.
Kemudian mereka berdua langsung pesan makanan dan minuman yang sesuai selera mereka masing-masing, setelah mereka udah pesan, mereka tinggal tunggu pesanannya tiba.
" Ini tempat pertama kali, Tante ketemu om Suryadi..." Ternyata restoran tersebut adalah tempat pertemuannya ibu Maryam sama ayah Suryadi.
" serius Tante... " diva yang kaget pas ibu Maryam memberi tahu restoran tersebut adalah tempat pertemuannya ibu Maryam sama ayah Suryadi.
Ibu Maryam pun mengangguk kepalanya sebagai tanda mengiyakan ucapannya tesebut, Zahra sama diva pun langsung kaget pas ibu Maryam mengakuinya.
Zahra sama diva pun minta menceritakan pertemuannya ibu Maryam sama ayah Suryadi pertama kali direstoran tersebut, ibu Maryam pun langsung menceritakan pertemuannya dengan ayah Suryadi pas masa-masa kuliah waktu itu.
Tiba-tiba pesanannya mereka pun datang, terpaksa cerita tentang pertemuan ibu Maryam sama ayah Suryadi dihentikan terlebih dahulu, padahal ceritanya lagi seru-serunya.
__ADS_1
" yah, terpaksa berhenti deh ceritanya, padahal kan lagi seru-serunya dengarin cerita ibu... hehehe..." Zahra yang lagi serius-seriusnya dengarin cerita ibunya sama ayahnya eh malah Pesanannya datang.
" nanti ibu ceritain lagi, yaudah... kita makan dulu, terus langsung pulang ke rumah..." ibu Maryam pun menyuruh mereka berdua untuk makan dulu, nanti kapan-kapan ceritakan lagi.
Mereka pun langsung makan dengan nikmati, akhirnya mereka pun selesai makannya, kemudian mereka berdua pun langsung pulang ke rumah, karena mereka harus masak makanan malam nanti buat acara perpisahan Habibi.
Akhirnya mereka pun sampai Dirumah dan mereka langsung menuju ke dapur untuk siap-siapin bahan-bahan yang harus dimasak duluan, sebelum mereka masak, mereka harus cuci tangan terlebih dahulu, setelah itu mereka langsung masak yang pertama.
" Yaudah kalian berdua, bantuinnya cuci bahan-bahan yang mau dimasak yah..." ibu Maryam minta mereka berdua nyuci bahan-bahan yang mau dimasak.
" sip ibu bos... Tante bos..." mereka berdua yang jawabnya secara bersama-sama.
Mereka pun langsung melaksanakan tugasnya masing-masing, kemudian ibu Maryam memberikan mereka berdua tugas baru lagi dan mereka berdua pun langsung melaksanakan tugas barunya tersebut.
Beberapa masakan mereka pun telah selesai, kemudian ibu Maryam menyuruh diva untuk bawa beberapa masakan yang sudah matang ke ruang makan dan Diva pun langsung melaksanakan perintah dari ibu Maryam untuk bawa beberapa makanan ke ruang makan.
Tiba-tiba ada teriakan seorang laki-laki yang memanggil nama ibu Maryam, diva pun penasaran, siapa laki-laki yang memanggil nama ibu Maryam begitu kerasnya.
" Assalamualaikum, Tante Maryam...." teriak Azzam yang memanggil ibu Maryam dan tiba-tiba Azzam berhenti berteriak pas lihat diva yang lagi berdiri diruang makan tersebut.
" walaikumsalam, Tante Maryam lagi masak didapur sama Zahra...." jawab diva kepada Azzam dan diva kasih tau kalau ibu Maryam lagi masak didapur sama Zahra.
" aku sepupunya Habibi..." Diva yang menjawabnya begitu jutek kepada Azzam.
"oh sepupunya Habibi... kalau aku sepupunya Zahra, namaku Azzam.... nama kamu siapa???." Azzam yang minta kenalan sama diva dengan memberikan tangannya untuk berjabar tangan dengan diva.
" namaku, diva..." diva yang memberikan dua tangannya ke dadanya tersebut dan Azzam pun langsung tarik tangannya, kemudian garuk-garuk kepalanya.
" nama yang cantik, kamu udah berapa hari dirumah Tante Maryam..." Azzam yang begitu tak berhenti ajak bicara diva, walaupun jawaban diva begitu juteknya kepadanya.
" udah beberapa hari...." lagi-lagi diva menjawabnya jutek Kepada Azzam yang sambil menata makanannya tersebut dimeja makan.
" oh... sini aku bantuin..." Azzam yang menawarkan bantuan kepada diva dan diva tadinya menolak bantuannya Azzam tetapi Azzam memaksa dirinya, yaudah deh diva terpaksa menerima bantuan dari Azzam.
Mereka berdua pun sibuk menata makanan dimeja makanan dan Zahra pun tiba-tiba datang bersama ibu Maryam yang melihat adegan mereka berdua yang begitu romantisnya.
" Zahra, kayanya ibu, mau jodohkan sepupu kamu dengan diva...." ibu Maryam yang ingin jodohkan diva dengan Azzam.
__ADS_1
" aku juga, waktu pertama kali ketemu kak diva, punya kepikiran itu..." Zahra yang juga punya pikiran sama dengan ibu Maryam yang ingin jodohkan Azzam dengan diva.
mereka berdua pun langsung tersenyum dengan pikiran mereka berdua yang sama, kemudian mereka berdua langsung menuju ke ruang makan yang ada diva sama Azzam disana.
" Aduh, mana sih kak Habibi, lama bangat yah datangnya, Soalnya aku pengen seromantis kaya kak Azzam sama kak diva, hehehe..." Zahra yang pura-pura iri sama mereka berdua, padahal mah Zahra tidak iri, malahan senang melihat Azzam sama diva bersatu.
" kamu apaan sih, Zahra...." diva yang sudah mulai salah tingkahnya pas ketauan Zahra sama ibu Maryam.
" kamu Jangan salah tingkah gitu donk, diva..." ibu Maryam yang melihat kalau diva sedang salah tingkah.
" si...apa, yang salah tingkah Tante Maryam, yaudah... aku mau ke kamar mandi dulu..." diva yang langsung menghindari perkataan ibu Maryam yang bilang kalau diva sedang salah tingkah.
Azzam pun langsung tersenyum melihat diva begitu salah tingkah pas ketauan oleh Zahra dan ibu Maryam, kemudian Habibi sama ayah Suryadi pun sudah Pulang, jadi tadi Habibi pamit mau kerumah temannya untuk ambil barang-barang yang ketinggalan, kemudian Habibi ketemu ayah Suryadi pas mau masuk ke dalam rumah, jadi barengan deh masuknya.
" kok ayah bisa bareng sama Habibi..." ibu Maryam yang menanyakan kebarengan mereka berdua masuk dalam rumah.
" tadi ayah, ketemu Habibi pas mau masuk ke dalam rumah, jadi ayah kalian aja ajak Habibi masuk bareng..." ayah Suryadi yang memberikan alasan masuk bareng sama Habibi.
Ibu Maryam pun langsung paham dengan alasan ayah Suryadi tersebut, kemudian ayah Suryadi sama Habibi pamit masuk ke kamarnya untuk bersih-bersih badannya dan mereka berdua pun datang, habis itu mereka semuanya udah pada kumpul dimeja makan.
" wah... ini kan makanan kesukaan aku..." Habibi yang langsung kaget pas tau makan malam hari ini adalah makanan kesukaannya tersebut.
" iya, ibu sengaja masak kesukaan kamu tapi bukan ibu aja yang masak, ibu dibantuin diva sama Zahra..." ibu Maryam yang kasih tau, kalau bukan ibu Maryam aja yang masak jadi ibu Maryam dibantuin sama dua wanita cantik tersebut.
" makasih Zahra... makasih diva... makasih ibu..." Habibi yang mengucapkan terimakasih dengan satu persatu kepada mereka.
" oiya kak Zahira mana..." Habibi yang menanyakan keberadaan Zahira yang tidak ada Dirumah.
" oh kak Zahira ada kerjaan diluar, jadi gak bisa ikut acara makan-makan deh..." Zahra yang kasih tau kalau Zahira sedang ada kerjaan diluar.
Mereka semuanya pun langsung makan hidangan yang sudah dimasak oleh tiga wanita cantik dan mereka semuanya pun sangat menikmati makanan yang dimasak oleh tiga wanita cantik, terus juga mereka pada memuji masakan tersebut.
* Hari perpisahan yang sangat bahagia untukku, batin Habibi yang sangat bahagia dengan acara perpisahannya tersebut dan Habibi juga beruntung bisa jadi Keluarganya ayah Suryadi yang begitu sayangnya terhadap keluarganya tersebut.
Sampai jumpa di episode selanjutnya...
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
__ADS_1
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya jangan lupa share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌