
Setelah Zayn sama dara sudah keliling melihat rumahnya, kemudian Zayn langsung pamit kepada pak Heri untuk kembali lagi ke hotel.
" Pak Heri, saya sama istri saya pamit pulang yah.."Zayn yang pamit pulang kepada pak Heri.
"iya pak Zayn, hati-hati dijalan yah... nanti dua hari lagi insyah Allah rumahnya udah jadi..." Pak Heri pun mempersilahkan Zayn untuk pulang dan pak Heri mengingatkan lagi, kalau dua hari lagi rumahnya akan jadi.
" baik pak, yaudah... ini ada bingkisan dari kita berdua, sebagai tanda terimakasih telah bikin rumah kita menjadi sebagus gini, semoga pak Heri suka yah... oiya ini juga ada bingkisan buat anak buah pak Heri juga..." Zayn yang kasih bingkisan kecil-kecilan untuk pak Heri sama anak buahnya tersebut.
" Ya ampun pak Zayn, gak usah repot-repot... tapi makasih yah atas bingkisannya, semoga pak Zayn sama bu dara selalu sehat, amiiin..." Pak Heri pun senang diberikan bingkisan oleh Zayn dan Zayn mengaminkan doa dari pak Heri.
" sama-sama Pak Heri, yaudah... saya sama istri saya pamit yah, assalamualaikum..." Zayn langsung pamit kepada pak Heri untuk pulang ke hotel, setelah sudah melihat perkembangan rumahnya tersebut.
"Walaikumsalam pak Zyan, hati-hati dijalan yah pak..." Pak Heri langsung anterin Zayn sama dara Sampai masuk kedalam mobil dan melambaikan tangannya juga.
mereka berdua pun sudah keluar dari daerah rumahnya tersebut, kemudian mereka berdua memutuskan untuk mampir dulu ke supermarket yang ingin beli beberapa kebutuhan sehari-harinya selama di hotel beberapa hari ini.
" Dara, nanti kita mampir yah ke supermarket, sebentar..." Zayn yang bilang ke dara kalau dirinya akan mampir ke supermarket.
" baiklah..." Dara pun langsung mengiyakan ajakan dari Zayn untuk mampir ke supermarket.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua pun sampai di supermarket, mereka berdua langsung masuk ke dalam supermarket dengan keranjang yang didorong.
" Kita mau beli apa aja nih..." Zayn yang tidak tau ingin beli apa, karena dirinya kurang paham mengenai kebutuhan sehari-hari.
" Hmmm, kita beli yang mentahnya dulu, seperti daging, ayam, atau kamu mau yang lainnya gak apa-apa, nanti kita sama-sama belajar masak juga, soalnya aku juga bisa masak cuma beberapa aja..." Dara yang minta beli bahan-bahan yang mentah dulu, biar nanti bisa dimasak sendiri.
" oh yaudah, aku ikutin kemauan kamu aja, pokoknya apapun yang kamu masak, yah aku makan..." Zayn yang menyerahkan kebutuhan sehari-harinya kepada dara.
Dara pun langsung mencari bahan-bahan yang mudah dimasak olehnya dan Akhirnya bahan-bahan yang mudah dimasak pun sudah lengkap, kemudian dara sama Zayn langsung menghampiri ke kasir untuk bayar belanjaannya tersebut.
Akhirnya belanjanya pun sudah dibayar, kemudian Zayn yang membawa belanjanya tersebut, karena Zayn tidak ingin dara membawa belanjaan yang cukup banyak, dara pun senang dengan perlakuan Zayn kepadanya dan disaat itulah dara sudah mulai merasakan kagum kepada Zayn, jadi pelan-pelan muncul rasa menyukai dirinya Zayn.
" Kamu udah lapar belum..." Zayn yang menanyakan kepada dara, apakah dara udah lapar.
" iya aku udah lapar nih..." Dara yang sudah mulai lapar dan Zayn pun langsung cari tempat makan yang terdekat supermarket.
__ADS_1
" kita makan disana aja, gimana..." Zayn yang mengajak dara untuk makan dipinggir jalan yang lumayan dekat dari supermarket tersebut.
" Boleh tuh... kayanya enak..." Dara yang langsung menyetujui ucapan Zayn yang ingin makan dipinggir jalan.
Mereka berdua pun langsung menuju ke tempat makanan yang ada di pinggir jalan dan lumayan dekat dari supermarket, tetapi sebelum kesana, Zayn langsung masukin bahan-bahan kebutuhan sehari-harinya kedalam mobil, setelah itu baru menuju ke tempat makan tersebut.
Sampailah mereka berdua ditempat makan tersebut, mereka berdua langsung pesan makanannya sama minumannya sesuai selera masing-masing, kemudian mereka berdua menunggu Pesanannya tersebut, jadi sambil menunggu Pesanannya, mereka berdua mengobrolkan tentang kekurangan perabotan untuk rumahnya tersebut.
" Kita harus beli kekurangan segera mungkin..." Zayn yang ingin memenuhi kekurangan perabotan rumahnya tersebut.
" Iya bener kata kamu..." Dara pun langsung memikirkan apa kekurangan perabotannya tersebut.
Tiba-tiba makanan sama minuman mereka berdua pun datang, kemudian mereka berdua langsung menikmati makanan tersebut dan beberapa jam mereka berdua pun sudah selesai makan, habis itu mereka berdua langsung menuju ke mobilnya untuk segera pulang ke hotel.
Beberapa jam menuju hotel, mereka berdua pun sampai dihotel tersebut, setelah sudah memarkirkan mobilnya, mereka berdua langsung menuju ke kamarnya mereka berdua dan sampailah mereka berdua dikamarnya tersebut, kemudian Zayn mempersilahkan dara untuk masuk duluan, habis itu Zyan masuk kedalam juga sambil menuju ke dapur untuk taruh belanjaannya tersebut.
" Aku taruh disini aja yah, nanti kamu tinggal merapikan bahan-bahannya tersebut ke dalam kulkas, kalau nanti aku yang rapikan, bisa gawat nanti, hehe..." Zayn pun minta dara untuk menata bahan-bahannya kedalam kulkas dengan rapi dan dara pun langsung menggangguk kepalanya kepada Zayn.
Beberapa hari kemudian, tibalah diacara Syukuran rumahnya dara sama Zayn, mereka berdua pun sudah mengundang beberapa anak yatimpiatu, anak santri-santri yang minta tolong Habibi untuk memilih anak santri yang akan dibawakan ke rumahnya tersebut.
Mereka berdua juga sudah mempersiapkan beberapa bingkisan untuk dibawa para tamu undangan tersebut, terus mereka berdua juga sudah mempersediakan makanan yang dibawa dari Restorannya dara untuk dinikmati para tamu undangan syukuran rumahnya tersebut.
" Assalamualaikum nak..." Sapa orangtuanya Zayn kepada mereka berdua dan mereka berdua langsung salim kepada orangtuanya Zayn.
" Walaikumsalam, bunda... ayah..."Zayn pun langsung jawab salam dari orangtuanya tersebut dan Zayn langsung mempersilahkan orangtuanya untuk duduk yang sudah disediakan.
" Assalamualaikum dara... Zayn..." Sapa orangtuanya dara dan mereka berdua langsung salim ke orangtuanya dara.
" Walaikumsalam, mama...papa..." dara pun langsung jawab salam dari orangtuanya tersebut.
Kemudian keluarganya Habibi sama kakek Yusuf maupun anak-anak santri yang sudah dipilih oleh Habibi dan anak-anak yatimpiatu juga sudah datang dirumahnya tersebut, mereka berdua langsung mempersilahkan mereka untuk duduk yang sudah disediakan.
" Assalamualaikum..." Sapa Habibi kepada mereka berdua.
" Walaikumsalam, Habibi..." jawab Zayn dari salam Habibi dan mereka berdua langsung salim kepada orangtuanya Habibi maupun kakek Yusuf.
__ADS_1
" yaudah, kalian langsung duduk aja..." Zayn yang langsung minta mereka untuk duduk yang sudah disediakan.
Beberapa menit kemudian, orangtuanya Zahra sama Zahira pun datang dengan membawa sedikit hadiah untuk rumahnya Zayn dan dara.
" Assalamualaikum..." Sapa ayah Suryadi kepada mereka semuanya.
" Walaikumsalam..." Jawab Zayn dari salam Orangtuanya Zahra.
" ini ada sedikit hadiah untuk memenuhi perabotan rumah kamu..." Ibu Maryam pun kasih hadiah untuk rumahnya dara dan Zayn.
"Terimakasih, om Suryadi sama tante Maryam atas hadiahnya..." Zayn yang langsung terima hadiah dari orangtuanya Zahra, tetapi kenapa tidak ada Zahra.
" pasti kamu cariin Zahra yah...Zahra lagi sibuk kuliah, tetapi dia titip salam buat kamu, katanya selamat yah atas rumahnya dan minta maaf gak bisa datang...." Titip salam dari Zahra untuk mereka berdua yang disampaikan oleh ibu Maryam.
" oh yaudah gak apa-apa Tante Maryam, semoga lain waktu, Zahra bisa mampir kesini, yaudah... silahkan Tante sama om untuk duduk..." Zayn yang langsung minta orangtuanya Zahra untuk duduk yang sampingan dengan menantunya tersebut.
" Assalamualaikum, ibu... ayah..." Sapa Habibi kepada mertuanya tersebut.
" Walaikumsalam nak Habibi,maaf yah Zahra gak bisa datang, kamu tau kan... kalau anak Kuliahan hari ini lagi ujian..." ibu Maryam yang minta maaf atas tidak kedatangan Zahra, ibu Maryam juga tau perasaan Habibi yang pastinya kangen sama Zahra.
" Iya gak apa-apa ibu... aku juga ngerti kesibukannya Zahra, dengan cara sibuk Zahra seperti itu bakalan mempercepat Zahra lulus kuliah juga nantinya..." Habibi yang mengerti kesibukan Zahra dan Habibi juga tau, kalau Zahra sibuk yang pastinya akan mempercepat Zahra lulus kuliah.
" iya juga sih, ibu bangga punya menantu seperti kamu yang bisa mengerti kesibukan Zahra dan kamu juga sabar bangat dipisahkan oleh Zahra yang lagi kuliah dijakarta..." Ibu Maryam yang kagum terhadap menantunya tersebut yang sangat pengertian maupun sabar menghadapi hal apapun itu yah seperti kesibukan Zahra dan dipisahkan Zahra yang lagi kuliah dijakarta.
Habibi pun tersenyum dengan ucapan orangtuanya Zahra dan orangtuanya Zahra juga membalas dengan senyuman juga kepada Habibi.
Acara syukuran rumahnya Zayn sama dara pun dimulai, acara syukuran rumahnya diawali dengan berdoa yang dipimpin oleh kakek Yusuf dan diikuti oleh semua tamu undangan, kemudian shalawat yang juga diikuti para tamu undangan, acara terakhir membagikan sedikit rezeki maupun bingkisan kepada anak-anak yatimpiatu dan santri-santri, akhirnya acara syukuran pun telah selesai dan mereka langsung menikmati makanan yang sudah disediakan oleh mereka berdua.
* Akhirnya acara syukuran rumah berjalan dengan lancar tanpa ada halangan sedikitpun, batin Zayn yang bersyukur acara syukuran rumahnya berjalan dengan lancar, walaupun beberapa tamu undangan yang tidak hadir, tetapi acara Syukuran rumahnya tetap berjalan dengan lancar.
Sampai jumpa di episode selanjutnya yah.....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes π€πππππ
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes π€πππππ
__ADS_1
Oiya jangan lupa share juga ceritaku ini ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaesπ€ππππππ