
Akhirnya sampai juga dirumah Zahra yang lumayan mewah tapi halamannya penuh dengan tanaman kesukaan Ibu Maryam dan Zahra pun langsung keluar mobil dengan wajah yah cukup kesel sama Habibi karena Habibi tadi tidak kasih tau soal anak tadi.
"Yaudah kak Habibi pulang aja, aku masuk duluan yah, assalamualaikum..." Zahra yang langsung pamit kepada Habibi tanpa nungguin Habibi jalan dulu.
"Walaikumsalam, maaf yah Zahra...." Gumam Habibi yang sudah lihat Zahra dari jauh dari mobilnya tersebut.
*ihhh kesel bangat hari ini, kenapa hari ini adalah hari paling nyebelin bangat bagi aku pokoknya dua laki-laki itu membuat aku jadi tambah kesel aja, batin Zahra yang langsung pukul-pukul boneka kesukaannya tersebut karena Zahra tuh lagi kesel bangat sama Habibi dan damar.
Tiba-tiba bibi Irma datang untuk ngaterin minuman kesukaan Zahra jadi setiap Zahra pulang pastinya bibi Irma selalu bikinin minuman kesukaan Zahra.
"Assalamualaikum nona Zahra, apa bibi bisa masuk..." Bibi Irma yang ketok-ketok pintunya dan minta izin buat bisa masuk ke kamarnya Zahra.
"Walaikumsalam bibi, yaudah masuk aja..." Zahra yang mempersilahkan bibi Irma untuk masuk ke kamarnya.
Bibi Irma pun langsung buka pintunya dan menghampiri Zahra yang ada di tempat tidurnya tersebut.
"Ini nona Zahra minuman kesukaannya dan Nona mau bawa apa lagi, biar nanti bibi siapkan..." Bibi Irma yang menawarkan, apa yang dimau Zahra selain minuman soalnya bibi Irma tau kalau Zahra sedang kesel jadi kira aja Zahra pengen sesuatu buat hilangi rasa keselnya.
"Gak usah bibi, ini aja, oiya nanti makanan malam aku bawa ke kamar aja yah, aku malas kebawah terus kalau ditanya ibu sama ayah, jawab aja, aku lagi belajar, gitu yah bibi ..." Perintah dari Zahra kepada bibi Irma untuk bawa makan malam nanti ke kamarnya, katanya lagi malas turun ke bawah.
"Ok deh nona Zahra, yaudah bibi permisi dulu yah nona..." Pamit bibi Irma untuk ke bawah melakukan kerjaan selanjutnya.
Zahra pun langsung berikan jempolnya karena dirinya sedang minum kesukaannya tersebut.
Makan malam pun tiba, orang tuanya Zahra pun binggung melihat bibi Irma siap-siapin makan malam terus langsung ke atas dan bibi Irma pun turun lagi ke bawah, kemudian ibu Maryam pun langsung tanyakan ke bibi Irma kenapa tadi bawa makan malam ke atas.
"Tadi bibi ngaterin makanan buat Zahra yah..." Tanya ibu Maryam kepada bibi Irma.
"Iya nyonya, kata nona Zahra, dia mau belajar jadi malas ke bawah nya..." Bibi Irma yang menyampaikan perintah dari Zahra kalau ibunya tanyain dirinya.
"Oh gitu yaudahlah tapi tumben bangat tuh anak rajin belajarnya, yaudah bibi lanjutin kerja yang lain..." Ibu Maryam pun minta bibi Irma untuk kembali ke dapur dan ibu Maryam sama ayah Suryadi pun melanjutkan makannya tersebut.
Pagi yang begitu cerah, Hari ini Zahra tidak ada jadwal kampus tapi dirinya dikasih tugas gara-gara kemarin dirinya bolos tapi yaudahlah mau gimana lagi dan Zahra pun cari udara pagi dulu sebelum ngerjain tugasnya lagi karena malam memang Zahra ngerjain tugas, itu juga gak tau kenapa Zahra tiba-tiba rajin belajar biasanya dirinya tuh malas bangat ngerjain tugas terus juga lihat tugasnya Jannah tersebut tapi hari ini Zahra berusaha sendiri yah ada yang tanya ke Jannah juga tetapikan itu cuma tanya bukan lihat tugas jadi beda.
__ADS_1
"Assalamualaikum ibu sama ayah, Zahra olahraga dulu yah, oiya hari ini Zahra gak ada jadwal kampus, jadi ayah sama ibu berangkat aja..." Pamit Zahra Kepada orang tuanya terus juga tadi Zahra cuma minum susu dan Zahra menyuruh orang tuanya berangkat karena dirinya tidak ada jadwal kampus.
"Walaikumsalam, hati-hati Zahra..." Jawab ibu Maryam kepada salamnya Zahra dan ibu Maryam juga meminta Zahra untuk hati-hati dijalan.
"Tumben tuh anak olahraga biasanya paling malas olahraga pagi..." gumam ibu Maryam yang sangat heran sama sikap anak tersebut.
Zahra pun sangat menikmati olahraga paginya, tiba-tiba datanglah damar dibelakang Zahra dan damar pun tiba-tiba peluk Zahra tetapi sama Zahra pun didorong.
"ihhh apaan sih kamu, oiya aku lupa, mau bilang sesuatu sama kamu ..." Zahra yang lupa bilang sesuatu sama Damar.
"Apa tuh sayang, kamu udah maafin aku kan..." Damar yang senang kalau dirinya mau dimaafin sama Zahra.
"Apa???? maafin kamu????, aku tuh mau bilang, kalau kita PUTUS, jadi kita tidak ada hubungan apa-apa, ok damar..." Zahra yang langsung minta lurus sama damar tetapi damar pun menolak untuk putus sama Zahra.
"Sayang, kamu jangan bercanda deh, aku tuh gak mau putus sama kamu, jadi kita baikan yah..." Damar yang langsung pegang tangannya Zahra tetapi sama Zahra pun di lepas dan Zahra pun langsung ninggalin damar karena Zahra gak mau ada hubungan lagi sama damar.
"SAYANG...." teriakan damar pas Zahra lari ninggalin dirinya sendirian ditaman.
"Ini, gara-gara cowo itu, buat gua jadi putus sama Zahra, awas aja kalau ketemu, gua habisin tuh cowo...." gumam damar yang mau habisi Habibi karena gara-gara Habibi, Zahra minta putus sama dirinya, padahal kan gara-gara dirinya selingkuh kenapa salah Habibi itulah damar yang tidak mau salahkan dirinya jadi cari kesalahan orang lain.
Tiba-tiba dijalan, dirinya pun ketemu Habibi yang sedang olahraga juga di taman tersebut dan Zahra pun binggung cara hindari Habibi dengan cara apa, soalnya dirinya gak mau ketemu Habibi.
Ketika Zahra mau balik Badannya, tiba-tiba Habibi panggil namanya dan Habibi langsung lari kearah dirinya, disaat itu Zahra pun binggung harus bagaimana sedangkan Habibi bentar lagi udah ada dibelakangnya.
"Assalamualaikum Zahra, kamu kenapa lari pas lihat aku..." Habibi yang menanyakan pas Zahra mau lari ketika lihat dirinya.
"Walaikumsalam kak Habibi, siapa yang lari, orang aku mau pulang soalnya udah cukup olahraganya jadi jangan salah paham yah..." Zahra yang terpaksa bohong sama Habibi padahal mah memang benar dirinya menghindari Habibi.
"Oh gitu, yaudah pulangnya bareng sama aku aja..." Habibi yang menawarkan pulang bareng dirinya tetapi Zahra menolaknya.
"Aku mau kerumah Jannah soalnya kak Habibi, jadi aku duluan yah, assalamualaikum kak Habibi...." Zahra yang terpaksa bohong lagi dan Zahra pun langsung naik taksi buat cepat-cepat terhindar dari Habibi karena dirinya masih kesel sama Habibi yang tidak mau kasih tau soal anak tadi.
*Untung aja aku bisa hindari kak Habibi, batin Zahra yang selamat dari ajakan Habibi yang minta pulang bareng dirinya tetapi dirinya masih kesel sama Habibi.
__ADS_1
"Pak, berhenti di supermarket itu aja yah, pak..." Zahra yang minta berhentikan di supermarket karena dirinya mau beli sesuatu disana.
" baik, Mbak...." Sopir taksinya pun berhenti sesuai kemauan Zahra dan Zahra pun langsung bayar, kemudian turun dari taksi dan menuju ke dalam supermarket tersebut.
Zahra pun sedang memilih-milih makanan sama minuman buat temanin dirinya nanti dikamar karena dirinya mau melanjutkan kerjakan tugasnya tersebut.
Tiba-tiba Habibi juga ada disupermarket tersebut dan Zahra pun kaget kehadiran Habibi yang tiba-tiba muncul dihadapannya tersebut.
"Kak Habibi...." Kaget Zahra yang tiba-tiba ada Habibi di tempat makanan yang mau Zahra ngambil.
"hmmm..." Habibi yang menjawab sampai tersenyum kepada Zahra.
"Loh bukannya kak Habibi masih di taman yah, kenapa bisa ada disini..." Zahra yang masih binggung dengan tiba-tiba kehadiran Habibi yang ada disupermarket juga.
"emang kenapa, kalau saya ada disini, kan saya juga mau beli sesuatu buat temanin saya dirumah sambil bikinin tugas buat kamu sama teman-teman kamu, jadi boleh donk saya mampir kesini...." jawab bohong Habibi kepada Zahra padahal mah tadi dirinya ngikutin Zahra pas Zahra naik taksi tadi terus Habibi ikut masuk ke dalam supermarket dengan pura-pura beli sesuatu.
"Oh gitu yah, yaudahlah saya pulang duluan yah kak..." Zahra yang langsung tinggalin habibi lagi disupermarket tersebut.
Zahra pun langsung kasih belanjaannya ke kasir kemudian bayar dan Zahra pun memesan ojek online buat dirinya pulang ke rumah.
Tiba-tiba Habibi pun juga selesai belanja dan Habibi pun langsung naik mobil, kemudian tawarin bareng kepada Zahra tetapi Zahra Diam aja tanpa menjawab.
"Zahra, ayo pulang bareng saya daripada kamu nantinya gak dapat ojek terus lama-lama disupermarket, mendingan kamu pulang bareng saya..." kata Habibi yang menawarkan pulang bareng sama Zahra dan Zahra juga kesel sama ojek online yang dari tadi gak dapat-dapat terus Zahra pun binggung harus gimana.
*Aduh gimana nih, Zahra yang binggung harus terima apa tolak lagi tawaran Habibi kepadanya.
kira-kira Zahra terima gak yah tawaran Habibi....
Sampai jumpa di episode selanjutnya ...
.
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
__ADS_1
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya jangan lupa share ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌