Ustadz Muda Adalah Jodohku

Ustadz Muda Adalah Jodohku
Makan Bersama


__ADS_3

Bundanya diva pun membawa minuman sama sedikit cemilan untuk Azzam yang lagi bicara sama ayahnya diva diruang tamu.


" Nih, Tante bawa minuman sama sedikit cemilan untuk kamu..." Bundanya diva yang membawa sedikit minuman sama sedikit cemilan untuk Azzam.


" Terimakasih Tante, aku jadi repotin... oiya aku lupa, nih... ada buah-buahan dari aku, semoga Tante sama om suka yah dan ini bunganya untuk kamu..." Azzam langsung kasih bawaannya tersebut kepada orangtuanya diva sama diva.


" Ya ampun, jadi repotin kamu...." Bundanya diva langsung ambil bawaannya Azzam dan bundanya diva jadi tidak enakan sama Azzam yang bawakan buah-buahan Untuknya.


" Tidak apa-apa Tante, aku merasa senang bisa bawain Tante sama om buah-buahan..." Azzam menjawab ucapan bundanya diva dan Azzam malah senang bisa beli sesuatu untuk orangtuanya Diva.


" Yaudah, kalau kamu tidak merasa kerepotan, Diva... bilang terimakasih sama Azzam, udah beliin kamu bunga..." bundanya diva minta diva mengucapkan terimakasih kepada Azzam yang telah belikan bunga untuknya.


" gak usah Tante, jangan paksakan diva..." Azzam yang tidak mempermasalahkan diva untuk bilang terimakasih kepadanya.


" Terimakasih Azzam, lain kali gak usah belikan aku bunga yah..." Diva yang terpaksa tersenyum kepada Azzam dan diva juga minta Azzam untuk tidak usah belikan bunga lagi.


" kamu jangan gitu diva..." Bundanya diva yang marah kepada diva.


" bener kata bunda kamu, kamu tuh jangan gitu sama nak Azzam..." Ayahnya diva juga ikut marahin diva.


* Kenapa aku yang dimarahin sih, batin diva yang merasa kesel dimarahin orangtuanya.


" Gak apa-apa Tante, aku tau kok, diva pasti bercanda bicara kaya gitu..." Azzam yang tidak mempermasalahkan diva bicara seperti itu kepadanya.


"tuh dengarin kata Azzam..." bundanya diva yang marah lagi divanya.


Diva pun hanya bisa diam aja, ketika orangtuanya marahin dirinya, soalnya kalau diva membalas ucapan orangtuanya, takutnya orangtuanya tambah jadi marahin dirinya.


Sedangkan Azzam yang merasakan tidak enakan kepada diva yang dimarahin terus sama orangtuanya dan Azzam langsung ingin pulang aja, supaya orangtuanya tidak marahin diva terus.


" Yaudah, Tante sama Om... aku pamit pulang yah..." Azzam yang ingin pamit pulang kepada orangtuanya diva.


" Kok pamit pulang, udah sini aja yang lama, kamu kan baru berapa jam disini, terus juga bentar lagi waktunya makan malam..." Bundanya diva yang menahan Azzam untuk pulang dan Bundanya diva minta Azzam untuk makan malam disini aja.


" gak usah Tante, aku nanti makan malamnya dipesantren aja..." Azzam yang menolak tawaran dari bundanya diva.


" gak boleh, kamu harus makan disini aja, pokoknya kamu tidak boleh nolak tawaran Tante ini..." Bundanya diva yang terus berusaha tahan Azzam untuk pulang ke pesantren.


" yaudah deh Tante, kalau Tante ingin aku makan malam disini, tapi aku mau kasih kabar Zahra dulu, soalnya aku bilangnya cuma sebentar disini..." Azzam yang langsung minta izin sama bundanya diva untuk hubungin Zahra.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Azzam sudah menghubungi Zahra untuk datang ke pesantren agak terlambat dan pulangnya akan besok pagi aja, seharusnya malam ini tetapi bundanya diva minta dirinya untuk makan malam disini.


" Gimana, Zahra izinin kamu, makan malam disini..." Bundanya diva menanyakan kepada Azzam mengenai minta izinnya tersebut kepada Zahra.


" Alhamdulillah diizinin Tante, terus juga paling dia senang bisa lama-lama dekat sama Habibi, karenakan Zahra harus cepat-cepat kelar kuliahnya disana...." Azzam yang menjawab pertanyaan bundanya diva mengenai minta izin kepada Zahra.


" iya juga yah, Zahra sama Habibi kan, udah lama tidak ketemu dan mereka berdua selalu dipisahkan dengan jarak yang cukup jauh dari Pesantren sampai Jakarta...." Bundanya diva juga merasakan kasihan sama Habibi dan Zahra yang selalu dipisahkan.


" iya Tante..." Azzam yang menjawab ucapan dari bundanya diva dengan tersenyum.


" Yaudah, bunda mau ke dapur dulu, mau bantuin bibi bikin makan malam buat kalian semua..." bundanya diva minta izin untuk ke dapur kepada Azzam.


" iya Tante, tidak apa-apa... aku nanti obrol-obrol aja sama om..." Azzam pun mempersilahkan bundanya diva untuk ke dapur dan Azzam memutuskan untuk obrol-obrol aja sama ayahnya diva.


Bundanya diva langsung pergi ke dapur untuk bantuin bibi pembantu bikin makan malam nanti, sedangkan Azzam yang mulai diajak obrol sama orangtuanya Diva.


" Orangtua kamu kerja apa, Azzam..." ayahnya diva yang mulai menanyakan kerjaan Orangtuanya Azzam.


" oh papa sama Mama kerjanya sebagai dokter di rumah sakit Zahra, jadi orangtuanya Zahra sama Orangtua aku kerjasama mengurus rumahsakit yang beberapa daerah... jadi kadang orangtua aku nanti ngurus rumah sakit disalah satu daerah, terus juga kadang gantian sama orangtuanya Zahra, jadi gitulah kerjanya orangtua aku..." Azzam yang menjawab pertanyaan dari ayahnya diva tentang kerjaan Orangtuanya.


" dokter apa, kalau boleh tau..." ayahnya diva yang masih menanyakan spesialis bedah apa Orangtuanya Azzam.


"kalau papa kerjanya sebagai dokter jantung dan mama kerjanya sebagai dokter kandungan..." Azzam yang menjawab pertanyaan ayahnya diva lagi.


" ayah... apaan sih tanya-tanya terus ke Azzam, malu-maluin diva aja..." diva yang kesel kepada ayahnya tersebut yang terus tanya-tanya kepada Azzam.


" tidak apa-apa diva..." Azzam malah tidak mempermasalahkan ditanyakan terus sama ayahnya diva.


"tuh dengarin, yaudah, kamu jawab pertanyaan om tadi..." Ayahnya diva langsung minta jawabannya Azzam mengenai pekerjaannya Azzam tersebut.


" aku kerjanya sebagai model sama kaya kakaknya Zahra, tetapi kalau kakaknya Zahra itu suka milih-milih kerjaan, soalnya kan juga kerja sama temannya disalah satu restoran ala-ala makanan luar negeri gitu..." Azzam yang menjelaskan pekerjaan dirinya kepada ayahnya diva.


" oh kamu kerjanya sebagai model, tapi kamu kuliah gak..." ayahnya diva terus tanya-tanya kepada Azzam.


" Alhamdulillah udah lulus om, aku ambil jurusan kedokteran, sekarang lagi magang di rumah sakit orangtua om..." ternyata azzam lagi magang Dirumah sakitnya Orangtuanya sendiri.


" terus kerjaan kamu sebagai model gimana itu..." ayahnya diva langsung kaget pas tau Azzam lagi magang Dirumah sakit orangtuanya sendiri.


" Alhamdulillah om, aku bisa atur waktunya, terus juga aku ambilnya yang sesuai pulang magang aku sama hari libur aku..." Azzam yang menjelaskan atur waktunya antara model sama magang menjadi dokter dirumah sakit orangtuanya.

__ADS_1


Beberapa jam ayahnya diva sama Azzam ngobrol-ngobrol, akhirnya makan malam pun sudah siap, kemudian Orangtuanya diva memutuskan makan malam dulu bersama Azzam dan diva.


" silahkan dimakan Azzam..." Bundanya diva yang minta Azzam untuk ambil lauk diantara semua masakannya.


" iya Tante, tenang aja... nanti aku makan..." jawab Azzam kepada bundanya diva.


" maaf yah Tante tidak tau makanan apa yang kamu sukai, jadi semoga aja kamu suka sama masakan Tante ini..." bundanya diva minta maaf tidak memasak kesukaannya Azzam.


" iya tidak apa-apa Tante, jadi santai aja... aku juga tipe orang yang tidak milih-milih makanan kok, soalnya aku juga sering makan dirumahnya Zahra, jadi aku suka-suka aja makan apa aja..." Azzam yang menjawab pertanyaan bundanya diva dan ternyata Azzam suka apa aja makan, karena Azzam sering makan dirumahnya Zahra.


" aduh kasihan bangat sih kamu, terus orangtua kamu jarang dirumah..." bundanya diva yang merasakan kasihan sama Azzam yang harus makan dirumahnya Zahra.


" bukan orangtua yang jarang rumah, tetapi aku yang malas pulang kerumah, karena kadang aku kalau lelah suka nginep dirumah Zahra, terus juga orangtua tidak mempermasalahkan aku nginep dirumah Zahra, jadi orangtua aku sudah tau kalau aku nginep dirumah Zahra itu alasannya apa..." Azzam yang menjelaskan tentang dirinya yang tidak makan dirumah sendiri.


" oh gitu, kirain orangtua kamu jarang dirumah, kalau kamu mau kesini... kesini aja yah, jangan malu-malu..." Bundanya diva yang minta Azzam Sering main kerumahnya tersebut.


" bunda... apaan sih..." diva yang lagi makan, tiba-tiba kaget dengan ucapan bundanya tersebut.


" insyah Allah yah Tante, kalau aku ada waktu kesini, soalnya dari Jakarta kesini cukup jauh juga, hehe..." Azzam menjawab ucapan bundanya diva.


" baiklah, Tante tunggu yah kedatangan kamu lagi kesini, tapi Tante sih berharap kamu kesini lagi membawa orangtua kamu untuk lamar anak Tante, hehe..." tiba-tiba bundanya diva bilang seperti itu kepada Azzam dan Azzam sama diva pun kaget mendengar perkataan bundanya diva tersebut.


" bunda, mulai deh bilang kaya gitu ke Azzam..." diva yang kesel sama bundanya yang bicara seperti itu kepada Azzam.


" insyah Allah Tante, kalau Allah mengizinkan aku untuk lamar diva dan aku juga seterah diva, apakah mau dilamar sama aku, jadi aku tidak mau maksain diva untuk terima lamar aku nantinya Tante..." Azzam yang tidak ingin tiba-tiba melamar diva tanpa ada perasaan untuknya dari hatinya diva, jadi Azzam akan berjuang ambil hatinya diva sampai diva mulai mencintai dirinya.


" tuh dengarin diva, jangan buat Azzam menunggu lama, nanti kamu bakalan nyesel tidak mendapatkan laki-laki yang terbaik seperti Azzam..." Bundanya diva yang minta diva untuk secepatnya mau dilamar oleh Azzam.


Diva pun hanya bisa terdiam, karena diva binggung mau bicara apa kepada orangtuanya maupun Azzam sendiri, jadi biarkan waktu yang menentukan kapan dirinya mulai mencintai Azzam dihatinya tersebut.


* Aku serahkan aja kepada Allah SWT, kapan aku akan mencintai Azzam dihatiku sendiri... batin diva yang hanya pasrah hatinya kepada Allah SWT, jadi biarkan hatinya yang sendiri mengatakan kalau aku mulai mencintai Azzam.


Ini bunga dari Azzam.



Sampai jumpa di episode selanjutnya yah....


Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌

__ADS_1


Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌


Oiya jangan lupa share juga ceritaku ini ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌


__ADS_2