
Pagi yang cerah, Zahra pun langsung bangun tidurnya kemudian turun ke bawah untuk Saparan bersama kedua orangtuanya tersebut.
"Selamat pagi, ibu sama ayah...." Kebiasaan Zahra yang tidak ucapkan salam kepada kedua orangtuanya tersebut.
"Ucapkan salam donk, sayang...." ibunya Zahra pun langsung mengingatkan Zahra yang harus ucapkan salam pas ketemu sama siapa aja nantinya.
"Oiya, aku lupa ibu, Assalamualaikum ibu sama ayah...." Zahra yang langsung ucapkan salamnya walaupun agak telat dan harus diingatkan dulu baru ucapkan.
"Walaikumsalam, Anak ayah yang cantik...." ayahnya yang langsung menjawab salam dari anaknya tersebut tetapi ibunya juga jawab sambil siapin bekal buat ayahnya Zahra tersebut.
Zahra sama kedua orangtuanya pun langsung sarapan dengan cukup menikmati tetapi tiba-tiba datanglah pacarnya Zahra yang sudah lama tidak disukai oleh kedua orangtuanya tersebut karena sikapnya damar yang bikin orang tuanya Zahra tidak suka.
"Selamat pagi, om sama Tante dan kamu, sayang...." Damar yang tiba-tiba datang terus tidak ucapkan salam lagi kepada kedua orangtuanya yah walaupun ada kata dipannya yaitu Salim sama kedua orangtuanya Zahra.
" ucap salam donk, jangan cuma tiba-tiba datang terus kamu tidak ada kata salam kepada orang yang lebih tua dari kamu...." Kesel ibunya Zahra kepada pacarnya Zahra tersebut yang tidak ucapkan salam kepada orangtuanya tersebut.
"Oiya lupa Tante, assalamualaikum Tante sama om dan sayang...." Sama kaya Zahra yang harus diingatkan kalau datang harus ucapkan salam kalau tidak di ingatkan, maka tidak ada ucapkan salam dari mulutnya.
" Walaikumsalam..." Jawab dari ibunya Zahra dengan cukup tidak suka dengan pacarnya Zahra tersebut.
"Yaudah, ibu sama ayah, Zahra pamit berangkat ke kampus yah sama damar, Assalamualaikum..." pamit Zahra kepada kedua orangtuanya karena dirinya tau kalau orangtuanya pastinya lagi gak ingin damar disini lama-lama.
"Walaikumsalam, hati-hati sayang...." jawab ibunya pas anaknya pamit berangkat ke kampus bareng pacarnya tersebut, waktu itu ibunya pernah gak izinkan Zahra buat berangkat bareng damar dengan berdua-duaan tapi ibunya udah cukup cape nasihati anaknya tersebut sama ayahnya pun juga cape.
Kemudian damar pun langsung bukain pintunya untuk Zahra, itulah kebiasaan damar yang memperlakukan Zahra seperti tuan putri yah memanglah Zahra itu adalah tuan putri dirinya.
Damar pun langsung masuk dalam mobil mewahnya tersebut, kemudian langsung menyetir mobilnya tersebut sambil pegang tangannya Zahra dan lagi-lagi Zahra pun kesenangan dari tingkahnya damar kepadanya.
"Sayang, kamu gak mau bolos lagi kah...."permintaan damar kepada Zahra untuk bolos kuliah lagi tapi Zahra gak mau hari ini bolos karena pelajaran guru yang sangat seram buat dirinya bolos.
" Jangan hari ini deh, sayang...." tolak dari Zahra kepada damar untuk bolos kuliah dan damar pun kesel kepada Zahra yang gak bisa bolos untuk hari ini.
__ADS_1
"Yaudahlah, sayang...." kesel damar kepada Zahra yang gak bisa diajak bolos bareng sama dirinya.
"Aduh, cayangnya aku, ngambek nihh...." Zahra yang langsung cubit pipinya damar untuk menghibur damar biar gak kesel.
Damar pun langsung tersenyum lagi pas lihat tingkahnya Zahra kepadanya dan kemudian damar pun langsung mengelus kepalanya Zahra sambil ngacak-ngacak rambutnya Zahra.
Zahra pun kesel bangat, rambutnya dirinya diacak-acak sama damar, padahal kan dirinya cukup lama rapiin rambutnya tersebut dan damar segampangnya mengacak-acak rambutnya seperti itu.
"Sayang, rambut aku jangan di acak-acak gitu donk, aku kan rapiin rambut aku tuh butuh waktu yang lama kan...." Kesel Zahra kepada damar yang telah ngacak-ngacak rambutnya tersebut.
"yaudah, maaf deh, sini aku bantuin rapiin, biar tuan putri damar cantik lagi...." godaan Damar kepada Zahra dan lagi-lagi Zahra salah tingkah sama ucapan damar tersebut.
Jadi damar pun berhenti di pinggir jalan buat coba rapikan rambutnya Zahra tersebut dan Akhirnya rambutnya Zahra pun selesai dirapikan, kemudian damar pun langsung nyetir lagi mobil mewahnya tersebut ke kampus buat anterin tuan putri sedangkan damar tuh mau bolos sama teman-temannya tersebut.
Akhirnya sampailah dikampusnya tersebut, kemudian Zahra pun turun dari mobilnya damar tersebut dan Ada sahabatnya Zahra yang juga baru datang yaitu Jannah Nursarifa.
"Assalamualaikum Zahra, kamu baru datang?." ucap salam dari Jannah buat Zahra jadi Jannah itu teman positifnya Zahra makanya itu orang tuanya Zahra sangat percaya kepada Jannah buat jadi Sahabatnya Zahra.
Jannah pun hanya bisa menggelengkan kepalanya pas dengar bercandaan Zahra kepadanya tersebut dan Jannah sama Zahra pun langsung menuju ke kelasnya tersebut.
Ternyata dosen yang biasanya tidak hadir karena ada sedikit halangan jadinya diganti sama asistennya tersebut yaitu Muhammad Habibi, ia dia adalah calon suaminya Zahra nanti.
"Assalamualaikum semuanya, perkenalan nama saya adalah Muhammad Habibi, saya disini sebagai asisten dari pak Arya karena pak Arya tidak bisa hadir, gara-gara ada sedikit halangan jadi saya akan menyampaikan tugas dari pak Arya untuk kalian terus dikumpulkan besok sebelum mata pelajaran pak Arya dimulai." jelas dari Habibi kepada murid-muridnya pak Arya tersebut dan apalagi Habibi tidak suka dipandang berlebihan sama anak murid kenalan dari temannya tersebut, ia pak Arya adalah temannya.
"Baik, pak Habibi...." jawab salah satu murid yang terpanah dengan kegantengan Habibi tersebut dan kemudian Habibi pun langsung pergi dari kelas tersebut setelah tulis tugas tersebut.
" Kok sebentar bangat pak Habibi, ngajarnya...." salah satu murid pun minta Habibi buat ngajarnya cukup lama karena mereka semuanya belum puas memandang Habibi kecuali Zahra yang dari tadi tidak tergila-gila sama Habibi jadi dia cukup tergila-gila sama damar aja.
"Zahra, kamu tidak tergila-gila apa sama kegantengan pak Habibi...." ucap Jannah yang tergila-gila sama kegantengan Habibi dan Jannah pun binggung kenapa sahabatnya tidak tergila-gila sama kegantengan Habibi.
"apaan sih, masih ganteng juga sayangnya aku...." kata Zahra kepada Jannah tapi langsung ditatap tajam oleh teman-temannya pas Zahra bandingkan kegantengan Habibi dengan damar.
__ADS_1
"waduh, Santi donk, tatapannya...." Zahra yang sadar ditatap tajam oleh teman-temannya pas Zahra bandingkan pacarnya dengan asisten pak Arya tersebut.
Sedangkan Habibi pun langsung keluar pas ada keributan dari murid-murid temannya tersebut yang gara-gara ada salah satu muridnya yang tidak suka dengannya terus murid yang lainnya langsung tatap ke salah satu murid tersebut yaitu Zahra.
" Tuh kan, pak Habibi keluar, kamu sih Zahra...." salah satu murid pun tidak terima kalau asisten dosen tersebut tiba-tiba keluar gara-gara ada keributan.
"kalau kamu gak Suka sama pak Habibi, yaudahlah pak Habibi buat aku aja yah, hehe..." Jannah yang langsung minta Zahra buat tidak merebut Habibi darinya.
" yaudahlah, ambil aja terus juga aku udah punya damar juga...." ucap Zahra yang secara langsung tidak ada sedikit pun suka atau tergila-gila sama asisten dosen tadi.
" Alhamdulillah deh kalau kamu tidak suka sama pak Habibi...." Jannah yang kesenangan kalau Zahra tidak suka sama Habibi dan tinggal dirinya yang harus bersaing sama satu teman sekelasnya tersebut.
Jam mata pelajaran pak Arya pun telah selesai dan Zahra pun langsung chat Damar buat jemput dirinya tetapi Damar tidak aktif jadi terpaksa dirinya harus naik mobil online.
" aduh, lama bangat sih nih mobil onlinenya dari tadi gak sampai-sampai...." kesel Zahra kepada sopir mobil onlinenya yang tiba-tiba lama bangat, tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depannya yaitu mobil Habibi.
" Kamu, Az-Zahra Humairah kan yaitu cucu dari KH. Yusuf, oiya aku salah satu murid kesayangan beliau dan beliau titip salam buat kamu, katanya beliau kangen sama kamu dan kamu mudah-mudahan bisa mampir ke pesantren beliau, oiya mau saya anterin, tenang aja saya tidak akan sentuh kamu kok...." jelas dari Habibi yang menyampaikan pesan dari kakeknya Zahra buat Zahra dan menawarkan bareng bersamanya terus juga Habibi janji tidak akan sentuh dirinya.
* apa aku naik aja yah, soalnya mobil onlineku lama bangat dan udah sejam aku tungguin disini, batin Zahra yang kebingungan harus masuk ke dalam mobil Habibi atau nungguin aja mobil online tapi tidak tau berapa jam lagi.
ini adalah Jannah Nursarifa
Sampai jumpa di episode selanjutnya....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌
Oiya share juga ceritaku ini yah gaes ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng 🤗🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1