
Sampailah mereka berdua dipernikahan teman mereka berdua, Kemudian Zahira minta Haidar untuk jalan duluan dan nanti Zahira nyusul kesana, setelah Haidar sudah masuk ke dalam.
Kemudian Zahira pun masuk kedalam, lalu Zahira langsung menemui teman-temannya yang sudah nungguin dirinya di tempat pendamping perempuan sama laki-laki dan tiba-tiba disana juga ada Haidar yang sedang obrol sama teman-temannya.
* Kenapa selalu ada dia sih, batin Zahira yang kesel dengan keberadaan Haidar yang ada disana juga.
" Assalamualaikum Zahira..." Sapa Haidar kepada Zahira yang seperti sudah kenal lama dengannya.
" Walaikumsalam..." Zahira yang menjawab dengan cukup judesnya kepada Haidar.
Haidar pun tersenyum dengan sikapnya Zahira kepadanya, kemudian Haidar langsung fokus kepada acara pernikahan temannya yang sebentar lagi akan dimulai.
Alhamdulillah acara ijab kabul temannya pun telah selesai, kemudian para pendamping pun disuruh foto bareng pengantin untuk kenang-kenangan, jadi para laki-laki berada di sebelah kanan pengantin laki-laki sedangkan perempuan disebelah kiri pengantin perempuan.
Kemudian mereka pun langsung turun dari pelaminan tersebut, lalu mereka langsung kembali ke tempat duduknya masing-masing untuk gantian mengucapkan selamat kepada dua pengantin tersebut.
Giliran Haidar sama Zahira yang mengucapkan selamat kepada temannya tersebut, karena semua teman-temannya yang sudah mengucapkan selamat duluan terus tinggal mereka berdualah yang belum mengucapkan selamat.
* Kenapa harus sama dia lagi sih, batin Zahira yang lagi-lagi kesel kepada Haidar, karena kenapa selalu sama dia.
" Happy wedding yah Chika, akhirnya kamu nikah juga, terus juga akhirnya kamu menemukan laki-laki yang bener-bener sayang sama kamu, semoga kamu menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah yah..." Ucapan dari Zahira kepada temannya tersebut dan ternyata Zahira sangat tau tentang percintaan temannya tersebut.
" Terimakasih Zahira, makasih yah udah menjadi teman curhat aku selama ini, semoga kamu juga bisa nyusul aku, hehehe..." Temannya yang mendoakan Zahira cepat nyusul dirinya.
" Aku amiiin aja deh, soalnya aku juga belum siap nikah, jadi aku mau fokus karier dulu aja, hehe..." Ternyata Zahira belum siap untuk nikah, karena dirinya ingin fokus sama kariernya.
" Happy wedding Dhika, akhirnya kamu menemukan perempuan yang cocok sama kamu, aku doakan... semoga kamu jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah yah..." Ucapan dari Haidar untuk teman kuliahnya tersebut.
" amin... makasih yah Haidar, udah mau datang ke acara pernikahan aku dan makasih juga atas doanya, oiya kira-kira kapan nih kamu nyusul, hehe..." Temannya Haidar pun juga menanyakan kepada Haidar untuk nyusul dirinya.
" Hmm, belum tau nih.... soalnya jodohnya belum datang, jadi doakan aja yah... semoga aku cepat-cepat nyusul kamu, hehehe...." Haidar yang minta doanya aja kepada teman kuliahnya tersebut.
" Amiin... aku tunggu undangannya yah, hehehe..." temannya Haidar pun langsung mendoakan Haidar untuk dapat jodoh.
Lalu mereka berdua pun langsung foto sama pengantin dan kemudian mereka berdua langsung salaman dengan pengantin untuk kembali ke tempat duduknya tersebut.
__ADS_1
" Kalian berdua cocok tau..." Temannya Haidar yang baru sadar kalau Haidar sama Zahira sangat cocok jadi pasangan.
" iya bener kata suamiku, Zahira..." Temannya Zahira pun setujuh dengan ucapan suaminya tersebut.
" amiiin... tidak amiin..." Jawab secara bersama-sama tetapi beda jawabannya.
Dua pengantin pun tertawa geli melihat dua temannya yang menjawabnya berbeda-beda, kemudian Zahira turun duluan, karena dia bener-bener malu kepada temannya tersebut yang menertawakan dirinya dan Haidar pun juga langsung ikut turun juga.
Beberapa jam kemudian, Zahira pun langsung pamit pulang kerumah kepada teman-temannya tersebut dan Zahira pun langsung pesan mobil online untuk pulang ke rumah.
Tetapi malah Zahira sangat Susah mendapatkan mobil online dan Zahira pun tetap berusaha untuk menemukan mobil online. Tiba-tiba Haidar pun juga ikut pulang dengan berbeda beberapa menit Zahira keluar.
" Kamu belum pulang..." Haidar yang menanyakan kepada Zahira, kenapa belum pulang.
" Lagi cari mobil online..." Zahira yang lagi fokus sama handphonenya tersebut yang daritadi kesusahan menemukan mobil online.
" Oh masih cari mobil online... kamu mah bareng aku gak, soalnya aku juga mau mampir kerumah kamu..." Haidar yang menawarkan pulang bareng sama Zahira, karena dirinya juga mau kerumah Zahira.
" Mau ngapain, kamu kerumah aku..." Zahira yang langsung kaget dengan ucapan Haidar yang ingin kerumahnya.
" Mau anterin pesanan umi ke orangtua kamu, gimana... mau bareng apa gak nih, kalau gak yah... aku tinggalin kamu disini, asal kamu tau yah... disini memang susah bangat menemukan mobil online, jadi berapa lama kamu berusaha, itu akan sia-sia aja..." Haidar Yang kasih tau Zahira mengenai pesan mobil online didaerah tersebut.
" gimana, mau ikut gak... jangan lama-lama mikirnya, soalnya aku gak bisa lama-lama dijakarta, aku harus cepat-cepat ke pesantren..." Haidar yang ternyata tidak bisa lama-lama dijakarta dan Haidar minta Zahira segera berikan keputusannya.
" Yaudahlah, aku ikut kamu..." Akhirnya Zahira memutuskan untuk pulang bareng sama Haidar dengan terpaksa, soalnya dia juga ingin cepat-cepat pulang kerumah.
Akhirnya mereka berdua pun langsung menuju kerumah Zahira dengan diam-diaman disepanjang jalan menuju kerumah Zahira, jadi Haidar fokus sama nyerinya sedangkan Zahira yang fokus melihat pemandangan di jendela mobil.
Beberapa jam kemudian, mereka berdua pun nyampai dirumahnya Zahira dan Haidar pun langsung ambil barang yang dititipkan umi Aminah untuk Orangtuanya Zahira sama Zahra, kemudian mereka berdua langsung ketok pintu dengan bersama-sama.
" Assalamualaikum..." Ucap salam mereka berdua untuk yang buka pintunya tersebut.
" walaikumsalam..." Ternyata ibu Maryam yang sudah pulang dari kerjanya, karena tadi pagi ibu Maryam cuma melihat-lihat butiknya aja.
" assalamualaikum Tante..." Sapa Haidar kepada ibu maryam yang sambil salam kepada tangannya ibu Maryam.
__ADS_1
" walaikumsalam nak Haidar, ada apa kamu kesini dan kenapa bisa bareng sama Zahira..." Ibu Maryam yang kaget dengan kedatangan Haidar yang tiba-tiba dirumahnya dan Haidar juga kenapa bisa bareng sama Zahira.
" ini Tante, aku mau anterin pesan umi... terus aku sama Zahira diundang ke acara pernikahan yang sama dan mobilnya Zahira juga tadi mogok... jadi aku tawarin Zahira pulang bareng sama aku... soalnya kan aku juga mau kerumah..." jawab Haidar kepada pertanyaan ibu Maryam ke dirinya mengenai kebersamaannya dengan Zahira.
" oh gitu... yaudah, kamu mampir dulu kerumah Tante, sambil nungguin habibi... soalnya habibi tadi cuma ngaterin Zahra ke kampus sama Tante minta Habibi mampir ke supermarket sebentar..." Ibu Maryam yang minta Haidar untuk mampir kerumahnya sebentar.
" Gak usah Tante, aku mau langsung pulang aja..." Haidar yang menolak tawaran ibu maryam untuk mampir kerumahnya sebentar.
"mampir dulu aja.... nanti Tante bilang sama umi kamu, kalau kamu istirahat dulu dirumah Tante, kalau dicariin umi kamu..." ibu Maryam yang terus-menerus minta Haidar mampir kerumahnya tanpa putus asa.
" Ibu... kalau orangnya gak mau tuh jangan dipaksa..." Zahira yang kesel sama ibu Maryam yang terus-menerus memaksa Haidar untuk mampir kerumahnya tersebut.
" yaudah deh Tante..." Haidar yang akhirnya mau mampir sebentar dirumahnya ibu Maryam.
" Alhamdulillah... gitu donk daritadi..." ibu Maryam yang senang dengan keputusan Haidar yang akhirnya mau mampir kerumahnya.
Ibu Maryam pun minta Haidar menunggu diruang tamu sebentar, karena ibu Maryam yang lagi ambil minuman sama cemilan untuk Haidar, sedangkan Zahira yang langsung ke kamarnya, karena Zahira paham bangat dengan perilaku ibunya Tersebut nantinya kaya mana, jadi Zahira harus menghindari perilaku ibunya yang aneh.
* lebih baik aku ke kamar aja, batin Zahira yang langsung naik tangan untuk menuju ke kamarnya tersebut.
Haidar pun melirik ke kanan sama ke kiri yang melihat lingkungan rumahnya ayah Suryadi yang cukup mewah bangat dan beda bangat sama rumahnya tersebut, jadi seberapa beruntungnya Habibi mendapatkan mertua yang sangat kaya apalagi baik bangat.
* kamu beruntung bangat yah Habibi mendapatkan mertua yang kaya dan baik bangat, batin Haidar yang sangat kagum kepada adiknya tersebut yang mendapatkan mertua seperti ayah Suryadi dan ibu Maryam.
" Maaf yah nak, tungguin lama yah ...." ibu Maryam yang minta maaf kepada Haidar yang menunggu ibu Maryam begitu lama.
" Gak kok Tante, ya Ampun Tante... jangan repot-repot bawa minuman sama cemilan untuk Haidar..." Haidar yang merasakan tidak enakan sama ibu Maryam yang membawa cemilan sama minuman untuknya dan Haidar langsung ambil minuman sama cemilannya ke meja ruang tamunya tersebut.
Ibu Maryam pun hanya tersenyum kepada Haidar dan ibu Maryam langsung duduk disampingnya Haidar dengan memegang tangannya Haidar sambil menatap Haidar dengan aura wajah yang begitu penuh harapan untuk menjadikan Haidar menantunya tersebut.
*Semoga kamu berjodoh yah sama Zahira dan bisa jadi menantuku selanjutnya, batin ibu Maryam yang menatap kearah Habibi yang sambil tersenyum dan memegang tangannya Haidar juga dengan kedua tangannya tersebut.
Sampai jumpa di episode selanjutnya.....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
__ADS_1
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya jangan lupa share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌