
Setelah Zahra menerima lamarannya Habibi, Kakek Yusuf pun langsung minta mereka berdua untuk mempersiapkan acara pernikahannya tersebut.
"Kakek, seterahkan ini semuanya kepada kamu, Zahra..." kakek Yusuf pun langsung menyerahkan semua persiapan kepada cucunya tersebut karena kakek Yusuf ingin pernikahan ini menjadi pernikahan impiannya tersebut.
"Baiklah kakek, yaudah... Zahra pamit untuk keluar yah.." Zahra pun pamit keluar duluan karena Zahra sudah menerima tawaran kakeknya sama lamarannya Habibi juga, kemudian Zahra mengucapkan salam sambil cium tangan kakek Yusuf.
" Tunggu Zahra, assalamualaikum kiyai..." Habibi pun langsung kejar Zahra yang sudah keluar duluan dan Habibi langsung cium tangannya kakek Yusuf, kemudian langsung menghampiri Zahra.
Habibi pun langsung kejar Zahra yang larinya begitu cepat bangat sampai-sampai Habibi kelelahan mengejar Zahra dan Habibi minta Zahra untuk berhenti.
"Zahra, berhenti.... aku cape nih kejar kamu..." Habibi yang minta Zahra untuk berhenti karena dirinya udah lelah kejar Zahra.
" Siap suruh kejar aku, kalau aku gak mau berhenti gimana..." Zahra yang langsung balik badan yang sambil jalan jadi jalan belakang gitu.
"Zahra, kamu jangan jalan kaya gitu.. nanti kamu ketabrak..." khawatir Habibi kepada Zahra yang jalannya dari belakang gitu.
"Gak bakalan aku ketabrak kok..." Zahra yang Susah bangat dibilangi Habibi.
Tiba-tiba Zahra pun ketabrak dengan seseorang perempuan dan Zahra pun langsung minta maaf kepada orang tersebut.
"Maaf...." Zahra yang minta maaf dengan menatap ke bawah bukan ke atas karena Zahra cukup takut diomelin sama seseorang tersebut.
" Iya gak apa-apa Zahra..." jawab perempuan tersebut kepada Zahra dan Zahra tiba-tiba mengenal suara perempuan tersebut kaya suara kakaknya tetapi Zahra tidak percaya kalau ini kakaknya.
Zahra pun memberanikan diri menatap keatas dan ternyata bener kata dirinya tersebut yaitu kak Zahira yang dirinya tabrak.
" Kak Zahira..." gumam Zahra yang kaget dengan kedatangan kakaknya tersebut.
"Supriseeeeee...." Zahira pun langsung berikan senyumnya kepada Zahra dan berikan dua tangannya untuk dipeluk sama Zahra.
" Kak Zahira, aku kangen banget..." Zahra pun langsung peluk kakaknya tersebut dengan erat jadi kaya gak mau dilepaskan.
" Kak, juga kangen sama adik kecil kak ini..." Zahira yang juga kangen sama adiknya tersebut dan Zahira langsung cubit hidungnya Zahra karena itulah kebiasaan Zahira kepada Zahra kalau setiap ketemu.
"Oiya ini adik ipar kak yah..." Tiba-tiba Zahira melihat ada seorang laki-laki yang didepannya tersebut.
Zahra pun langsung melepaskan pelukannya pas Zahira karena tiba-tiba membicarakan seorang laki-laki yang ada didepannya.
"Assalamualaikum kak Zahira, saya calon suaminya Zahra, nama saya Muhammad Habibi, panggil aja Habibi dan salam kenal kakak ipar..." Habibi yang langsung memperkenalkan dirinya di depan kakak iparnya tersebut.
"Walaikumsalam Habibi, salam kenal juga, adik ipar, hehehe..." Zahira yang tiba-tiba merasa canggung panggil Habibi dalam sebutan " adik ipar".
__ADS_1
"Boleh, saya bawakan kopernya..." Habibi yang menawarkan bantuan Kepada Zahira untuk bawa kopernya tersebut.
"Oh, boleh... yaudah aku sama Zahra jalan duluan yah..." menerima tawaran dari habibi untuk membawakan kopernya tersebut dan Zahira sama Zahra pun bicara dengan cukup bahagia.
Sampailah dirumah kakek Yusuf yang cukup sederhana sama cukup luas untuk ditempatkan oleh cucunya tersebut sama anak dan menantunya.
"Assalamualaikum..." Zahira yang langsung ucapkan salam pas udah sampai dirumah kakeknya tersebut.
" walaikumsalam, Alhamdulillah Zahira... kamu sampai disini dengan selamat, ibu jadi tenang, akhirnya kamu sampai juga..." ibu Maryam yang kaget dengan kedatangan Zahira kemudian langsung peluk Zahira tersebut.
"iya ibu, Alhamdulillah aku sampai sini dengan selamat, oiya Bu... ayah kemana..." Zahira yang langsung tanyakan keberadaan ayahnya tersebut.
" Ayah lagi bantuin kakek kamu, buat acara pernikahan Zahra nanti jadi ayahmu tuh lagi sibuk bangat sampai acara pernikahan adik kamu..." Jawab ibu Maryam mengenai ayah Suryadi yang sedang sibuk buat persiapan Zahra tersebut.
" oh gitu, yaudah Zahira mau istirahat dulu yah..." Zahira pun pamit kepada ibu Maryam untuk istirahat.
"Yaudah kamu istirahat aja, nanti kalau ayah kamu udah pulang, ibu bangunin kamu..." Ibu Maryam pun mempersilahkan Zahira untuk istirahat dulu sambil nungguin ayah Suryadi pulang.
Zahira pun langsung istirahat, karena perjalanan kesini cukup panjang jadi wajar aja Zahira merasakan lelah dan ibu Maryam pun langsung kembali ke dapur untuk mempersiapkan makan siang.
" Habibi, nanti kamu makan siang disini aja yah..." Ibu Maryam yang ingin calon menantunya untuk makan siang di rumah kakek Yusuf.
" Oh yaudah gak apa-apa Habibi kalau gak bisa, oiya jangan panggil Tante, panggil aja ibu, hehe.." Ibu Maryam pun tidak mempermasalahkan kalau calon menantunya tidak bisa makan bareng dirumah kakek Yusuf.
" baik ta... maksudnya ibu, yaudah aku pamit pulang yah ibu, soalnya umi udah nungguin Habibi dirumah, Assalamualaikum..." Habibi yan yang pamit kepada ibu Maryam untuk pulang ke rumahnya dan Habibi pun langsung salim tangannya ibu Maryam sama senyum kearah Zahra yang lagi duduk di sofa.
" Walaikumsalam, Zahra ... anterin Habibi Sampai ke depan sana..." Ibu Maryam yang menyuruh Zahra untuk anterin Habibi Sampai depan rumah.
" Gak usah ibu, biar saya aja pulang sendiri..." Habibi pun menolak dianterin Zahra sampai depan rumah.
" kamu gak boleh nolak permintaan ibu..." Ibu Maryam pun memaksa Habibi untuk terima permintaannya tersebut dan akhirnya Habibi mengiyakan permintaan ibu Maryam tersebut.
Zahra sama Habibi pun diperjalanan Sampai depan rumah secara diam-diam tanpa sedikitpun bicara, akhirnya sampailah di depan rumah.
" Yaudah kamu masuk lagi sana..." Habibi yang langsung minta Zahra untuk masuk lagi.
" kak dulu yang pulang, nanti aku masuk ke dalam..." Zahra yang minta Habibi pulang dulu baru dirinya masuk lagi.
" kamu tuh harus nurut kata calon suami, katanya mau jadi calon istri yang baik..." Habibi yang udah mulai bicarakan tentang calon suami sama calon istri yang baik.
" Iya dah, nih aku masuk duluan yah, calon suamiku yang ganteng..." Zahra pun akhirnya mengalah sama Habibi karena Habibi udah bicarakan soal calon istri yang baik.
__ADS_1
" Nah gitu donk, calon istriku yang cantik...." Habibi pun langsung melambaikan tangannya kearah Zahra yang udah tinggalkan dirinya tersebut.
"Oiya ... aku lupa, Assalamualaikum..." Zahra yang lupa mengucapkan salam kepada Habibi, gara-gara Zahra baper dipanggil " Calon Istriku yang cantik" kemudian Zahra langsung pergi lagi.
"Walaikumsalam, hati-hati Zahra... kamu mah ada-ada aja tingkahnya..." Gumam Habibi yang lihat tingkah Zahra yang cukup mengemaskan bagi dirinya.
Habibi pun langsung menuju ke rumahnya tersebut tetapi pas dirinya udah sampai dirumahnya tersebut, tiba-tiba Habibi melihat seorang laki-laki yang sedang bicara sama uminya tersebut jadi dirumah cuma ada umi Aminah kalau ayah ibrahim lagi bicara sama kakek Yusuf dan ayah Suryadi mengenai acara pernikahan yang udah dipilih sama Zahra jadi tinggal dilaksanakan aja.
"assalamualaikum umi..." Sapa Habibi Kepada uminya tersebut sambil binggung melihat kedatangan seorang laki-laki di depan uminya tersebut.
"Walaikumsalam Habibi, apa kabarnya kamu..." jawab laki-laki misterius tersebut kepada Habibi dan Habibi pun langsung peluk laki-laki tersebut sambil mengeluarkan air matanya karena udah lama tidak ketemu.
" Alhamdulillah baik mas Haidar, kalau mas Haidar gimana kabarnya disana..." Habibi yang langsung lepaskan peluknya kemudian menanyakan kabar Haidar tersebut.
" Alhamdulillah baik Juga, oiya selamat yah kamu bentar lagi mau nikah, mas udah gak sabar lihat kamu nikah..." Haidar yang senang pas ayah ibrahim kabarin dirinya kalau Habibi mau nikah sama cucu kakek Yusuf tersebut.
" makasih mas Haidar, kalau mas Haidar kapan nih nikahnya, hehehe..." Godaan Habibi kepada Haidar mengenai Haidar kapan nikahnya.
" Ditunggu aja waktu yang tepat pokoknya kalau udah dapat jodohnya, langsung dah... mas Haidar nikahin tanpa basa-basi sedikitpun, hehe..." Jawab Haidar kepada Habibi mengenai dirinya kapan nyusul dan Haidar malah menjawabnya membuat Habibi sama umi Aminah tersenyum lebar, kemudian Habibi memberikan jempolnya kepada Haidar.
" Yaudah, ayo kita makan... ayah kamu mah makannya sama kiyai Yusuf dan calon mertua kamu tadi ayah telepon umi... " umi Aminah yang langsung ajak makan kepada mereka berdua karena ayah ibrahim nanti makannya bareng ayah Suryadi sama kakek Yusuf.
Mereka bertiga pun langsung makan dengan menikmati dan sambil menceritakan perjalanan kampus Haidar di Turki sama perjalanan cinta habibi dengan Zahra pokoknya mereka bertiga menceritakan dengan banyak hal.
* Terima kasih Ya Allah atas kebahagiaan hari ini, batin Habibi yang senang bangat hari ini adalah hari yang cukup bahagia bagi dirinya yaitu lamarannya diterima sama Zahra dan kakaknya pun datang dari Turki hanya dirinya mau nikah pokoknya hari ini adalah hari yang cukup bahagia.
ini foto Haidar Mahardika
ini foto Zahira Hanifah
Sampai jumpa di episode selanjutnya....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya Share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1