
Setelah selesai acara pernikahannya Azzam sama diva, Zahira langsung menuju ke Jakarta, karena Zahira tiba-tiba ada kerjaan Dijakarta, jadi Zahira memutuskan untuk pulang sendiri ke Jakarta yang dianterin oleh Haidar.
" ibu..... ayah... aku balik ke Jakarta duluan yah..." Zahira yang pamitan kepada orangtuanya untuk pulang ke Jakarta duluan.
" kok mau pulang, bukannya nginep aja disini..."
ibu Maryam yang kaget pas Zahira ingin pulang ke Jakarta duluan.
" gak bisa ibu, soalnya aku tiba-tiba ada kerjaan di Jakarta..." Zahira langsung kasih tau alasannya pulang ke Jakarta.
" oh gitu, yaudah... kamu pulang naik apa..." Ibu Maryam yang tiba-tiba menayakan Zahira pulang Jakarta naik kendaraan apa.
" aku nanti pesan mobil online, Bu..." Zahira yang kasih tau kendaraannya yang akan membawa dirinya ke Jakarta.
" Ibu tidak izinin kamu naik mobil online sejauh ini, ibu minta Habibi anterin kamu aja yah..." Ibu Maryam yang ingin minta Habibi buat anterin Zahira ke Jakarta.
" tidak usah Bu, aku gak mau gangguin Habibi yang lagi kangen sama Zahra...." Zahira yang tidak ingin ganggu Zahra sama Habibi yang dari tadi ada dikamar, untuk menghilangkan rasa kangennya.
" oiya yah... pokoknya ibu gak izinin kamu ke Jakarta naik mobil online, bentar ibu minta tolong sama kakek kamu, buat panggilkan Haidar untuk anterin kamu ke Jakarta...." tiba-tiba ibu Maryam minta tolong sama kakek Yusuf buat panggilkan Haidar untuk anterin Zahira.
" ibu, gak usah..." Zahira yang menolak permintaan ibunya dan ibu Maryam pura-pura tidak dengar ucapan Zahira.
* aduh kenapa harus sama dia sih, batin Zahira yang masih kesel dengan kejadian dipernikahannya Azzam sama diva waktu itu.
Tiba-tiba datanglah Haidar dirumah kakek Yusuf dan Haidar langsung Salim kepada orangtuanya Zahira, terus ibu Maryam mempersilahkan haidar untuk duduk dulu, sebelum minta tolong anterin Zahira ke Jakarta.
" Assalamualaikum Tante.... om..." Sapa Haidar kepada orangtuanya Zahira dan Haidar kaget dengan keberadaan Zahira yang juga ada disana.
" Walaikumsalam nak Haidar, yaudah kamu duduk dulu..." ibu Maryam langsung minta Haidar untuk duduk dulu.
" terimakasih Tante... oiya ada apa Tante panggil aku kesini, tadi aku disuruh kakek Yusuf untuk datang kesini nemuin Tante..." Haidar langsung membahas panggilannya ke rumah kakek Yusuf tesebut.
"hmm, gimana yah... Tante gak enakan minta tolong sama kamu..." ibu Maryam yang merasa tidak enakan untuk minta tolong sama Haidar dan ibu Maryam menatap Zahira yang lagi mohon Kepadanya untuk tidak jadi minta Haidar anterin dirinya.
" Tante, tidak usah gak enakan sama aku, Tante bilang aja, mau minta tolong apa..." Haidar yang langsung minta ibu Maryam untuk bilang aja kepadanya tentang minta tolongnya ibu Maryam tersebut.
" Jadi gini, Haidar... Tante mau minta tolong kamu anterin Zahira ke Jakarta, soalnya Tante tidak mau Zahira ke Jakarta naik mobil online..." ibu Maryam langsung minta tolong kepada Haidar dan Haidar langsung kaget apa yang dia dengar tadi.
" Emang Zahira ke Jakarta, mau ngapain Tante..." Haidar yang ingin tau alasan Zahira ke Jakarta Untuk apa.
" kalau kamu tidak mau anterin aku, bilang aja sih...gak usah tanya-tanya gitu..."Zahira yang tidak suka kalau Haidar penasaran sama dirinya yang ke Jakarta.
__ADS_1
" Zahira, tidak boleh bicara gitu sama Haidar, minta maaf sama Haidar, cepatan...."ibu Maryam yang minta Zahira untuk minta maaf kepada Haidar.
" Minta maaf yah, Haidar..." Zahira yang terpaksa harus minta maaf kepada haidar dan senyumnya juga terpaksa kepada Haidar.
" iya aku udah maafin kamu, tidak apa-apa Tante... yaudah, aku anterin kamu ke Jakarta...." Haidar langsung tidak ingin teruskan penasarannya kepada Zahira yang pulang ke Jakarta.
" Daritadi kek..." Zahira yang langsung pergi ke kamarnys untuk ambil kopernya tersebut.
" Zahira.....maaf yah nak Haidar..." ibu Maryam jadi tidak enakan sama Haidar dengan sikapnya Zahira tersebut.
" iya gak apa-apa Tante.... yaudah, aku tunggu didalam mobil aja yah..." Haidar langsung pamit kepada orangtuanya Zahira untuk pergi ke mobilnya tersebut.
" Oh yaudah, silahkan nak Haidar... nanti Tante langsung minta Zahira kesana..." Ibu Maryam langsung mempersilahkan Haidar untuk pergi ke mobilnya.
" Yaudah aku pamit yah, om.... Tante..., Assalamualaikum...." Haidar langsung pamit kepada orangtuanya Zahira sama langsung Salim kedua tangannya orangtuanya Zahira juga.
" walaikumsalam, terimakasih yah Haidar udah mau anterin Zahira..." Ibu maryam langsung anterin Haidar keluar rumahnya kakek Yusuf sama mengucapkan terimakasih juga.
" Iya sama-sama Tante..." Haidar pun langsung pergi menuju ke mobilnya tersebut.
Beberapa menit Haidar keluar rumah kakek Yusuf, tiba-tiba Zahira langsung datang yang membawa kopernya tersebut dan Zahira langsung menanyakan keberadaan Haidar kemana kepada orangtuanya dan orangtuanya langsung bilang kalau Haidar udah nungguin didalam mobilnya tersebut.
"ibu... ayah... mana Haidar..." tanya Zahira kepada ibu Maryam mengenai keberadaannya Haidar.
* Apa..... aku harus kesana dengan membawa koper seberat ini, Kalau kaya gitu mah, mendingan aku naik mobil online aja tuh... batin Zahira yang kesel kepada Haidar yang minta dirinya ke parkiran mobil yang cukup jauh baginya untuk kesana dengan membawa koper seberat ini.
" Yaudah, kamu kesana cepatan... kasihan Haidar yang sudah nungguin kamu lama, jangan diam gitu...." Ibu Maryam langsung minta Zahira untuk cepat-cepat nyusulin Haidar yang ada diparkiran.
" iya ibu, yaudah aku pulang duluan yah... assalamualaikum ayah... ibu..." pamit Zahira kepada ibu Maryam sama ayah Suryadi untuk nyusulin Haidar yang sudah nungguin dirinya.
Zahira sepanjang jalan menuju ke parkiran, terus marah-marah sendiri sama bicara sendiri, Apalagi dilihat sama anak-anak santri pesantren dengan tingkahnya Zahira yang sangat aneh, Zahira juga tidak sadar, kalau dirinya terus dilihatin sama anak-anak santri tersebut.
Tiba-tiba ada seseorang laki-laki yang melihat Zahira yang sedang marah-marah sendiri dan laki-laki tersebut menyadari Zahira untuk berhenti marah-marah, karena dilihatin terus sama anak santri-santri pesantren tersebut, apalagi diketawain juga.
" Assalamualaikum...." sapa laki-laki tersebut kepada Zahira.
" walaikumsalam.... kamu...." Zahira langsung kaget dengan kedatangan Haidar dibelakangnya.
" Pantasan lama bangat, ternyata kamu lagi marah-marah dulu disini...." Ternyata Haidar sudah menunggu Zahira, cukup lama bangat dan dia terpaksa memutuskan mencari Zahira, karena takut Zahira nyasar.
" Emang kenapa, Kalau aku marah-marah disini, yang penting aku tidak marah-marah didepan kamu dan pastinya akan malas bangat debat sama kamu nanti..." Jawab Zahira yang sambil marah-marah kepada Haidar.
__ADS_1
" Oh gitu... yaudah, cepatan jalannya... aku ada jadwal lagi nih... habis anterin kamu..." Haidar yang minta Zahira untuk dipercepat jalannya.
" Yaudah, sana kamu pergi aja, aku nanti naik mobil online aja, terus juga aku gak minta kamu, anterin aku ke Jakarta..."Zahira yang minta Haidar untuk ninggalin dirinya aja.
" Yah gak bisa lah... aku kan, udah janji sama orangtua kamu untuk anterin kamu ke Jakarta, jadi... jangan ajak aku debat ok..." Haidar yang minta Zahira untuk tidak diajak debat dan Haidar langsung ambil kopernya Zahira untuk menghentikan percakapannya tersebut.
" Eh... balikin koper aku..." Zahira langsung kejar Haidar yang sudah duluan ke tempat parkiran.
Akhirnya mereka berdua langsung berangkat menuju ke Jakarta, mereka berdua pun diam-diaman disepanjang jalan menuju ke Jakarta, terus juga mereka berdua sama-sama sibuk didalam mobilnya Haidar.
Tiba-tiba perutnya Zahira berbunyi, terus Haidar pun mendengar suara perutnya Zahira yang berbunyi dan Haidar pun tersenyum sedikit, kemudian Haidar memutuskan bicara kepada Zahira untuk ajak makan disebuah restoran.
" Perut kamu bunyi tuh... kamu mau mampir ke restoran dulu gak...." Tanya Haidar Kepada Zahira untuk mampir ke restoran apa gak.
" Hmmm....." deham Zahira kepada Haidar untuk mau mampir ke restoran.
Haidar pun langsung mampir ke restoran untuk makan dulu, sebelum menuju ke Jakarta, jadi isi tenaga dulu, karena perjalanannya cukup jauh.
Mereka berdua pun langsung masuk kedalam Restoran dan mereka berdua juga langsung memesan makanan sama minuman yang sesuai selera mereka berdua masing-masing dan ternyata mereka berdua makan direstoran temannya Azzam, terus teman Azzam menyapa Zahira.
" Assalamualaikum Zahira..." Sapa Dika kepada Zahira.
" walaikumsalam.... kamu.... Dika yah..." Zahira yang langsung ingat dengan kenalannya Azzam dan Zahira kaget kalau temannya Azzam punya restoran didaerah sini.
" iya... kamu mau kemana..." Dika langsung tersenyum kepada Zahira yang mengenalnya.
" Mau ke Jakarta... sini duduk, biar enak kita omongnya..." Zahira langsung minta Dika untuk duduk disampingnya.
" Gak enakan ahh... sama pacar kamu..." Dika yang tidak enakan sama Haidar.
" dia bukan pacar aku kok, jadi tenang aja..." Zahira yang bilang kepada Dika, kalau Haidar bukan pacarnya.
"oh gitu yah, yaudah... aku duduk nih yah..." Dika langsung duduk disampingnya Zahira.
Zahira sama Dika pun sibuk ngobrol-ngobrol tentang masa-masa sekolahnya dulu, jadi Azzam, Zahira sama Dika sekolahnya bareng, makanya itu Zahira sangat mengenal Dika dan Dika pun ternyata belum punya pacar, jadi Zahira punya ide ingin minta bantuan Dika untuk pura-pura jadi calon suaminya didepan orangtuanya tersebut.
* Kayanya aku minta bantuan sama Dika aja deh, batin Zahira yang langsung dapat ide untuk pura-pura menjadi calon suaminya didepan Orangtuanya tersebut.
Sampai jumpa di episode selanjutnya....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
__ADS_1
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya jangan lupa share juga ceritaku ini ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌