Ustadz Muda Adalah Jodohku

Ustadz Muda Adalah Jodohku
Tempat Biasa Habibi


__ADS_3

Damar pun langsung dorong Habibi dan Habibi pun tidak bisa segampangnya dijatuhkan karena dia punya fisik yang kuat yaitu dia seorang anak silat dipesantrennya atau pondoknya tersebut.


"eh, lu mau nya apa sih, pinggir apa, emang lu ada hubungan apa sama pacar gua..." Damar yang marah bangat ditahan oleh Habibi untuk kejar Zahra.


"Maaf yah, saya bukannya mau tahan kamu tapi saya minta ke kamu untuk tidak ketemu lagi dengan Zahra walaupun saya bukan siapa-siapa Zahra tapi kakeknya Zahra titipkan ke saya untuk lindunginya dari laki-laki seperti kamu ini...." Habibi yang bicara dengan tegas ke damar dan Habibi pun meminta damar untuk tidak ketemu Zahra lagi.


"Lah, lu kan bukan siapa-siapanya nih, kenapa lu yang larang gua dekat sama Zahra, terus juga kan gua pacarnya Zahra sedangkan lu bukan siapa-siapanya Zahra jadi lu gak bisa larang gua dekat sama Zahra...." Damar yang juga bicaranya cukup tegas dan damar juga gak terima kalau dirinya harus jauhin Zahra.


"Baiklah, kalau saya tidak bisa melarang kamu tapi orang tuanya pasti bisa larang kamu atau kakeknya pun juga bisa larang kamu jadi kamu bisa menghadapi mereka semuanya kalau kamu ingin ketemu Zahra lagi...." Tantangan dari Habibi untuk damar karena Habibi tau kalau damar tidak akan berani menemui orang tuanya Zahra apalagi nanti sama kakeknya.


"Lu tuh bener-bener ngajak gua berantem yah, baiklah kalau gua gak bisa ketemu Zahra dirumah tapi gua akan terus temuin Zahra pada saat kampus, ingat itu..." Damar yang langsung bilang ke Habibi seperti itu pas ditantang sama Habibi.


Habibi pun langsung pergi ninggalin damar karena dirinya mau ngejar Zahra yang sedang nangis-nangis ketika lihat tingkah pacarnya seperti itu dan Damar pun teriak-teriak Habibi kaya ajak beratem tapi sama Habibi diabaikan.


"Dasar penakut lu..." Teriak Damar ke Habibi yang sudah keluar dari restoran tersebut.


"Udah lah, kan ada aku disini, kenapa kamu masih butuh Zahra sih..." Lea yang kesel kepada damar karena dirinya tidak dianggap ada buat damar.


"Apaan sih lu, gua dekatin lu karena Zahra tuh susah diajak bolos jadi gua terpaksa ajak lu jalan, terus lu gak usah diambil hati kalau gua ajak lu jalan, ingat yah gua cuma sayangnya sama Zahra bukan sama lu...."ucapan tegas damar kepada Lea yang sudah salah paham sama ajakan dirinya kepadanya tersebut dan damar pun langsung ninggalin Lea sendirian di restoran.


"awas aja, aku akan buat kamu jadi jatuh cinta sama aku bukan Zahra, ingat itu damar..." gumam Lea yang menatap jauh kearah damar yang sudah keluar dari restoran tersebut.


Habibi pun langsung cari-cari keberadaan Zahra sekitar restoran tadi, tiba-tiba Habibi lihat Zahra yang sedang ada ditaman dekat restoran tersebut dan Habibi pun langsung menghampiri Zahra yang sedang sendirian.


"Assalamualaikum Zahra...." Sapa Habibi kepada Zahra yang sedang menangis di taman tersebut dan Zahra pun tiba-tiba langsung berhenti nangis terus langsung lap air matanya tersebut.


" walaikumsalam kak Habibi, kok kak Habibi ada disini...." Tanya Zahra yang kaget tiba-tiba ada Habibi di sampingnya tersebut.


" tadi aku lewat sini, terus lihat kamu sendirian disini, yaudah aku samperin kamu..." Ucap habibi yang bohong kepada Zahra kalau dirinya tidak sengaja lewat sini padahal mah dari tadi Habibi mengikuti Zahra.

__ADS_1


"oh gitu..." Zahra pun percaya dengan perkataan Habibi yang telah bohongi dirinya.


Habibi pun tiba-tiba ingin ajak Zahra jalan-jalan karena Habibi ingin hibur Zahra biar Zahra tidak tangisin laki-laki seperti itu dan Alhamdulillah aja Zahra mau dengan ajakan Habibi.


" Kita mau kemana, kak Habibi...." tanya Zahra kepada Habibi karena dia gak tau kalau dirinya mau diajak kemana sama Habibi.


"nanti juga kamu tau...." jawab Habibi yang membuat Zahra penasaran dengan ajakan Habibi tersebut.


tiba-tiba sampailah ditempat banyak anak-anak yang sedang nungguin kehadiran Habibi jadi hari ini Habibi mau ngajar anak-anak itulah kebiasaan Habibi kalau lagi gak ada jadwal bantuin temannya ngajar.


" kamu sering kesini..." Zahra yang kaget dengan tempat tujuan Habibi yang ngajak dirinya.


" iya, saya kalau ada jadwal kosong tuh, suka kesini dan saya kesini tuh ngajar mereka semuanya biar mereka juga rasain belajar bagaimana...." Jelas Habibi kepada Zahra yang dari tadi penasaran kenapa Habibi ke sini.


"Berarti kamu Sering ke Jakarta donk bukan pertama kalinya kamu ke Jakarta...." Zahra yang masih penasaran dengan Habibi karena Habibi hafal bangat sama jalan didaerah Jakarta.


"Hmmm, gimana yah...." Habibi pun langsung lari ninggalin Zahra yang masih menunggu jawaban Habibi.


Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu yang melihat Zahra memperhatikan Habibi yang sedang serius ngajarin anak-anak tersebut.


"assalamualaikum neng, kamu siapanya Habibi yah..." ibu-ibu yang sangat penasaran tentang hubungan Zahra sama Habibi.


"Walaikumsalam bu, oh saya sama kak Habibi itu sebagai guru dan murid aja di tempat kuliah saya..." Jelas Zahra tentang hubungannya dengan Habibi dan ibu-ibunya pun tiba-tiba tersenyum dengan jawaban dari Zahra.


*ternyata kak Habibi disukai ibu-ibu juga, dikirain aku mah kak Habibi cuma disukai teman-temanku aja tapi kayanya dosen-dosen yang perempuan pun juga pada genit sih sama kak Habibi, batin Zahra yang ketawa tentang Habibi yang banyak banget disukai apalagi bermacam-macam umur yang menyukainya.


Habibi pun selesai mengajar anak-anak tersebut dan Habibi yang mau hampiri Zahra, tiba-tiba para ibu-ibu pun pada genit ke Habibi, kemudian Habibi pun berusaha untuk menyuruh ibu-ibu tersebut untuk pergi dari hadapannya tersebut.


Setelah Habibi selesai dengan urusan sama ibu-ibu tersebut, Habibi ingin samperin Zahra tetapi ditempat yang tadi Zahra duduk, tiba-tiba tidak ada Zahra disana dan Habibi pun mencari-cari sekitar tempat tersebut.

__ADS_1


Tiba-tiba Habibi kaget pas lihat Zahra yang sedang bicara dengan seorang anak kecil yang tadi tidak hadir ditempat ngajarnya tersebut.


"Ternyata, kamu ada disini, dikirain aku kamu pulang..." Habibi yang tiba-tiba udah ada didepannya Zahra sama anak kecil tersebut.


"Tadi aku lihat anak ini disaat kak Habibi sedang ngajar tapi yang buat aku heran, anak ini tuh belajarnya dari jauh jadi gak mau bareng sama teman-temannya terus pas aku samperin, dia langsung lari yah aku kejar aja..." jelas Zahra kepada Habibi yang tiba-tiba dirinya tadi tidak ada disana terus juga buat Habibi khawatir sama dirinya.


"Oh gitu, kamu kenapa tadi tidak ikut sama teman-teman kamu..." tanya Habibi yang begitu halusnya dan anak tersebut pun menjawab pertanyaan dari Habibi.


"Aku tidak diperbolehkan sama ibuku untuk belajar, katanya percuma aku belajar, soalnya kalau belajar itu tidak menghasilkan uang jadi lebih baik kerja buat bisa hasilkan uang jadi aku belajar diam-diam tanpa ketahuan ibu...." kata anak tersebut tentang mengapa dirinya tidak ikut lagi belajar bareng bersama teman-temannya tersebut.


"Oh gitu, yaudah kapan-kapan kamu belajar aja sama kak berdua jadi biar kamu gak belajar diam-diam gini, biar nanti kamu bisa tanya-tanya juga sama kak..." tawaran Habibi kepada anak kecil tersebut untuk belajar berdua bersamanya tanpa teman-temannya tersebut.


"Bener kak, Alhamdulillah..." Anak kecil tersebut pun senang sama tawaran Habibi yang minta dirinya untuk belajar Berdua aja.


Habibi sama Zahra pun langsung melambaikan tangannya kearah anak kecil tersebut, kemudian Zahra sama Habibi langsung masuk ke dalam mobil dan Zahra pun tatap yang penuh kagum kepada Habibi yang tadi dirinya lihat barusan.


"Kamu kenapa tatap aku seperti itu...." tanya Habibi yang sadar kalau dirinya ditatap terus sama Zahra.


"Gak apa-apa kok, cuma aku kagum aja sama perilaku kamu kepada anak kecil tersebut, soalnya tadi aku lihat tuh kamu juga kaya tau tentang kehidupan anak kecil tadi..." Zahra yang kagum sama perilaku Habibi kepada anak kecil tersebut dan Zahra pun lihat-lihat dari aura wajahnya Habibi kaya tau tentang kehidupan anak kecil tadi.


"nanti juga kamu tau, kalau kamu sering ketemu sama mereka semuanya..." jawab Habibi yang meminta Zahra tau sendiri tentang kehidupan anak-anak tersebut.


Zahra pun kesel karena dirinya tidak dikasih tau sama Habibi yang tau tentang kehidupan anak kecil tersebut dan Zahra pun hanya bisa terdiam terus tidak bicara lagi sama Habibi dengan sepanjang pulang ke rumahnya.


*Maaf Zahra, aku hanya ingin menjaga rahasia tentang kehidupan mereka semuanya jadi kalau kamu mau tau, harus tau sendiri tanpa orang lain kasih tau, batin Habibi yang tadi sekilas menatap kearah Zahra yang sedang memandangi jalan raya di jendela mobil tersebut.


Sampai jumpa di episode selanjutnya....


Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌

__ADS_1


Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌


Oiya share juga ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌


__ADS_2