
Beberapa jam kemudian, Zahira bilang ke orangtuanya, kalau Dika ada kerjaan dan Dika pun binggung sama ucapan Zahira yang berbohong sama orangtuanya sendiri, Zahira pun kasih kode kepada Dika untuk mengiyakan aja ucapannya tersebut.
" Mas Dika lagi buru-buru kan, yaudah... mas Dika pergi kerja aja, jangan ditunda kerjaannya..." Zahira yang minta Dika untuk pura-pura sibuk dan Dika pun langsung ikutin aja kemauan Zahira seperti apa.
" iya Tante... om.. maaf yah, aku barusan juga dihubungi sama rekan bisnis aku untuk rapat hari ini...." Dika pun terpaksa bohong sama orangtuanya Zahira, karena dirinya terus ditatap sama Zahira.
" oh gitu yah, yaudah... nanti kalau ada waktu, main aja yah kesini, jadi jangan sungkan-sungkan untuk mampir kesini..." Ibu Maryam yang minta Dika untuk sering-sering mampir kerumahnya.
" iya Tante, tenang aja..." Dika pun langsung mengiyakan aja perkataan ibu Maryam.
" Ok, Tante tunggu yah..." Ibu Maryam pun langsung tersenyum kepada Dika.
" siap Tante, yaudah aku pamit yah, assalamualaikum..." Dika langsung pamit kepada orangtuanya Zahira sama cium tangannya orangtuanya Zahira juga.
" Walaikumsalam, hati-hati dijalan yah..." Ibu maryam langsung anterin Dika untuk masuk ke dalam mobil bersama Zahira juga dan Dika pun sudah keluar dari rumahnya Zahira.
Ibu Maryam langsung minta Zahira untuk obrol-obrol ditaman tanpa ada ayah Suryadi dan Zahira pun langsung ikutin ibu Maryam, mereka berdua pun langsung duduk didekat taman yang penuh bunga-bunga koleksi ibu Maryam, Kemudian ibu Maryam langsung bicara dengan serius kepada Zahira.
"Ibu, ada apa nyuruh aku obrol berduaan gini..."Zahira langsung tanya kepada ibu Maryam tentang obrol Berdua begini.
" ibu mau tanya sesuatu sama kamu, tapi kamu harus jawab dengan jujur tanpa ada kata bohong sedikitpun..."ibu Maryam minta Zahira untuk jawab dengan jujur dari pertanyaannya nanti.
"iya ibu, emang ibu mau tanya apa sih..." Zahira yang penasaran dengan pertanyaan ibu Maryam kepadanya.
" Baiklah, ibu akan mulai bertanya kepada kamu.... ibu tau kamu itu sedang berbohong sama ibu kan, jadi kamu tidak usah repot-repot berbohong sama ibu lagi, kalau itu benar... kenapa kamu harus berbuat seperti itu..." Ternyata ibu Maryam sudah tau sandiwaranya Zahira dengan Dika.
" hmmm gimana yah bu, aku juga sebenarnya tidak mau berbohong sama ibu dan ayah... tetapi ibu sama ayah terus jodohkan aku sama Haidar, jadi aku terpaksa sandiwara didepan ibu, Maafin Zahira yah Bu..." Zahira pun langsung cium tangannya ibu Maryam sambil mengungkapkan perasaannya yang telah di tahan sama ini.
" Kalau kamu tidak mau dijodohkan sama Haidar, kamu bilang aja sama ibu, gak usah berbuat sandiwara seperti ini, karena itu bisa buang-buang waktumu..." Ibu maryam pun langsung paham sama perasaan Zahira dan ibu Maryam juga minta Zahira untuk selalu bicara dengan hal yang tidak sukanya.
"Iya Bu, Zahira minta maaf.... Zahira tidak akan berbohong lagi sama ibu dan ayah..." Zahira langsung berjanji sama ibu Maryam untuk tidak berbohong lagi.
" Yaudah ibu maafin kamu, tetapi lain kali... bilang aja sama ibu, kalau kamu tidak setuju sama ucapan ibu maupun ayah kamu ...." Ibu Maryam langsung maafin Zahira dan mereka berdua pun langsung berpelukan.
Tiba-tiba datanglah Habibi sama Zahra, mereka langsung menghampiri ibu Maryam yang sedang bersama Zahira, kemudian Zahira sama Habibi langsung Salim kepada mereka berdua.
" Assalamualaikum ibu... kak zahira..." Sapa Zahra kepada mereka berdua.
__ADS_1
" Walaikumsalam, ada apa kamu datang kesini..." Zahira yang penasaran dengan kedatangan mereka berdua.
" Mau main aja, soalnya aku kangen sama ibu dan ayah, Alhamdulillahnya aja mas Habibi mau anterin aku kesini..." Ternyata Zahra kangen sama orangtuanya dan Habibi langsung turutin kemauan Zahra.
" Ya ampun, anak ibu yang manja ini, kangen sama ibu...sini ibu peluk..."ibu maryam langsung minta peluk sama Zahra dan Zahra pun langsung peluk ibu Maryam.
" Ayah, ada dirumah bu..." Zahra yang langsung menanyakan keberadaan ayah Suryadi kepada ibu Maryam.
" ada dirumah, palingan lagi nonton televisi diruang tamu, yaudah... kita langsung masuk ada ke dalam..." Ibu Maryam langsung minta mereka untuk masuk kedalam.
Mereka pun langsung berkumpul di ruang tamu dan mereka juga ngobrol-ngobrol banyak hal, Apalagi Zahra yang ingin punya anak dan orangtuanya pun langsung tersenyum bahagia dengan keinginan Zahra punya anak, terus juga Habibi yang pertama kali dengarinnya pun juga tersenyum bahagia.
"jadi kamu ingin cepat-cepat punya anak, yaudah kamu ikut program kehamilan sama Tante kamu..." Ibu maryam yang minta Zahra ikut program kehamilan sama mamanya Azzam.
" iya aku udah hubungi Tante, makanya Zahra pergi ke Jakarta..." Ternyata Zahra tidak cuma kangen sama Orangtuanya, Zahra juga udah punya rencana pergi ke Jakarta.
" Ternyata kamu tidak cuma kangen sama ibu dan ayah, kamu juga udah punya rencana disini..." Ibu maryam yang pura-pura kecewa sama Zahra dan Zahra pun langsung merasa bersalah.
"bukan gitu bu... Zahra beneran kok kangen sama ibu dan ayah, kalau gak percaya tanya aja sama mas Habibi..." Zahra yang langsung menjawab dengan wajah yang serius kepada ibu maryam dan ibu maryam pun langsung tidak kuat untuk pura-pura kecewa sama zahra.
" Iya ibu percaya kok, tadi ibu cuma bercanda..." ibu maryam langsung jujur, kalau tadi cuma bercanda kepada Zahra.
" iya, ibu minta maaf yah, sini ibu peluk... anak Manjanya ibu..." Ibu Maryam langsung minta maaf kepada Zahra dan minta Zahra peluk Juga.
" Zahra sayang bangat sama ibu..." Zahra langsung bilang sayang kepada ibu maryam.
" oh kamu cuma sayang sama ibu aja .... ayah gak nih..." Ayah Suryadi yang pura-pura kesel sama zahra mengenai ucapan Zahra kepada ibu Maryam.
" aku juga sayang bangat sama ayah..." Zahra langsung peluk ayah Suryadi dan ayah Suryadi langsung tersenyum sama tingkahnya Zahra.
" Kamu juga gak sayang sama kak..." Zahira yang ikut-ikutan pura-pura kesel sama ucapan Zahra kepada orangtuanya.
" Aku juga sayang sama kak Zahira dan semuanya..." Zahra juga langsung peluk Zahira dan Zahra juga langsung mengungkapkan sayangnya kepada mereka.
Tak Terasa waktu makan malam pun telah tiba, mereka langsung memutuskan untuk shalat berjamaah, sebelum makan malam, terus yang jadi imamnya adalah Habibi, karena ayah Suryadi minta Habibi untuk jadi imamnya aja.
Beberapa menit mereka melakukan shalat berjamaah dan mereka langsung bersih-bersih untuk melakukan makan malam, kemudian Zahra sama Zahira memutuskan untuk bantuin ibu maryam siap-siapin makan malam dan para laki-laki cuma duduk manis aja di ruang makan sambil menunggu makan malam siap.
__ADS_1
" Makan malam pun siap, silahkan dinikmati hidangannya..." ibu maryam langsung minta mereka untuk menikmati makan malamnya tersebut.
" Wah... aku udah lama tidak makan masakan ibu..." Zahra yang tidak sabar ingin makan masakan ibu Maryam.
" baru aja beberapa bulan, bukan berapa Tahun, jadi kamu lebay bangat...." Zahira yang langsung bilang lebay kepada Zahra dan Zahra pun langsung cemberut sama ucapan Zahira tersebut.
" Kamu tuh gak boleh gitu sama Zahra..." Ibu maryam langsung marahin Zahira dan Zahra pun langsung tersenyum yang dibelain sama ibu Maryam.
" Zahra, kak minta maaf yah ... tadi kak cuma bercanda kok..." Zahira yang langsung minta maaf kepada Zahra dan Zahra pun langsung maafin Zahira.
Mereka pun langsung sibuk menikmati makan malam tersebut, beberapa jam mereka menikmati makan malamnya, mereka Langsung makanan penutup dan akhirnya mereka langsung selesai makanan penutup tersebut.
Mereka langsung memutuskan untuk pindah tempat ke ruang tamu, mereka disana juga sambil ngobrol-ngobrol banyak hal yang mereka bicarakan secara bersama-sama sambil makan cemilan Juga.
" oiya ibu... ayah... aku mau bilang sesuatu sama ibu sama ayah dan kak Zahira juga..." Habibi yang langsung bicara serius sama orangtuanya Zahra.
" kamu mau bilang apa..." ibu maryam dan mereka juga penasaran sama ucapan Habibi, kalau Zahra mah tidak penasaran, jadi Zahra sibuk ngemil.
" kalau kak Haidar akan mengadakan lamaran dibulan depan, jadi ibu sama ayah dan kak Zahira harus ikut orangtua Habibi kerumah calon istrinya kak Haidar...." Habibi yang bilang kepada orangtuanya Zahra maupun Zahira mengenai lamarannya Haidar.
" Kamu serius, nak Haidar mau lamaran.... siapa calon istrinya...."ibu Maryam langsung menanyakan calon istrinya Haidar kepada Habibi.
" katanya sih teman lamanya, terus juga kak Haidar harus Cepat-cepat nikah, karena kak haidar mau balik ke Turki lagi, jadi sebelum balik ke turki, kak Haidar harus sudah nikah dan Kak Haidar juga pengen membawa calon istrinya tersebut ke turki, jadi nanti kalau udah lulus, langsung pulang ke Jakarta untuk bantuin kakek Yusuf ngurusi pesantren...." jelas Habibi kepada orangtuanya Zahra maupun Zahira.
" oh gitu yah, yaudah... nanti ibu sama ayah akan bantuin orangtau kamu, urusin lamarannya Haidar.... pasti calon istrinya sangat beruntung bangat yah dapatin Haidar..." Ibu maryam yang nyidir Zahira yang ada disampingnya dan Zahira pun merasa kalau dirinya telah disindir oleh ibu Maryam, sedangkan Habibi hanya tersenyum kepada ibu maryam.
" Sayang bangat yah ... nak Haidar tidak jadi menantu ibu...." ibu Maryam yang lagi-lagi nyidir Zahira.
Zahira pun hanya terdiam aja tanpa mengatakan sesuatu kepada ibu Maryam dan Zahira juga gak mau berdebat sama ibu Maryam mengenai Haidar, jadi zahira hanya mendengarkan aja dan sebenarnya hati Zahira tiba-tiba sedih mendengar kabar haidar akan mengadakan lamaran.
* Haidar mau lamaran, batin Zahira yang lagi sedih mendengar kabar Haidar ingin lamaran dan otomatis tidak akan ganggu dirinya, seharusnya Zahira senang bukan sedih.
Sampai jumpa di episode selanjutnya yah ...
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗 👌👌👌👌👌
__ADS_1
Oiya jangan lupa share juga ceritaku ini ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌