Ustadz Muda Adalah Jodohku

Ustadz Muda Adalah Jodohku
Pulang Ke Jakarta


__ADS_3

Pagi Yang begitu cerah, Zahra pun sedang siap-siap untuk kembali ke Jakarta karena liburannya pun sudah selesai jadi Zahra harus kembali kuliah lagi.


Sedangkan Habibi harus ada dipesantren untuk bantuin kakek Yusuf dalam mengurus pesantren tersebut jadi Habibi tidak bisa untuk ke Jakarta bersama Zahra tapi setelah habibi sudah tenang ninggalin pesantren, Habibi akan ke Jakarta untuk ketemu Zahra.


" Kak, gak bisa ikut Zahra ke Jakarta ...." Zahra pun sedih ketika Habibi tidak bisa ikut ke Jakarta karena harus bantuin kakek Yusuf ngurusi pesantren.


" Gak bisa Zahra, tapi nanti kalau kak udah tenang tinggalin pesantren... nanti kak bakalan nyusul Zahra ke Jakarta jadi tunggu kak Dijakarta yah..." Habibi yang langsung usap air mata Zahra dipipinya tersebut sama peluk Zahra untuk terakhir kalinya karena dirinya tidak akan bisa peluk Zahra lagi.


" Hmmm yaudah deh, tapi janji yah... kak Habibi harus ke Jakarta kalau udah tenang ninggalin pesantren, soalnya Zahra kan gak bisa lama-lama ditinggalin kak Habibi..." Zahra pun minta Habibi untuk janji Kepadanya untuk ke Jakarta setelah tenang ninggalin pesantren.


" Iya istriku yang cantik..." Habibi pun langsung menggoda Zahra sebutan romantis dan cium keningnya Zahra Juga.


Habibi pun langsung bantuin Zahra untuk siap-siap ke Jakarta dan Zahra pun senang bangat punya suami yang sangat perhatian kepadanya karena tadi Habibi minta Zahra untuk duduk aja dikasur jadi Habibi aja yang siap-siapin barang-barang Zahra untuk ke Jakarta dan Akhirnya selesai juga persiapan Zahra ke Jakarta.


" Makasih suamiku..." Zahra yang langsung mengucapkan terimakasih dalam sebutan romantis yang sambil tersenyum kepada Habibi.


" sama-sama Istriku..." Habibi pun langsung jawab juga dengan romantis sambil cubit pipinya Zahra yang bikin menggemaskan bagi Habibi.


" awwww...sakit kak Habibi..." Zahra yang langsung kesel kepada Habibi karena Habibi cubit pipinya Zahra cukup sakit.


" Maaf... sakit yah, sini kak obatin..." Habibi yang langsung obatin dengan berikan ciuman kepada pipinya Zahra dan Zahra pun langsung kaget apa yang dilakukan Habibi kepadanya.


" Ihhh kak Habibi, modus bangat..." Zahra yang langsung bilang Habibi modus kepadanya.


" Yah gak apa-apa donk, kan modusnya sama istrinya bukan orang lain, hehe..." Habibi yang langsung tersenyum melihat tingkahnya Zahra yang cukup menggemaskan baginya.


Zahra pun langsung berdiri dari kasurnya karena dirinya takut Habibi modus lagi kepadanya dan Habibi pun langsung ketawa melihat tingkahnya Zahra yang cukup buat dirinya menggemaskan.


" Kok kak Habibi ketawa sih.... emang ada yang lucu yah..." Zahra yang binggung melihat Habibi ketawa melihat dirinya tersebut.


" Ada kok, yaitu tingkah kamu, hehehe...." Jawab Habibi yang sambil ketawa kecil kepada Zahra.


Zahra pun langsung memutuskan untuk keluar dari kamar karena daripada dirinya diketawain terus sama Habibi makanya dirinya memutuskan untuk keluar kamar dan Habibi pun masih ketawain Zahra karena baginya tuh Zahra cukup menggemaskan tingkahnya tersebut terus Habibi sambil membawa kopernya Zahra untuk ke ruang tamu karena sudah ditungguin orangtuanya Zahra sama Zahira.


Tadinya Zahira tidak mau pulang ke Jakarta tetapi tiba-tiba dirinya dapat informasi dari salah satu santriwati yang tidak sengaja ke dengaran oleh dirinya tersebut.

__ADS_1


Kalau Ustadz Adam sudah punya calon istri terus disaat itulah dirinya menjadi patah hati karena laki-laki idamannya sudah punya calon istri jadinya Zahira memutuskan untuk ikut ke Jakarta aja daripada dipesantren yang mengingatkan kejadian dirinya yang terpesona sama ustadz Adam.


" Kok kak Zahira ikut ke Jakarta, bukannya tadi bilangnya mau tinggal disini..." Zahra yang binggung dengan tingkahnya Zahira yang tiba-tiba ingin ikut ke Jakarta padahal tadinya bilang kalau Zahira mau tinggal di pesantren aja.


" Gak jadi, gak apa-apa kan kak ikut ke Jakarta..." Zahira yang langsung tanya ke Zahra apakah dirinya boleh ikut ke Jakarta.


" Boleh kok kak, tapi aku binggung aja sama tingkah kak Zahira yang aneh banget..." Zahra yang masih binggung dengan tingkah anehnya Zahira tersebut.


Zahira pun langsung membawa kopernya ke dalam mobil yang dibantuin oleh Habibi sama Haidar jadi kelurganya Habibi pun datang kerumah kakek Yusuf untuk anterin keluarganya Zahra ke Jakarta.


"Yaudah, ayah... aku sama istriku dan anak-anakku pamit ke Jakarta yah, ayah disini baik-baik aja terus jaga kesehatan, pokoknya nanti aku sama Istriku serta anak-anak aku akan sering-sering kesini...." pamit ayah Suryadi kepada kakek yusuf dan ayah Suryadi minta kakek Yusuf untuk jaga kesehatan di pesantren.


" Iya tenang aja, disini kan ada besan kamu yang akan jagain ayah, kamu sama istri kamu serta anak-anak kamu harus jaga kesehatan juga Disana dan ayah akan tunggu kalian semuanya untuk datang kesini lagi..." kakek Yusuf yang langsung menjawab ucapan ayah Suryadi tersebut sambil pelukan.


" Kakek, Zahra sama kak Zahira pamit yah, Zahra pasti bakalan kangen sama kakek ..." Zahra yang langsung peluk kakek Yusuf sambil cium tangannya kakek yusuf juga kemudian Zahira pun juga melakukan sama kaya Zahra.


" iya cucuku yang cantik, kamu sama kakak kamu juga harus akur terus disana dan kalau kangen main aja kesini yah... tapi kayanya kamu tidak akan kangen sama kakek, jadi kamu pasti kangennya Sama Habibi, hehehe..." Kakek Yusuf yang menggodain Zahra dan Zahra pun langsung salah tingkah setelah mendengar ucapan kakek Yusuf tadi.


" Ihhh kakek..." Zahra yang langsung salah tingkah.


Kemudian Zahra langsung pamit ke mertuanya tersebut sama Haidar Juga.


" Umi... ayah... kak Haidar, aku pamit pulang ke Jakarta yah, nanti kalau aku ada libur ... aku bakalan kesini lagi untuk main kerumah umi sama ayah..." Zahra yang langsung pamitan kepada keluarganya Habibi dan cium tangannya mertuanya tersebut sama kak Haidar juga.


" Iya nak, hati-hati dijalan yah dan kami tunggu kedatangan kamu kerumah..." Umi Aminah yang langsung jawab ucapan Zahra tersebut.


" Hati-hati dijalan yah Zahra..." Haidar pun juga menjawab ucapan Zahra.


" Iya kak Haidar... " jawab Zahra kepada Haidar.


" oiya kak Haidar tenang aja, nanti aku bantuin kak Haidar untuk dekat sama kak Zahira, hehehe .." Bisik Zahra kepada Haidar tentang rencana pendekatan antara Haidar dengan Zahira.


Haidar pun langsung berikan jempolnya kepada Zahra tentang ucapannya tersebut dan Zahra pun langsung tersenyum kepada Haidar setelah bisik-bisik tentang rencananya tersebut.


Habibi pun binggung melihat tingkahnya Zahra sama Haidar yang tiba-tiba mereka berdua tersenyum setelah bisik-bisik tersebut.

__ADS_1


Zahra langsung pamitan ke Habibi untuk ke Jakarta dan Habibi pun terpaksa harus ditinggalin Zahra ke Jakarta jadinya dirinya akan tinggal sendiri di rumah kakek Yusuf tanpa ada Zahra dan Habibi juga akan kangen sama Zahra karena dirinya juga tidak tau kapan ke Jakarta lagi karena dirinya udah cukup lama tinggalin pesantren waktu dirinya izinin ke Jakarta.


" Kak, aku balik ke Jakarta yah... kak disini baik-baik aja terus jaga kesehatan dan jangan lirik perempuan lain disini..." Zahra yang langsung minta izin kepada Habibi untuk ke Jakarta dan Zahra memperingati Habibi untuk jaga pandangannya dari perempuan lain.


" Iya Zahra... tenang aja, hati kak tuh cuma ada Zahra, tidak ada perempuan lain dihati kak Habibi..."ucapan romantis dari Habibi kepada Zahra dan Zahra pun langsung salah tingkah lagi mendengar ucapan romantis dari Habibi.


" Ihhh... kak Habibi Gombal nih..." Zahra yang langsung cubit pinggangnya Habibi karena Habibi telah menggodain dirinya tersebut.


" Beneran kok Zahra, kak Habibi gak gombal..." Habibi yang menyakinkan hatinya untuk Zahra seutuhnya jadi tidak ada perempuan lain dihatinya tersebut.


Zahra pun langsung pelukan kepada habibi dan Habibi pun langsung memuaskan pelukannya tersebut karena bakalan kangen sama pelukannya Zahra, setelah melepaskan pelukannya tersebut, Habibi langsung cium keningnya Zahra tersebut.


" Hmmm, sweettttt..." Zahira yang melihat adegan romantis didepan dirinya tersebut.


" Kenapa kamu pengen.... makanya cari jodoh biar gak iri sama adik kamu, hehehe..." ibu Maryam yang meledekin anak pertamanya tersebut dan ibu Maryam juga minta Zahira untuk cari jodoh.


" Ihh ibu..." Zahira yang langsung kesel dengan ledekan ibunya tersebut.


Ibu Maryam pun langsung ketawa lihat wajah kesel anak pertamanya tersebut dan ibu Maryam langsung pamit untuk masuk ke dalam mobil yang akan langsung berangkat menuju ke Jakarta.


" Yaudah Kita pamit yah, assalamualaikum..." ibu Maryam yang langsung pamit untuk berangkat menuju ke Jakarta kepada mereka semuanya.


" Walaikumsalam, hati-hati dijalan...." kakek yusuf yang menjawab salam dari ibu Maryam dan kakek yusuf minta mereka semuanya hati-hati dijalan.


Mereka pun langsung melambaikan tangannya kearah mobil yang di setirkan oleh ayah Suryadi tersebut dan Habibi sama Zahra pun sama-sama menatap secara jauh sambil melambaikan tangannya.


* Hati-hati yah kamu disana dan tunggu kehadiranku disana, batin Habibi yang sudah lihat mobil mertuanya yang sudah keluar dari rumahnya kakek Yusuf.


Sampai jumpa di selanjutnya....


Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌


Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌


Oiya share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌

__ADS_1


__ADS_2