Ustadz Muda Adalah Jodohku

Ustadz Muda Adalah Jodohku
Berpisah


__ADS_3

Ibu Maryam sama Haidar yang lagi seru-serunya obrol, tiba-tiba Raihan yang sudah pulang dari supermarket dengan membawa pesanan ibu Maryam dan Raihan pun langsung kasih pesanannya tersebut kepada ibu Maryam, kemudian ibu Maryam langsung ke dapur meninggalkan dua adik kakak yang berada diruang tamu.


" Kak Haidar udah lama disini..." Habibi yang duduk disampingnya Haidar.


" udah satu jam..." Haidar yang menjawab pertanyaan dari habibi.


" oh... kak Haidar kok bisa ada di Jakarta..." Habibi yang kaget dengan kedatangan Haidar di Jakarta.


" tadi kak hadirin pernikahan teman kuliah kak, terus umi nitip sesuatu buat mertua kamu, lalu kak Haidar ketemu kakak ipar kamu yang mobilnya lagi mogok, yaudah deh kak Haidar kasih tumpangan buat kak ipar kamu, yang kalian mau kesini juga..." jelas Haidar kepada Habibi untuk menjawab kebingungannya Habibi.


"oh gitu... yaudah kak Haidar nginep disini aja, kan aku berapa hari lagi juga akan pulang ke pesantren, jadi biar kalian aja pulang bareng ke pesantren...." Habibi yang minta Haidar nginep dirumah mertuanya dan Habibi juga minta Haidar untuk pulang bareng ke pesantren dengan berapa hari lagi.


" tapi..." Haidar pun jadi binggung harus jawab apa kepada Habibi.


" Kalau kak Haidar binggung bilang sama umi, nanti Habibi yang bilang ke umi, kalau kak nanti pulangnya bareng sama Habibi ke Pesantrennya..." Habibi yang paham dengan kebingungan Haidar.


" oh yaudahlah, kalau kamu maksa kak nginep disini..." Haidar yang langsung mengiyakan permintaan Habibi dengan meminta dirinya untuk nginep dirumah ayah Suryadi.


Habibi pun langsung senang pas Haidar mau nginep disini dan Habibi pun langsung menemui ibu Maryam untuk minta izin Haidar yang akan nginep disini dengan berapa hari, terus juga Habibi menjelaskan alasan Habibi minta Haidar nginep disini dan ibu Maryam pun langsung mengizinkan, malahan ibu Maryam senang, bisa lebih lama kenal Haidar yang akan jadi menantunya nanti.


Ibu Maryam pun langsung minta pembantunya untuk siapkan kamar yang akan dipakai Haidar istirahat dengan berapa hari, pembantunya pun langsung menuju ke kamar yang waktu itu dipakai Azzam dan pembantunya langsung ganti seprai dengan yang baru.


" Tuan Habibi, kamar untuk kakaknya udah bibi siapkan, jadi kalau kakaknya tuan Habibi mau istirahat, bisa langsung di pakai..." Pembantunya yang langsung minta Haidar untuk istirahat, karena kamarnya udah dibersihkan.


" Baik bibi, terimakasih yah... " Habibi pun langsung memberikan senyumnya kepada pembantunya yang lumayan tua.


" yaudah, tuan Habibi... bibi langsung ke dapur lagi yah..." pembantu tersebut langsung meninggalkan Haidar sama Habibi dan Habibi pun langsung mempersilahkan pembantunya tersebut untuk ke dapur.


" Yaudah kak Haidar istirahat aja... nanti kalau udah makan malam, aku bangunin... soalnya aku mau jemput Zahra dulu..." Habibi yang langsung minta Haidar untuk istirahat dulu, karena Habibi ingin jemput Zahra yang sudah waktunya pulang kuliah terus juga Habibi tidak terasa udah cukup lama obrol sama Haidar diruang tamu.

__ADS_1


Haidar pun langsung menuju ke kamar yang sudah disiapkan oleh ibu Maryam dan Haidar pun langsung istirahat, kemudian Habibi langsung jemput Zahra ke kampus dan ibu Maryam pun membantu pembantunya masak untuk makan malam nanti.


Makan malam pun telah tiba, semua keluarganya pak Suryadi pun sudah kumpul dengan diva pun juga udah ada diruang makan, jadi tinggal Haidar yang tadi sudah dibangunkan oleh Habibi.


" Assalamualaikum semuanya..." Haidar yang langsung sapa mereka semuanya.


" Walaikumsalam nak Haidar, silahkan duduk ..." ayah Suryadi langsung mempersilahkan Haidar untuk duduk disampingnya Zahira.


" Kamu...." Zahira yang langsung kaget dengan keberadaan Haidar yang masih ada dirumahnya, soalnya dikira Zahira, Haidar udah pulang.


Haidar pun hanya memberikan senyumnya kepada Zahira tanpa menjelaskan keberadaan yang bisa disini, diva pun juga kaget dengan kedatangan Haidar yang ada dirumah ayah Suryadi.


" Sejak kapan kamu disini..." Diva yang langsung tanya kepada Haidar dengan wajah yang kaget.


" udah dari siang, tadi aku mau pulang, tapi Habibi maksa aku nginep disini, katanya kalian pulang bareng ke Pesantrennya, kamu nanti ikut kan..." Haidar yang bertanya kepada diva, apakah dirinya ikut ke pesantren pas Habibi balik ke pesantren.


" iya nanti aku juga ikut Habibi kesana, soalnya Tante Aminah minta aku ikut sama Habibi ke Pesantrennya..." ternyata diva akan ikut ke pesantren juga bersama Haidar dan Habibi.


" Sampai libur kuliah aku selesai, hehe..." diva ternyata tinggal dipesantren sampai liburan kuliahnya selesai.


" Sama kaya aku, hehe..." Haidar pun juga sama kaya diva yang tinggal dipesantren sampai liburan kuliahnya selesai.


Zahira pun melihat kebersamaan Haidar dengan diva yang begitu bahagianya sampai mereka berdua tersenyum dengan satu sama lain dan mereka berdua pun juga menceritakan tentang kuliahnya mereka berdua disana dengan asyik.


" Zahira, kamu sadar... hubungan kamu sama Haidar tuh tidak ada hubungan apa-apa, jadi biarkan Haidar dekat sama perempuan siapa aja, sadar Zahira...." Zahira yang langsung menyandarkan dirinya dari hal tidak sukanya Haidar yang sangat dekat sama sepupunya tersebut.


Mereka pun langsung makan malam dengan nikmati dan ibu Maryam juga tidak lupa menyediakan makan penutupnya dengan buah-buahan, Akhirnya makan malam sama makan penutup pun selesai dan mereka pun langsung sibuk dengan kegiatan selanjutnya masing-masing.


Beberapa hari kemudian, Habibi, Haidar sama diva pun langsung siap-siap membawa kopernya ke mobilnya Haidar untuk pulang ke pesantren, Haidar sama diva pun langsung mengucapkan terimakasih kepada ibu Maryam sama ayah Suryadi yang sudah memperbolehkan mereka berdua untuk istirahat dirumahnya tersebut.

__ADS_1


" terimakasih yah om sama tante yang sudah mengizinkan Haidar nginep disini dengan berapa hari..." Haidar yang langsung mengucapkan terimakasih kepada Mertua Habibi yang sudah mengizinkan dirinya nginep dengan beberapa hari ini.


" iya sama-sama nak Haidar, kami pun senang dengan keberadaan Haidar disini, jadi kalau ke Jakarta, jangan lupa mampir kesini yah..." Ayah Suryadi yang senang dengan keberadaan Haidar dirumahnya, karena ayah Suryadi kan tidak punya anak laki-laki, jadi wajar aja ayah Suryadi senang dengan keberadaan Habibi sama Haidar dirumahnya dengan berapa hari ini.


" iya itu sudah pasti om, yaudah... Haidar sama Habibi dan diva, pamit pulang yah, assalamualaikum..." Haidar yang mewakili Habibi sama diva untuk pamitan kepada orangtuanya Zahra dan mereka langsung cium tangannya orangtuanya Zahra dengan gantian.


" Walaikumsalam, hati-hati dijalan yah kalian, nanti kalau udah Sampai dipesantren, jangan lupa kabarin ayah sama ibu yah, Habibi..." Ayah Suryadi yang minta Habibi untuk hubungi ayah Suryadi kalau udah sampai dipesantren dengan selamat.


" iya ayah..." Habibi pun langsung mengiyakan ucapan Mertuanya tersebut.


Kemudian Habibi langsung pamit kepada Zahra yang sudah mengeluarkan air matanya, karena Zahra lagi-lagi akan dipisahkan oleh suami tercintanya yang akan melanjutkan kegiatannya dipesantren, Habibi sama Zahra pun langsung berpelukan dengan cukup lama, mereka semuanya pun paham dengan perasaan pasangan tersebut yang akan dipisahkan lagi.


" Kamu jaga kesehatan yah disini, terus juga harus banyak istirahat, jangan suka begadang dan kalau ada tugas kuliah yang tidak mengerti, jangan sungkan-sungkan telepon kak yah..." Habibi kasih pesan kepada Zahra selama tidak ada dirinya disampingnya Zahra.


" iya kak Habibi, kak juga jaga kesehatan yah disana, terus harus sering-sering teleponan sama Zahra yah, jangan sampai tidak telepon Zahra, pokoknya Zahra bakalan ngambek sama kak Habibi..." Zahra yang minta Habibi untuk sering telepon dirinya.


" Iya istriku yang cantik, yaudah yah... kak Habibi pamit yah, assalamualaikum..." Habibi yang langsung mengiyakan ucapan Zahra dan Habibi pun langsung cium keningnya Zahra sama nyetuh pipinya Zahra dengan menatap kearah Zahra.


" Walaikumsalam, hati-hati dijalan yah..." Zahra pun langsung cium tangannya Habibi dan Zahra juga melihat Habibi yang sudah masuk kedalam mobilnya Haidar yang sudah ada Haidar sama diva didalam mobilnya tersebut.


Zahra pun langsung melambaikan tangannya kearah mobilnya Haidar yang sudah keluar dari rumahnya tersebut, kemudian orangtuanya Zahra langsung masuk kedalam dengan Zahira, sedangkan Zahra yang masih ingin lihat mobilnya Haidar sampai tidak kelihatan dari rumahnya tersebut.


* Sampai jumpa lagi kak Habibi, batin Zahra yang masih melambaikan tangannya tersebut dengan mengeluarkan air matanya dan Zahra pun langsung masuk kedalam rumahnya, setelah mobilnya Haidar sudah tidak kelihatan dari jalan rumahnya tersebut.


Sampai jumpa di episode selanjutnya...


Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌


Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌

__ADS_1


Oiya Jangan lupa share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌


__ADS_2