
Setelah selesai makan malamnya, saatnya Habibi bantuin ngerjain tugasnya Zahra dan Zahra pun langsung menuju ke kamarnya untuk ambil tugasnya tersebut karena Habibi ingin belajar diruang tamu aja biar enak aja gitu daripada dikamarnya Zahra.
Zahra pun sudah turun dan langsung menuju ke ruang tamu yang ada Habibi bersama ayahnya tersebut.
"Yaudah kalian berdua mulai aja belajarnya dan Zahra kamu dengarin baik-baik kata kak Habibi jangan lawan kata kak Habibi ke kamu...." Ayah Suryadi yang mengingatkan ke anaknya untuk dengarin kata Habibi.
" Iya ayah.... yaudah sono, ini kapan mulainya aku sama kak Habibi belajarnya...." Zahra yang ngusir ayahnya untuk tinggalin mereka berdua dan ayahnya pun langsung pergi ke kamarnya tersebut.
"Kamu gak boleh gitu sama ayah kamu...." Habibi yang langsung bilang ke Zahra untuk tidak memperlakukan ayahnya seperti itu.
" Iya maaf dah, yaudah ayo bantuin aku kerjain tugas kuliah..." Zahra yang langsung minta maaf atas sikapnya tersebut kepada ayahnya dan Zahra pun meminta mulai belajarnya.
Mereka berdua pun sibuk dengan mengerjakan tugasnya jadi Habibi yang bacakan sedangkan Zahra yang mengetik dilaptopnya tersebut dan Habibi juga sambil melihat cara ketikan Zahra untuk tugasnya tersebut jadi bacakan sambil memantau Zahra ngerjain tugasnya juga bagaimana.
Tiba-tiba bibi Irma pun memberikan sedikit cemilan sama minuman untuk mereka berdua dan Habibi pun mengucapkan terima kasih kepada bibi Irma atas hidangannya tersebut sama Zahra juga mengucapkan terimakasih dengan senyuman tersebut.
Tiba-tiba aja Zahra tertidur pas Habibi yang sedang membacakannya tapi Habibi baru sadar kalau Zahra ternyata tertidur dan Habibi pun langsung ambil laptopnya Zahra secara pelan-pelan untuk melanjutkan tugasnya Zahra yang cuma berapa lembar lagi Selesai.
*Ternyata nih anak kalau tidur lucu juga yah, batin Habibi yang sambil perhatikan wajahnya Zahra yang lagi tidur dan Habibi pun langsung fotoin Zahra yang lagi tidur.
Habibi pun langsung melanjutkan kerjaan Zahra yang bentar lagi selesai dan akhirnya tugasnya pun selesai, tiba-tiba ayah Suryadi keluar dari kamarnya untuk ambil minum terus ayah Suryadi melihat anak perempuannya tertidur dan Habibi pun sedang beres-beres tugasnya Zahra, kemudian ayah Suryadi pun samperin mereka berdua.
"Nih anak malah ketiduran, maaf yah Habibi atas sikap anak saya..." Ayah Suryadi yang minta maaf atas perlakuan anaknya tersebut.
"Iya gak apa-apa om, oiya om aku pamit pulang yah soalnya udah malam...." Habibi yang pamit pulang kepada ayah Suryadi tetapi ayah Suryadi minta Habibi nginep aja Soalnya udah malam.
"Kamu nginep aja yah, soalnya masih ada kamar kosong terus kamu jangan nolak tawaran saya, soalnya saya tidak suka tawaran saya ditolak...." Ayah Suryadi yang minta Habibi untuk nginep dirumahnya tersebut dan Habibi pun terpaksa mengiyakan perintah dari ayah Suryadi.
" yaudah om, terus Zahra siapa yang mau dibawa ke kamar om???." Tanya Habibi kepada ayah Suryadi soal Zahra yang mau dibawa siapa ke kamar.
"kamulah, masa om sih, kamu gak kasih om yang sudah tua jadi gak bisa gendong Zahra masa minta tolong pak Jaka...."Ayah Suryadi yang minta Habibi untuk bawa anaknya ke kamar, tadinya Habibi mau nolak tetapi gak enakan sama ayah Suryadi.
Raihan pun langsung gendong Zahra menuju ke kamarnya tersebut dan sesampai ke kamarnya pun, Zahra langsung diletakan dikasur lalu langsung diselimuti oleh Habibi.
__ADS_1
*Ternyata nih anak berat juga yah digendongnya, batin Habibi yang cukup kelelahan menggendong Zahra yang begitu beratnya bagi dirinya.
Habibi pun langsung menuju ke kamar tamu yang Sudah dibersihkan oleh bibi Irma yang diperintahkan ayah Suryadi untuk bersihkan kamar tamunya tersebut.
"Silahkan tuan Habibi untuk istirahat...." bibi Irma yang mempersilahkan Habibi untuk istirahat.
"Terima kasih bibi..." Habibi yang langsung memberikan senyuman kepada bibi Irma.
Tak Terasa matahari pun terbit, Habibi yang udah bangun dari tadi sekarang Habibi sedang obrol sama ayah Suryadi tentang pesantren yang dirinya tinggal bersama kakek Yusuf.
"Gimana kamu betah gak disana..." Tanya ayah Suryadi sama Habibi soal tempat tinggalnya tersebut.
" Alhamdulillah betah om, terus juga Kiyai baik bangat sama saya dan apalagi kiyai udah anggap saya kaya cucu sendiri...." Jawab Habibi yang senang bangat diperlakukan sama kakek Yusuf seperti cucu sendiri.
*iyalah kamu kan cucu menantunya, batin ayah Suryadi yang tersenyum pas Habibi bicara seperti itu.
Akhirnya mereka semuanya pun sarapan dan ayah Suryadi minta Habibi berangkat bareng sama Zahra tetapi pas Zahra nolak, ayah Suryadi udah menatap Zahra begitu tajam jadinya Zahra pun terpaksa harus berangkat bareng Habibi.
"Yaudah om sama Tante, aku mau pamit berangkat yah, Assalamualaikum...." pamit Habibi kepada orangtuanya Zahra sambil salin tangannya orangtuanya Zahra dan Zahra pun sama seperti Habibi kepada orangtuanya tersebut.
"Semoga mereka berdua semakin dekat yah, bunda..." Gumam ayah Suryadi kepada bunda Maryam dan bunda Maryam pun tersenyum.
Sampailah didepan gerbang kampus, ia Zahra minta turunin di depan gerbang kampus gak mau sampai parkiran karena dirinya takut ditatap tajam sama teman-temannya.
"Yaudah kak Habibi, aku pamit masuk ke dalam yah gan makasih atas tumpangannya, assalamualaikum...." Zahra yang mengucapkan terimakasih kepada Habibi dan Zahra pun langsung keluar dari mobilnya Habibi kemudian masuk duluan ke kampusnya.
"Walaikumsalam..." Gumam Habibi yang udah lihat Zahra keluar dari mobilnya padahal Habibi belum jawab salamnya tetapi Zahra malah udah masuk duluan.
Tiba-tiba Jannah pun ada disampingnya Zahra dan Jannah melihat aura Zahra yang lagi senang.
"Assalamualaikum Zahra, kamu kenapa???." Jannah yang binggung lihat ekspresi Zahra yang begitu senangnya.
"Walaikumsalam Jannah, ke kantin dulu yukkk..." Zahra yang meminta ke kantin terlebih dahulu sebelum masuk ke kelasnya karena waktunya masih banyak jadi bisa mampir dulu ke kantin daripada dikelas yang harus nungguin lama.
__ADS_1
"Mau ngapain ke kantin dan tadi kamu belum jawab pertanyaan aku tadi...." Jannah yang masih butuh jawaban dari Zahra yang tiba-tiba tersenyum sendiri dan malah Zahra ganti topik yang ngajak ke kantin.
"mau buang air kecil...." canda Zahra kepada jannah dan malahan Jannah percaya aja kata Zahra tadi terus Zahra pun ketawa geli lihat Jannah begitu bodohnya di tipu oleh Zahra.
"Yah mau makan lah Jannah, aku tuh tadi sarapannya cuma sebentar aja soalnya yang jemput aku buru-buru bangat jadi aku belum puas sarapannya...." Zahra yang tadi kesel sama Habibi yang minta dirinya cepat makannya karena tadi Zahra kesiangan jadi Zahra cuma makan roti sama minum susu aja.
Zahra pun sampai di kantin dan tiba-tiba Zahra lihat damar yang mau hampiri dirinya lalu Zahra minta Jannah buat bilang kalau Zahra belum datang.
"Jannah jangan lupa bilang sama damar, kalau aku belum datang..." Zahra yang minta Jannah untuk bohong kepada damar karena Zahra gak mau ketemu damar padahal kemarin tuh dia udah bilang jangan dekat lagi karena mereka berdua udah putus.
Bener kata Zahra kalau damar menanyakan keberadaan dirinya dan Jannah pun mengikuti perintah Zahra kalau Zahra belum datang, kemudian damar pun percaya dengan ucapan Jannah dan damar pun langsung ninggalin kantin untuk cari Zahra lagi.
"Terimakasih Jannah, karena kamu tadi udah bantuin aku, maka aku traktir kamu makan sepuasnya, gimana...." Zahra minta Jannah untuk makan sepuasnya karena tadi Jannah udah bantuin dirinya.
"Asyikkk dah.." Jannah yang sedang kalau dirinya mau ditraktir oleh Zahra.
Tiba-tiba damar sama Habibi pun bertemu lagi dan lagi-lagi damar buat masalah dengan Habibi yaitu dirinya minta ditantang berantem ditempat biasanya dan nanti diantara mereka berdua akan dapatkan Zahra tetapi yang kalah harus jauhin Zahra.
"Woyyy.... lu yang baju batik..." Panggil Habibi yang tadi lewatkan Damar gitu aja tanpa melihat ada damar.
"kamu panggil saya... kamu gak sopan yah panggil saya dengan sebutan itu, emang orang tua kamu gak ngajarin kamu sopan santun yah..." Habibi yang sangat gak suka sama sikapnya damar yang begitu tidak sopan kepadanya.
"Terus gua harus panggil lu siapa dan ngapain gua jaga sopan santun sama lu, lu kan bukan orang tua gua ataupun saudara gua jadi buat apa sopan santun, hehehe...." Damar yang begitu tidak peduli soal kata Habibi tadi dan damar juga tidak mau sopan sama Habibi.
"Baiklah seterah kamu aja, kalau gak ada yang bicarakan, saya permisi, assalamualaikum..." Pamit Habibi kepada damar tetapi sama damar tangan Habibi ditarik dengan kencang.
"Tunggu, gua belum selesai bicara sama lu, jadi gua mau tantang lu buau beratem ditempat yang udah gw pesan buat kita berdua bertanding terus nanti yang menang boleh dekat sama Zahra tetapi kalau kalah harus tinggalin Zahra..." Tantangan dari Damar untuk Habibi dan Habibi sebagai laki-laki jantan pun menerima tawaran dirinya karena Habibi gak mau dibawa ribet sama damar.
*Lihat aja, nanti gua bakalan bisa kalahin lu dan gua bakalan jauhin lu sama Zahra dengan cara apapun itu, hati damar yang ingin jauhin Zahra dengan Habibi dengan caranya tersebut.
Sampai jumpa di episode selanjutnya....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
__ADS_1
Dan Jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya jangan lupa share ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌