
Makan malam mereka pun telah selesai, kemudian mereka memutuskan untuk makan penutup yaitu makan buah-buahan yang sudah disediakan oleh ibu Maryam setiap selesai makan malam.
" Ayo, dimakan buah-buahannya... buat kesehatan bagus itu ..." ibu Maryam mengajak mereka untuk dimakan buah-buahannya tersebut.
" iya Tante...." diva pun langsung ambil buah-buahannya tersebut, untuk menghargai ibu Maryam yang sudah sediakan.
" kamu mau makan buah apa???." Habibi yang menanyakan keberadaan Zahra untuk makan buah apa.
" buah apel aja, kak...." Zahra pun minta ambilin buah apel kepada Habibi dan Habibi langsung ambil buah apelnya tersebut, lalu Habibi potong buahnya untuk dikasih ke Zahra.
" Hmm... swetttt.... diva mau kaya gitu gak, hehehe..." Azzam yang menawarkan diva untuk seperti mereka berdua yang romantis.
" Apaannn sih kamu...." diva yang jawabnya cukup jutek kepada Azzam yang sambil mengunyah buah-buahan yang dimakannya.
Azzam pun tersenyum melihat tingkahnya diva yang jutek kepadanya, diva pun langsung memutuskan untuk membantu ibu Maryam membereskan makanan yang masih ada sisanya tersebut ke dapur dan Zahra pun juga membantu ibu Maryam sama diva membawa makanan ke dapur.
Terus ayah Suryadi, Habibi sama azzam, memutuskan untuk pindah ke ruang tamu dan ibu Maryam pun langsung membawa cemilan untuk mereka, karena mereka ingin nonton bola ditelevisi yang sebentar lagi akan tayang.
" Kak diva, jangan jutek-jutek... gitu sama kak Azam, hehe..." Zahra yang minta diva untuk tidak jutek lagi kepada Azzam.
" gimana, kak diva gak jutek sama sepupu kamu, dianya aja yang terus-terusan gak jelas gitu bicaranya...." ternyata alasan diva jutek kepada Azzam yaitu Azzam yang suka gak jelas bicaranya.
" oh gitu... nanti aku bilang ke kak Azzam, untuk bicaranya yang jelas-jelas aja, hehehe..." Zahra pun langsung pergi meninggalkan diva setelah bicara seperti kepadanya.
Diva pun tersenyum, ketika lihat Zahra yang sangat lucu tingkahnya, jadi bukannya marah tetapi malah tersenyum, itulah mengapa orang yang dekat sama Zahra pasti tidak ada yang marah, malahan mereka pada tersenyum melihat tingkahnya Zahra.
" Kak Habibi...." Zahra yang duduk disampingnya Habibi dan Habibi pun menatap sebentar kearah Zahra, kemudian langsung fokus lagi sama nonton bolanya.
" iya Zahra, kamu gak sama kak diva dan ibu..." Habibi yang tersenyum kepada Zahra setelah menatap sebentar kearahnya dan Habibi juga menanyakan kepada Zahra, kenapa tidak bersama ibu Maryam sama diva.
" Hmm.. gak ahh, temanin kak Habibi aja, hehehe..."alasan Zahra yang tidak mau gabung sama ibu Maryam dan diva, malah Zahra ingin bersama Habibi terus.
" kamu bisa aja.... " Habibi yang langsung cubit pipinya Zahra dan Zahra pun kesel sama Habibi yang suka bangat Cubit pipinya.
__ADS_1
" tuh kan, kak Habibi kebiasaan nih, suka bangat cubit pipi Zahra...." Zahra yang kesel sama Habibi yang suka bangat cubit pipinya.
" maaf yah... yaudah sini, aku ngelus-ngelus pipi yang tadi aku cubit..." Habibi yang langsung ngelus pipi yang tadi dicubit olehnya.
Zahra pun senang dengan perilaku Habibi yang sangat romantis kepadanya, sambil mengelus pipinya Zahra, Habibi sambil nonton bola tetapi tiba-tiba aja Habibi tidak sengaja berhenti di bibirnya Zahra dan kemudian Habibi pun langsung kaget apa yang dirinya sentuh tadi.
" maaf Zahra, aku tidak sengaja..." Habibi yang langsung minta maaf kepada Zahra yang tadi dirinya sentuh.
" yah gak apa-apa kak, yaudah... aku ke kamar aja yah..." Zahra yang langsung salah tingkah dengan sentuhan Habibi tadi dan Zahra pun langsung memutuskan untuk ke kamar aja.
" oh... yaudah, istirahat yah..." Habibi pun juga salah tingkah sebentar, kemudian Habibi mempersilahkan Zahra untuk ke kamar.
* aduh kenapa aku salah tingkah gini sih, batin Zahra yang kesel sama dirinya yang gampang banget salah tingkah kalau Habibi melakukan yang tidak sengaja kepadanya.
Zahra pun langsung ganti pakaiannya menjadi pakaian tidur, kemudian Zahra membersihkan
wajahnya dengan sabun cuci muka Kesukaannya tersebut dan Zahra pun memutuskan untuk melihat pemandangan sebentar di teras kamarnya tersebut sambil membaca novel kesukaannya.
Pertandingan sepak bolanya pun telah selesai, kemudian mereka pun memutuskan untuk ke kamarnya masing-masing dan ayah Suryadi meminta Azzam untuk nginep aja dirumahnya, soalnya masih banyak kamar kosong dab Azzam pun langsung terima tawarannya ayah Suryadi dengan tersenyum, karena dirinya bisa sarapan bareng diva nanti pagi.
* Tante Maryam memang Tante yang terbaik dah, batin Azzam yang langsung tersenyum kepada ibu Maryam atas perilakunya tersebut dan ibu maryam pun membalas senyum juga kepada Azzam.
* ibu biasa aja dekatin Azzam sama diva, batin ayah Suryadi yang paham bangat perilaku ibu Maryam yang suka bangat buat rencana aneh tetapi ayah Suryadi tidak bisa ikut campur urusan ibu Maryam yang dekatin azzam dengan diva.
Mereka pun langsung memutuskan istirahat ke kamarnya masing-masing dan Azzam sama Habibi langsung naik ke atas, karena kamarnya ada diatas, kemudian sampailah dikamarnya Habibi terlebih dahulu, kemudian baru kamarnya Azzam, habis kamarnya Azzam adalah kamarnya diva.
" Apa dia udah tidur yah...." Azzam yang mendengar kamarnya diva yang tidak ada suaranya, kemudian Azzam pun langsung memutuskan masuk ke kamarnya untuk istirahat karena dirinya sudah merasakan lelah bangat hari ini.
Habibi pun pas buka pintu, melihat Zahra yang belum tidur dan Habibi pun langsung masuk ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum menghampiri Zahra yang ada di teras kamarnya tersebut yang lagi baca novel Kesukaannya tersebut.
Habibi pun sudah keluar dari kamar mandi setelah membersihkan wajahnya, kemudian Habibi langsung menghampiri Zahra dan Habibi langsung duduk disampingnya Zahra jadi diteras kamarnya ada sofa, kemudian Habibi merangkul Zahra dilehernya Zahra sambil melihat bacaan novel Kesukaannya Zahra tersebut karena penasaran dengan cerita novelnya Zahra, habisnya Zahra begitu serius bangat baca novel tersebut.
" Kayanya, ceritanya seru yah..." Habibi yang menanyakan cerita novel Kesukaannya tersebut.
__ADS_1
" seru bangat kak... pokoknya kak Habibi harus baca novel ini yah, nanti dipesantren kalau ada waktu kosong..." Zahra yang minta Habibi untuk baca novel tersebut pas di pesantren nantinya.
" gak ahhh, aku gak suka baca novel..." Habibi yang pura-pura gak suka baca novel, padahal mah Habibi suka bangat baca novel, soalnya dirumahnya ada novel islami yang cukup banyak.
" oh gitu yah, yaudah deh... sayang bangat padahal cerita novel yang aku rekomendasikan seru bangat, tetapi kak Habibi gak suka baca novel...." Zahra yang langsung sedih, pas tau Habibi tidak suka baca novel.
" wajahnya jangan sedih gitu donk, iya... nanti kak Habibi baca novel yang kamu rekomendasikan tersebut, terus nanti kak baca deh di pesantren, kalau ada waktu luang...." Habibi yang akan baca novel yang rekomendasi Zahra tersebut buat nanti di pesantren kalau dirinya ada waktu membaca.
" bener yah kak... " Zahra yang tersenyum lagi kepada Habibi dan Zahra pun langsung peluk Habibi yang mau baca novel rekomendasikan tersebut.
" iya Zahra, yaudah... mendingan kita tidur, tetapi kayanya, kak Habibi maunya tidur malam ini harus spesial..." Habibi yang meminta Zahra untuk tidur hari ini adalah tidur malam yang spesial.
" ihh... apaan sih kak Habibi..." Zahra yang langsung lepaskan pelukannya tersebut, kemudian langsung lanjutin baca novelnya.
" ayolah Zahra, nanti kan kita dipisahkan lagi, kak pasti bakalan kangen sama kamu...." Habibi yang terus-menerus minta ke Zahra tanpa berhenti dan Zahra pun akhirnya langsung mengiyakan permintaan habibi tersebut.
Habibi pun langsung senang, kemudian langsung gendong Zahra untuk menuju ke tempat tidurnya tersebut dan Habibi pun minta izin untuk melakukan kewajibannya Zahra tersebut dan Zahra pun langsung mempersilahkan Habibi melakukannya.
Habibi pun langsung memulai melakukannya tersebut dan Zahra cuma pasrah aja, apa yang dilakukan Habibi kepadanya, karena Zahra juga tidak ingin perpisahannya tersebut tidak ada kenangan bersama Habibi, jadi Zahra memutuskan mengiyakan permintaan Habibi tersebut kepadanya.
Mereka berdua pun menikmati malam yang indah ditempat tidurnya tersebut dengan cukup panjang, akhirnya mereka berdua pun menyudahi malam indahnya dengan langsung tidur, karena mereka berdua sudah merasakan lelah dan mereka berdua cuma bisa tidur beberapa jam aja.
" terimakasih Zahra..." Habibi pun langsung cium keningnya Zahra dan Habibi langsung tidur dengan keadaan berpelukan sama Zahra.
Akhirnya waktu shalat subuh pun telah tiba, mereka berdua pun sudah bangun dari tidurnya tersebut dan Habibi pun langsung cium keningnya Zahra sama mengucapkan selamat pagi keadaan Zahra, kemudian Zahra pun tidak bisa bangun dari tidurnya tersebut dan Habibi pun langsung gendong Zahra, kemudian langsung menuju ke kamar, untuk Zahra terlebih dahulu yang mandi, sebenarnya Habibi ingin mandi bareng, tetapi Zahra tidak mau mandi bareng Dirinya, yaudah deh Habibi turuti kemauan Zahra tersebut.
* Maaf yah Zahra, batin Habibi yang merasakan bersalah telah melakukan seperti itu kepada Zahra dan gara-gara dirinya, Zahra tadi gak bisa bangun dari tidurnya tetapi mau gimana lagi, Habibi ingin perpisahannya sama Zahra ada hal yang bisa dikenangkan dalam pikirannya tersebut.
Maaf yah gaes aku bisanya sampai itu aja tanpa detail melakukannya, soalnya lagi dibulan puasa 🤭🙏
Sampai jumpa di episode selanjutnya....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
__ADS_1
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya jangan lupa share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌