
Kemudian giliran pasangan Zayn dan Dara yang menghampiri mereka berdua untuk mengucapkan selamat.
" Happy wedding yah kak Azzam sama kak diva, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah dan cepat-cepat dapat momongan, Amiiin...."doa dari Zayn dan dara untuk mereka Berdua.
" Terimakasih doanya dan datangnya, oiya maaf yah waktu itu aku gak datang ke acara pernikahan kamu..." Azzam yang minta maaf tidak datang ke acara pernikahannya Zayn sama dara waktu itu.
" sama-sama kak, iya gak apa-apa, Zahra sudah kasih tau aku, kalau kak ada urusan waktu itu..." Zayn yang tidak mempermasalahkan waktu Azzam tidak bisa datang ke acara pernikahannya.
"oiya, dara udah hamil belum..." Tanya Azzam kepada Zayn tentang dara.
" belum kak, doain aja yah..." Zayn yang minta doanya kepada Azzam dan Azzam pun langsung tepuk bahunya Zayn, kemudian Zayn sama dara langsung foto bareng mereka berdua, habis itu Zayn sama dara langsung nyusul dua sahabatnya.
Habis itu giliran Zahira sama Haidar yang mengucapkan selamat kepada Azzam sama diva, tetapi Zahira sama Haidar merasa canggung untuk mengucapkan selamat kepada Azzam sama diva.
" Selamat yah Azzam, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah dan cepat-cepat dapat momongan, oiya karier kamu sebagai model gimana..." Zahira yang menanyakan kariernya Azzam sebagai model.
" Terimakasih kak, Insyah Allah aku masih jadi model, tetapi tidak sering waktu yang lalu, karena aku harus atur waktu, antara dokter sama model, apalagikan aku udah jadi suami, jadi mungkin akan jarang ambil kerjaan jadi model..." jawab Azzam kepada pertanyaannya Zahira mengenai karier jadi model.
" oh baiklah, semoga ini keputusan terbaik untuk kamu sama diva..." Zahira yang paham dengan keputusan Azzam kepada kariernya dan Azzam pun langsung tersenyum.
" oiya kak Zahira, kapan nikahnya..." Azzam yang menanyakan kapan nikahnya Zahira.
" Hmmm, doain aja yah... semoga cepat-cepat dapat jodoh, jadi sambil nungguin jodoh datang, kak mau sibuk diri dulu, hehehe...." Jawab Zahira kepada pertanyaan Azzam.
" Ngapain ditunggu jodohnya, kan udah ada jodohnya..." Diva yang tiba-tiba menjawab ucapan Zahira.
" Siapa????..." Zahira yang langsung kaget dengan ucapan diva kepadanya.
" tuh ada disamping kak Zahira..." Diva langsung menatap kearah Haidar untuk menunjukkan kalau Haidar adalah jodohnya Zahira.
* kenapa harus dia sih, batin Zahira yang kesel, karena Zahira terus dijodohkan oleh Haidar, jadi sudah berapa orang yang bilang, kalau dirinya harus berjodoh sama Haidar.
" Kamu tuh gak boleh bicara kaya gitu, mungkin Zahira udah ada calonnya, jadi nanti tinggal tunggu dilamar aja, terus juga mana mungkin, Zahira suka sama kak..." Haidar yang paham sama perasaan Zahira kepadanya.
" Oh gitu yah kak, yaudah... maaf yah kak Zahira, semoga kak Zahira cepat-cepat dilamar sama calon kak Zahira...." Diva langsung minta maaf kepada Zahira tentang perjodohannya tersebut dan Zahira hanya membalas senyum aja, karena Zahira binggung harus jawab apa.
__ADS_1
Kemudian Zahira sama Haidar langsung foto bareng dua pengantin tersebut dan Zahira sama Haidar Langsung menghampiri keluarganya masing-masing.
" Marvin, gimana persiapan lamaran kamu..." tanya ayah Ibrahim kepada marvin mengenai acara lamarannya tersebut.
" Alhamdulillah udah siap semuanya ustadz..." Jawab marvin kepada pertanyaan ayah Ibrahim kepadanya.
" Alhamdulillah kalau gitu, Yaudah... umi doakan, semoga acara lamaran kamu lancar, amiin...." Doa dari umi Aminah untuk acara lamarannya marvin nanti dan semuanya pun mengamini doa dari umi Aminah.
" Kamu kapan nyusulnya nak..." Tiba-tiba ibu Maryam menanyakan kepada Zahira mengenai kapan nyusulnya.
" Ditunggu aja ibu, nanti juga Zahira nyusul..." Zahira yang jawab pertanyaan ibu Maryam dengan santainya, karena Zahira sudah terbiasa ditanyakan seperti itu oleh ibu Maryam.
Semuanya pun hanya bisa diam dan menatap kearah Haidar untuk Cepat-cepat dapatin hatinya Zahira, kemudian lamaran Zahira sebagai calon istrinya.
"Kenapa kalian lihat aku... Zahira udah punya calon suami sendiri, jadi kalian jangan harap aku sebagai jodohnya lagi, yaudah... aku pamit pulang duluan yah, mau ketemu teman lama aku..." Haidar yang langsung pamit untuk kumpul bareng teman-temannya tersebut dan menghindari pertanyaan dari mereka.
" Siapa calon kamu, nak..." Ibu Maryam langsung kaget dengan perkataan Haidar tadi.
" Nanti yah ibu, aku kenalin..." Zahira yang pura-pura mengiyakan perkataan Haidar yang bilang ke mereka, kalau dirinya udah punya calon suami dan Zahira juga harus cepat-cepat cari laki-laki yang mau jadi pura-pura pacarnya, nanti habis itu, Zahira pura-pura putus sama pacarnya, jadi yang penting Zahira sudah mengenalkan calon suaminya kepada orangtuanya.
* Ini semua, salahnya Haidar, kenapa dia bilang ke mereka semua, kalau aku udah punya calon, jadinya kan aku harus cari laki-laki untuk pura-pura menjadi calon suami didepan ibu sama ayah... batin Zahira yang sangat kesel kepada Haidar yang membuat dirinya harus cari laki-laki untuk pura-pura jadi calon suaminya.
Akhirnya acara pernikahannya Azzam sama diva pun selesai, jadi semua tamu undangan udah pada bubar dan keluarganya Habibi maupun keluarganya Zahra pun sudah bubar kerumah masing-masing bersama kakek Yusuf juga.
Kemudian orangtuanya mereka berdua sama mereka berdua langsung mencari hotel terdekat, untuk istirahat beberapa hari dulu, karena diva harus ikut Azzam ke Jakarta untuk nemanin Azzam kerja Disana dan akan tinggal dirumah Azzam yang sudah jadi disana, makanya Azzam akan tinggal bersama diva dirumah barunya.
Beberapa hari kemudian, tibalah dihari yang ditunggu-tunggu Marvin sama jannah yaitu acara lamaran mereka berdua yang mengadakannya di pesantrennya kakek Yusuf, disana juga ada keluarga besarnya Jannah yang sudah menunggu bersama kakek Yusuf, keluarganya Zahra dan Habibi sama Zahra, Kalau keluarganya Habibi ikut keluarganya Marvin.
" Bunda... papa... gimana persiapannya udah siap semuanya..." Marvin yang bertanya kepada orangtuanya mengenai persiapan lamarannya tersebut.
" Sudah siap nak, yaudah... kita langsung berangkat aja yah..." Papanya Marvin langsung minta berangkat ke pesantren untuk ketemu keluarga besarnya Jannah, jadi Marvin sama keluarganya besarnya tinggal dirumah ayah ibrahim sementara.
Mereka pun langsung berangkat menuju ke pesantren dengan jalan kaki aja, karena lumayan dekat dari rumahnya ayah Ibrahim ke pesantren, terus juga di iringi dengan merawis yang diambil dari pesantren kakek Yusuf juga.
Beberapa menit kemudian, datanglah Keluarganya Marvin di pesantren, kemudian langsung disambut oleh orangtuanya Jannah untuk menyambut calon menantunya bersama orangtuanya, setelah itu orangtuanya Jannah mempersilahkan Keluarga besarnya Marvin untuk masuk kedalam yang sudah disediakan oleh keluarganya jannah.
__ADS_1
" Silahkan duduk dulu, saya panggil Jannah dulu yah..." bundanya jannah yang ingin panggilkan Jannah untuk duduk bersama dengan calon mertuanya tersebut.
Beberapa menit kemudian, datanglah Jannah dengan warna pakaian yang sama kaya Marvin, karena mereka berdua sudah janjian untuk pakaian warna yang sama, walaupun pakaiannya sederhana, kemudian jannah langsung duduk ditengah-tengah Orangtuanya tersebut.
" Silahkan, mengungkapkan niat kalian kesini untuk apa..." Ayahnya Jannah langsung mempersilahkan Keluarga besarnya Marvin untuk mengungkapkan niat baiknya tersebut.
" Assalamualaikum Semuanya, saya adalah papanya Marvin, mengucapkan terimakasih kepada keluarga besarnya Jannah atas sambutannya dan mempersediakan hidangan yang lumayan enak Juga, Selanjutannya akan disampaikan oleh Marvin sendiri, jadi silahkan nak, kamu ungkapkan niat baik kamu didepan Orangtuanya jannah..." papanya Marvin langsung mempersilahkan Marvin untuk mengungkapkan niat baiknya didepan mereka semua.
" Walaikumsalam, sama-sama.. Alhamdulillah kalau kalian suka sama hidangan kami ini, silahkan nak Marvin bicara..." Ayahnya Jannah yang langsung balas ucapan dari papanya Marvin dan mempersilahkan Marvin untuk bicara didepannya.
" Bismillahirrahmanirrahim, saya ..... Marvin Thrishaan, datang kesini ingin mengungkapkan niat baik saya didepan om sama Tante yaitu ingin menjadikan Jannah Nursarifa sebagai calon istri saya, jadi izinkan saya untuk ambil putri kesayangannya om sama Tante tersebut..... untuk jannah, maukah kamu menerima lamaran aku untuk menjadikan kamu sebagai calon istri saya dan aku akan terus bahagiakan kamu dengan caraku sendiri, aku juga ingin kamu sebagai calon ibu anakku nanti..." Marvin yang sudah mengungkapkan niat baiknya didepan mereka semuanya dan Jannah Juga.
" Terimakasih untuk keluarga besar mas Marvin atas kehadirannya, terus juga aku ucapkan terimakasih kepada mas Marvin atas ungkapan niat baiknya didepan orangtua aku dan mereka semua, dengan membaca... bismillahirrahmanirrahim, saya... Jannah Nursarifa, disini akan menjawab niat baik mas Marvin dan saya juga udah berdoa sama Allah SWT untuk minta jawaban yang tepat didepan mas Marvin dan keluarga besarnya..... dengan izin Allah SWT, aku terima lamarannya mas Marvin untuk jadi calon suamiku dan calon ayah untuk anakku nanti, semoga kita terus melewati rintangan dengan bersama...." akhirnya Jannah menerima lamarannya Marvin dan Marvin pun langsung bahagia dengan jawabannya jannah.
Kemudian mereka berdua langsung dipasangkan cincin lamarannya dengan mama/bunda mereka berdua masing-masing, terus juga Marvin kasih bunga ke Jannah dan Mamanya Marvin kasih kalung ke Jannah untuk menandakan kalau Jannah udah menjadi calon menantunya, habis itu mereka berdua langsung foto untuk memamerkan cincin lamarannya didepan kamera yang difotoin Habibi.
* bismillahirrahmanirrahim atas izin Allah SWT, aku memilih mas Marvin sebagai calon suamiku dan semoga keputusan aku memilih mas Marvin tidak salah... batin jannah yang lagi tersenyum didepan kamera bersama Marvin Juga.
ini foto bunga lamarannya.
ini Foto baju lamarannya Jannah.
ini foto lamarannya Marvin.
Sampai jumpa di episode selanjutnya.....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
__ADS_1
Oiya jangan lupa Share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌