
"Kak Habibi dari kapan disini, padahal tadi aku lihat, gak ada siapa-siapa jadi kenapa ada kak Habibi dibelakangku..." Alasan Zahra untuk hindari ucapan Habibi tadi.
"Kamu jangan banyak alasan Zahra, kamu jawab pertanyaanku, kamu jauhin aku hanya gara-gara itu, Zahra... kamu tau kan, aku sama dara tidak ada hubungan apa-apa jadi sekadar teman masa kecil aja bukan lebih dari itu..." Jelas Habibi kepada Zahra kalau dirinya tidak ada hubungan lebih sama dara.
"Iya aku tau kak, tapi aku lihat dari matanya kak dara tuh kaya mengharapkan lebih dari kak Habibi, jadi lebih baik aku mundur aja karena aku gak mau kak dara hatinya tersakiti apalagi kan kak dara lebih lama kenal kak Habibi daripada aku, jadi alasan itulah aku menghindar kak Habibi tetapi bukan alasan itu aja kak..." Zahra yang menjelaskan kenapa dirinya jauhin Habibi.
"kalau kak boleh tau, alasan apalagi kamu jauhin kak selain soal dara???." Tanya Habibi kepada Zahra mengenai alasan lainnya.
"Aku takut jatuh cinta sama kak Habibi dan disaat aku nanti jatuh cinta, aku takut kak Habibi akan ninggalin aku demi perempuan yang sudah lama dekat sama kak Habibi yaitu kak dara, makanya lebih baik aku jauhin kak Habibi daripada nanti hatiku sakit pas aku tau kak Habibi tidak mencintaiku malah kak Habibi mencintai kak dara bukan aku..." alasan lain dari Zahra kepada Habibi dan Habibi pun langsung tersenyum indah pas tau alasan lainnya Zahra kepadanya.
" Oh itu alasan lain kamu, Zahra..." Habibi yang menjawabnya sambil tersenyum kepada Zahra.
"Ihh kok kak Habibi malah tersenyum sih..." Zahra yang kesel sama Habibi yang tiba-tiba tersenyum pas tau alasan lainnya Zahra.
"Aku tersenyum artinya aku suka dengan alasan lain kamu, Zahra..." Alasan tersenyumnya Habibi kepada Zahra.
"Zahra, apa kita coba aja untuk terima tawaran dari kiyai Yusuf, jadi kita coba jalani aja dengan satu sama lain, soal aku mencintaimu apa gak itu masalah belakang yang penting aku tau kalau kamu mencintaiku, jadi aku juga ingin meyakinkan hatiku sepenuhnya untuk mencintaimu, Az-Zahra Humairah maukah kau menikah denganku????." Habibi yang tiba-tiba melamar Zahra dan Zahra pun langsung kaget dengan ucapan Habibi yang tiba-tiba melamar dirinya tersebut.
Zahra pun tiba-tiba langsung diam tanpa bicara sedikitpun karena Habibi tiba-tiba melamar dirinya didepan matanya langsung dan apalagi Habibi menyakinkan dirinya untuk mencoba menerima tawaran dari kakek Yusuf tersebut.
"Kak Habibi serius dengan kata-kata kak Habibi barusan ...." Tanya Zahra kepada Habibi untuk keseriusan kata-kata yang tadi diucapkan kepada Zahra secara langsung.
"Az-Zahra Humairah, aku serius dengan ucapanku barusan dan aku akan mencoba menyakinkan hatiku sepenuhnya untuk mencintaimu sampai selamanya, jadi gimana.. kamu terima gak lamaran aku barusan?." Habibi yang menanyakan soal lamaran barusan kepada Zahra dan Zahra pun binggung sebenarnya mau jawab apa karena Habibi lamar dirinya secara tiba-tiba.
"Aku akan berikan jawabanku didepan Kakek langsung, jadi kak Habibi tunggu aja yah jawabanku, gak apa-apa kan ... karena aku butuh memikirkan soal ini dengan baik..." Zahra yang butuh kasih waktu untuk berikan jawaban lamarannya Habibi tersebut.
__ADS_1
"Aku akan tunggu jawaban kamu besok, kalau kamu gak berikan jawaban kamu besok, aku artikan kamu menolak lamaranku dan aku akan terima jawaban kamu tersebut, jadi aku mohon kamu untuk shalat tahajud malam ini juga untuk pikirkan jawabanmu dengan baik, Assalamualaikum..." Habibi pun langsung meninggalkan zahra pas udah kasih waktu Zahra untuk berikan jawaban lamarannya tersebut.
"Walaikumsalam..." Zahra pun seketika langsung diam karena Zahra harus berikan jawabannya besok didepan Kakek Yusuf sama Habibi.
Pagi yang begitu cerah, Zahra pun sudah bangun dari tidurnya tersebut dan Zahra pun masih memikirkan soal tadi malam bersama Habibi yang tiba-tiba Habibi melamar dirinya.
Jadi kemarin malam, Zahra terus berdoa sama Allah buat memberikan petunjuk mengenai lamaran Habibi tadi malam dan Zahra juga harus berikan jawabannya hari ini didepan Kakek Yusuf bersama Habibi juga, jadi Zahra bener-bener binggung harus ikutin kata hati apa dirinya tersebut karena tiba-tiba dirinya mengatakan menolak tetapi hatinya berkata menerima jadi Zahra bener-bener harus jawab apa didepan Kakek Yusuf dengan Habibi.
"Sayang, kamu kenapa tiba-tiba diam gitu kaya memikirkan sesuatu, kamu pikirin apa sih..." Ibu Maryam yang tiba-tiba datang di depan wajah Zahra dan ibu Maryam juga memperhatikan Zahra dari jauh yang sedang diam di ruang tamu kaya mikirkan sesuatu.
"Bu, aku mau cerita sama ibu dan ibu bantuin berikan saran yah mengenai ceritaku tersebut..." Zahra yang ingin bercerita kepada ibu maryam soal lamaran Habibi tadi malam Kepadanya tersebut.
Zahra pun mulai menceritakan dari awal sampai akhir mengenai ketemunya Habibi tadi malam sampai Habibi melamar dirinya secara tiba-tiba.
"Zahra, ibu sarankan... kamu ikuti kata hati kamu aja jangan ikuti diri kamu, karena kata hati akan sesuai dengan jalan jawaban kamu tersebut jadi ibu yakin kamu pasti bisa memberikan jawaban yang terbaik didepan Kakek kamu sama Habibi dan ibu yakin kamu tidak akan mengecewakan kakek kamu sama Habibi karena ibu tau kamu tidak mau buat kakek maupun Habibi merasakan kecewa dengan jawaban kamu, jadi ikutilah kata hati kamu..." Ibu Maryam yang memberikan saran kepada Zahra untuk ikuti kata hatinya tersebut.
Ibu Maryam pun langsung pergi meninggalkan Zahra sendirian diruang tamu yang lagi memikirkan jawaban kepada Habibi dan kakeknya nanti.
Zahra pun langsung mempersiapkan dirinya untuk menemui kakek Yusuf di ruang pribadinya kakek Yusuf dan Zahra pun langsung ketok pintunya sambil mengucapkan salam, kemudian kakek Yusuf mempersilahkan Zahra untuk masuk ke dalam sambil menjawab salam dari Zahra tersebut.
"Ada apa Zahra, kamu tiba-tiba datang ke ruang pribadi kakek, apa kamu mau berikan jawaban kakek kemarin soal pernikahan kamu sama Habibi ...." tanya kakek Yusuf kepada Zahra yang tiba-tiba datang ke ruang pribadinya tersebut dan kakek Yusuf berpikir kalau Zahra ingin berikan jawabannya mengenai Pernikahannya tersebut.
"Iya kakek, aku mau berikan jawabanku sekarang dan aku udah janji sama kak habibi untuk berikan jawabanku sekarang didepan Kakek maupun kak Habibi, jadi aku boleh minta tolong sama kakek buat hubungin kak Habibi untuk kesini..." Zahra yang mengiyakan tebakan kakek Yusuf tersebut dan Zahra meminta kakek yusuf untuk panggil Habibi.
Kakek Yusuf pun langsung hubungi Habibi untuk menemuinya di ruang pribadinya tersebut bersama Zahra juga dan Habibi pun dengan senang hati mengiyakan suruhan kakek Yusuf tersebut karena Habibi juga penasaran dengan jawaban Zahra mengenai soal kemarin.
__ADS_1
Tibalah Habibi di depan kakek Yusuf sama Zahra dan Habibi langsung cium tangannya kakek Yusuf yang sudah mengucapkan salam pas masuk ke dalam ruang pribadinya kakek Yusuf tersebut.
"Zahra, silahkan kamu berikan jawabanmu sekarang didepan Kakek sama Habibi, kakek akan terima dengan jawaban kamu sama Habibi pun juga akan terima jawaban kamu..." Kakek Yusuf pun mempersilahkan Zahra untuk langsung berikan jawabannya dan kakek Yusuf sama Habibi pun menerima dengan jawaban Zahra tersebut.
"Bismillahirrahmanirrahim, kakek sama kak Habibi, aku menerima tawaran kakek untuk menikahkan aku dengan kak Habibi dan aku udah terus berdoa sama Allah, Alhamdulillahnya aku diberikan jalan sama Allah yaitu aku harus menerima tawaran kakek tersebut karena aku yakin, kalau kakek melakukan ini biar aku tidak salah pilih laki-laki yang akan menemani aku selamanya ..." Jawaban Zahra kepada Kakek Yusuf sama Habibi dan kakek Yusuf sama Habibi pun langsung senang dengan jawaban Zahra tersebut.
"Kamu serius Zahra, menerima lamaranku kemarin..." Habibi yang tidak percaya kalau Zahra menerima lamarannya tersebut.
"Iya kak Habibi, aku menerima lamaran kak habibi dan tawaran dari kakek Juga, semoga ini adalah keputusan terbaik buat masa depanku nanti, kak Habibi... aku mohon sama kak Habibi untuk terus bimbing aku untuk menjadi calon istri yang baik sama ibu yang baik buat anak-anak kita nanti..." Zahra yang minta Habibi untuk terus bimbing dirinya menjadi yang lebih baik lagi.
"Bismilah yah Zahra, kita akan menjalankan ini dengan bersama-sama dan kak juga masih ada kekurangan untuk bisa jadi suami kamu nanti sama jadi ayah yang baik buat anak-anak kita nanti, jadi kita sama-sama butuh bimbingan yah satu sama lain, aku senang dengan jawaban kamu hari ini, Az-Zahra Humairah..." Habibi yang langsung tersenyum pas tau jawaban Zahra tersebut dan kakek Yusuf pun juga bahagia bangat dengan jawaban cucunya tersebut.
*Semoga keputusanku adalah keputusan yang terbaik buat masa depanku nanti, batin Zahra yang tersenyum kepada Habibi dan kakek Yusuf pas memberikan jawabannya tersebut.
jangan lupa mampir ke cerita pertamaku yah
Sampai jumpa di episode selanjutnya....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1