
Tiba- tiba Zahra merasakan lelah karena dirinya sudah mulai ngantuk, Habibi pun lihat Zahra yang sudah mulai kelelahan dan Habibi pun minta Zahra untuk pulang aja ke rumah jadi Sampai sini aja pasar malamnya yang penting udah mampir kesini, Zahra pun mengiyakan perintah dari Habibi untuk pulang kerumah.
" Yaudah, kamu tunggu disini dulu, aku ambil mobil dulu yah...." Habibi yang minta Zahra untuk tunggu didepan pasar malam dan Habibi pun langsung ambil mobilnya tersebut.
Habibi pun sudah membawa mobilnya, kemudian Habibi keluar mobilnya dan langsung bukain pintu untuk Zahra masuk ke dalam mobilnya, Zahra pun langsung masuk ke dalam mobil sambil tersenyum kepada Habibi yang memperlakukan dirinya seperti tuan putri.
" Terimakasih, suamiku...." Zahra pun mengucapkan terimakasih kepada Habibi yang telah bukain pintu untuknya.
" sama-sama, istriku..." Habibi yang menjawab ucapan dari Zahra, kemudian Habibi langsung masuk ke dalam mobilnya untuk menuju kerumah Zahra.
Mereka berdua pun menuju pulang ke rumah karena mereka berdua sudah merasakan lelah seharian ini dan apalagi Zahra besok harus pergi ke kampus.
" Kak, aku boleh tanya gak???." Zahra yang ingin tanya sesuatu kepada Habibi.
" boleh donk, Emang kamu mau nanya apa???." Habibi yang mempersilahkan Zahra untuk bertanya kepadanya.
" Kak, pulang ke pesantren kapan???." Zahra yang menanyakan Habibi balik ke pesantren kapan.
" kayanya bulan depan deh, soalnya kak mau urusin barang-barang kak yang masih ada dikampus kamu sama di apartemen teman kak yang ketinggalan, emang kenapa kamu tanya gitu..." Habibi yang menjawab pertanyaan dari Zahra mengenai balik lagi ke pesantren.
" oh bulan depan, yah lumayan lama lah... gak apa-apa aku tanya aja..." Zahra yang langsung senang pas tau jawaban Habibi mengenai balik ke pesantren lagi dengan begitu lama.
Habibi pun langsung usap-usap kepalanya Zahra karena tingkahnya Zahra begitu gemeskan, apalagi pas lagi senang gitu atau lagi senyum dihadapan dirinya tersebut dan rasanya Habibi ingin tinggal terus di rumah Zahra tetapi Habibi tidak bisa tinggalin tugasnya yang di pesantren jadi dirinya juga harus tunggu Zahra lulus kuliahnya, baru nanti mereka berdua tidak akan dipisahkan dan Zahra akan menetap di kampung halamannya untuk ikuti Habibi yang berada disana.
" Kamu besok kuliah, aku anterin yah..." Habibi yang tiba-tiba mau anterin Zahra ke kampus nanti besok pagi.
" Ok deh..." Zahra pun langsung senang pas Habibi ingin anterin ke kampus besok pagi.
Mereka berdua pun sampai dirumah Zahra yang begitu mewahnya dengan begitu banyak tanaman yang sangat indah dihalaman rumahnya tersebut dan mereka berdua pun langsung keluar dari mobil, terus langsung menuju ke dalam rumah sambil gandengan tangan.
Tiba-tiba lihat Zahira yang keluar rumah dengan pakaian yang rapi dan membawa tas Kesukaannya tersebut sama pakai kacamata kaya ingin pergi ke tempat sesuatu yang penting karena cara memakai Zahira tersebut.
__ADS_1
" Kak mau kemana malam-malam gini..." Zahra yang langsung tanya Zahira yang tiba-tiba keluar dari rumah.
" Mau ketemu teman-teman lama, kak bakalan nginep dirumah teman dengan beberapa hari, kak juga udah bilang ke ayah, yaudah kak pergi dulu yah, assalamualaikum..." Zahira yang langsung pergi meninggalkan Zahra sama Habibi didepan rumah dan ternyata Zahira ingin ketemu teman-teman lamanya.
" walaikumsalam, hati-hati dijalan kak..." teriak Zahra kepada Zahira untuk hati-hati dijalan karena udah malam dan Zahira pun melambaikan tangannya kepada Zahra.
Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam rumah dan tiba-tiba ada ayah Suryadi diruang tamu yang lagi nonton bola sambil minum kopi kesukaannya tersebut, mereka berdua pun menyapa ayah Suryadi dan mereka berdua mengucapkan salam sama cium tangannya ayah Suryadi, Habibi pun minta Zahra untuk ke kamar duluan karena Habibi ingin temanin ayah mertuanya tersebut nonton bola.
" yaudah, ayah ... kak Habibi, aku pamit ke kamar dulu yah..." Zahra pun pamitan sama Habibi dan ayah Suryadi untuk ke kamar.
" Iya nak, istirahat lah... pasti kamu cape seharian jalan-jalan sama Habibi, terus juga kamu harus kuliah besok...." Ayah Suryadi pun mempersilahkan Zahra untuk pergi ke kamarnya biar Zahra bisa istirahat karena besok harus berangkat ke kampus.
Diruang tamu pun tinggal ayah Suryadi sama Habibi pun langsung nonton bola dengan serius dan mereka berdua pun juga teriak-teriakan diruang tamu ketika ada pemain sepak bola yang mereka berdua dukung gol.
Akhirnya acara pertandingan sepakbola pun udah selesai, Habibi pun langsung pergi ke kamarnya dan ayah Suryadi pun juga balik ke kamarnya juga yang ada dibawah kalau Habibi sama Zahra kamarnya ada diatas jadi Habibi harus naik keatas walaupun dirinya sudah merasakan lelah hari ini.
Ketika habibi masuk ke kamar udah lihat Zahra yang sudah tertidur pules dengan pakaian tidurnya tersebut dan habibi pun langsung bersih-bersih badannya dulu sebelum tidur bareng Zahra terus juga Habibi harus ganti pakaian tidur.
Mereka berdua pun terbangun dari tidurnya untuk melakukan shalat subuh berjamaah karena Zahra sudah cukup lama untuk shalat subuh berjamaah sama Habibi lagi jadi terakhir pas mereka berdua berada dipesantren waktu itu.
" Akhirnya aku bisa shalat subuh bersama kak Habibi lagi, hehehe..." Zahra yang sudah selesai shalat subuh berjamaah sama sudah cium tangannya Habibi.
" Iya Zahra, kak juga udah kangen bangat kita shalat subuh berjamaah lagi dan hari ini kak bisa shalat subuh berjamaah lagi sama kamu..." Habibi yang juga udah cukup lama menunggu shalat subuh berjamaah lagi.
Tiba-tiba Habibi pun tiduran di pahanya Zahra untuk istirahat sebentar dipahanya Zahra untuk menghilangkan kangennya selama ini bersama Zahra karena bulan depan dirinya akan pergi lagi ke pesantren dan pastinya akan kangen lagi sama Zahra.
" Kak, tidur sebentar yah disini... kak mau puas-puasin bersama kamu hari ini dan beberapa hari ini, karena kita berdua akan pisah lagi dan aku gak tau akan kesini lagi kapan..." Habibi yang minta izin untuk tidur dipahanya Zahra untuk sebentar karena Habibi ingin puas-puasin bersama Zahra dengan beberapa hari lagi mereka berdua akan dipisahkan.
" iya kak, gak apa-apa... kak Habibi kenapa hidungnya mancung bangat sih..." Zahra yang pegang hidungnya Habibi yang begitu mancung baginya.
" Terus juga alisnya tebal bangat lagi..." Zahra pun juga megang alisnya Habibi yang begitu tebal bagi Zahra.
__ADS_1
Habibi pun hanya tersenyum di sentuh wajahnya oleh Zahra, karena Habibi mempersilahkan Zahra untuk sentuh wajahnya dengan sepuasnya karena pasti Zahra akan kangen sama wajahnya tersebut.
Waktu istirahat Habibi pun sudah habis, Zahra sama Habibi pun langsung bersih-bersih badannya dengan cara gantian, jadi Zahra duluan yang mandi terus nanti Habibi yang akan mandi selanjutnya
Mereka berdua pun sudah ganti pakaian dengan rapi dan Zahra pun langsung bawa tas yang membawa mata pelajaran kuliahnya hari ini, kemudian mereka berdua gandengan tangan menuju kebawah untuk sarapan bareng orangtuanya Zahra.
" assalamualaikum ayah, ibu..." Sapa Zahra yang langsung duduk disampingnya Habibi dan Zahra pun langsung menyiapkan sarapan untuk Habibi.
" Walaikumsalam anak ayah yang cantik sama menantu ayah yang ganteng, yaudah kalian makan dulu... " ayah Suryadi yang menjawab salam dari Zahra sambil memuji mereka berdua dengan ucapan yang buat mereka berdua tersenyum.
"yaudah kalian berdua sarapan dulu, ibu mau bikin bekal untuk ayah kamu..." Ibu Maryam yang sibuk siapin bekal untuk ayah Suryadi karena ayah Suryadi lebih suka makan masakan ibu Maryam daripada makanan diluar.
Mereka berdua pun menikmati sarapan dengan roti sama selai sesuai selera mereka berdua dan akhirnya sarapan mereka berdua pun sudah selesai, mereka berdua pun langsung pamit kepada orangtuanya Zahra untuk berangkat ke kampus dan mereka berdua cium tangannya orangtuanya Zahra terus ucapkan salam juga.
Mereka berdua pun langsung menuju ke kampus yang cuma beberapa menit sampai dikampusnya Zahra, tiba-tiba Zahra minta berhenti di depan gerbang kampusnya aja karena teman-temannya belum tau kalau dirinya udah nikah sama Habibi, jadi Habibi pun mengiyakan permintaan Zahra dengan terpaksa.
" Yaudah, aku pamit masuk kampus duluan yah... assalamualaikum kak Habibi..." Zahra yang langsung pamit kepada Habibi sambil cium tangannya Habibi sebagai berbakti kepada suaminya.
" walaikumsalam... tunggu kamu ada yang lupa..." Habibi yang langsung minta Zahra berhenti keluar dan katanya ada yang ketinggalan.
" Apa..." Zahra yang langsung berhenti dan duduk lagi.
Habibi pun langsung cium keningnya Zahra dan Habibi langsung mempersilahkan Zahra keluar dari mobilnya dan Zahra pun tersenyum atas perilaku Habibi kepadanya barusan.
* Ya ampun kak Habibi bisa aja buat hatiku berdebar gini, batin Zahra yang tiba-tiba senyam-senyum disepanjang jalan menuju ke kelasnya, gara-gara tadi perilaku Habibi didalam mobil kepadanya.
Sampai jumpa di episode selanjutnya....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
__ADS_1
Oiya jangan lupa share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌