
Mereka pun sedang menikmati syukuran ulangtahunnya Habibi dan Habibi langsung menatap Zahra yang tidak percaya, kalau Zahra ada disampingnya tersebut, Terus juga Habibi tidak percaya kalau Zahra mengingat ulangtahunnya tersebut.
" Kamu kok gak bilang-bilang kesini..." Habibi yang kesel kepada Zahra yang tidak bilang-bilang dirinya ke pesantren.
" Kalau nanti bilang, itu namanya bukan kejutan donk, gimana sih kak Habibi..." Zahra yang juga ikut kesel kepada habibi.
" iya juga sih... aku masih tidak percaya kalau kamu ada disini.... kaya mimpi aja gitu..." Habibi yang bilang kepada Zahra kalau dirinya tidak percaya ada Zahra disampingnya.
"sini aku peluk..." Zahra langsung peluk Habibi untuk membuat Habibi percaya ada dirinya disampingnya tersebut.
Mereka berdua pun memuaskan rasa kangennya sama ingin berpelukan yang sudah lama mereka berdua pedamkan dengan cukup lama.
" udah donk, pelukannya... tidak menghargai aku sama kak Azzam disini yang tidak punya pasangan..." Jannah yang kesel kepada mereka berdua yang berpelukan didepannya.
" lah... kenapa bawa-bawa aku, kalau aku mah ada diva nanti, oiya umi... diva mana..." Azzam langsung ingat diva dan Azzam langsung tanya umi Aminah mengenai keberadaan diva.
" Oh diva, dia lagi pulang ke rumahnya udah beberapa hari ini ...." umi Aminah langsung
kasih tau keberadaan diva kepada Azzam.
" yah udah pulang kerumahnya yah umi... berarti aku sia-sia ikut kalian berdua disini.." Azzam yang merasakan sedih pas diva tidak ada di pesantren dan mereka pun langsung ketawain Azzam dengan wajah sedihnya yang cukup lucu.
" Berarti kak Azzam belum ditakdirkan untuk ketemu kak diva, jadi yang sabar yah..."Zahra yang langsung menepuk bahunya Azzam.
" umi, Azzam boleh tau gak... rumahnya diva dimana..." Azzam yang minta alamatnya kepada umi Aminah.
" Emang kamu kesana mau ngapain..." Umi Aminah yang menanyakan Azzam untuk ke rumah diva ngapain.
" mau dekati orangtuanya diva, jadi mau lebih dalam lagi mengenal diva, nanti kalau Azzam udah mantap untuk milih diva, yah nanti Azzam akan melamar diva, jadi Azzam mohon sama umi untuk kasih tau alamat diva..." Azzam yang langsung kasih tau alasan dirinya yang ingin kerumah diva.
" Masya Allah Azzam, yaudah bentar yah.. umi mau cari alamatnya dulu, jadi kamu tunggu disini aja..." umi Aminah langsung ambil alamatnya diva dirumah dan umi Aminah minta Azzam tunggu disana aja.
" baik umi, hati-hati dijalan yah umi..." Azzam yang langsung bahagia pas umi Aminah ingin ambil alamat rumahnya diva.
Beberapa menit kemudian, datanglah umi Aminah ditempat acara ulangtahun Habibi yang masih ada kumpul-kumpul, jadi hari ini memang dibebaskan oleh kakek Yusuf untuk meramaikan ulangtahunnya Habibi.
" nih, alamatnya diva... jadi lumayan jauh dari sini, kamu hati-hati yah kesananya..." umi Aminah langsung kasih alamatnya diva dan Azzam langsung ambil alamatnya dengan wajahnya yang cukup senang.
__ADS_1
" Terimakasih umi, yaudah umi... Azzam pamit untuk kerumahnya diva sekarang, oiya Zahra kamu nginep disini aja, jadi tunggu kak Azzam jemput kamu yah, sama kamu juga Jannah, soalnya kak Azzam udah janji sama orangtua kalian berdua, untuk anterin kalian berdua pulang ke rumah..." Azzam yang langsung pamit kepada umi Aminah dan semuanya, Azzam juga minta Jannah sama Zahra untuk nginep aja dipesantren semalaman, karena Azzam udah janji kepada orangtuanya mereka berdua untuk ngaterin pulang.
" iya kak Azzam, Yaudah... semangat yah, berjuang dapat cintanya kak diva dan hati-hati dijalan...." Zahra yang menjawab ucapan Azzam dan Zahra langsung menyemangati Azzam untuk berjuang mendapatkan cintanya diva.
" Terimakasih Zahra, yaudah semuanya, Azzam pamit yah, assalamualaikum..." Azzam langsung pamit kepada mereka semuanya untuk menuju kerumahnya diva yang lumayan jauh dari pesantren.
" Walaikumsalam, semangat kak Azzam...." Jannah yang menyemangati Azzam, karena Jannah sudah anggap Azzam kaya kakak kandungnya.
Azzam pun langsung tersenyum sebentar kearah Jannah dan Azzam langsung menuju ke tempat parkiran untuk menuju mobilnya, sampailah Azzam ditempat parkiran mobilnya dan azzam langsung jalan menuju kerumahnya diva.
Azzam pun langsung mampir ke sebuah toko buah-buahan untuk membawa buah-buahan kerumahnya diva, jadi Azzam memulai mendekati orangtuanya diva dengan cara membawa buah-buahan dan cara selanjutnya pas dirumahnya diva nanti.
" Kayanya aku harus beli buah-buahan untuk orangtuanya diva, jadi aku harus cari toko buah-buahan sekitar sini..." Azzam langsung cari toko buah sekitar jalan yang dirinya lewatin.
Alhamdulillah sampailah Azzam disebuah toko buah-buahan dan Azzam langsung keluar dari mobilnya untuk beli bulan-bulan, Azzam juga minta ke penjualannya untuk memilihkan buah-buahan yang bagus dan segar.
Akhirnya Azzam pun selesai membeli buah-buahan yang lumayan bagus sama seger, terus juga dibungkus dengan cukup cantik seperti kasih serahan kepada orangtuanya Azzam, kemudian Azzam langsung menuju kerumah diva dan Azzam langsung meletakkan buah-buahannya dengan hati-hati, habis itu azzam langsung jalan kerumahnya diva yang beberapa jam sampai dirumahnya diva.
Tiba-tiba Azzam melihat bunga yang cukup cantik, kemudian Azzam memutuskan untuk mampir ke toko Bunga, karena Azzam belum pernah kasih diva Bunga.
Akhirnya selesailah Azzam memesan bunga, kemudian Azzam langsung meletakkan Bunganya di sampingnya tersebut, habis itu azzam langsung menuju kerumah diva dengan membawa buah-buahan untuk orangtuanya diva dan bunga untuk diva.
Beberapa jam kemudian, sampailah Azzam dirumahnya diva yang cukup mewah, karena Orangtuanya diva mempunyai toko perawatan wajah dibeberapa daerah, apalagi diva yang ambil jurusan bisnis di luar negeri, karena diva ingin mempunyai usaha sendiri nantinya, jadi orangtuanya sangat mendukung dengan keputusan anaknya yang ingin buka usaha nanti pas lulus kuliah nantinya, tetapi orangtuanya yang minta dara untuk ambil kuliah S2 dijakarta.
" Assalamualaikum pak, saya boleh minta tolong gak, untuk panggil diva, bilang aja Azzam yang datang...." Azzam yang minta tolong satpamnya diva.
" baik, sebentar saya hubungin dulu ke nona diva..." Satpamnya pun langsung hubungi ke nomor telepon kamarnya diva.
Beberapa jam kemudian, satpamnya langsung mempersilahkan Azzam untuk masuk ke dalam, setelah mendapatkan izin dari diva dan Azzam langsung mengucapkan terimakasih kepada satpamnya yang sambil tersenyum, satpamnya pun juga membalas dengan tersenyum.
Tiba-tiba didepan rumah ada diva yang sedang nungguin kedatangan Azzam dengan wajah yang kesel kepada Azzam yang mendadak kerumahnya tanpa kasih tau dirinya, padahal waktu itu diva sudah kasih nomer handphonenya kepada Azzam walaupun waktu itu terpaksa kasih nomer handphonenya tersebut, karena itu biar Azzam tidak minta-minta terus ke dirinya.
" kamu mau ngapain disini..." diva yang langsung marah-marah kepada Azzam.
" assalamualaikum diva, jawab dunk salam dari aku..." Azzam yang langsung mengucapkan salam dengan tersenyum kepada diva dan Azzam meminta diva untuk menjawab salamnya.
" Walaikumsalam, kamu mau ngapain kesini dan kenapa kamu tidak bilang-bilang ke aku, kalau kamu kesini, bentar... kamu tau darimana alamat aku..." Diva yang penasaran Azzam dapat alamatnya darimana.
__ADS_1
" Dari umi Aminah, tapi kamu jangan marah yah ke umi, karena aku yang memaksa umi untuk kasih alamat kamu..." Azzam yang langsung kasih tau kepada diva tentang dapat alamat rumahnya diva.
" Terus kamu disini mau ngapain..." Diva yang menanyakan dengan cukup kesel tentang kedatangan Azzam yang tiba-tiba dirumahnya.
" mau ketemu orangtua kamu..." Azzam yang langsung menjawab ucapan diva dengan jujur.
" mau ketemu orangtua aku, kamu mau ngapain ketemu orangtua aku..." Diva yang langsung kaget pas Azzam ingin ketemu orangtuanya.
" Mau minta restu untuk dapatin kamu dan buat lamar kamu nanti... jadi bisa dibilang sih, mau ta'aruf sama kamu..." Daffa yang langsung kasih tau alasannya yang ingin ketemu Orangtuanya diva.
Tiba-tiba datanglah Orangtuanya diva dan orangtuanya diva juga dengar pas Azzam ingin ajak ta'aruf kepada diva, jadinya Orangtuanya diva pas dengar itu, langsung memutuskan untuk keluar, menemui Azzam yang sedang obrol sama diva diluar rumahnya.
" Diva, ini siapa..." Bundanya diva yang menanyakan namanya Azzam tersebut.
" Assalamualaikum Tante.. om ..., kenali aku, sepupunya Zahra yaitu istrinya Habibi, maaf yah Tante, udah ganggu Istirahat Tante sama om..." Azzam yang langsung kenalkan dirinya didepan Orangtuanya diva dan langsung salim juga kepada orangtuanya diva.
" walaikumsalam, oh kamu sepupunya Zahra, tetapi kenapa kamu tidak datang ke acara pernikahannya Zahra waktu itu..." bundanya diva langsung tanya waktu Azzam tidak hadir diacara pernikahannya Zahra sama Habibi waktu itu.
" oh... waktu itu saya lagi ada kerjaan diluar negeri, terus saya datang kesini, pas acara ulangtahunnya Zahra dan ada kerjaan juga disini tante..." Azzam yang langsung kasih tau alasannya pas tidak datang ke acara pernikahannya Zahra sama Habibi waktu itu.
" yaudah, Kita obrol-obrol didalam aja yah... kasihan kamu berdiri terus disini.... kamu gimana sih diva, bukannya ajak masuk ke dalam, malah ajak obrol disini..." Bundanya diva langsung marah-marah kepada diva yang tidak mempersilahkan Azzam masuk ke dalam rumah.
Kemudian Azzam langsung masuk kedalam rumahnya diva dengan cara mengikuti dibelakangnya orangtuanya diva dengan diva kubai, habis itu bundanya diva minta Azzam menunggu sebentar diruang tamu.
* Kenapa tadi aku yang dimarahin Sih, batin diva yang kesel dimarahin sama bundanya tersebut, gara-gara kedatangan Azzam.
ini rumahnya diva.
Sampai jumpa di episode selanjutnya yah....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya jangan lupa share juga ceritaku ini ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1