
Akhirnya acara pernikahan Zahra sama Habibi pun sudah selesai dan para undangan pun sudah pada pulang jadi tinggal keluarga besar Zahra maupun keluarga besar Habibi.
"Alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar ..." Habibi yang bersyukur bangat acaranya berjalan dengan lancar.
" iya kak Habibi, Alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar..." Zahra yang juga bersyukur acaranya berjalan dengan lancar
Mereka berdua pun langsung menuju ke kamar untuk ganti pakaiannya menjadi pakaian biasa, Habibi pun mempersilahkan Zahra untuk ke kamar mandi duluan dan Habibi pun sambil nungguin Zahra mandi, dirinya melakukan kesibukan ngerjain tugas untuk ngajar lagi di pesantren kakek Yusuf.
Akhirnya Zahra udah selesai mandi, Sekarang giliran Habibi yang mandi dan Zahra pun langsung siap-siap untuk tidur karena hari ini Zahra sudah lelah dengan acara pernikahannya tersebut.
Habibi pun sudah selesai mandi, kemudian dirinya langsung melanjutkan tugas yang tadi belum selesaikan dan Habibi melihat Zahra yang sudah tertidur dengan nyenyak.
" Ternyata kamu kalau tidur, cantik bangat yah..." Gumam Habibi yang sangat kagum dengan kecantikan Zahra pas lagi tidur.
" Kak, kenapa lihat aku begitu bangat..." Ternyata Zahra belum tidur dan Habibi pun langsung kaget pas Zahra terbangun dari tidurnya.
" Kirain kak, kamu udah tidur..." Habibi yang langsung salah tingkah pas Zahra terbangun dari tidurnya.
" Tadinya aku udah tidur, terus aku dengar ada yang muji aku pas lagi tidur, katanya sih aku kalau tidur cantik Bangat, hehehe..." Zahra yang sengaja menggoda Habibi dan Habibi pun langsung garuk-garuk kepalanya pas Zahra bicara seperti itu.
" ternyata kamu dengar yah ..." Salah tingkah Habibi pas Zahra mendengar perkataannya tersebut.
" Hmm, yaudah aku mau tidur, kak Habibi gak mau tidur, udah malam tau, nanti aja besok lanjuti tugasnya..." Zahra yang menyuruh Habibi untuk tidur dan Zahra minta Habibi untuk lanjutkan besok aja tugasnya tersebut.
" Yaudah, kak mau tidur nih..." Habibi yang langsung beres-beresin tugasnya tersebut karena Habibi memutuskan tidur disofa aja, soalnya Habibi tau kalau Zahra belum siap untuk tidur bareng dirinya.
" Kak, mau ngapain disofa..." Zahra yang binggung lihat tingkah Habibi yang sedang beres-beres disofa.
" Mau tidur..." Habibi yang langsung jawab tanya Zahra tersebut.
" Tidurnya disini aja kak, kenapa... takut aku gak izinin kak Habibi tidur bareng aku yah, aku udah izinin kak Habibi untuk tidur bareng aku tapi aku belum siap melakukan kewajiban aku ke kak Habibi, jadi tunggu aku siap yah kak..." Zahra yang mengizinkan Habibi untuk tidur bareng dirinya dengan syarat, Habibi tidak melakukan aneh-aneh dulu jadi Zahra harus siapkan dirinya dulu.
" Alhamdulillah kalau kamu udah izinkan aku untuk tidur bareng, iya aku ngerti kok kamu belum siap jadi aku tidak akan memaksakan kamu untuk melakukan kewajiban kamu sekarang, aku akan tunggu kamu siap, kalau udah siap... bilang sama aku yah..." Habibi yang senang bangat kalau dirinya di izinkan untuk tidur bareng Zahra dan Habibi pun tidak mempermasalahkan soal kewajibannya kepada dirinya tersebut karena Habibi tidak mau memaksakan Zahra.
Mereka berdua pun langsung tertidur dengan cara hadap-hadapan karena itu permintaan Zahra yang tidak bisa tidur jadi Habibi menuruti permintaan Zahra tersebut.
__ADS_1
" Kak, aku boleh gak peluk kak Habibi, Soalnya aku gak bisa tidur jadi kalau aku gak bisa tidur tuh peluk ibu tapi kan aku udah nikah jadi aku gak bisa peluk ibu tapi kalau gak boleh gak apa-apa kok..." Zahra yang minta izin untuk peluk Habibi karena Zahra tidak bisa tidur jadi kalau Zahra gak bisa tidur kadang peluk ibunya jadi karena Zahra udah nikah, maka dirinya tidak bisa peluk ibunya lagi.
"boleh kok Zahra, sini mendekat..." Habibi yang langsung mempersilahkan Zahra untuk peluk dirinya.
Zahra pun langsung mendekat kearah Habibi untuk pelukan sama Habibi dan Habibi pun langsung memeluk Zahra dengan erat terus juga Habibi mengelus rambutnya Zahra dengan begitu lembut dan cium keningnya Zahra Juga.
"Selamat malam, istriku..." Habibi yang melihat Zahra yang sudah tertidur dan Habibi pun langsung memutuskan tidur juga.
Pagi yang begitu Cerah, Habibi sama Zahra udah bangun dari tidurnya pas waktu shalat subuh terus juga melanjutkan dengan baca Alquran itulah kebiasaan Habibi setelah shalat subuh jadi Habibi ingin mengajarkan ke Zahra tentang kebiasaannya tersebut.
" Assalamualaikum, ayah, ibu, kak Zahira, kakek..." Sapa Zahra kepada mereka semua dan Zahra pun langsung ambilkan makanan untuk Habibi jadi Zahra sedang belajar menjadi seorang istri yang baik.
" Walaikumsalam cucuku..." Kakek Yusuf yang senang melihat mereka berdua dengan wajah yang begitu cerah.
" Terimakasih, Zahra..." ucap habibi kepada Zahra dengan tersenyum dan Habibi pun senang bangat sekarang udah ada yang melayani dirinya jadi tidak melakukan sendiri lagi.
" Hmmm, sweeettt... tapi kok nama panggilannya belum ganti yah.... ganti donk nama panggilannya, yah kaya seperti sayang, istriku, beb atau bunda, pokoknya seterah kalian deh maunya panggil dengan sebutan apa, hehehe...." Zahira yang sengaja menggoda mereka berdua dengan cara menggantikan nama panggilan mereka berdua dan ibu Maryam sama ayah Suryadi cuma bisa menggelengkan kepalanya ketika lihat Zahira yang sedang menggoda mereka berdua.
" Ihhh apaan sih kak, udah kak makan aja deh..." Zahra yang langsung salah tingkah gitu dan Zahra minta Zahira untuk fokus makanannya tersebut.
Zahira pun langsung tertawa geli melihat Zahra yang langsung salah tingkah pas Zahira menyuruh ganti nama panggilan mereka berdua.
" Alhamdulillah lancar kiyai, tinggal tunggu acaranya tiba aja ..." jawab Habibi kepada kakek Yusuf dan Habibi juga masih canggung panggil "kakek" kepada kakek Yusuf jadi kakek Yusuf tidak mempermasalahkan Habibi untuk ganti nama panggilannya sekarang jadi tunggu Habibi siap aja.
Mereka semuanya pun sudah selesai makan dan mereka semuanya melakukan kegiatannya masing-masing jadi Zahra sama Zahira memutuskan untuk temanin ibu Maryam ke pasar untuk beli cemilan nanti malam sedangkan kakek Yusuf, Habibi dan ayah Suryadi sedang memantau tempat acara syukuran nanti malam.
Malam hari pun telah tiba, Habibi sama semua teman-temannya pun sibuk untuk persiapan acara syukurannya tersebut dan semua para santri sama santriwati pun sudah kumpul ditempat acara syukuran tersebut sama anak-anak yatimpiatu maupun ibu-ibu pengajian sama bapak-bapak terus juga teman-teman ayah Suryadi maupun teman-teman ayah ibrahim juga udah pada datang jadi tinggal ustadz yang diundangkannya belum datang.
Jadi sambil tunggu ustadz undangan datang, Habibi pun meminta mulai dengan menampilkan marawis kemudian dilanjutkan dengan baca Al-Qur'an dan sampai isi acara yang lainnya.
" pokoknya isi aja acara yang udah kita sepakat tadi siang yah, pokoknya sampai ustadz **** datang yah .." perintah Habibi kepada panitia acara syukuran Pernikahannya tersebut.
" Baik ustadz..." jawab ketua panitia acara syukuran Pernikahannya tersebut.
Tiba-tiba dikabarkan salah satu panitia yang ditugaskan untuk tunggu di depan pesantren, kalau ustadz yang diundang tersebut udah datang dan mereka semua pun langsung siap-siap untuk sambut ustadz tersebut.
__ADS_1
" Gimana, udah pada siap semuanya..." Tanya Habibi kepada anak muridnya tersebut untuk ditugaskan sambut ustadz tersebut.
" Udah siap, Ustadz.." jawab salah satu muridnya tersebut.
Datanglah ustadz yang diundang oleh Habibi sama kakek Yusuf, kemudian Habibi mempersilahkan ustadz tersebut untuk duduk yang udah disiapkan oleh panitia acaranya tersebut.
" Silahkan, Ustadz .." Habibi yang mempersilahkan ustadz tersebut untuk duduk disampingnya kakek Yusuf.
" Assalamualaikum kiyai..." Ustadz tersebut yang langsung salim kepada kakek Yusuf untuk menghargai gurunya tersebut.
" Walaikumsalam, terimakasih udah mau nerima undangan acara syukuran Pernikahannya cucuku...." kakek yusuf yang mengucapkan terimakasih kepada ustadz tersebut atas terima undangan darinya sama Habibi.
" sama-sama kiyai, malahan saya mengucapkan terimakasih kepada kiyai yang telah percayakan saya untuk mengisi acara syukuran Pernikahan cucu kiyai..." Ustadz tersebut yang malah mengucapkan terimakasih kepada kakek Yusuf atas kepercayaannya kepada dirinya tersebut untuk isi acara syukuran Pernikahan cucunya kakek Yusuf tersebut.
Kakek Yusuf pun menjawab dengan tersenyum kepada ustadz tersebut dan ustadz tersebut pun langsung memberikan ceramahnya kepada para tamu undangan yang udah menunggu kehadirannya tersebut, ustadz tersebut langsung minta izin sama kakek yusuf untuk ceramah didepan para tamu undangan tersebut.
Kemudian kakek Yusuf mempersilahkan ustadz tersebut untuk ceramah didepan para undangan tersebut dan mulailah Ustadz tersebut untuk ceramah didepan gurunya sama para tamu undangan tersebut.
Akhirnya selesai sudah acara syukuran Pernikahannya Zahra sama Habibi, kemudian ustadz tersebut memutuskan untuk ngobrol-ngobrol sama gurunya tersebut karena ustadz tersebut sudah lama tidak ketemu kakek Yusuf terus juga jadwalnya sedang kosong hari ini jadi bisa ngobrol lama dengan gurunya tersebut.
" Zahira, bikinkan minuman untuk ustadz ****..." perintah kakek Yusuf Kepada cucu pertamanya tersebut.
" Baik kakek..." Zahira yang langsung menuruti perintah kakek Yusuf untuk bikinin minuman untuk tamu Istimewanya kakek Yusuf tersebut
Zahira pun langsung terpesona sama anak muridnya Kakek Yusuf tersebut, sepertinya Zahira sedang jatuh cinta dengan ustadz tersebut karena dari tadi pandangan Zahira tidak bisa berhenti sedikitpun ke ustadz tersebut sampai Zahira anterin minum pun langsung menatap lagi kearah Ustadz tersebut walaupun cuma sebentar karena tidak baik memandangi didepannya lebih lama jadi lebih baik dari belakang aja.
*Ya Allah apakah aku mulai jatuh cinta kepada hambamu tersebut, batin Zahira yang mulai tersenyum-senyum sendiri setelah anterin minuman ke Ustadz tersebut sama kakek Yusuf.
kenalkan ini adalah ustadz Adam.
Sampai jumpa di episode selanjutnya....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭 👌👌👌👌👌
__ADS_1
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌