
Akhirnya mereka berdua selesai nonton filmnya , mereka berdua langsung menuju ke restoran terlebih dahulu, karena mereka berdua sudah lumayan lapar jadi sebelum pulang, mereka berdua makan dulu.
" Kak, kita mampir ke restoran dulu yah...." Zahra yang minta Habibi untuk mampir dulu ke restoran.
" Kamu udah lapar yah.... yaudah, ayo kita makan dulu, sebelum pulang..." Habibi yang langsung mengiyakan ajakan Zahra untuk makan dulu, sebelum pulang dan Habibi yang sangat gemas Zahra, Habibi langsung cubit pipinya Zahra.
" kak, suka bangat sih... cubit pipiku..." Zahra yang sangat kesel sama Habibi yang suka Bangat cubit pipinya.
"Habisnya, kamu tuh gemes bangat, jadi kak ingin cubit pipi kamu terus..." alasan Habibi yang suka bangat cubit pipinya Zahra.
Zahra pun langsung jalan duluan menuju ke restoran, karena Zahra kesel sama Habibi yang telah cubit pipinya dan Habibi pun langsung kejar Zahra yang sudah jalan duluan, kemudian Habibi langsung gandengan tangannya Zahra dan Zahra pun langsung tersenyum lagi.
" Nah, gitu donk senyum... kan jadi cantik..." Habibi yang sedang memuji Zahra yang tersenyum lagi.
" Oh, aku cantiknya... kalau senyum aja, kalau gak senyum... aku gak cantik gitu..." Zahra yang mulai kesel lagi kepada Habibi dan Zahra langsung lepaskan tangannya Habibi.
" Zahra, bukan gitu maksud aku.... " Habibi yang kembali lagi kejar Zahra yang jalannya cepat bangat.
Mereka berdua pun penuh dengan drama tingkahnya, Sampailah mereka berdua pun direstoran ala-ala Korean dan mereka berdua pun langsung pesan makanan, kemudian mereka berdua menunggu pesannya tiba didepan mereka berdua.
" Zahra, jangan diamin aku gitu donk, aku tuh bukan maksudnya bilang gitu sama kamu..." Habibi yang langsung pegang tangannya Zahra untuk bujuk Zahra tidak diamin dirinya.
" Gak enakan, diamin kaya gitu.... itu yang tadi aku rasain..." Zahra yang sengaja diamin Habibi untuk Habibi rasakan apa yang tadi Zahra rasakan diamin sama Habibi.
" iya ... gak enak bangat, makanya kamu jangan diamin aku, kamu tuh... mau senyum apa gak, itu sama-sama cantik kok..." Habibi pun mengaku kalau diamin rasanya gak enak banget dan Habibi lagi-lagi memuji Zahra.
" Bener nih.... kamu bohong kali..." Zahra yang tidak percaya sama ucapan Habibi yang telah memuji dirinya.
" Iya Zahra, aku serius... kamu tuh cantik dalam kondisi apapun..." Habibi yang terus menuju Zahra dan Zahra pun mulai salah tingkah dengan keseriusan ucapannya Habibi.
" Terimakasih, kak Habibi..." Zahra yang mulai senyum lagi kepada Habibi dan Habibi pun senang, pas Zahra tersenyum lagi kepadanya.
" sama-sama..." Habibi pun langsung tersenyum melihat Zahra tersenyum lagi dan Habibi langsung cium tangannya Zahra.
Pesanannya mereka berdua pun sudah sampai dan Habibi melihat makanan Zahra yang begitu merah bangat kayanya pedas bangat, Habibi pun lagi-lagi dapat info mengenai pribadi Zahra lagi.
" Kamu itu nanti habis...." Habibi Yang menanyakan kepada Zahra, apakah itu akan habis nantinya, soalnya makanannya kayanya pedas Bangat.
" iya... kenapa kak, terus kak kenapa menatap makanan aku kaya gitu..." Zahra yang melihat Habibi menatap makanannya tersebut.
" makanan kamu merah kaya gitu, kayanya pedes bangat..." Habibi yang menggelengkan kepalanya melihat makanannya Zahra seperti itu.
Zahra pun ketawa geli, melihat Habibi yang menatap makanannya begitu lucu bangat dan Habibi pun langsung malu diketawain Zahra seperti gitu, Habibi pun langsung melanjutkan makanannya tersebut dan Zahra pun juga melanjutkan makanannya lagi.
Tiba-tiba Habibi ditelepon sama uminya dan Habibi pun langsung angkat telepon dari uminya didepan Zahra yang lagi makan.
__ADS_1
" Assalamualaikum umi, ada apa.. umi telepon Habibi..." sapa Habibi Kepada uminya dan menanyakan ada apa uminya telepon dirinya.
"walaikumsalam nak, ini Habibi... umi mau minta tolong sama kamu, kira-kira kamu ada waktu gak, untuk besok..." Umi Fatimah yang menanyakan jadwal Habibi untuk besok.
" Ada waktu umi, emang umi mau minta tolong apa untuk besok????." Tanya Habibi kepada umi Fatimah mengenai minta tolongnya tersebut.
" Gini nak, besok diva akan pulang ke Indonesia, terus bandara sama rumah mertua kamu kan dekat... jadi umi minta kamu, jemput diva ke bandara yah .." Umi Fatimah minta Habibi jemput sepupunya ke bandara untuk besok.
" Kalau jemput kak diva, Habibi bisa kok umi..... yaudah nanti besok, Habibi akan jemput kak diva sama Zahra, biar Habibi langsung kenalin Zahra kepada kak diva..." Habibi yang langsung mengiyakan permintaan umi Fatimah yang minta dirinya jemput sepupunya dan Habibi akan mengenalkan Zahra kepada sepupunya.
" Alhamdulillah kalau kamu ada waktu, bagus tuh Habibi... yaudah, umi mau masak dulu untuk ayah kamu... assalamualaikum..." umi Fatimah yang ingin akhiri teleponnya, karena ingin masak makanan untuk ayah Ibrahim.
" walaikumsalam umi..." Habibi pun langsung Mematikan teleponnya tersebut dan melanjutkannya makan lagi.
Zahra pun pengen tanya Habibi mengenai percakapan teleponnya kepada umi Fatimah tetapi Zahra gak berani bertanya karena Zahra tidak boleh ikut campur urusan pribadi suaminya tersebut kepada umi Fatimah.
" oiya, nanti besok...kamu ada jadwal kuliah gak???." Habibi yang menanyakan jadwal kuliahnya Zahra.
" Gak ada... emang kenapa kak...." Zahra yang penasaran dengan pertanyaan Habibi mengenai jadwal kuliahnya.
"Alhamdulillah kalau besok, kamu ada waktu... nanti temanin aku ke bandara yah..." Habibi yang bersyukur jadwal kuliahnya Zahra sedang tidak ada jadwal.
" mau ngapain, ke bandara..." Zahra yang menanyakan kepada Habibi, untuk apa mereka berdua ke bandara.
Mereka berdua pun selesai makannya tersebut, kemudian Habibi langsung bayar pesannya tersebut dan mereka berdua pun langsung memutuskan untuk pulang ke rumah.
Akhirnya mereka berdua pun sampai Dirumah, kemudian mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah dan tiba-tiba ada ibu Maryam yang lagi nonton televisi diruang tamu sama ayah Suryadi.
" Assalamualaikum, ayah... ibu..." mereka berdua pun mengucapkan salam kepada orangtuanya Zahra sambil mencium tangannya orangtuanya Zahra.
" Walaikumsalam nak, yaudah... kalian makan dulu, baru Istirahat..." ibu Maryam yang menjawab salam dari mereka berdua dan ibu Maryam minta mereka berdua untuk makan terlebih dahulu baru Istirahat.
" aku sama kak Habibi udah makan, Bu..." Zahra yang langsung menjawab ucapan ibu Maryam.
" oh kalian udah makan, yaudah kalian berdua istirahat aja..." ibu Maryam minta mereka berdua untuk istirahat aja dikamar.
" baik ibu, oiya ini barang yang dipesan sama ibu..." Habibi yang langsung kasih barang yang diambil dari mall nya tersebut dan mereka berdua pun langsung menuju ke kamar untuk istirahat.
Mereka berdua pun sudah membersihkan badannya dan Habibi langsung ambil laptopnya untuk mengerjakan kerjaan yang dapat email dari temannya yang gantikan dirinya di pesantren selama sebulan, sedangkan Zahra yang lagi lihat pemandangan rumahnya tersebut.
"masuk Zahra, nanti kamu sakit..." Habibi yang tiba-tiba memeluk Zahra dari belakang dengan kasih selimut tipis ke badan belakangnya Zahra .
" iya bentar lagi, kerjaan kak Habibi udah selesai..." Zahra yang menanyakan kerjaan Habibi udah selesai apa belum.
" udah, yaudah... ayo kita tidur, besok kan kita ke bandara..." Habibi yang langsung minta Zahra untuk tidur, karena besok mereka berdua akan jemput sepupunya Habibi ke bandara.
__ADS_1
Zahra pun langsung mengiyakan ajakan Habibi untuk tidur dan mereka berdua pun langsung tidur dengan cara berpelukan, kemudian mereka berdua pun tidurnya pules bangat.
Mereka berdua pun sudah siap untuk jemput sepupunya Habibi ke bandara, tetapi harus sarapan dulu sama orangtuanya Zahra dan baru mereka berdua menuju ke bandara.
" assalamualaikum, ibu... ayah..." Sapa Zahra kepada orangtuanya tersebut dan Zahra langsung siapkan sarapan untuk Habibi.
" Walaikumsalam nak, kalian berdua mau kemana... rapi bangat..." tanya ibu Maryam kepada mereka berdua dengan pakaian yang rapi bangat.
" Mau jemput sepupunya kak Habibi, ibu..." jawab Zahra kepada ibu Maryam mengenai pakaian rapinya tersebut.
" oh kalian mau ke bandara... terus nanti sepupu kamu tinggal dimana..." Ibu Maryam yang menanyakan tempat tinggal sepupunya Habibi nantinya.
" Kurang tau ibu..." Habibi yang tidak tau, nanti sepupunya mau tinggal dimana nantinya.
" yaudah nanti sepupu kamu, nginep dirumah ibu aja, ibu senang Bangat kalau rumahnya ramai..." ibu Maryam minta Habibi nanti ajak sepupunya nginep dirumah ibu Maryam.
Habibi pun langsung mengiyakan permintaan ibu Maryam untuk membawa sepupunya kerumah ibu Maryam dan kemudian mereka berdua langsung pamit kepada orangtuanya Zahra untuk berangkat jemput Sepupunya Habibi ke bandara.
Mereka berdua pun langsung menuju ke bandara, akhirnya mereka berdua pun sampai dibandara dan Habibi langsung telepon sepupunya untuk menanyakan keberadaan sepupunya tersebut.
" Assalamualaikum kak diva lagi dimana..." Habibi yang menanyakan keberadaan sepupunya.
" walaikumsalam, kamu nengok ke belakang dah..." diva yang minta Habibi untuk nengok ke belakang dan diva pun melambaikan tangannya kepada mereka berdua.
" Dikirain kak, kamu gak jadi jemput, ini istri kamu..." diva yang langsung tanya tentang perempuan yang disampingnya Habibi.
" iya kak, kenali ini istriku... namanya Zahra dan Zahra, kenali ini sepupuku, namanya kak diva..." Habibi yang mengenalkan sepupunya sama Zahra.
" salam kenal... cantik istri kamu... pinter juga yah kamu cari istri..." diva yang memuji kecantikan Zahra kepada Habibi.
" salam kenal Juga, terimakasih atas pujiannya..." Zahra yang tersenyum kepada diva yang telah memuji dirinya.
* Kayanya cocok nih untuk kak Azzam, batin Zahra yang ingin jodohkan diva dengan sepupunya dan ternyata pikiran Zahra sama Habibi sama-sama ingin jodohkan sepupunya masing-masing.
ini Adiva Arsyila (Sepupunya Habibi).
Sampai jumpa di episode selanjutnya.....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya jangan lupa share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1