
Hari yang dimana, ditunggu-tunggu oleh Zahra sama Habibi yaitu acara pernikahannya tersebut, walaupun acara pernikahannya diadakan secara diam-diam karena Zahra tidak mau teman-teman kuliahnya tau kalau dirinya akan nikah sama Habibi jadi Zahra undang tamunya cuma seberapa aja seperti teman-teman dekatnya, saudara-saudara jauh dari Zahra maupun Habibi, rekan-rekannya ayah Suryadi maupun ayah ibrahim sama ibu Maryam sama umi Aminah juga undang teman-temannya.
" Ayah, Jannah udah datang belum..." Zahra yang menanyakan Jannah, udah datang apa belum soalnya kemarin Zahra berikan kabar ke Jannah terus Jannah langsung kaget kalau Zahra menikah dengan dosen impiannya tersebut.
" Udah, dia lagi di kamar tamu, soalnya ayah langsung minta Jannah istirahat sebentar, kasihan baru nyampe..." Ayah Suryadi yang menjawab pertanyaan anaknya tersebut.
" Emang nyampe jam berapa..." Zahra yang penasaran Jannah nyampe di pesantren jam berapa.
" Pas kamu udah tidur kayanya deh, soalnya ayah gak memerhatikan jam jadi gak tau nyampenya jam berapa, kamu tau kan ayah sibuk buat acara pernikahan kamu..." Ayah Suryadi yang menjawab tanyaan Zahra mengenai sampai jam berapa Jannah dipesantren.
Tiba-tiba datanglah Jannah dengan pakaian yang sama seperti Keluarganya Zahra jadi Zahra udah anggap Jannah seperti saudara sendiri.
"Assalamualaikum calon istrinya pak Habibi, eh bukan calon lagi deh tapi mau jadi istrinya, hehehe..." Jannah yang tiba-tiba datang ke ruang makeupnya Zahra tersebut dengan sebutan yang sangat buat Zahra kaget.
" Walaikumsalam Jannah, ihh kamu apaan sih... malu tau didengarin sama mbak-mbak nya..." Zahra yang malu dengan ucapan jannah seperti itu kepadanya.
" Ngapain malu, emang bener kan... bentar lagi kamu jadi istrinya pak Habibi..." Jannah yang buat Zahra tambah malu aja dengan sebutan seperti itu lagi.
" yaudahlah seterah kamu, oiya kamu sampai sini jam berapa..." Zahra yang lagi-lagi nanya Jannah sampai di pesantren jam berapa.
" Sampai sini jam 12 malam, soalnya kamu kasih taunya tiba-tiba sih dan jemputannya pun mendadak.." Jannah yang kesel sama Zahra yang kasih taunya Mendadak terus juga jemputannya juga mendadak gitu aja.
" Maaf tuan putriku, hehe..." Zahra yang mencoba godain Jannah dengan ucapan yang cukup buat jannah jadi senang jadinya Jannah tidak marah lagi kepadanya.
" Kamu tuh bisa aja yah, buat aku tidak marah sama kamu..." Jannah yang langsung tersenyum kepada Zahra, memanglah Zahra Gampang bangat buat Jannah tidak marah lagi kepadanya.
Zahra pun langsung tersenyum dan Jannah terus temanin Zahra sampai makeupnya selesai jadi sambil nungguin Zahra, jannah langsung buka novel kesukaannya tersebut jadi itulah kebiasaan jannah sama Zahra kalau lagi bosen dikampus atau lagi ada waktu luang pasti mereka berdua langsung baca novel jadi mereka berdua punya hobi yang sama.
Selesai sudah Zahra dimakeupnya jadi tinggal dirinya dipanggil nanti sama Zahira yang bersama ibu dan ayahnya yang lagi sambut kedatangan Habibi bersama keluarganya tersebut.
Datanglah kelurganya Habibi di tempat Pernikahannya tersebut dan kelurganya Zahra pun langsung sambut kedatangan keluarganya Habibi dengan baik, kemudian orang tuanya Habibi langsung gandeng Habibi menuju ke tempat ijab kabul bersama ayah Suryadi nantinya.
Sampailah ditempat ijab Kabulnya tersebut, lalu ibu Maryam langsung duduk bersama keluarga besarnya tersebut dan ayah Suryadi sama Habibi udah secara hadap-hadapan jadi tinggal waktu ijab kabul tiba.
Setelah sudah dibacakan Al-Qur'an oleh salah satu santri tersebut dan ijab kabul pun segera dimulai.
" Baik, Habibi.. gimana udah siap untuk ijab Kabulnya ..." Tanya penghulu kepada Habibi mengenai mulai ijab Kabulnya tersebut.
__ADS_1
" Bismillahirrahmanirrahim, siap pak..."jawab Habibi yang begitu tegas kepada penghulu tersebut, kemudian penghulu pun langsung minta pak Suryadi untuk memulai bacakan ijab Kabulnya tersebut.
"bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan kau dengan putri saya yaitu Az-Zahra Humairah binti Suryadi dengan Muhammad Habibi bin Ibrahim dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan perhiasan berupa kalung dengan dibayar tunai..." ayah Suryadi yang Sudah kelar membacakan ijab Kabulnya kepada habibi, Sekarang Habibi pun langsung mengucapkan ijab Kabulnya tersebut.
" Saya terima nikahnya, Az-Zahra Humairah binti Suryadi dengan mas kawin disebutkan tunai..." Habibi pun mengucapkan ijab Kabulnya dengan sekali nafas.
" Gimana para saksi, sah...sah... sah, Alhamdulillah akhirnya kamu dengan Zahra udah sah jadi suami istri dan selamat yah Habibi..." ucapan selamat dari pak penghulu kepada Habibi.
" Makasih pak..." Habibi pun langsung legah pas udah baca ijab Kabulnya tersebut.
" Baik, silahkan dijemput zahranya untuk tanda tangan berkas-berkas tersebut..." Pak penghulunya minta para panitianya untuk jemput Zahra.
Panitianya pun langsung panggil Zahra untuk ke tempat ijab kabul tersebut, Zahra pun digandeng sama Zahira dan Jannah untuk menuju ke tempat yang ada Habibi yang sudah menunggu kehadiran Zahra.
* Masya Allah cantik bangat kamu, batin Habibi yang terpesona sama kecantikan Zahra.
"Silahkan, Habibi menjemput istri kamu untuk duduk bersama..." Pak penghulu meminta Habibi untuk jemput Zahra.
Habibi pun langsung jemput Zahra yang bersama Zahira dan Jannah, kemudian mereka berdua menyerahkan Zahra bersama Habibi dan Habibi sama Zahra pun langsung menuju ke tempat yang ada pak Suryadi dengan pak penghulu.
Zahra sama Habibi langsung tanda tangan berkas-berkasnya tersebut dan akhirnya selesai sudah mereka berdua tanda tangannya tersebut, kemudian pak penghulu meminta mereka berdua untuk memakaikan cincinya tersebut sama fotoin buku nikahnya tersebut kearah fotografi tersebut.
" Baik, tugas saya sudah selesai dan saya pamit untuk ke tempat nikah yang lainnya, assalamualaikum..." Pak penghulu langsung pamit pulang untuk menuju ke tempat lainnya dan pak penghulu Langsung dianterin sama panitia acara pernikahannya Zahra sama Habibi.
Kemudian mereka berdua foto dengan mas kawin tersebut dan Zahra langsung salim ke tangannya Habibi lalu Habibi langsung cium keningnya Zahra sama mendoakan Zahra dengan satu tangannya ke kepalanya Zahra tersebut.
Mereka berdua pun langsung menuju ke tempat pelaminan yang sudah ada orang tuanya masing-masing jadi mereka berdua harus Sungkeman dengan orang taunya masing-masing, Habibi langsung bantuin Zahra untuk sungkeman dengan orangtuanya kemudian Habibi langsung sungkeman orangtuanya setelah selesai bantuin Zahra.
Setelah acara Sungkemannya tersebut, kemudian mereka berdua disuruh suapin-suapinan sama panitia acaranya tersebut lalu mereka berdua suruh tarik- tarikan ayam dan ternyata yang lebih banyak adalah Habibi, kemudian acara selanjutnya adalah lemparin Bunga kepada para tamu yang belum punya pasangan.
" siap yah, satu .. dua ... tiga ...." Zahra pun langsung lemparkan bunganya tersebut dan ternyata bunganya jatuh kepada Zahira, Zahra pun langsung kaget apa yang dirinya lihat.
" Masya Allah, kak Zahira yang dapat... akhirnya bentar lagi ada yang nyusul nih..." Zahra pun senang kalau bunganya tersebut yang dapat Zahira dan Zahra tinggal tunggu waktu Zahira nikah aja.
Kemudian acara selanjutnya adalah salam-salaman dengan para tamu undangan tersebut dan juga ucapan selamat dari para tamu untuk mereka berdua.
" Selamat yah pak Habibi dengan sahabatku ini, akhirnya Zahra menemukan laki-laki yang tepat, aku senang bangat Zahra ada yang jagain dan tugasku pun selesai untuk temani Zahra, pak Habibi tolong yah jagain Zahra dengan baik-baik seperti aku menjaganya dengan baik..." pesan Jannah kepada Habibi untuk menjaga Zahra dengan baik dan jannah langsung peluk Zahra dengan erat karena Jannah bener-bener akan kehilangan sosok sahabat seperti Zahra.
__ADS_1
" Makasih yah ucapannya, tenang aja Jannah, jangan panggil pak donk, panggil aja kak Habibi karena kan kamu sahabatnya istri kak Habibi, terus kamu kalau kangen sama Zahra, main aja ke rumah yah..." Habibi yang langsung jawab pesannya Jannah tersebut dan Habibi juga minta Jannah untuk makan kerumah kalau Jannah kangen sama Zahra.
" Bener pak, eh kak maksudnya..." Jannah yang senang pas Habibi mengizinkan dirinya untuk sering main kerumahnya tersebut.
" Iya boleh aja kok tapi jangan hari libur yah, kasihan zahranya juga ingin istirahat jadi nanti mainnya pas pulang dari kampus aja yah..." Syarat dari Habibi untuk mengizinkan jannah main kerumahnya Habibi dan Zahra.
"Bilang aja, kak Habibi mau dua-duan sama Zahra pas hari libur, hehehe..." Jannah yang menggoda mereka berdua dan mereka berdua pun langsung malu-malu dengan ucapan Jannah, kemudian jannah langsung turun dari tempat pelaminannya Zahra sama Habibi karena kasihan wajah mereka berdua sudah berwarna pink.
" Selamat yah adik kak yang cantik dan selamat yah Habibi, kamu udah jadi kelurga besar kami, terus kak minta tolong kamu, untuk jagain adik kak dengan baik yah..." Zahira yang minta habibi untuk jagain Zahra dengan baik.
" Baik kak Zahira, aku akan jaga Zahra dengan baik.." jawab Habibi dari ucapan Zahira tersebut, kemudian Zahira setelah peluk Zahra langsung turun dari pelaminan tersebut.
" Selamat yah adik kak yang ganteng, selamat yah Zahra udah jadi istri Habibi sekarang, semoga cepat-cepat dapat momongan biar kak Haidar dapat ponakan, hehehe..." Haidar yang tiba-tiba doain mereka berdua seperti itu dan mereka berdua pun langsung malu-malu.
" makasih kak Haidar atas doanya, aku juga doakan semoga kak Haidar dapat jodoh, oiya sama kak Zahira aja, hehe..." Zahra yang mendoakan Haidar berjodoh dengan Zahira.
* Amiiin yah Allah, batin Haidar yang langsung mengaminkan doa dari Zahra tersebut dan Haidar langsung turun dari tempat pelaminan tersebut.
Ini foto acara pernikahan Zahra sama Habibi
ini sovenirnya.
Sampai jumpa di episode selanjutnya.....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1