
Mereka pun lagi diperjalanan menuju ke pesantren dan mereka selama diperjalanan hanya diam-diaman tanpa sedikit bicara dengan satu sama lain.
Habibi yang lagi sibuk membaca novel pemberian dari Zahra untuk dirinya, sedangkan diva yang lagi kesel sama Azzam yang tiba-tiba chat dirinya.
" Nih anak, suka bangat sih, gangguin aku ..." gumam diva yang sangat kesel sama Azzam yang suka bangat gangguin dirinya.
" Kamu kenapa diva...." Haidar yang melihat diva dengan wajah kesel dikaca mobilnya tersebut.
" Gak apa-apa, Haidar..." diva yang langsung senyum kepada Haidar dan Haidar pun merasakan diva yang sedang kesel sama seseorang, tapi dia tidak tahu, kalau diva keselnya sama siapa.
" Oh yaudah, kalau kamu gak apa-apa, mendingan kamu istirahat aja..." Haidar yang langsung minta diva untuk istirahat dan diva pun langsung menuruti perintah dari Haidar.
Haidar pun menatap Habibi yang sedang serius membaca novel pemberian dari Zahra dan Haidar pun memberanikan bicara duluan kepada Habibi.
" Kamu baca novel apa sih... kayanya seru bangat..." Haidar yang langsung tanya kepada Habibi mengenai novel yang dibaca Habibi.
" gak tau nih, novel apa, soalnya Zahra minta aku untuk baca novel ini, yaudah... aku baca deh..." Habibi yang menjawab ucapan dari Haidar tentang novel yang dibacanya.
" oh disuruh Zahra, kayanya seru tuh, soalnya judulnya aja seru, pasti ceritanya seru..." Haidar yang menembak kalau novel yang dibaca Habibi pasti seru.
" bener bangat sih kak, aku aja baru baca berapa halaman, udah merasakan kalau novelnya seru bangat...." Habibi yang setuju apa yang dibicarakan Haidar mengenai novel yang dibacanya tersebut.
" Yaudah, nanti kak boleh pinjam gak..." Haidar yang ingin pinjam novel tersebut.
" Tumben bangat kak Haidar mau baca novel kaya gini, soalnya kan kak Haidar tuh jarang bangat baca novel kaya gini..." Habibi yang kaget dengan tiba-tiba Haidar minjam novelnya tersebut.
" yah emang kenapa, kalau kak Haidar ingin baca novel kaya gini, soalnya kak Haidar penasaran sama jalan ceritanya, gara-gara judulnya tuh kayanya sangat menggoda kak Haidar untuk baca novel tersebut..." alasan Haidar yang tiba-tiba ingin baca novelnya Habibi.
" Yaudah, nanti kalau Habibi udah kelar baca yah..."Habibi akan pinjamkan novelnya kalau dirinya sudah selesai membaca dan Haidar pun langsung berikan tanda "ok" kepada Habibi.
Akhirnya mereka pun sampai dipesantren dengan selamat dan mereka pun langsung keluar dari mobilnya Haidar dan Haidar pun minta diva untuk masuk duluan aja, biarkan Habibi sama dirinya yang membawa kopernya diva sama oleh-oleh dari mertuanya Habibi.
Tiba-tiba ada santri yang nyapa Habibi sama Haidar dan santri tersebut menawarkan bantuan kepada mereka berdua dan mereka berdua pun dengan senang hati, menerima bantuan dari santri tersebut. Akhirnya barang-barang mereka berdua sama diva pun sudah dipindahkan ke kamarnya masing-masing dan seberapa masih ditaruh didalam mobilnya Haidar, karena oleh-oleh tersebut untuk orangtuanya.
" Yaudah, kak pulang kerumah yah... untuk kasih oleh-oleh dari mertua kamu ke umi... assalamualaikum..." Haidar pun pamit untuk pulang kerumahnya.
" Walaikumsalam, hati-hati yah kak..." Habibi pun mempersilahkan Haidar untuk pulang kerumah.
__ADS_1
Habibi pun langsung menemui kakek Yusuf untuk beritahu, kalau dirinya udah balik ke pesantren tetapi tiba-tiba Habibi dikagetkan dengan dua sahabatnya tersebut.
" Assalamualaikum Habibi..." sapa Zayn kepada Habibi dengan wajah yang ingin kasih tau sesuatu kepada Habibi.
" walaikumsalam Zayn.. Marvin..., ada apa dengan aura wajah kamu yang seperti itu..." Habibi yang menjawab salam dari Zayn dan Habibi pun binggung sama wajahnya Zayn yang ingin kasih tau sesuatu kepadanya.
" Aku mau kasih tau sesuatu sama kamu... tapi kamu jangan marah yah..." Zayn yang minta Habibi untuk jangan marah pas dengar ucapannya tersebut dan Habibi pun mengangguk kepalanya.
" Jadi dara tuh udah nginep disini selama seminggu, terus dia nginep disini, gara-gara orangtuanya mau jodohkan dia dengan pilihan orangtuanya, kemudian dara nanyain kamu gitu dan bodohnya aku yang keceplosan, bilang ke dara kalau kamu lagi dirumah Zahra, terus dara Langsung tanya ke umi kamu, tetapi dara ingin minta penjelasan kamu ke dia soal ini, maaf yah..." Zayn yang merasa bersalah kepada Habibi yang keceplosan bilang ke dara mengenai pernikahan Habibi sama Zahra.
" oh masalah itu, yaudah gak apa-apa, itu sudah seharusnya dara tau soal pernikahan aku sama Zahra, yaudah... nanti aku jelaskan ke dara, soal ini..." Habibi yang langsung tepuk bahunya Zayn untuk tidak apa-apa zayn yang kasih tau ke dara mengenai Pernikahannya tersebut.
" Alhamdulillah kalau kamu tidak marah, hehe..." Zayn pun langsung tenang pas Habibi menjawab dengan wajah yang tersenyum.
" Tapi lain kali, harus lebih hati-hati yah... untuk jaga rahasia berikutnya...." Habibi yang minta Zayn lebih hati-hati untuk jaga rahasia didepannya nanti.
Zayn pun langsung menggangguk kepalanya kepada habibi dan Marvin langsung merangkul bahunya Zayn sambil tersenyum, untuk menenangkan perasaan Zayn yang tadinya tidak tenang, Sekarang lebih tenang pas tau jawaban Habibi.
" Yaudah, aku mau nemuin kiyai dulu yah, assalamualaikum..." Habibi yang langsung ninggalin mereka berdua.
Habibi pun langsung mengetuk pintu ruangan pribadinya kakek Yusuf dan kakek Yusuf pun mempersilahkan Habibi untuk masuk ke dalam.
" Assalamualaikum kakek..." Habibi pun langsung cium tangannya kakek yusuf.
" Walaikumsalam Habibi, silahkan duduk... gimana liburan kamu selama sebulan dirumah Zahra..." Kakek Yusuf mempersilahkan Habibi untuk duduk dan mendengarkan cerita Habibi yang liburan dirumah Zahra.
" yah gitulah kakek, hehehe..." Habibi yang malu menceritakan liburannya dirumah Zahra selama sebulan.
" hehe... yaudahlah, kakek gak akan mau tau lagi, oiya... kamu udah tau kalau diva ada disini...." kakek yusuf yang menertawakan Habibi karena wajahnya Habibi yang ketauan malu untuk bercerita dan kakek Yusuf juga menanyakan apakah Habibi tau keberadaan diva dipesantren.
" udah tau kakek, tadi aku ketemu zayn sama Marvin pas mau nemuin kakek Yusuf..." Habibi yang menjawab ucapan kakek Yusuf mengenai dara.
" Syukur deh kalau kamu udah tau, yaudah kamu langsung nemuin dara aja, kakek dengar dari umi kamu, kalau dara ingin ketemu kamu..." kakek Yusuf mempersilahkan Habibi untuk menemui dara.
" Yaudah kakek, aku langsung nemuin dara sama Zayn dan Marvin, assalamualaikum..." Pamit Habibi kepada kakek Yusuf untuk nemuin dara bersama dua sahabatnya.
" Walaikumsalam..." kakek Yusuf pun langsung balik lagi ke tempat duduknya, untuk melakukan kerjaannya yang tadi tertunda.
__ADS_1
Habibi pun langsung kirim pesan ke Zayn sama Marvin untuk temanin dirinya nemuin dara, soalnya gak enakan kalau berdua-duaan sama dara di kamarnya dara atau kalau ditempat juga gak enak dilihat para santri.
Habibi minta temuan di taman belakang pesantren dengan dara maupun Marvin sama Zayn untuk samperin dirinya ditaman belakang pesantren.
" Assalamualaikum Habibi..." dara yang terlebih dahulu nyampai di taman belakang pesantren.
" Assalamualaikum Habibi..." Baru dua sahabatnya pun datang juga.
" walaikumsalam, Alhamdulillah kalian udah berkumpul, baik... aku akan jelaskan ke kamu mengenai pernikahan aku sama Zahra..." Habibi yang langsung menjelaskan pernikahannya dengan Zahra.
" Baik, aku akan mendengarkan penjelasan dari kamu..." dara pun mempersilahkan Habibi untuk menjelaskan tentang pernikahannya tersebut.
Habibi pun langsung menceritakan dari pertemuan orangtuanya sama orangtuanya Zahra di rumahnya kakek Yusuf, kemudian kakek Yusuf minta persetujuan Habibi sama Zahra mengenai perjodohannya tersebut, Habibi juga menjelaskan kepada dara, kalau dirinya sangat susah membuat Zahra percaya kepada dirinya tersebut, beberapa hari kemudian, Zahra langsung menerima lamarannya dan kakek Yusuf langsung nikah aja tanpa nunggu lama-lama, jadi gitulah ceritanya.
" tapi kenapa kamu tidak undang aku..." dara yang kesel dirinya tidak diundang ke acara pernikahannya Zahra sama Habibi.
" Aku gak enakan sama kamu, soalnya aku udah tau tentang perasaan kamu sama aku selama ini, jadi aku gak mau buat kamu sakit hati lihat aku sama Zahra nikah .." Alasan Habibi tidak undang dara ke acara pernikahannya tersebut.
" oh ternyata kamu udah tau perasaan aku sama kamu, tapi kenapa kamu tidak menghindar aku..." Dara yang kaget kalau habibi tau tentang perasaannya tersebut.
" karena kamu adalah sahabat aku, jadi buat apa aku menghindari kamu, setelah aku tau perasaan kamu ke aku, oiya aku dengar dari zayn, kamu kabur dari rumah, gara-gara dijodohkan sama orangtuanya kamu..." Habibi yang langsung minta penjelasan tentang kaburnya dara dari rumah.
" iya Habibi, aku dengar mama yang lagi teleponan sama seseorang gitu, terus mama bilang akan jodohkan aku dengan anak teman lamanya, jadi aku kabur aja pas tau tentang perjodohan tersebut..." jelasan dari dara kepada mereka tentang dirinya yang akan dijodohkan.
" Terus kamu akan menghindar seperti ini terus sama orangtuanya kamu, sebaiknya... kamu bicara baik-baik sama Orangtuanya kamu untuk menolak perjodohan tersebut..." Habibi yang lagi nasehatin dara untuk bisa bicara baik-baik sama orangtuanya.
Dara pun langsung memikirkan perkataan Habibi kepada dirinya, yang minta dirinya untuk bicara baik-baik kepada orangtuanya tersebut, tetapi dara binggung harus bilang kaya gimana kepada orangtuanya tersebut, karena orangtuanya sangat susah diajak bicara baik-baik.
* Aku harus bagaimana bilang ke mama sama papa, batin dara yang lagi mikirin soal bilang ke orangtuanya untuk menolak perjodohannya tersebut.
Sampai jumpa di episode selanjutnya...
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya jangan lupa share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1