
Zahra pun langsung angkat telepon dari Habibi tanpa ragu-ragu sedikitpun, Zahra bener-bener merindukan suaranya Habibi karena sudah lama mereka berdua tidak teleponan.
" assalamualaikum Zahra, gimana kabar kamu... maaf yah aku baru bisa telepon kamu..." Habibi yang minta maaf kalau dirinya tidak bisa teleponan sama Zahra.
" walaikumsalam, kabarku kurang baik... kamu jahat kak..." Zahra yang kesel bangat sama Habibi yang baru bisa diajak teleponan sekarang.
" apa yang buat kamu kurang baik, maaf...." Habibi yang langsung khawatir sama rasa bersalah dirinya kepada Zahra.
" Hatiku yang kurang baik ..." godaan Zahra kepada Habibi dan Habibi pun langsung tersenyum dengar kata Zahra tersebut.
" Kamu udah jago gombal yah sekarang..." Habibi yang bilang ke Zahra kalau Zahra udah mulai jago gombal semenjak ditinggalin dirinya.
" Habisnya kamu lama bangat disana..." Zahra yang langsung kesel lagi kepada Habibi.
" Sabar yah.. nanti kalau aku udah tenang ninggalin Pesantren, aku akan ke Jakarta untuk temui bidadariku... aku kangen kamu...." Habibi yang bener-bener udah mulai kangen bangat sama Zahra.
" iya kapan kak ... aku juga kangen kak habibi..." Zahra yang balas ucapan Habibi.
Tiba-tiba ada seorang perempuan yang memanggil nama Habibi yang sedang teleponan sama Zahra di dekat taman.
" Habibi..." Panggilan dari perempuan tersebut kepada Habibi.
" Dara...." Habibi yang kaget dengan kedatangan dara di pesantren.
"Yaudah Zahra, aku tutup dulu yah teleponnya... assalamualaikum..." Habibi yang langsung tutup teleponnya tersebut.
" Walaikumsalam..." Zahra yang mulai galau karena tadi Habibi menyebut nama dara diteleponnya tersebut dan apalagi langsung tutup telepon juga.
Dara pun sudah ada disampingnya Habibi yang lagi duduk di bangku dekat pohon besar dan Habibi langsung masukkan handphonenya ke kantong celananya tersebut, kemudian langsung menatap kearah dara.
" Assalamualaikum Habibi, apa kabarnya kamu..." sapa dari dara untuk Habibi yang langsung berikan senyumnya tersebut.
" Walaikumsalam dara, Alhamdulillah baik... kabar kamu Gimana..." jawab Habibi kepada dara dan juga menanyakan kabar juga kepada dara.
__ADS_1
" Alhamdulillah baik juga, kamu dipesantren udah berapa lama..." Dara yang menanyakan berapa lama Habibi tinggal dipesantren.
" Udah mau dua bulan, kamu tau darimana aku disini... bukannya kamu udah pindah yah dan kamu ngapain disini..." Habibi yang mulai menanyakan kepada dara tentang kehadirannya dipesantren tersebut.
" Tau dari sosmed nya Zayn, pas dia foto sama kamu dan Marvin..." Dara yang tau tentang kehadirannya Habibi dipesantren dari salah satu Sahabatnya Habibi.
*Zayn...., batin Habibi yang kesel kepada salah satu Sahabatnya tersebut yang diam-diam masukin foto bertiga di sosmed nya tersebut.
" Oh gitu... oiya kamu belum jawab tanyaan aku tadi, kamu mau ngapain kesini... bukannya kamu udah tidak tinggal didaerah sini lagi..." Habibi yang masih tunggu tanyaan yang belum dijawab oleh dara.
" Mau ketemu kamu sama silaturahmi sama Zayn dan Marvin jadi mumpu mereka berdua masih disini yah aku langsung ke pesantren terus juga mumpu aku ada waktu juga...." alasan dara yang tiba-tiba datang ke pesantren.
" Oh gitu, yaudah aku telepon Zayn sama Marvin ... suruh kesini, bentar yah..." Habibi yang langsung telepon dua sahabatnya tersebut untuk ke taman menemui dirinya sama dara.
Dara pun tersenyum paksa, padahal dara ingin ketemu Habibi bukan ketemu zayn sama Marvin jadi dara terpaksa buat alasan itu aja kepada habibi.
Tiba-tiba mereka berdua pun datang yang habis bagikan ilmunya kepada santri-santri yang dapat dari turki.
" Assalamualaikum..." Sapa Zayn kepada mereka berdua dengan wajah yang tegang Bangat karena dari tadi mereka berdua diam-diaman sambil nungguin dua sahabatnya tersebut.
" Biasalah ada yang minta kita berdua foto, jadi lama datangnya...." Zayn yang memamerkan dirinya yang habis diajak foto sama salah satu santriwati dipesantren tersebut.
" kalau kamu yah aku percaya tapi kalau Marvin tidak mungkin, karena Marvin tuh kalau sama perempuan dingin bangat, hehehe...." Habibi yang tidak percaya kalau Marvin bisa foto sama perempuan kalau Zayn yah Habibi percaya bangat.
" Emang iya, cuma Zayn aja kalau aku mah tunggu aja, soalnya malas aja foto sama perempuan jadi cukup foto sama calon istri nanti, hehehe...." Marvin yang mengiyakan perkataan Habibi tentang dirinya tersebut.
Zayn yang langsung garuk-garuk kepalanya karena dirinya ketauan bohong kepada Habibi terus juga jadi malu didepan dara tentang sifat buruknya tersebut, padahal tadi Zayn tuh ucap begitu biar dirinya tidak dinilai jelek sama dara tetapi Habibi malah buka sifat buruknya tersebut.
" udahlah masalah itu lupakan aja, gimana kalau kita makan-makan diluar.... soalnya udah lama bangat tidak kumpul-kumpul lagi, semenjak aku sama Marvin memutuskan ambil beasiswa di Turki...." Zayn yang mengajak mereka semuanya Untuk makan diluar karena udah lama tidak kumpul-kumpul sama makan-makan bersama lagi.
" Kalau aku sih, ayo aja..." Marvin yang selalu mau aja kalau diajak kemana-mana sama sahabat-sahabatnya tersebut.
" kalau aku yah mau aja sih jadi seterah Habibi mau apa gak...." Dara yang menjawab ajakan Zayn sambil menatap kearah Habibi dengan menunggu jawaban Habibi tentang ajakan Zayn tersebut.
__ADS_1
" hmm... yaudahlah, tapi aku gak bisa lama-lama yah... soalnya masih ada kerjaan..." Habibi yang terpaksa mengiyakan ajakan Zayn karena dirinya ditatap oleh Sahabat-sahabatnya tersebut yang mengharapkan dirinya ikut acara kumpul-kumpul tersebut.
Habibi pun langsung chat Zahra untuk kasih tau dirinya ingin makan-makan bersama sahabat-sahabatnya bukan sama dara aja, soalnya Habibi tau perasaan Zahra pas dirinya dekat sama dara karena waktu itu aja marahnya cukup lama jadi Habibi gak mau kalau Zahra marahnya seperti itu lagi kepadanya.
" Kamu bawa mobil kan..." Zayn yang menanyakan dara, apakah dirinya bawa mobil atau gak.
" Iya aku bawa mobil, yaudah aku yang bawa mobilnya yah..." Dara yang menjawab ucapan dari Zayn dan dirinya yang membawa mobilnya tersebut.
" Jangan kamu, aku aja yang bawa mobilnya, soalnya gak baik kalau perempuan yang bawa mobilnya..." Zayn yang menolak dara untuk bawa mobil jadi Zayn yang akan bawa mobilnya dara.
Habibi sama Marvin pun tersenyum kecil pas tau tingkahnya Zayn yang hari ini banyak bangat menggodain dara dan dara juga sebenarnya udah tidak bisa tahan sama gombalan Zayn tersebut.
Dara yang tadinya ingin duduk dibelakang sama Habibi, tiba-tiba Marvin yang sudah duluan duduk disampingnya Habibi dan dara pun terpaksa duduk sama Zayn di depan, padahal dirinya udah mulai tidak nyaman sama Zayn karena Zayn terus-menerus menatap dirinya tanpa berhenti pandangannya tersebut.
" Zayn, kamu bisa gak... fokus sama nyetir kamu aja, jangan tatap aku terus..." dara yang minta Zayn untuk fokus sama nyetirnya tersebut.
" oh iya, maaf...." Zayn yang langsung fokus sama nyetirnya tersebut dan tidak lagi menatap kearah dara, terus dara pun langsung melihat ke jendela mobilnya tersebut untuk lihat-lihat pemandangan yang dirinya lewatkan sambil menatap ke kaca depannya untuk melihat Habibi yang sedang fokus sama handphonenya tersebut.
*Habibi lagi chatan sama siapa sih, batin dara yang melihat dari kaca depan mobil tersebut yang lihat Habibi tersenyum setiap menatap ke Handphonenya tersebut.
Ternyata Habibi sedang chatan sama Zahra, makanya dari tadi dirinya senyam-senyum sendiri sambil membalas chatan dari Zahra dan Habibi juga gak tau kenapa tiba-tiba bahagia bangat kalau setiap chatan sama dara semanjak nikah bersama Zahra, padahal waktu itu Habibi chat Zahra biasa aja yah ada bahagia gitu tapi gak sebahagia pas nikah.
Habibi yang sudah mulai memiliki perasaan sepenuhnya untuk Zahra dihatinya tersebut dan Habibi juga sudah mempercayakan kalau dirinya sudah benar-benar mencintai Zahra sampai selamanya.
* Apakah aku sudah mulai memiliki perasaan sepenuhnya untuk Zahra dihatiku, batin Habibi yang mulai bertanya-tanya tentang perasaannya kepada Zahra.
Sedangkan marvin yang lagi penasaran sama seorang perempuan yang waktu itu pulang ke Jakarta bersama keluarganya Zahra, jadi Marvin mulai menyukai Jannah pas lihat Jannah yang penuh keceriaan bersama Zahra dan disaat kejadian itu, Marvin mulai mencari sosmed Jannah dari pertemanan Zahra tersebut dan Marvin pun diam-diam melihat statusnya Jannah dari salah satu sosmed yang dirinya temukan.
* Ternyata kamu ceria juga di sosial media, batin Marvin yang juga senyam-senyum melihat foto-foto Jannah tersebut.
Sampai jumpa di episode selanjutnya...
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
__ADS_1
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌