
Tiba-tiba Zahra melihat Zahira yang sedang senyum-senyum sendiri dikamarnya tersebut jadi Zahra tidak sengaja lewat kamarnya Zahira.
Zahra pun langsung masuk ke kamarnya Zahira dan Zahira pun langsung kaget dengan kedatangan Zahra yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya tersebut.
"Assalamualaikum kak Zahira..." Sapa Zahra kepada Zahira.
"Walaikumsalam Zahra..." Jawab Zahira kepada Zahra dengan aura wajah yang kaget.
" Kak Zahira kenapa, senyam-senyum sendiri dikamar, emang kak Zahira ketemu siapa...." Zahra yang penasaran dengan Zahira yang dari tadi Zahra lihat Zahira kaya sedang senang ketemu dengan seseorang.
" gak kenapa-kenapa Zahra, kamu salah lihat kali..."Zahira yang terpaksa menutupi perasaannya kepada Ustadz Adam tersebut.
" emang yah.... iya kali yah... yaudah kak, aku mau tidur dulu yah, assalamualaikum..." Zahra yang langsung pamit keluar dari kamarnya Zahira dan Zahra langsung menuju ke kamarnya tersebut.
Diperjalanan menuju ke kamarnya, Zahra masih memikirkan soal kejadian dikamar Zahira tadi dan Zahra masih binggung sama dirinya Tersebut.
" Masa Iya sih, aku salah lihat.... padahal tadi aku bener-bener lihat kak Zahira senyam-senyum sendiri... tau ahh, aku binggung..." Zahra yang masih mikirkan perkataan Zahira tersebut yang bilang kalau dirinya salah lihat.
Sesampai dikamarnya, Zahra masih memikirkan kejadian dikamarnya Zahira tersebut sampai dia mikirkannya dikasur dan Habibi habis kelar mandi pun juga binggung sama tingkahnya Zahra yang tiba-tiba terdiam di kasur tersebut.
" Kamu kenapa..." Habibi yang menanyakan kepada Zahra dan Zahra pun langsung sadar dari diamnya tersebut.
" gak apa-apa kak..." Zahra yang masih nutupin soal kejadian dikamarnya Zahira kepada Habibi.
" Bener kamu gak apa-apa, kamu cerita aja sama aku, kan aku udah suami kamu bukan orang lain jadi kalau ada apa-apa, cerita aja... jangan sungkan-sungkan..." Habibi yang minta Zahra untuk terbuka dengan dirinya tersebut jadi jangan diam begitu.
" Sebenarnya aku masih binggung soal tadi dikamarnya kak Zahira..." Zahra yang langsung mulai menceritakan soal kejadian di kamarnya Zahira tersebut.
" Soal dikamarnya kak Zahira, emang apa yang buat kamu binggung, Coba ceritakan..." Habibi yang langsung penasaran sama kejadian antara Zahra sama Zahira dikamarnya Zahira.
" Tadi aku lihat kak Zahira tuh kaya senyam-senyum gitu terus kata kak Zahira, aku salah lihat, jadikan aku binggung ...." Zahra yang mulai menceritakan rasa binggungnya kepada perkataan Zahira tersebut.
" Oh masalah itu, yah kamu coba perhatikan tingkah kak Zahira aja jadi biar kamu cari tahu sendiri tanpa kak Zahira tau, kalau kamu sedang cari tahu tentangnya ...." Habibi yang langsung kasih solusi kepada Zahra tentang masalahnya dengan Zahira.
" Oh gitu yah, yaudah deh... aku cari tahu sendiri aja kalau gitu, biar aku gak binggung juga dengan tingkahnya kak Zahira, makasih yah kak Habibi udah kasih aku solusi, hehehe..." Zahra langsung dapat solusi dari Habibi tentang binggungnya tersebut.
" Terima kasihnya cuma itu aja nih, gak cara yang lain, hehe..." Habibi yang mulai menggoda Zahra dan Habibi malah ambil kesempatan dalam masalah Zahra dengan Zahira tersebut.
" emang kak Habibi mau dengan cara apa..." Zahra yang sangat polos bangat dengan ucapan Habibi tersebut.
" Yah dengan ini..." Habibi yang tunjuk ke pipinya tersebut untuk dicium sama Zahra.
__ADS_1
" Ihh kak Habibi...." Zahra yang langsung salah tingkah dengan permintaan Habibi tersebut.
" Oh kamu gak mau, yaudahlah gak usah, lupakan aja sama permintaan aku, yaudah kita tidur aja..." Habibi yang langsung sedih pas Zahra tidak mau nurutin permintaannya tersebut dan Habibi langsung tidur dengan belakangi Zahra.
" Kak Habibi, marah yah... kak Habibi jangan marah... yaudah sini, tapi cuma ini aja yah... jangan minta yang lainnya..." Zahra yang langsung mengiyakan permintaan Habibi tersebut dan Habibi langsung balik badannya untuk dicium pipinya oleh Zahra.
Tiba-tiba Habibi mencium bi***nya Zahra dan Zahra langsung kaget dengan ciuman mendadak tersebut dari Habibi.
" Selamat malam, istriku..." Habibi yang langsung tidur dengan ucapan romantis kepada zahra.
*Apaa aku gak salah dengar dari ucapan kak Habibi tadi, batin Zahra yang langsung senyam-senyum yang sambil tidur dengan belakangi Habibi.
Pagi yang begitu cerah, Zahra sama Habibi pun sudah terbangun dari tidurnya pas habis shalat subuh tadi dan Zahra langsung sarapan dengan keluarganya tersebut.
" Oiya Habibi, itu teman kamu yang lagi kuliah di Turki, mau datang kesini kapan..." kakek yusuf yang langsung tanya tentang temannya Habibi yang mau datang ke pesantren.
" oh sih Zayn sama Marvin, katanya sih kemarin bilang lagi diperjalanan, paling nanti bentar lagu nyampai...." Habibi yang langsung bilang kepada kakek Yusuf mengenai kedatangan teman dekatnya tersebut.
" Oh gitu, yaudah ... terus mereka berdua mau nginep dimana, kalau belum tau nginep yah kamu ajak aja nginep di pesantren ... " Kakek Yusuf yang langsung kasih saran untuk teman dekatnya nginep di pesantren.
" baik kakek..."Habibi yang tiba-tiba ganti panggilan kepada kakek Yusuf dan kakek Yusuf pun senang dengan panggilan habibi tersebut sama yang lainnya pun juga senang.
" Bentar ibu buka dulu...." ibu Maryam pun langsung buka pintunya tersebut.
"Habibi, teman-teman kamu udah datang nih..." ibu Maryam yang langsung menghampiri Habibi untuk kasih tau kalau teman-temannya udah datang.
" bentar ibu... kakek sama yang lainnya, aku pamit dulu yah untuk ke ruang tamu..." Habibi yang langsung minta izin untuk ke ruang tamu yang mau temui teman-temannya tersebut.
" Silahkan..." kakek Yusuf pun langsung mempersilahkan Habibi menemui teman-teman dekatnya tersebut.
Habibi pun langsung menuju ke ruang tamu untuk temui teman-teman lamanya tersebut yang sudah lama tidak ketemu jadi mereka kalau mau kasih kabar cuma lewat handphone atau Vidiocall gitu buat kasih tau kegiatan mereka masing-masing.
"Assalamualaikum Zayn ... Marvin..." Sapa Habibi kepada mereka berdua sambil tersenyum.
" Walaikumsalam Habibi, wihhh pengantin baru nih dan akhirnya ada pasangan hidup selamanya..." Zayn yang mengejek Habibi dan Habibi pun langsung lemparin Batal sofa kepada Zayn.
" Kamu yah masih kaya dulu, ngeselin orangnya... gimana perjalanan kalian berdua menuju kesini, nyasar gak..." tanya Habibi kepada mereka berdua tentang perjalanan menuju ke rumah kakek Yusuf.
" Alhamdulillah gak nyasar, soalnya Kita berdua mampir dulu ke tempat ngajar kamu untuk shalat subuh, terus aku tanya deh sama salah satu murid kamu terus kita di tunjukin jalannya ke rumah kiyai Yusuf..." Jelas Marvin kepada Habibi mengenai perjalanan menuju ke rumahnya kakek Yusuf
" oh gitu yaudah, Alhamdulillah kalau gitu, kalian udah makan belum..." Habibi yang langsung tanya ke mereka berdua udah makan apa belum.
__ADS_1
"Ehhh... belum.." Zayn yang langsung jawab tanyaan Habibi tersebut.
Tiba-tiba Zahra pun langsung menghampiri Habibi dengan teman-temannya tersebut untuk diajak makan ke ruang makan yang udah di rapikan oleh Zahra sama Zahira dan ibu Maryam juga udah ganti lauknya dengan lauk baru.
" Kak, Teman-temannya diajak makan ke ruang makan sama ibu, terus juga ibu udah siapkan buat teman-teman kak buat makan..." Zahra yang langsung minta Habibi untuk ajak Teman-temannya tersebut untuk makan.
" Oh yaudah... ayo kalian makan dulu... terus nanti aku tunjukin tempat nginep kalian berdua jadi tadi kiyai Yusuf minta aku untuk bawa kalian ke pesantren..." Perintah Habibi kepada teman-temannya tersebut untuk makan terlebih dahulu terus langsung menuju ke pesantren untuk istirahat.
" Baiklah..." Zayn yang langsung semangat bangat kalau udah soal makan dan Habibi sama Marvin pun tersenyum dengan tingkahnya Zayn tersebut.
Sampailah mereka berdua di ruang makan yang ditemani oleh Habibi dan mereka berdua pun cukup menikmati makanannya tersebut.
" Oh iya, tadi itu istri kamu yah..." Marvin yang menanyakan tentang perempuan yang nyuruh mereka berdua untuk makan.
" Iya, itu istriku... namanya Az-Zahra Humairah, dia adalah cucunya kiyai Yusuf dan kalian tau yah... aku sama dia itu udah dijodohkan dari kecil dan itu aku sama dia juga baru tau pas liburan kesini...." Habibi yang langsung menceritakan tentang dirinya sama Zahra yang pas dijodohkan karena pas ditelepon Habibi cuma bilang mau nikah terus Habibi juga katanya nanti jelasinnya secara langsung aja jadi mereka berdua pun langsung pulang ke pesantren buat minta penjelasan dari Habibi.
" oh gitu ceritanya... wah hebat kamu yah nikahnya sama cucunya kiyai Yusuf, hehehe..." Zayn yang langsung berikan tanda jempol kepada Habibi mengenai perjodohan tersebut.
" Oiya, kabar dara Gimana..." Zayn yang langsung menanyakan kabarnya dara kepada Habibi, jadi Zayn udah lama menyukai dara tetapi tidak berani mengungkapkan perasaannya tersebut Sampai dirinya kuliah di turki bersama Marvin.
" Alhamdulillah kabarnya baik, tapi kata umi sih dara udah pindah ke ***** , soalnya Keluarganya dara sedang buka usaha disana jadi usaha disini yang megang sepupunya dara..." Habibi yang langsung kasih tau kalau dara udah pindah ke daerah yang lain.
" Yahhhh udah pindah..." Zayn yang langsung sedih mendengar ucapan Habibi tentang dara yang udah pindah ke daerah lain.
* Tapi aku tidak akan nyerah demi cintaku kepada dara jadi dara mau pindah kemana, aku akan terus ngejarnya sampai dapat cintanya.... batin zayn yang tidak akan nyerah untuk berjuang cintanya tersebut kepada dara.
Ini Zayn Raymond.
Marvin Thrishaan
Sampai jumpa di episode selanjutnya....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌
__ADS_1