Ustadz Muda Adalah Jodohku

Ustadz Muda Adalah Jodohku
Makan Malam


__ADS_3

Zahra pun binggung mau terima apa gak tawaran Habibi, sebenarnya Zahra mau aja ikut tapi dirinya masih kesel sama Habibi jadi dia harus bisa tahan tawaran Habibi tersebut.


"Zahra, cepatan masuk, perlu aku bukain pintunya..." Habibi yang terus memaksa Zahra untuk masuk tiba-tiba Habibi keluar dari mobilnya kemudian langsung buka pintu mobilnya buat Zahra.


" kak Habibi pulang aja, aku masih tunggu ojek online..." Zahra yang cuek sama perilaku Habibi yang romantis bangat kalau ada teman-temannya pasti pada iri sama dirinya.


"Kamu jangan jadi anak kecil deh, masuk cepatan, gak enak dilihat sama orang..." Habibi yang terus maksa Zahra untuk masuk ke dalam mobilnya dan akhirnya Zahra pun masuk ke dalam mobil Habibi karena dirinya dilihati banyak orang ketika Habibi terus memaksa dirinya tersebut.


Habibi pun tersenyum pas Zahra mau masuk ke dalam mobilnya tersebut sedangkan Zahra pun pura-pura masih kesel padahal mah juga senang diperlakukan seperti itu sama Habibi.


Kemudian Habibi pun minta berhenti ke tukang bubur ayam dulu karena dirinya belum makan jadi Zahra pun harus mengikuti permintaan Habibi dan Zahra pun terpaksa mengiyakan permintaan Habibi sebenarnya tadi dirinya udah nolak tapi Habibi terus minta dirinya juga ikut makan bubur ayam.


"Kita makan bubur ayam dulu yah, kamu juga harus ikut makan juga..." Habibi yang minta berhenti ditukang bubur ayam dan Habibi juga minta Zahra untuk makan juga.


"Kak Habibi aja yah yang makan, aku temanin aja ...." Zahra yang pura-pura menolak tawaran Habibi sebenarnya Zahra juga lapar tapi Zahra harus tetapi pura-pura kesel sama Habibi.


"Benar yah...." Habibi yang sambil tersenyum padahal Habibi tau kalau Zahra juga ingin makan tapi dirinya malah tetap tahankan keselnya kepadanya.


tiba-tiba ada suara perut bunyi dan Habibi pun tersenyum pas tau kalau Zahra juga lapar.


"Tuh kamu tuh juga lapar, jadi jangan pura-pura gak lapar yah, yaudah aku pesan dulu nanti kita makannya disini aja, takutnya kamu gak mau makan dipinggir jalan seperti itu..." ucap habibi kepada Zahra, ketika Habibi mau buka pintu mobilnya tiba-tiba Zahra tarik tangannya Habibi dan Zahra pun minta ikut dirinya ke tukang bubur ayam.


"Aku ikut yah dan makan disana aja gak apa-apa..." Zahra pun keluar juga bersama Habibi, kemudian Zahra pun menunggu Habibi ditempat yang sudah disediakan oleh Abang tukang bubur ayamnya sedangkan Habibi lagi pesan bubur ayamnya.


"Udah aku pesan, kamu mau minum apa?." tanya Habibi soal minuman kepada Zahra dan Zahra pun ikutin aja kemauan Habibi maunya minum apa.


"yaudah kita minum es teh manis yah sama minum air putih, gimana mau gak?." Habibi yang ingin pesan minuman tersebut dan Zahra pun mengangguk kepalanya kepada Habibi.


Tiba-tiba bubur ayam pun datang dan mereka berdua langsung ambil sendok sama memakaikan sambelnya karena Zahra itu duka banget makan pedes sama Habibi pun juga suka makan pedes jadi mereka berdua sama-sama lomba makan pedes dan Zahra minta habibi untuk tidak minum sampai bubur ayamnya habis.

__ADS_1


"Kita lomba yah, tapi jangan minum sampai bubur ayamnya habis, gimana berani gak..." Zahra yang menantang Habibi untuk lomba makan bubur ayam yang sudah dikasih sambel banyak bangat dan Habibi pun mengiyakan permintaan Zahra tersebut.


Akhirnya mereka berdua pun lomba makan bubur ayam dengan serius dan tidak ada curang dari mereka berdua tiba-tiba Habibi pun pura-pura nyerah biar Zahra senang karena itu tujuan Habibi untuk buat Zahra tidak lagi kesel kepadanya.


"Zahra, aku nyerah deh dan kamu yang menangnya...." Habibi yang pura-pura nyerah kepada Zahra tetapi Zahra tau kalau Habibi pura-pura nyerah supaya dirinya tidak kesel lagi kepadanya.


"Kak Habibi, aku tau kak pura-pura nyerahkan biar aku tidak kesel sama kak...." Zahra yang menjawab ucapan Habibi tadi dan Habibi pun akhirnya tidak bisa pura-pura lagi.


"Iya Zahra, soalnya aku gak mau kamu kesel terus sama kamu hanya gara-gara kemarin jadi aku mohon sama kamu jangan kesel lagi sama aku, jadi kamu mau apa, supaya aku dimaafin kamu...." Habibi yang tadinya bercanda jadi serius untuk minta Zahra tidak kesel lagi kepadanya dan Habibi pun meminta Zahra untuk mau apa biar Zahra tidak marah sama dirinya.


"Ok, karena kak Habibi yang bilang, apa aja kemauan aku, baiklah aku gak akan kesel lagi sama kak Habibi jadi aku mau kak Habibi kerjain tugas kuliah aku malam ini, kalau gak mau gak apa-apa, paling aku bakal seterusnya kesel sama kak Habibi...." Zahra yang minta Habibi buat kerjain tugas kuliahnya dimalam ini dan Habibi pun tadinya mikir-mikir cukup lama tapi kalau dirinya nolak tawaran Zahra maka dirinya akan susah buat jagain Zahra, akhirnya Habibi pun mengiyakan aja tawaran Zahra tersebut.


"Ok, kak Habibi, aku tunggu malam ini, jangan lupa..." Zahra yang langsung tersenyum kepada Habibi dan Habibi pun senang akhirnya Zahra tersenyum lagi kepadanya.


Habibi sama Zahra pun selesai makannya kemudian Habibi anterin Zahra pulang ke rumahnya dan sampailah dirumah Zahra.


"Oiya kak habibi, ibu kemarin bilang sama aku, nanti sebelum kerjain tugas kuliah aku, kak Habibi makan malam dulu karena ibu mau bilang sesuatu sama kak Habibi katanya..." Zahra yang tadi udah masuk ke dalam tiba-tiba ingat titipan ibunya untuk ngajak kak Habibi kerumahnya.


Jam yang ditunggu-tunggu pun telah tiba dan Habibi pun langsung siap-siap ke rumah zahra, Habibi juga gak lupa beli sesuatu biar kesana gak bawa tangan kosong apalagikan dirumah ada orang tuanya Zahra jadi gak enakan kalau dirinya gak bawa apa-apa.


Tibalah di rumah Zahra yang mewah tapi banyak tanaman-tanaman kesukaan ibu Maryam dan Habibi pun juga beli sesuatu buat satpamnya, itulah Habibi yang suka berbagi sesama manusia.


"Nih pak, buat pak ngemil yang sambil jaga-jaga rumahnya Zahra jadi pak harus ada tenaga, hehehe..." Habibi yang langsung kasih makan dari dua kantong plastik yang dirinya bawa dan Habibi juga minta satpamnya untuk bagi-bagi ke teman-temannya juga, soalnya Habibi belinya banyak diplastik tersebut.


"Terima kasih tuan, tuan siapa namanya..." Satpamnya yang menanyakan nama Habibi.


"Habibi..." Habibi pun menjawab sambil tersenyum.


"Terima kasih tuan Habibi...." Satpamnya pun juga sambil tersenyum kepadanya.

__ADS_1


"Iya sama-sama pak, yaudah saya masuk dulu yah..." pamit Habibi kepada satpam Tersebut untuk masuk dalam kerumah Zahra tapi ucapkan salam terlebih dahulu sebelum masuk ke rumahnya Zahra.


Habibi pun langsung mengucapkan salam pas ketok-ketok pintu rumahnya Zahra dan dibukain lah sama bibi Irma.


"walaikumsalam, ini tuan Habibi yah..." Tanya bibi Irma kepada Habibi.


"Iya bibi..." Jawab Habibi dengan ucapan bibi Irma tersebut.


"Silahkan masuk tuan, sudah ditunggu sama nyonya Maryam, tuan besar Suryadi sama Nona Zahra dimeja makan...." Bibi Irma yang mempersilahkan Habibi untuk masuk dalam rumahnya Zahra dan ternyata Habibi sudah ditungguin sama keluarganya Zahra dimeja makan.


Habibi pun langsung serahkan bawaannya kepada bibi Irma dan bibi Irma pun langsung mengambil bawaan dari Habibi tersebut, kemudian Habibi langsung menuju ke ruang makan yang sudah ada keluarganya Zahra.


"Assalamualaikum om sama Tante..." Sapa Habibi kepada dua orang tuanya Zahra sama Salim tangan kedua orangtuanya Zahra juga.


"Walaikumsalam nak Habibi, akhirnya kamu main kesini juga, Tante udah lama tungguin kamu main kesini, Zahranya sih sibuk bangat jadi titip bilang ke kamu jadi tertunda tapi gak apa-apa, hari ini kamu bisa makan malam sama Tante dan om terus Zahra..." Ucap ibu Maryam yang senang bangat, akhirnya Habibi bisa main lagi kerumahnya.


Habibi pun hanya menjawab dengan tersenyum kepada ibu Maryam Soalnya dirinya binggung mau jawab apa jadi tersenyum aja biar gak salah bicara kepada ibu Maryam tersebut.


"Yaudah makan Habibi, oiya kata Zahra kamu juga mau ngajarin Zahra kerjain tugasnya yah..." ayah Suryadi yang sudah dibilang sama anaknya kalau Habibi gak cuma main aja jadi Habibi ke rumah Zahra juga ngajarin dirinya.


"Iya om..." Habibi yang grogi didepan ayah Suryadi padahal mah ayah Suryadi baik orangnya tapi itulah Habibi yang gampang bangat grogi.


Pada akhirnya mereka semuanya pun menikmati makan malamnya tanpa ada bicara sedikitpun karena ayah Suryadi mengajarkan untuk makan dulu sampai habis kemudian baru bicara dengan ngemil makanan penutupnya tersebut yaitu buah-buahan yang sehat.


* Ternyata begini kehidupannya Zahra, batin Habibi yang kaget dengan kehidupan Zahra yang cukup tenang pas lagi makan malam tapi pas udah kumpul diruang tamu, mulailah berbeda suasana yaitu penuh ketawa.


sampai jumpa di episode selanjutnya.....


Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌

__ADS_1


Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌


Oiya jangan lupa Share ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌


__ADS_2