Ustadz Muda Adalah Jodohku

Ustadz Muda Adalah Jodohku
Menjauh


__ADS_3

Setelah pertemuan makan malam waktu itu, Zahra sekarang setiap ketemu Habibi hanya berikan senyum kemudian menjauh dari Habibi jadi Zahra kepada Habibi hanya sebatas nyapa dari murid ke dosennya bukan lebih lagi karena dirinya tidak mau terlalu dekat sama Habibi, jadi cukup satu kali aja dirinya tersakiti hatinya.


Habibi pun juga merasakan kehilangan sosok Zahra waktu pertama kali ketemu dan Habibi juga binggung bagaimana caranya supaya Zahra tidak menghindar dirinya ataupun supaya Zahra bisa ngobrol-ngobrol lagi barengnya tetapi Habibi sudah tidak bisa kaya dulu semenjak Zahra melihat dara di apartemen temannya tersebut walaupun Zahra udah maafkan dirinya tetapi Habibi merasakan sedih pas Zahra menganggapnya sebatas murid sama dosen aja tanpa lebih dari itu.


"Assalamualaikum, pak Habibi..."Sapa dari Jannah kepada Habibi dan Habibi menatapnya kearah Zahra bukan Jannah padahal yang nyapa itu Jannah bukan Zahra.


"Pak, saya tadi ucap salam loh ke pak, kenapa pak diam aja dan gak jawab salam dari saya..." Jannah yang kesel kepada Habibi yang tidak jawab salamnya dan malah Habibi diam aja didepannya.


"Oh iya, maaf Jannah... walaikumsalam, kamu mau kemana...." Habibi yang langsung sadar dan langsung jawab salam dari Jannah kemudian menanyakan ke Jannah yang ingin ke mana habis kelar kelasnya tersebut.


"Saya sama Zahra mau ke kantin, pak..." Jawab Jannah kepada Habibi yang tadi Habibi tanyakan kepadanya mau kemana dan Habibi pun langsung mempersilahkan Jannah sama Zahra untuk ke kantin.


Habibi pun tetap memandangi Zahra dari jauh soalnya dari tadi Zahra tidak menatap dirinya malahan Zahra serius terhadap handphonenya tetapi tadi pas mau ke kantin, Zahra tiba-tiba tersenyum kepada Habibi walaupun cuma sebentar aja tanpa lama-lama.


"Sampai kapan kamu terus begini sama aku, Zahra...." Gumam Habibi yang masih memandangi Zahra dari jauh malahan Zahra udah hilang jejaknya dari pandangan Habibi.


Habibi pun langsung pergi meninggalkan tempat ngajarnya tersebut dan Habibi langsung menuju ke parkiran kemudian menuju ke apartemennya dengan aura yang terus memikirkan Zahra terus dari kampusnya sampai ke apartemennya, gara-gara tadi lihat perlakukan Zahra kepadanya.


Pagi yang cerah, Hari ini ada jadwal ngajar Habibi dikelas Zahra dan makanya itu Habibi menjadi semangat untuk berangkat ke kampus karena yah itu Habibi akan ngajar ke kelasnya Zahra jadi dirinya bisa memandangi Zahra terus sampai mata pelajarannya selesai, gak tau kenapa Habibi kangen melihat wajahnya cantiknya Zahra tersebut.


Sampailah Habibi di kampus dengan tidak Sengaja, mobil jemputan Zahra juga baru sampai dan Habibi pun senang melihat Zahra yang tersenyum kearah Jannah walaupun bukan kearah dirinya tetapi bagi Habibi senang kalau Zahra sebahagia gitu sama temannya terus juga Habibi cuma bisa lihat dari jauh kalau Zahra tersenyum seperti itu, bener Habibi terus ikutin Zahra kemana pun kalau dirinya tidak sibuk karena Habibi masih tetap menjaga amanah dari gurunya tersebut yaitu kakeknya Zahra.

__ADS_1


Tibalah Dimata pelajaran Habibi dikelasnya Zahra dan Habibi pun langsung memulai mata pelajaran nya sambil menatap Zahra yang sudah siap untuk memulai mata pelajarannya tersebut kepada ajaran Habibi nanti.


"Assalamualaikum semuanya...." Sapa Habibi kepada murid-muridnya tersebut dan banyak bangat murid-murid nya dikelasnya tersebut, ia lah kan Habibi terkenal di kampusnya Zahra jadi setiap ada mata pelajarannya pasti banyak yang ingin ikut mata pelajaran dirinya Tersebut.


"Baik pak, akan jelaskan tentang mata pelajaran Hari ini dan kalian dengarkan baik-baik jelasan dari saya, kemudian kalian catat dibuku kalian masing-masing karena Minggu depan kita akan adakan kuis tentang mata pelajaran Hari ini...." Jelaskan Habibi kepada murid-muridnya tersebut untuk mendengarkan baik-baik pelajaran darinya karena Minggu depan Habibi akan mengadakan kuis untuk tambahan nilai muridnya tersebut.


Habibi pun terus menerus menjelaskan mata pelajarannya kepada murid-muridnya tersebut tetapi yah gitulah ada yang serius dengarin penjelasan Habibi atau ada yang hanya memandangi wajah tampannya Habibi tanpa mendengarkan penjelasan Habibi jadi Habibi begitu sabar kalau ketemu murid seperti itu dikelas yang ada Zahra nya terus juga kalau gak ada Zahra Habibi tidak akan mau lama-lama mengajar dikelasnya tersebut karena buat apa ngajar lama-lama kalau tidak ada Zahra dikelasnya tersebut.


Tetapi pas Habibi lewatin tempat duduknya Zahra, Zahra pun masih fokus ke depan dengan memandangi layar yang ada tulisan tentang mata pelajarannya Habibi jadi tanpa melihat ke habibi seperti teman-teman yang lainnya dan itu membuat Habibi kecewa terhadap perilaku Zahra kepadanya, padahal Habibi rela-rela ngajar cukup lama untuk dirinya tetapi tidak ada satu pun menatap ke dirinya walaupun sekilas gitu tetapi mustahil dengan waktu yang lama Habibi ngajar dikelasnya tersebut.


"Baiklah, Sampai sini aja pelajaran dari saya dan sampai jumpa di Minggu depan ditempat yang lain, jangan lupa datang ke Meseum **** dan jangan ada yang telat yah karena itu juga akan mengurangi nilai kalian, Sampai jumpa di Minggu depan, assalamualaikum...." Habibi yang langsung meninggalkan kelasnya tersebut dengan rasa kecewanya Hari ini yang tidak dapat tatapan dari Zahra karena Zahra terus fokus ke depan padahal Habibi cuma minta tatapan nya sebentar aja ke arahnya tetapi Zahra tidak melakukan itu.


"Zahra, nanti kamu datang kan Minggu depan ke Meseum ****, pokoknya kamu harus datang yah kalau gak ada kamu, gak akan seru tau ...." Jannah yang mengharapkan Zahra datang ke Meseum nanti karena bagi Jannah kehadiran Zahra sangat penting bagi dirinya.


Tak terasa Hari ini adalah hari yang dimana Zahra akan belajar diluar sama Habibi dengan teman-teman kampusnya tersebut, Zahra pun langsung siap-siap pergi ke Meseum *** dengan beberapa mata pelajaran yang dia bawakan ke Meseum ****, kemudian langsung turun kebawah untuk menghampiri orang tuanya yang udah dimeja makan tersebut yang telah menunggu kehadirannya tersebut.


"Assalamualaikum ayah sama ibu, yaudah yah Zahra langsung berangkat soalnya takut macet dijalan terus Zahra bawa bekel aja biar nanti makan dijalan aja, ini Zahra minum yah susunya...." Zahra yang langsung minum susunya kemudian langsung cium tangan orangtuanya Zahra dan Zahra pun langsung melambaikan tangannya kepada orang tuanya tersebut.


Zahra pun langsung makan bekalnya tersebut dimobilnya sambil memandangi pemandangan yang mobilnya lewati tersebut dan akhirnya bekal Zahra pun habis, kemudian Zahra pun membuka handphonenya untuk melihat sosial medianya tersebut, akhirnya sampailah di tempat tujuannya tersebut dan ternyata Jannah udah nungguin kehadirannya tersebut di depan pintu Meseum tersebut.


"Assalamualaikum Jannah, kamu udah nungguin lama disini apa baru datang...." Sapa Zahra kepada Jannah yang melihat Jannah menunggu dirinya di depan pintu Meseum padahal teman-temannya udah masuk ke dalam mesum tetapi Jannah malah menunggu dirinya datang.

__ADS_1


"Walaikumsalam Zahra, lumayan lama sih kayanya aku nungguin kamu Soalnya aku gak lihat jam berapa aku nungguin kamu pokoknya dari pintu Meseumnya tutup sampai bukalah...." Jawab Jannah kepada tanyaan Zahra Kepadanya tersebut dan Zahra pun langsung minta Jannah masuk ke dalam sama dirinya tersebut.


Habibi pun merasa senang kalau Zahra menghadirkan mata pelajarannya tersebut padahal Habibi kiranya Zahra tidak akan hadir ke mata pelajarannya tersebut apalagi ngadain nya di luar begini ternyata pikiran Habibi salah tentang Zahra tersebut.


"Assalamualaikum semuanya, baik kita mulai mata pelajaran hari ini tetapi pak mau kalian berkelompok soalnya nanti kuisnya harus ada kerjasama memikirkan jawaban dari soal pak nanti jadi hari ini pak cuma tambahin tentang mata pelajaran kemarin tetapi bedanya kalau kemarin kita cuma bisa lihat gambar-gambarnya aja tetapi ini kita bisa lihat langsung dari Meseumnya, jadi carilah teman-teman kalian minimal 3 orang dalam satu kelompok...." menjelaskan mengenai mata pelajarannya tersebut dan meminta muridnya untuk cari teman-teman untuk dijadikan kelompok.


Akhirnya murid-muridnya pun selesai mencari teman-temannya yang menjadinya kelompoknya tersebut ternyata kelompoknya Zahra cuma ada Jannah aja karena cuma sisa mereka berdua aja soalnya banyak yang gak ikut ke Meseum murid-muridnya tersebut Pokoknya pas ditanyakan kenapa gak ikut mereka pun banyak alasannya makanya Habibi gak mau tanya lagi.


"Baik, disini ada patung yang waktu itu pak jelaskan, jadi pak mau siapa dikelompok kalian yang bisa jelaskan mengenai patung tersebut..." Habibi yang mulai melakukan kuisnya tersebut kepada murid-muridnya tersebut dan ternyata Jannah lah yang akan jelaskan mengenai patung tersebut padahal Jannah yang jelasin tetapi Habibi menatapnya kearah Zahra bukan Jannah.


Akhirnya kuisnya pun selesai dan Habibi kasih waktu istirahat buat murid-muridnya kemudian habis itu akan pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat lebih banyak lagi dan pas Habibi mau dekatin Jannah sama Zahra, tiba-tiba Zahra pamit ke Jannah untuk ke kamar mandi padahal Zahra gak mau ke kamar mandi tetapi Zahra harus bisa jauhin Habibi biar Zahra bisa menghindari perasaannya tersebut kepada Habibi karena setiap menatap ataupun bersamanya itu akan membuat Zahra bertambah jatuh cinta kepada Habibi.


*Zahra kamu kenapa harus jauhin aku terus, gimana caranya membuat kamu tidak jauhin aku seperti ini lagi... batin Habibi yang melihat Zahra yang langsung pergi ninggalin dirinya bersama Jannah dan Habibi pun tetap melihat Zahra dari jauh sampai Zahra memasuki toilet tersebut.


"Zahra...." tiba-tiba ada seorang laki-laki yang memanggil namanya tersebut dan Zahra pun langsung kaget kedatangan laki-laki tersebut karena tidak nyangka kalau laki-laki itu ada di Indonesia.


Sampai jumpa di episode selanjutnya......


Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌


Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌

__ADS_1


Oiya jangan lupa share juga ceritaku ini ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌


__ADS_2