
Semuanya pun pada sibuk untuk persiapan Pernikahan Zahra sama Habibi yang waktunya cukup singkat karena harus mengejar waktu liburan Zahra tersebut, makanya mereka semuanya ingin nanti para tamu undangannya merasakan nyaman berada di acara pernikahan Zahra sama Habibi yang dikasih waktu begitu singkat Persiapannya Tersebut.
" Kamu udah undang ustadz yang kemarin saya kasih tahu..." kakek Yusuf yang minta ayah ibrahim undang ustadz yang waktu dibilang kemarin.
" Udah kiyai..." ayah ibrahim yang menjawab pertanyaan kakek Yusuf mengenai undangan ustadz terkenal tersebut.
Kakek Yusuf pun sudah tenang hatinya mengenai undangan ustadz terkenal yang paling muda dan sekarang tinggal persiapan anak marawis yang sedang dilatihan untuk acara pernikahan Zahra sama Habibi.
" Kamu gak apa-apa Habibi yang ajarin mereka marawis, seharusnya kamu istirahat aja dirumah, apalagi nanti malam kan mau ada pengajian jadi lebih baik kamu dirumah..." Ayah ibrahim yang melihat Habibi sedang latih anak merawis.
" Gak apa-apa ayah, terus juga Habibi bosen dirumah, jadi lebih baik bantuin ayah sama yang lainnya untuk persiapan pernikahan Habibi sama Zahra..." Habibi yang menjawab ucapan ayah ibrahim, Habibi ternyata bosen dirumah jadi dirinya memutuskan untuk bantuin yang lainnya buat persiapan pernikahannya tersebut.
Ayah ibrahim pun tidak bisa maksain anaknya untuk tidak bantuin karena Habibi tuh orangnya keras kepala kalau dibilangi jadi yaudahlah biarin aja anaknya bantuin yang penting itu kemauan sendiri tanpa ada kepaksaan.
Sedangkan dirumah kakek Yusuf, para perempuan sedang masak buat acara pengajian nanti malam tetapi Zahra sedang mempercantikkan tangannya tersebut.
" wah... jadinya cantik bangat yah, kakak boleh gak minta bikinin kaya gitu tapi kakak maunya yang sederhana aja jangan terlalu ramai gitu..." Zahira yang ingin juga tangannya seperti Zahra tapi jangan terlalu ramai, cukup yang sederhana aja hiasannya.
" boleh donk kak, mbak bikinin yah ditangan kakak saya nanti..." Zahra yang menyuruh penghias tangan tersebut untuk hiasin tangan Zahira juga.
Akhirnya tangannya Zahra pun sudah dihias yang begitu cantiknya, sekarang giliran Zahira yang akan dihias dan Zahra pun sambil melihat hasil hiasan tangannya Zahira.
Selesailah hiasan tangan Zahira tersebut dan mereka berdua pun langsung menuju ke ibu Maryam yang sedang bantuin masak untuk pengajian nanti malam.
" Ibu, lihat tangan aku sama kak Zahira..." Zahra yang menunjuk hiasan tangannya tersebut kepada ibu Maryam.
" Wahhh, cantik bangat... ibu jadi pengen, hehehe..." Ibu Maryam yang terpesona sama hasil hiasan tangannya Zahra sama Zahira.
" Yaudah Zahra, kamu harus dikamar, jangan keluar hari ini sampai acara pernikahan kamu tiba..." Ibu Maryam yang minta Zahra untuk dirumah aja sampai acara pernikahannya tiba.
" Baik ibuku yang cantik...." Zahra pun mengiyakan perintah dari ibu Maryam tersebut.
" Bu, Zahira mau keluar sebentar yah, Zahra kamu mau pesan apa, nanti kak beliin, apa beli cemilan buat nemanin kamu seharian dirumah..." Zahira yang minta izin untuk keluar rumah dan Zahira juga menawarkan Zahra untuk mau pesan apa.
" boleh tuh kak, sama beli jus jeruk yah..." Zahra yang menerima tawaran Zahira tersebut dan Zahra juga minta beliin jus jeruk kepada Zahira.
Zahira pun langsung memberikan tanda " ok" kepada Zahra dan Zahira langsung pergi dengan naik mobil untuk menuju ke supermarket, tiba-tiba diperjalanan Zahira melihat ayahnya sama yang lainnya sedang mendekorasi tempat acara pernikahan Zahra sama Habibi yang diadakan di lapangan pesantren.
__ADS_1
" Assalamualaikum ayah..." sapa Zahira yang langsung keluar dari mobil untuk Salim kepada ayahnya sama kakek Yusuf juga.
" Walaikumsalam Zahira, kamu mau kemana..." Ayah Suryadi langsung menanyakan Zahira untuk pergi kemana.
" aku mau cari cemilan buat Zahra, kasihan dia gak boleh keluar sama ibu jadinya aku sebagai kakaknya harus perhatian sama adiknya, hehehe..." Zahira yang menjawab tanyaan ayah Suryadi tersebut kalau dirinya ingin beli cemilan buat Zahra.
" Oh gitu, yaudah ayah titip beliin makanan untuk mereka semuanya yah, pakai uang kamu dulu nanti dirumah ayah ganti..." Ayah Suryadi yang titip makanan untuk orang-orang yang bantuin acara pernikahan Zahra sama Habibi tersebut.
" ok deh, gak usah diganti ayah, anggap aja aku patungan buat acara pernikahan Zahra..." Zahira yang menolak diganti uangnya karena Zahira menganggap uangnya sebagai patungan buat acara pernikahan Zahra tersebut.
Zahira pun langsung pamit sama ayah dan kakek Yusuf untuk pergi ke supermarket dan Zahira langsung mengucapkan salam kepada kakek Yusuf sama ayah Suryadi yang sudah Salim kepada beliau tersebut.
" Biasa aja donk mas Haidar, lihat kak Zahira, hehehe...." Habibi yang lihat Haidar menatap Zahira begitu terpesonanya.
" Ihh kamu nih yah, siapa tadi namanya..." Haidar yang langsung tanya lagi soal nama perempuan yang bicara dengan ayah Suryadi sama kakek Yusuf.
" Namanya kak Zahira Hanifah, kak Zahira itu adalah kakaknya Zahra jadi anak pertamanya ayah Suryadi sama ibu Maryam dan calon kakak ipar aku..." Habibi yang memperkenalkan kakak iparnya kepada Haidar dan Haidar pun langsung tersenyum pas tau tentang Zahira tersebut.
" Oiya mas Haidar, kak Zahira itu kerjanya sebagai model terkenal, apalagi kak Zahira hari ini baru pulang dari Malaysia karena kak Zahira punya kerjaan disana padahal yah mas, kak Zahira pulangnya tuh tahun depan tapi karena aku sama Zahra ingin nikah yah kak Zahira pulang deh..." Habibi yang memperkenalkan lebih banyak lagi mengenai Zahira tersebut karena Habibi tau kalau Haidar menyusui Zahira.
" Oh gitu, doain mas yah, biar bisa dapatin hatinya kakak ipar kamu, hehehe..." Haidar yang minta doanya kepada Habibi untuk bisa mendapatkan hatinya Zahira.
" kamu udah cobain gaun pernikahan kamu belum, Zahra..." Tanya ibu Maryam soal gaun pengantin tersebut kepada Zahra.
" Udah ibu, Alhamdulillah pas di badan Zahra dan sejak kapan ibu bikin gaun untuk Zahra..." Zahra yang binggung soal gaun pengantin tersebut karena Zahra baru tau kalau ibunya bikin gaun pengantin untuknya.
" Sejak kapan yah, ibu udah lupa, Pokoknya ibu senang bisa bikinin kamu gaun diacara pernikahan kamu...." Ibu Maryam yang senang bisa bikin gaun diacara pernikahan anaknya tersebut dan apalagi gaunnya cantik pas dipakai anaknya nanti.
" oiya Habibi udah nyobain jasnya belum yah..." Ibu Maryam yang baru ingat soal jasnya Habibi tersebut.
" Nanti ibu tanya aja pas pengajian nanti malam sama kak Habibi ..." Zahra yang menjawab penasaran ibu Maryam soal jas tersebut.
" oh iya yah..." ibu Maryam yang langsung setuju dengan saran dari Zahra tersebut.
Malam hari pun telah tiba yaitu acara pengajian untuk diberikan kelancaran dihari pernikahannya nanti dan juga minta doa-doanya kepada anak-anak yatimpiatu juga untuk acara pernikahannya Zahra sama habib.
"Semuanya udah siapkan...." Tanya ibu Maryam yang sibuk bangat urusin acara pengajian hari ini.
__ADS_1
" Udah siap semuanya, ibu..." Zahira yang menjawab khawatiran ibu terhadap acara pengajian hari ini.
Mulailah acara pengajian hari ini, yang dipimpin oleh kakek Yusuf dan semus santri-santri maupun anak yatim-piatu pun mengikuti cara doa-doa dari kakek Yusuf tersebut.
Akhirnya acara pengajian pun selesai, saat membagikan sedikit makanan sama sovenir dari kelurganya Zahra untuk bertanda terimakasih telah mendoakan acara pernikahan anaknya dengan calon menantunya tersebut.
" Akhirnya acara pengajiannya udah selesai, tinggal acara pernikahannya...." Ibu Maryam yang langsung tenang, pas acara pengajiannya lancar jadi tinggal acara pernikahannya yang belum bisa tenang.
" Iya ibu, Alhamdulillah acara pengajiannya lancar dan tinggal tunggu acara pernikahannya nanti..." Zahra yang bersyukur, acara pengajiannya lancar jadi tinggal tunggu waktu pernikahannya tiba.
" Oiya, Habibi mana... Zahra..." ibu Maryam yang mencari keberadaan calon menantunya tersebut.
" Bentar, aku cari yah..." Zahra yang langsung mencari keberadaan Habibi tersebut.
Akhirnya Zahra menemukan keberadaan Habibi tersebut dan Zahra pun langsung minta Habibi menemui ibunya tersebut, Habibi langsung pamitan sama teman-teman tersebut untuk menemui calon mertuanya.
"Assalamualaikum ibu..." Sapa Habibi kepada ibu Maryam dan langsung cium tangannya ibu Maryam.
" Walaikumsalam Habibi, silahkan duduk..." Ibu Maryam mempersilahkan duduk untuk Habibi.
"Terimakasih ibu..." Habibi pun langsung duduk bersama ibu Maryam.
" oiya ini mau tanya, itu jasnya muat gak sama kamu, soalnya ibu kan asal bikin aja, soalnya mendadak dikasih tau sama kakek Yusuf jadi kalau gak muat, hari ini tadi ibu minta asisten ibu bawa semua ukuran jas pengantin jadi tinggal pilih yang mana muat..." Ibu Maryam yang menanyakan jas pengantin tersebut kepada Habibi.
" Alhamdulillah muat kok Bu, jadi gak terlalu besaran juga dan pas bangat sama badan Habibi juga..." jawab Habibi mengenai ukuran jas nya tersebut kepada ibu Maryam.
"Alhamdulillah kalau muat dibadan kamu, gimana perasaan kamu, masih gugup..." ibu Maryam yang menanyakan perasaannya Habibi yang tinggal waktu pernikahannya tiba.
" Lumayan sedikit gugup Bu , hehehehe...." Jawab Habibi kepada ibu Maryam soal perasaannya tersebut yang tinggal tunggu waktu Pernikahannya tiba.
Ibu Maryam pun tau bangat perasaan Habibi yang begitu gugup tetapi ibu Maryam percaya kalau Habibi bisa tenang pas nanti acara pernikahannya bersama anaknya tersebut.
* Semoga Allah memberikan kelancaran buat acara pernikahan anakku bersama calon menantuku, batin ibu Maryam yang mendoakan untuk acara pernikahan Zahra sama Habibi yang tinggal tunggu waktunya tiba.
Sampai jumpa di episode selanjutnya.....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
__ADS_1
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
Oiya share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌