
Akhirnya Zahra dan sekeluarga sampai dirumah dengan selamat, kemudian mereka semuanya langsung bawa barang untuk menuju ke kamarnya mereka masing-masing.
Zahra pun langsung Cepat-cepat ke kamar untuk hubungin Habibi kalau dirinya sama keluarganya sampai di Jakarta dengan selamat.
"assalamualaikum kak Habibi..." Sapa Zahra kepada Habibi diteleponnya tersebut.
" walaikumsalam Zahra, gimana perjalanan kamu ke Jakarta..." Habibi yang langsung jawab salam dari Zahra dan menanyakan tentang perjalanan dirinya bersama keluarganya ke Jakarta.
" Alhamdulillah perjalanannya lancar, terus tadi Alhamdulillahnya aja gak macet perjalanan ke Jakarta..." Zahra yang menjawab tanyaan Habibi mengenai perjalanan menuju ke Jakarta.
" Alhamdulillah kalau kamu sama orang tua kamu terus kak Zahira sampai di Jakarta dengan selamat..." Habibi yang bersyukur kalau istrinya bersama keluarganya sampai dijakarta dengan selamat.
Mereka berdua pun langsung mengobrolkan tentang hal lainnya dan mereka berdua bener-bener teleponan cukup panjang atau lama, soalnya sampai waktu makan malam tiba tapi kalau waktunya shalat mereka langsung berhenti terus teleponan lagi pokoknya mereka berdua pun tidak bosan-bosannya teleponan cukup lama.
" Assalamualaikum, Zahra... Sur..." tiba-tiba Zahira langsung berhenti pas lihat Zahra sedang teleponan sama Habibi.
"Walaikumsalam, kak Zahira..." Zahra langsung kaget ketika lihat Zahira yang tiba-tiba berdiri didepan pintu kamarnya.
" hmmm, gak apa-apa... lanjutkan aja teleponannya sampai kamu puas buat obatin kangen kamu..." Zahira yang minta Zahra lanjutkan aja teleponannya sama Habibi.
" udah puas kok, terus kak Zahira kesini mau ngapain..." Zahra yang menanyakan keberadaan Zahira yang ada di depan pintu kamarnya tersebut.
" oiya, ibu tadi ajak kamu makan malam tapi kayanya kamu lagi teleponan sama Habibi jadi teleponan aja gak apa-apa nanti kak bilang ke ibu...." Zahira sampai lupa kalau dirinya ke kamar Zahra untuk ajak makan makan.
" Oh yaudah bentar... kak Habibi aku mau makan dulu yah, nanti aku lanjutin lagi habis makan malam yah..." Zahra yang minta udahan teleponnya karena Zahra harus makan malam bersama keluarganya.
" oh yaudah gak apa-apa, tapi nanti makan malam ... kak mau rapat sama teman-teman buat acara di pesantren nanti..." Habibi yang langsung mengiyakan permintaan Zahra untuk udahan tapi gak bisa lanjutkan lagi teleponnya nanti habis makan malam Zahra.
" yahhh, yaudahlah .... Assalamualaikum.." Zahra yang langsung ucapkan salam dengan suara yang sedih karena Habibi kayanya bakalan sibuk bangat urusin pesantren kakeknya tersebut.
" Walaikumsalam, kamu makan yang banyak yah .. pokoknya jangan sampai sakit..." Habibi yang minta Zahra untuk jaga kesehatan dijakarta karena tidak ada dirinya disampingnya.
__ADS_1
"iya suamiku... selamat malam.." Zahra juga mengucapkan selamat malam kepada Habibi dengan panggilan Romantis Juga.
" Selamat malam juga, istriku..." Habibi yang juga balas ucapan selamat malam dari Zahra dan juga dengan panggilan Romantis.
Akhirnya teleponannya mereka berdua pun berakhir dan Zahra langsung menuju ke ruang makan karena Zahira udah ke bawah duluan karena Zahira udah gak kuat lihat adegan romantis Antara Habibi sama Zahra.
" Assalamualaikum semuanya dan selamat malam..." Sapa Zahra kepada keluarganya tersebut dengan senyuman bahagianya tersebut.
" Walaikumsalam anakku yang cantik, gimana teleponan sama Habibi udah puas buat obatin kangen kamu nanti... " Ayah Suryadi yang menggodain Zahra dan ayah Suryadi udah dikasih tau sama Zahira kalau Zahra sedang teleponan sama Habibi.
" kak Zahira....." Zahra langsung teriak namanya Zahira karena Zahira bilang ke ayah soal dirinya teleponan sama Habibi dan Zahra jadi malu didepan ayahnya tersebut.
" Hadir.... hehehe...." Zahira yang langsung ketawa geli melihat wajahnya Zahra yang malu digodain sama ayahnya tersebut.
Zahra pun langsung ambil makan aja daripada ribut panjang sama Zahira karena kalau udah berantem sama Zahira tuh tidak akan kelar-kelar sampai makan malam selesai jadi lebih baik diam aja.
Zahira pun lihat wajahnya Zahra yang tiba-tiba tidak melanjutkan obrolannya setelah nyebut namanya tersebut, Zahira juga tau kalau Zahra tidak mau berantem sama dirinya karena bakalan beratem cukup panjang atau lama.
" Kenapa tadi kamu diam aja terus juga tumbenan bangat gak mau beratem sama kak..."zahira yang binggung dengan tingkahnya Zahra yang sudah berubah semenjak nikah sama Habibi.
" Lagi malas aja berantem sama kak, terus juga kalau beratem sama kak tuh gak bakalan ada yang mengalah dari kita berdua jadi lebih baik diam aja terus nikmati masakan ibu, bye kak Zahira...." Zahra yang kasih tau alasannya dimeja makan tadi yang tidak melanjutkan bicaranya kepada Zahira dan Zahra langsung duluan menuju ke kamarnya tinggalin Zahira.
" Benar sih... nanti tidak ada yang mengalah antara aku sama Zahra..." Gumam Zahira yang menyetujui perkataan Zahra kepadanya.
Sudah sebulan mereka berdua tidak teleponan karena Habibi yang lagi sibuk urusin pesantren kakek Yusuf tersebut tapi Habibi juga berikan kabarnya lewat chatan kepada Zahra biar Zahra tidak khawatir keadaan dirinya tesebut.
" Kapan yah aku bisa teleponan lagi sama kak Habibi...." Zahra yang sedang galau di kampusnya tersebut dengan bicara sendiri sambil memandang papan tulis.
" Kamu kenapa bicara sendiri... emang ada apa Zahra, coba ceritakan kepadaku..." Jannah yang lihat Zahra yang sedang galau dan bicara sendiri sambil menatap kearah papan tulis.
" kak Habibi gak bisa diajak teleponan karena kak Habibi lagi sibuk bantuin kakek buat urusin pesantren, jadikan aku kangen sama suaranya..." Zahra yang kasih tau alasan dirinya galau yaitu dirinya ingin teleponan sama Habibi karena dirinya kangen sama suaranya Habibi.
__ADS_1
" oh gitu, yaudah sabar aja... nanti juga kak Habibi kalau ada waktunya, bakalan telepon kamu, jadi kamu harus sabar yah dan harus mengerti juga keadaan kak Habibi..." jannah yang minta Zahra untuk sabar dan ngerti dengan kondisi Habibi tersebut.
" iya sih, yaudahlah aku bakalan nungguin tapi tidak tau sampai kapan aku tidak teleponan..." Zahra yang menjawab dengan wajah yang menyedihkan karena Zahra bener-bener kangen sama Habibi.
" Sini... peluk aku aja, pasti bakalan hilang kangen sama kak Habibi, hehehe..." Jannah yang berusaha hibur Zahra untuk tersenyum lagi dan ternyata Zahra langsung tersenyum lagi pas dihibur sama Jannah.
Mereka berdua pun langsung menuju ke kantin untuk makan karena Zahra lapar habis galau dikelasnya jadi Zahra memutuskan untuk makan dulu sebelum pulang ke rumah terus juga Zahra kalau dirumah bakalan galau lagi jadi mumpu ada Jannah disampingnya bisa hilangkan galaunya karena Jannah pasti ada aja tingkahnya bersama dirinya makanya itu sangat bantuin Zahra untuk tidak galau lagi.
" Kita mau makan apa nih..." Jannah yang menanyakan kepada Zahra mengenai makanan tersebut.
" Hmm... aku mau Soimay dah sama minumnya es jeruk ..." Zahra yang langsung memutuskan makanan sama minuman yang akan dirinya pesan.
" oh yaudah, aku mau pesan Soto aja kayanya seger kalau jam segini makan soto terus minumnya es jeruk, hehehe...." Jannah yang memutuskan pesanan berbeda dengan Zahra dan Zahra pun menggelengkan kepalanya melihat tingkahnya jannah yang baginya sangat menggemaskan.
Akhirnya mereka berdua pun makan dengan pesannya tersebut sama minumannya juga, mereka berdua pun sambil makan juga obrol-obrol tentang kegiatan kampusnya nanti yang akan mengadakan pesta dari OSIS tapi tidak tau ada acara apa dikampusnya tersebut tapi dengar dari teman-temannya sih ada acara semacam hiburan untuk mahasiswa-mahasiswi yang akan menghadapi ujian semester selanjutnya nanti jadi biar pikiran mereka semuanya bisa lebih tenang hadapin ujian semester nanti.
" Kamu lihat Kenzo gak sih..." Zahra yang baru sadar kalau dirinya tidak lihat Kenzo lagi semenjak liburan ke pesantren waktu itu.
" oh dia minta izin ke Singapura karena kakeknya lagi sakit disana jadi sekeluarga langsung kesana, dia bilang gitu sama aku waktu kamu udah pergi ke pesantren..." Jannah yang kasih tau kalau Kenzo minta izin pergi ke Singapura karena kakeknya sakit.
" oh gitu..." Zahra yang menjawabnya biasa aja tanpa nanya-nanya lagi tentang Kenzo karena dirinya lagi tidak menanyakan banyak tentang kenzo dalam kondisi kangen sama Habibi.
Tiba-tiba teleponnya pun bunyi dan Zahra langsung senang pas lihat siapa yang telepon dirinya tersebut yaitu seseorang yang dari tadi dirinya tunggu-tunggu cukup lama.
* Akhirnya kamu telepon aku, batin Zahra yang langsung bahagia dapat telepon dari Habibi karena sudah lama menunggu Habibi telepon dirinya.
Sampai jumpa di episode selanjutnya .....
Jangan lupa like ceritaku ini yah gaes 🤭👌👌👌👌👌
Dan jangan lupa vote juga ceritaku ini yah gaes 🤗👌👌👌👌👌
__ADS_1
Oiya share juga ceritaku ke teman-teman kalian yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng yah gaes 🤗🙏👌👌👌👌👌